MANAGED BY:
RABU
26 SEPTEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Jumat, 03 Agustus 2018 13:40
Sakit Itu Berat, BPJS Tak Akan Kuat
Oleh: Meltalia Tumanduk, S.Pi

PROKAL.CO, align="left">BADAN Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) tengah mengalami defisit keuangan. Sehingga membuat lembaga ini berupaya melakukan penghematan biaya. Salah satunya dengan menyisir jenis-jenis layanan yang bisa ditanggung BPJS Kesehatan maupun yang tidak.

Baru-baru ini sedang ramai isu yang menyebut bahwa Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, tidak akan menjamin tiga layanan kesehatan. Tiga layanan kesehatan itu meliputi katarak, persalinan bayi lahir sehat, dan rehabilitasi medik. Isu tersebut muncul seiring diterbitkannya Peraturan Direktur (Perdir) Jaminan Pelayanan pada 25 Juli 2018 kemarin. (Kaltim.Tribunnews.com)

Perdir ini juga berimbas pada Rumah Sakit Umum Daerah. Tak terkecuali, RSUD dr Abdul Rivai Tanjung Redeb. Mengutip dari Berau Post, Penerapan aturan baru terkait pelayanan Badan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, juga berimbas pada manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai, Tanjung Redeb. Hal itu diakui Direktur RSUD dr Abdul Rivai, Nurmin Baso, kepada Berau Post (28/7).

Inilah janji kosong pemerintah. Katanya menjamin kesehatan rakyat. Tapi malah merugikan. Rakyat diharuskan membayar sebelum mendapatkan hak mereka, tapi tak semua dapat jaminan. Ditambah lagi Perdir terbaru ini. Semakin menambah beban rakyat. Rakyat harus mengeluarkan biaya 2 kali lipat. Biaya iuran bulanan BPJS dan biaya berobat yang tak ditanggung BPJS.

Lagi. Pemerintah lepas tanggung jawab mengurusi rakyat. Harusnya jaminan kesehatan ditanggung oleh negara. Tapi malah diserahkan kepada institusi, dalam hal ini BPJS.

Rakyat bukan dijamin pelayanan kesehatannya. Rakyat dipaksa saling membiayai pelayanan kesehatan di antara mereka melalui sistem BPJS dengan prinsip asuransi sosial. Saling menanggung, gotong royong. Jika tak membayar iuran, maka tak di layani. Bahkan dijatuhi sanksi.

Inilah peradaban kapitalisme dengan neoliberalismenya. Di mana kesehatan dibisniskan. Bayangkan, layanan kesehatan yang bertujuan menyelamatkan nyawa manusia, menjadi ladang bisnis yang menggiurkan. Layanan kesehatan menjadikan hubungan antara pemerintah (dalam hal ini diwakili oleh BPJS) dengan rakyat menjadi hubungan dagang semata. Berhitung laba rugi. Di mana rakyat harus bayar dulu jika ingin dilayani kebutuhannya. Pihak pemberi layanan (tenaga medis) pun dilema. Karena seringnya BPJS nunggak pembayaran kepada instansi mereka, membuat gerak mereka dalam melayani pasien pun apa adanya.

Dalam Islam, negara mempunyai peran sentral sekaligus bertanggung jawab penuh dalam segala urusan rakyatnya, termasuk urusan kesehatan.

Kesehatan termasuk hak dasar publik yang wajib dipenuhi oleh pemerintah. Dengan pemenuhan yang memungkinkan bagi semua masyarakat bisa mengakses semua fasilitas kesehatan dengan biaya terjangkau. Bahkan gratis. Negara tidak boleh membebani rakyatnya untuk membayar kebutuhan layanan kesehatan. Ketentuan ini didasarkan pada Hadis Nabi SAW, sebagaimana penuturan Jabir ra:

“Rasulullah SAW. pernah mengirim seorang dokter kepada Ubay bin Kaab (yang sedang sakit). Dokter itu memotong salah satu urat Ubay bin Kaab lalu melakukan kay (pengecosan dengan besi panas) pada urat itu.” (HR Abu Dawud).

Dalam hadis tersebut Rasulullah SAW bertindak sebagai kepala negara, telah menjamin kesehatan rakyatnya secara cuma-cuma. Dengan cara mengirimkan dokter kepada rakyatnya yang sakit tanpa memungut biaya dari rakyatnya.

Hadis di atas merupakan dalil syariah yang sahih. Bahwa dalam Islam jaminan kesehatan wajib diberikan oleh negara kepada rakyatnya secara gratis, tanpa membebani, apalagi memaksa rakyat mengeluarkan uang untuk mendapat layanan kesehatan dari negara. Pengadaan layanan, sarana dan prasarana kesehatan tersebut wajib senantiasa diupayakan oleh negara bagi seluruh rakyatnya.

Pemberian jaminan kesehatan seperti itu tentu membutuhkan dana besar. Dana tersebut bisa dipenuhi dari sumber-sumber pemasukan negara yang telah ditentukan oleh syariah. Di antaranya dari hasil pengelolaan harta kekayaan umum baik di darat mupun di laut. Seperti hasil pertambangan gas, minyak, batu bara, dan sebagainya. Dari sumber lain seperti kharaj, jizyah, ghanimah, fa’i. Serta dari hasil pengelolaan harta milik negara dan sebagainya.

Semua itu akan lebih dari cukup untuk bisa memberikan pelayanan kesehatan secara memadai dan gratis untuk seluruh rakyat. Kuncinya adalah dengan menerapkan syariah Islam secara menyeluruh. Hal itu hanya bisa diwujudkan di bawah sistem yang dicontohkan dan ditinggalkan oleh Nabi saw. Sistem Khilafah. Sabda Rasulullah SAW :

“Pemimpin yang mengatur urusan manusia (Imam/Khalifah) adalah bagaikan penggembala, dan dialah yang bertanggung jawab terhadap rakyatnya (gembalaannya).” (HR Bukhari dan Muslim). Wallahua’lam bishowab.(*/app)

*) Penulis adalah Anggota Revowriter Berau & Pemerhati Masalah Sosial

 

 


BACA JUGA

Selasa, 17 Juli 2018 01:07

Menuju Kota Digital

DIGITALISASI merupakan bagian dari revolusi industri 4.0 (four point zero). Jika revolusi industri 1.0…

Rabu, 11 Juli 2018 13:56

Mengukur Tensi Politik Menjelang Pileg 2019

TAK terasa roda perputaran sang waktu silih berganti, dari jam ke jam, dari hari ke hari, dari bulan…

Minggu, 01 Juli 2018 00:54

Kemenangan Pilkada untuk Semua

PERHELATAN akbar sekaligus pertarungan euforiasuksesi pemilihan kepala daerah, baik itu pemilihan gubernur…

Rabu, 27 Juni 2018 12:51

Maaf, Saya Golput karena Keadaan

Hari ini, tepatnya 27 Juni 2018, digelar pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di 171 daerah. Terdiri…

Kamis, 21 Juni 2018 09:56

Mutiara Syawal

TIDAK terasa sebulan penuh kita berpuasa di bulan Ramadan menahan lapar dan dahaga. Kaum Muslimin meninggalkan…

Selasa, 12 Juni 2018 14:40

Konsumerisme di Bulan Ramadan

BULAN Ramadan adalah bulan di mana umat Islam berbondong-bondong untuk menggenggam keberkahan dan rahmat…

Sabtu, 09 Juni 2018 00:24

FILANTROPISME RAMADAN

SECARA bahasa, filantropisme adalah kedermawanan. Kemurahatian, atau sumbangan sosial, sesuatu yang…

Jumat, 01 Juni 2018 12:08

Atasi Kram saat Menstruasi

DI sela aktivitas yang cukup padat sebagai siswa Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) 57 Lembaga…

Sabtu, 26 Mei 2018 00:59

Terapi Emosi dalam Sekejap

SAAT berada pada kondisi yang tidak menyenangkan atau ditimpa persoalan, pilihannya sebenarnya hanya…

Jumat, 25 Mei 2018 00:42

Inokulasi Bakteri Probiotik Atasi Bau Sampah

POLUSI berupa bau sampah yang tidak sedap di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bujangga Berau, sempat menjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .