MANAGED BY:
SABTU
25 MEI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Jumat, 20 Juli 2018 00:08
Pembahasan Kompensasi Floating Crane Diundur
Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Setelah dua bulan sejak aksi buruh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) menuntut pembagian hasil floating crane di Muara Pantai Berau, pihak Forum Komunitas Maritim Berau masih menunggu tindak lanjut dari Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Berau yang ingin mempertemukan seluruh pihak.

Rapat bersama yang sempat diwacanakan pihak KUPP Berau, rencananya berlangsung di Jakarta bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Laut guna membahas surat perjanjian pada tahun 2010 lalu yang menjadi dasar permasalahan.

"Kami menunggu saja. Informasi yang saya tahu pertemuan itu ditunda karena musibah kebakaran yang terjadi di Kantor Kementerian Perhubungan beberapa waktu lalu," kata Ketua Forum Komunitas Maritim Berau Hasanul Haq Batubara kepada Berau Post, Kamis (19/7).

Hingga saat ini, pihaknya tetap berpendirian terhadap hukum dan aturan yang berlaku. Para pengusaha di Berau pun disebutnya, saat ini menunggu kepastian hukum atas persoalan yang terjadi tersebut. "Kami juga sudah diberikan lampu hijau untuk menggunakan buruh lain kalau pihak TKBM mogok lagi," ujarnya.

Sementara itu, Kepala KUPP Berau Hary Suryanto yang dikonfirmasi awak media ini belum bisa memberikan kepastian kapan rapat bersama digelar. Meskipun disebutnya sudah ada rencana pertemuan, namun kembali diundur karena insiden kebakaran di Kantor Kementerian Perhubungan.

"Sebetulnya secara lisan sudah (akan digelar, red), tapi belum berupa surat. Tapi keburu terbakar gedungnya," singkatnya.

Hary mengaku tak bisa berbuat apa-apa perihal keputusan pihak Asosiasi Pengusaha Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Berau yang menolak pembayaran kompensasi Floating Crane.

Padahal sebelumnya, pemerintah daerah telah mengadakan rapat bersama dengan Forum Koordinasi Pemerintah Daerah (FKPD) dan menyimpulkan bahwa pihak APBMI Berau harus segera melakukan pembayaran terhadap Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Berau.

"Terkait keputusan itu merupakan hak pemilik barang. Saya (KUPP Berau) tidak bisa berbuat apa-apa," katanya. (arp/udi)


BACA JUGA

Sabtu, 25 Mei 2019 13:21

NasDem Belum Tentukan Nama

TANJUNG REDEB – Sesuai hasil rekapitulasi perolehan suara Pemilihan Umum…

Sabtu, 25 Mei 2019 13:10

Pelaku Usaha Jangan ‘Aji Mumpung’

TANJUNG REDEB - Libur Lebaran tinggal beberapa hari lagi. Objek…

Jumat, 24 Mei 2019 14:25

Dirut IPB yang Pertama

TANJUNG REDEB – Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, pada Bulan Ramadan…

Jumat, 24 Mei 2019 14:24

Masyarakat Berau Jangan Terprovokasi

BUPATI Berau Muharram mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas Bumi Batiwakkal…

Kamis, 23 Mei 2019 14:52

Libur Panjang Lebaran, Pulau Derawan Siap Sambut Wisatawan

DERAWAN – Sambut momen libur lebaran, Pemerintah Kampung Pulau Derawan…

Rabu, 22 Mei 2019 15:11

Tuntut Bisa Bekerja Kembali

TANJUNG REDEB – Puluhan buruh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM)…

Rabu, 22 Mei 2019 15:09

Dinkes Harus Berinovasi

TANJUNG REDEB – Wakil Ketua I DPRD Berau Saga, meminta…

Rabu, 22 Mei 2019 15:08

Tersangka Belum Diberhentikan Sementara

TANJUNG REDEB – Proses hukum yang menjerat oknum Aparatur Sipil…

Selasa, 21 Mei 2019 16:18

Tiket Pesawat Mahal, Jalur Darat Jadi Alternatif

TANJUNG REDEB – Harga tiket pesawat yang dianggap masih cukup…

Selasa, 21 Mei 2019 16:16

Dulu Berfoya-foya, Kini Melayani Jamaah

Bergabung dengan Ikatan Remaja Masjid Lailatul Huda di Jalan Durian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*