MANAGED BY:
KAMIS
24 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Jumat, 20 Juli 2018 00:11
Peringatkan Truk Pengangkut Material

DLHK Bersihkan Debu di Diponegoro dan Gunung Panjang

PEMBERSIHAN: Petugas DLHK melakukan pembersihan debu serta tanah di Jalan Diponerogo menggunakan alat berat dan mobil penyedot debu.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau, rutin melakukan pembersihan debu di Jalan Diponegoro. Hal tesebut menyikapi banyaknya keluhan masyarakat, dimana debu cukup tebal di kawasan tersebut. Penyebabnya diduga mobil pengangkut material tanah tidak menutup baknya.

Kepala Bidang Kebersihan Pengelolaan Sampah Limbah dan Bahan Baku Berbahaya (B3) DLHK Berau, Junaidi mengatakan, untuk pembersihan yang pihaknya lakukan melingkupi Jalan Diponegoro I, II dan Jalan Gunung Panjang.

“Jadi rutin kami bersihkan dengan menurunkan eskavator serta mobil penyedot debu,” ujarnya kepada Berau Post, Kamis (19/7) kemarin.

Terkait permasalahan jalan yang terus menerus kotor, pihaknya sudah membuat surat peringatan kepada pemilik usaha pemuat material bangunan yang berada di Jalan Gunung Panjang, dan merupakan tindak lanjut permintaan wakil Bupati Berau.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan. Jadi di dalam surat peringatan itu, kami meminta pemilik kendaraan pemuat material tanah untuk menutup baknya dan meminta tidak laju ketika melintasi di jalan itu,” tegasnya.

“Karena ini tidak bisa dibiarkan berlaurut-larut, kasihan masyarakat di jalan itu,” sambung Junaidi.

Sementara itu, untuk waktu-waktu pembersihan debu dilakukan pihaknya sekitar 08.00 Wita hingga 11.00 Wita, kemudian berlanjut pada siang hingga sore hari.

”Kalau untuk pembersihan debu biasanya kami menurunkan alat penyedot debu mulai dari subuh-subuh sudah standby untuk melakukan pembersihan. Tapi sebelum itu kami melakukan pembersihan terlebih dahulu tanah-tanah yang terlihat tebal dengan menggunakan alat berat kemudian diangkut dengan menggunakan truk,” jelasnya.

Karena terus menumpuk jika dibiarkan, apabila hujan aliran yang mengalir ke badan jalan menimbulkan tumpukan lumpur. “Seperti di jalan depan gedung futsal,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, permasalahan debu bagi warga Jalan Diponegoro tak pernah ada habisnya, hingga banyak dari warga yang mengeluhkan berbagai penyakit pernafasan diakibatkan tebalnya debu dari jalanan.

Kini, sepanjang jalan terpasang 10 plang yang bertuliskan agar jangan memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi karena debu akan berterbangan hingga ke rumah warga.

Supardi, warga sekitar, mengungkapkan bahwa ada tetangganya yang sudah mengidap penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) karena setiap hari menghirup debu.

“Tetangga saya itu sampai masuk rumah sakit, karena sesak nafas,” ujarnya kepada Berau Post, Kamis (28/6).

Permasalahan debu di lingkunganya kini sudah menjadi permasalahan serius bagi dirinya dan warga lainnya yang bermukim di Jalan Diponegoro.

“Ini tidak bisa dianggap remeh, debunya ini tebal, sudah banyak yang sesak nafas, bagaimana tidak kalau setiap hari hirup debu,” ungkapnya.

Lanjutnya, bila musim panas, debu yang berada di Jalan Diponegoro masuk hingga ke dalam rumah warga.“Kalau sudah matahari terik, debunya banyak sekali, disiram palingan sebentar langsung kering,” keluhnya.

Di tempat yang sama, Agung yang mempunyai toko berada di pinggir jalan mengaku kesal dengan banyaknya debu.

“Jualan saya kotor semua kena debu, bagaimana tidak kalau debunya sebanyak itu,” ucapnya.

Dirinya merasa kesal dengan permasalahan debu yang dihadapi dirinya dan warga lainnya, pasalnya belum ada juga solusi atas permasalahan debu tersebut.

“Sudah lama sekali kami hirup debu, kalau permasalahan debu ini masalah ringan, kami tidak mungkin memasang plang sepanjang jalan,” kesalnya.

Dirinya pun berharap terhadap instansi terkait yang berwenang untuk menangani masalah debu, agar secepatnya melakukan tindakan.

“Kami warga di sini berharap secepatnya minta dicarikan solusi, kasihan kami disini banyak sudah yang sesak nafas, plang yang kami pasang itu juga dari dana kami sendiri,” pungkasnya. (*/oke/app)

 


BACA JUGA

Rabu, 23 Januari 2019 12:34

Sisi Laut Rampung, Darat Masih Finishing

TANJUNG REDEB - Progres pekerjaan dermaga speedboat di depan Taman…

Rabu, 23 Januari 2019 12:32

2018, KUPP Berau Setor PNBP Rp 72 Miliar

TANJUNG REDEB – Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang ditarik…

Rabu, 23 Januari 2019 12:30

Penderita DBD di Batu Putih Bertambah

BATU PUTIH – Penderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di…

Rabu, 23 Januari 2019 12:30

Kampung Biatan Ilir Usulkan Pasar

TALISAYAN – Pacu geliat ekonomi masayarakat Kepala Kampung Biatan Ilir,…

Rabu, 23 Januari 2019 12:29

Pantau Anak Akses Internet

TALISAYAN-Teknologi informasi khususnya Internet saat ini bagai pisau bermata dua.…

Rabu, 23 Januari 2019 12:28

Edarkan di Segah, Diringkus di Tanjung Redeb

TANJUNG REDEB – Polisi kembali berhasil mengungkap peredaran narkoba jenis…

Selasa, 22 Januari 2019 14:32

Kepala Pasar Akui Kecolongan

TANJUNG REDEB - Munculnya keluhan pedagang terkait keberadaan pedagang dari…

Selasa, 22 Januari 2019 14:30

Tindak Pengguna Knalpot Racing

TANJUNG REDEB – Keluhan warga terkait maraknya penggunaan knalpot racing…

Selasa, 22 Januari 2019 14:29

Pemerintah Diminta Hadir di Pesisir

TALISAYAN – Walau pemerintah sudah mengatur harga eceran tertinggi (HET)…

Selasa, 22 Januari 2019 14:28

Dermaga Teluk Sulaiman Butuh Renovasi

BIDUKBIDUK – Kondisi dermaga yang ada di Kampung Teluk Sulaiman,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*