MANAGED BY:
SELASA
23 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Sabtu, 21 Juli 2018 00:08
Dakwaan Tak Sesuai Pasal

Perkara Pidana Kampanye Pilgub Kaltim yang Menjerat Bupati

PRESKON: Bupati Muharram bersama tim penasihat hukumnya dan ahli yang didatangkan untuk memberikan keterangan di persidangan, menggelar konferensi pers di Grand Parama Hotel kemarin (20/7).

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Sidang dugaan pelanggaran pidana kampanye pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kaltim 2018, dengan terdakwa Bupati Berau Muharram, digelar secara maraton sejak Selasa (17/7) lalu.

Agenda sidang yang terus berlanjut hingga tahap mendengarkan keterangan ahli yang didatangkan pihak terdakwa, Jumat (20/7).

Pada sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Redeb kemarin, tim penasihat hukum terdakwa mendatangkan Guru Besar Ahli Pemilu dari Universitas Hasanuddin, Makassar, Prof DR Juajir Sumardi, untuk memberikan keterangan ahli guna mencari titik temu dalam menggali nilai-nilai kebenaran dengan menyampaikan pandangan-pandangan yuridis yang harusnya dijalankan pihak-pihak yang berkaitan dalam perkara tersebut.

Juajir Sumardi menilai, setelah membaca secara detail perkara dan melihat praktik perkara yang terjadi di kota lain, seperti Kota Makassar, ternyata pasal 71 ayat 1, Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota, berada di ranah pelanggaran administrasi, bukan pidana.

Dijelaskannya, unsur-unsur pada pasal 71 ayat 1 tersebut, berkaitan dengan larangan membuat keputusan dan melakukan tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon.

“Ternyata kelihatannya dalam persidangan, dakwaan dibawa ke dalam konteks kampanye yang diatur dalam pasal 70 (Undang-Undang 10/2016), bukan pasal 71,” katanya dalam konferensi pers yang digelar tim penasihat hukum terdakwa di Grand Parama Hotel kemarin.

Pasalnya pelanggaran yang akhirnya harus diselesaikan di meja hijau, adalah pelaksanaan kampanye yang dilakukan Muharram di saat hari kerja, tanpa mengajukan cuti ke gubernur, sesuai ketentuan pasal 70 Undang-Undang 10/2016.

Padahal, lanjut dia, harus ada pembuktian yang dilakukan terlebih dahulu untuk memenuhi unsur pidana sesuai yang diatur pasal 71 undang-undang tersebut.

Yang pertama, larangan kepada pejabat daerah, TNI/Polri, membuat putusan atau tindakan yang dapat menguntungkan atau merugikan pasangan calon. “Dalam perkara ini, tidak dijelaskan apa itu keputusan dan tindakan yang dianggap melanggar pasal,” katanya.

Dalam konteks pejabat daerah, penjabarannya juga dalam rangka menjalankan fungsi pemerintahan. Atau ketika menjalankan fungsi dan kewenangannya sebagai pejabat daerah. Seperti membuat suatu ketetapan tertulis dalam rangka melaksanakan fungsi-fungsi dan kewenangannya, yang kemudian memberikan keuntungan atau merugikan pasangan calon lain dalam pelaksanaan pemilihan gubernur yang dimaksud. 

“Apakah dalam hal ini bupati membuat suatu ketetapan tertulis? Kalau tidak, maka unsur itu tidak terpenuhi,” terangnya.

Pria yang pernah menjabat Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Selatan tersebut menambahkan, pasal 71 yang didakwakan kepada terdakwa, mengarah pada penyalahgunaan kewenangan. Dan itu yang harus dibuktikan.

“Sekarang ini, bupati tidak dilarang berkampanye asal ada izin. Kalau tidak ada izin, benar itu pelanggaran, tapi sanksinya administrasi yang diberikan atasannya (gubernur, red),” jelasnya.

Melaksanakan kampanye untuk mendukung pasangan calon nomor urut 3 pada Pilgub Kaltim yang disangkakan kepada Muharram, juga perlu dibuktikan. Karena menurutnya, pelaksanaan kampanye adalah kegiatan yang menyertakan pemaparan visi dan misi, serta program kerja seorang calon. “Kalau hanya memberikan sambutan, tidak memaparkan visi-misi atau program kerja, bukan kampanye namanya,” terang dia.

“Jadi, jika pasal 71 yang digunakan untuk menjerat Pak Muharram, itu harus dibuktikan juga, apakah sudah memenuhi unsur kampanye atau tindak,” sambungnya.

Dari kaca matanya, pasal yang dilanggar Muharram adalah pasal 70 UU Nomor 10/2016, bukan pasal 71.

“Tapi karena pasal 70 tidak ada sanksinya, mungkin dilihat kurang seksi. Makanya dibawa ke pasal 71,” ujarnya.

Persoalan merugikan atau menguntungkan pasangan calon lainnya, juga perlu pembuktiannya. Ujarnya, karena persoalan ini konteksnya pemilihan gubernur, maka tudingan merugikan atau menguntungkan calon lain harus dibuktikan dengan angka-angka perolehan suara.

“Penyidik harus bisa menunjukkan, dengan adanya pertemuan yang dihadiri bupati itu, maka ada peningkatan suara signifikan yang diperoleh salah satu calon, atau penurunan angka signifikan oleh calon lain,” jelas guru besar Universitas Hasanuddin tersebut.

Juajir menegaskan, kehadirannya sebagai ahli bukan untuk membela salah satu pihak, tapi untuk menyampaikan kebenaran sesuai latar belakang ilmu pengetahuan yang menjadi keahliannya.

Ditambahkan Ketua Tim Penasihat Hukum Muharram, Ramlan Asri, terjadi salah penafsiran dalam penerapan pasal dalam kasus yang disangkakan, yakni pasal 71 UU Nomor 10/2016, yang harusnya menggunakan pasal 70 undang-undang tersebut.

“Karena fakta yang dikumpulkan jaksa itu fakta kampanye, bukan fakta adanya keputusan atau tindakan dari seorang bupati,” ujar Ramlan.

Abdul Rais, penasihat hukum terdakwa lainnya menjelaskan, pada fakta persidangan menyebut jika kegiatan bupati tersebut telah merugikan dan menguntungkan pasangan calon tertentu.

“Semua saksi yang didatangkan penuntut umum juga sama, menyebut menguntungkan dan merugikan pasangan calon tertentu. Tapi ketika kami tanya bentuk merugikan dan menguntungkan seperti apa, sampai sekarang tidak ada yang bisa menjelaskan,” kata Rais.

Ditegaskan, hal itu tak akan bisa dibuktikan karena berkaitan dengan perolehan suara Pilgub Kaltim 2018. “Apalagi sambutan bupati itu kami nilai bukan kampanye. Karena kampanye itu kumulatif, ada visi-misi dan program kerja. Kalau hanya ceramah, sambutan, sama sekali tidak memenuhi unsur kampanye,” tegasnya.

Sementara bagi Muharram, dirinya sebagai warga negara yang baik, secara ikhlas dan legawa akan mengikuti proses hukum yang menjeratnya. “Tapi penegakan hukum ini harus dilakukan secara jernih,” katanya.

Muharram menilai, proses peradilan yang dijalaninya mengesankan kekeliruan yang telah dilakukan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Berau dan Jaksa Penuntut Umum, terutama dalam penetapan pasal yang disangkakan.

“Anda bisa bayangkan, berapa bupati, wali kota atau gubernur yang ada di Indonesia, semua memiliki parpol dan pasangan calon gubernur yang didukung. Tapi satu-satunya di Indonesia yang sampai ke peradilan hanya di Berau,” ujarnya.

“Harusnya masalah ini selesai pada pelanggaran administrasi, tapi dari Panwaslu dibawa sampai ke pengadilan,” pungkas Muharram. (udi)


BACA JUGA

Senin, 22 Oktober 2018 13:29

Hindari Keretakan, Pelihara Kerukunan

MENGANGKAT tema Hindari Keretakan, Pelihara Kerukunan, dan Bangga Jadi Pemuda Indonesia, DPD Komite…

Senin, 22 Oktober 2018 13:27

Pacu Adrenalin dan Bikin Mata Melek

Di antara beberapa jenis penyajian kopi dan hasilnya, espresso merupakan salah satu yang tertua di dunia.…

Senin, 22 Oktober 2018 13:26

Lurah Sebut Kabar Gembira

TANJUNG REDEB – Rencana pemerintah menggelontorkan dana untuk kelurahan tahun depan, disebut sebagai…

Minggu, 21 Oktober 2018 14:00

Pakai Alat Seadanya, Bonus Kena Dampak

TANJUNG REDEB - Perdebatan yang terjadi dalam pembahasan anggaran keikutsertaan Berau pada Pekan Olahraga…

Minggu, 21 Oktober 2018 13:58

Diduga Korsleting, Empat Bangunan Jadi Arang

GUNUNG TABUR - Diduga karena korsleting listrik, empat bangunan di Jalan Aji Samsudin, Kelurahan Gunung…

Minggu, 21 Oktober 2018 13:56

Miliki Variabel Tersendiri, Lebih Disukai Kaum Wanita

Dalam beberapa tahun kopi sudah menjadi lifestyle bagi semua orang. Bahkan tak mengenal lagi yang namanya…

Minggu, 21 Oktober 2018 13:52

Bantuan Sudah Tiba di Sulteng

TANJUNG REDEB - Setelah beberapa hari berangkat ke Sulawesi Tengah, kapal yang mengangkut bantuan dari…

Sabtu, 20 Oktober 2018 14:02

10 Sekolah Dibina SMP 2

TANJUNG REDEB – Bersama 17 SMP lainnya di Kaltim, SMPN 2 Tanjung Redeb menjadi satu-satunya perwakilan…

Sabtu, 20 Oktober 2018 13:59

Aromanya Terjaga karena Ada Rumus Penyajiannya

Cita rasa kopi datang dari kualitas biji kopinya. Cita rasanya pun berbeda, bergantung daerah asal biji…

Sabtu, 20 Oktober 2018 13:58

Kekurangan Dana Sisa Rp 1,3 M

TANJUNG REDEB – Alotnya proses pembahasan anggaran untuk memberangkatkan kontingen Berau mengikuti…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .