MANAGED BY:
SELASA
23 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Jumat, 20 Juli 2018 00:11
Peringatkan Truk Pengangkut Material

DLHK Bersihkan Debu di Diponegoro dan Gunung Panjang

PEMBERSIHAN: Petugas DLHK melakukan pembersihan debu serta tanah di Jalan Diponerogo menggunakan alat berat dan mobil penyedot debu.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau, rutin melakukan pembersihan debu di Jalan Diponegoro. Hal tesebut menyikapi banyaknya keluhan masyarakat, dimana debu cukup tebal di kawasan tersebut. Penyebabnya diduga mobil pengangkut material tanah tidak menutup baknya.

Kepala Bidang Kebersihan Pengelolaan Sampah Limbah dan Bahan Baku Berbahaya (B3) DLHK Berau, Junaidi mengatakan, untuk pembersihan yang pihaknya lakukan melingkupi Jalan Diponegoro I, II dan Jalan Gunung Panjang.

“Jadi rutin kami bersihkan dengan menurunkan eskavator serta mobil penyedot debu,” ujarnya kepada Berau Post, Kamis (19/7) kemarin.

Terkait permasalahan jalan yang terus menerus kotor, pihaknya sudah membuat surat peringatan kepada pemilik usaha pemuat material bangunan yang berada di Jalan Gunung Panjang, dan merupakan tindak lanjut permintaan wakil Bupati Berau.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan. Jadi di dalam surat peringatan itu, kami meminta pemilik kendaraan pemuat material tanah untuk menutup baknya dan meminta tidak laju ketika melintasi di jalan itu,” tegasnya.

“Karena ini tidak bisa dibiarkan berlaurut-larut, kasihan masyarakat di jalan itu,” sambung Junaidi.

Sementara itu, untuk waktu-waktu pembersihan debu dilakukan pihaknya sekitar 08.00 Wita hingga 11.00 Wita, kemudian berlanjut pada siang hingga sore hari.

”Kalau untuk pembersihan debu biasanya kami menurunkan alat penyedot debu mulai dari subuh-subuh sudah standby untuk melakukan pembersihan. Tapi sebelum itu kami melakukan pembersihan terlebih dahulu tanah-tanah yang terlihat tebal dengan menggunakan alat berat kemudian diangkut dengan menggunakan truk,” jelasnya.

Karena terus menumpuk jika dibiarkan, apabila hujan aliran yang mengalir ke badan jalan menimbulkan tumpukan lumpur. “Seperti di jalan depan gedung futsal,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, permasalahan debu bagi warga Jalan Diponegoro tak pernah ada habisnya, hingga banyak dari warga yang mengeluhkan berbagai penyakit pernafasan diakibatkan tebalnya debu dari jalanan.

Kini, sepanjang jalan terpasang 10 plang yang bertuliskan agar jangan memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi karena debu akan berterbangan hingga ke rumah warga.

Supardi, warga sekitar, mengungkapkan bahwa ada tetangganya yang sudah mengidap penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) karena setiap hari menghirup debu.

“Tetangga saya itu sampai masuk rumah sakit, karena sesak nafas,” ujarnya kepada Berau Post, Kamis (28/6).

Permasalahan debu di lingkunganya kini sudah menjadi permasalahan serius bagi dirinya dan warga lainnya yang bermukim di Jalan Diponegoro.

“Ini tidak bisa dianggap remeh, debunya ini tebal, sudah banyak yang sesak nafas, bagaimana tidak kalau setiap hari hirup debu,” ungkapnya.

Lanjutnya, bila musim panas, debu yang berada di Jalan Diponegoro masuk hingga ke dalam rumah warga.“Kalau sudah matahari terik, debunya banyak sekali, disiram palingan sebentar langsung kering,” keluhnya.

Di tempat yang sama, Agung yang mempunyai toko berada di pinggir jalan mengaku kesal dengan banyaknya debu.

“Jualan saya kotor semua kena debu, bagaimana tidak kalau debunya sebanyak itu,” ucapnya.

Dirinya merasa kesal dengan permasalahan debu yang dihadapi dirinya dan warga lainnya, pasalnya belum ada juga solusi atas permasalahan debu tersebut.

“Sudah lama sekali kami hirup debu, kalau permasalahan debu ini masalah ringan, kami tidak mungkin memasang plang sepanjang jalan,” kesalnya.

Dirinya pun berharap terhadap instansi terkait yang berwenang untuk menangani masalah debu, agar secepatnya melakukan tindakan.

“Kami warga di sini berharap secepatnya minta dicarikan solusi, kasihan kami disini banyak sudah yang sesak nafas, plang yang kami pasang itu juga dari dana kami sendiri,” pungkasnya. (*/oke/app)

 


BACA JUGA

Senin, 22 Oktober 2018 13:41

PDAM Tak Dilibatkan

TANJUNG REDEB - Kepala Bagian (Kabag) Umum dan Keuangan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Segah…

Senin, 22 Oktober 2018 13:37

Polisi Minta Senpi Rakitan Diserahkan

TALISAYAN - Masih banyaknya penggunaan senjata api (senpi) rakitan oleh masyarakat sebagai alat berburu,…

Senin, 22 Oktober 2018 13:37

Masyarakat Banyak yang Tertipu

BIDUKBIDUK - Beredar kabar bahwa warga Sulawesi Tengah yang mengungsi ke Kecamatan Bidukbiduk bersedia…

Senin, 22 Oktober 2018 13:36

Bakal Ada Pos Brimob di Berau

TANJUNG REDEB – Pos Brimob diwacanakan ada di Bumi Batiwakkal. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan…

Senin, 22 Oktober 2018 13:35

Jaga Kamtibmas, Bijak Gunakan Medsos

TANJUNG REDEB – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Berau, mengimbau masyarakat, untuk terus…

Minggu, 21 Oktober 2018 14:05

Rata-Rata Menyisakan Antardua Kampung

TANJUNG REDEB – Persoalan tapal batas antarkampung terus diupayakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Sabtu, 20 Oktober 2018 14:09

Kampung Transmigrasi Belum Terlayani Jaringan Telekomunikasi

TALISAYAN - Tiga kampung yang berada di wilayah Talisayan, hingga kini masih miskin sinyal. Kampung…

Sabtu, 20 Oktober 2018 14:08

Kebutuhan Damkar Mendesak

TALISAYAN – Kebakaran yang terjadi di wilayah RT 6 Kampung Bumi Jaya, Kecamatan Talisayan, menghanguskan…

Sabtu, 20 Oktober 2018 14:07

Berantas Judi dan Miras

TALISAYAN – Pemerintah Kecamatan Talisayan berkomitmen memberantas perjudian dan peredaran minuman…

Sabtu, 20 Oktober 2018 14:06

Maluang Layak Jadi Contoh bagi Desa Se-Kaltim

TANJUNG REDEB - Kampung Maluang, Kecamatan Gunung Tabur, menjadi perwakilan Kaltim yang tampil di Temu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .