MANAGED BY:
JUMAT
22 FEBRUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Kamis, 09 Agustus 2018 14:48
Gelombang Besar, Dishub Imbau Nelayan Tidak Melaut
Abdurrahman

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Peringatan gelombang besar yang dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Berau, dinilai sangat penting oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Berau Abdurrahman. Untuk itu, dirinya juga imbau nelayan dan penyedia jasa transportasi laut untuk mengurangi intensitas melaut, sampai kondisi gelombang kembali normal.

Diharapkannya, seluruh nelayan dan penyedia jasa transportasi laut tidak menganggap enteng peringatan yang BMKG, agar tidak terjadi insiden yang tidak diinginkan.

Abdurrahman juga mengingatkan agar seluruh nelayan maupun penyedia jasa transportasi laut memastikan ketersediaan alat keselamatan, guna meminimalisasi dampak buruk jika terjadi sesuatu yang tak diinginkan.

"Sudah kami imbau supaya meningkatkan kewaspadaan, kalaupun mau melaut liat kondisi. Karena melihat lokasi mereka (nelayan) biasa mencari ikan, sangat rawan kena gelombang karena berada di laut lepas," ujarnya kepada Berau Post kemarin (8/8).

Dengan keterbatasan personel untuk selalu mengawasi setiap kawasan, seperti Kampung Tanjung Batu, Derawan, Maratua, Talisayan, Batu Putih hingga Bidukbiduk, pihaknya pun berharap peran besar aparat kecamatan dan kampung untuk terus mengawasi aktivitas nelayan dan penyedia jasa transportasi laut.

"Kami harap seluruh pihak bisa ikut mengawasi, termasuk Pelindo, khususnya di Tanjung Batu. Kalau memang memungkinkan, kami sarankan jarak berlayar nelayan dikurangi karena cuaca susah untuk diprediksi," ujarnya.

Sebelumnya, memasuki puncak musim kemarau, BMKG Berau mengimbau agar masyarakat mewaspadai gelombang tinggi serta kebakaran hutan dan lahan.

Berdasarkan pengamatan pihaknya, gelombang di perairan Kabupaten Berau bisa mencapai 1,5 hingga 2,5 meter.

Karena itu BMKG mengimbau agar seluruh pihak, khususnya nelayan maupun penyedia jasa angkutan laut, selalu tetap waspada dan tidak memaksakan diri untuk melanjutkan perjalanan saat kondisi gelombang tidak memungkinkan.

Kondisi ini pun, diperkirakan baru akan berakhir awal September nanti. "Untuk itu seluruh pihak diminta untuk saling mengingatkan agar tidak terjadi suatu hal yang tidak diinginkan," jelas Kepala BMKG Berau Tekad Sumardi. (sam/udi)


BACA JUGA

Kamis, 21 Februari 2019 00:12

Tragis, Bocah SD Terlindas Truk

TELUK BAYUR - Kecelakaan lalulintas (Lakalantas) kembali terjadi di Jalan…

Kamis, 21 Februari 2019 00:08

DKPP Menangkan Komisioner KPU

TANJUNG REDEB - Sidang putusan perkara dugaan pengaduan Pelanggaran Kode…

Kamis, 21 Februari 2019 00:05

Rumah Hangus Terbakar Api Rokok

TELUK BAYUR – Musibah kebakaran lagi-lagi melanda Kabupaten Berau. Seperti…

Rabu, 20 Februari 2019 13:58

Pemkab Kembali Wacanakan Bangun RS

TANJUNG REDEB – Pembangunan rumah sakit (RS) baru yang telah…

Rabu, 20 Februari 2019 13:51

Inhutani I Jalin Kerja Sama Kejari Berau

PT Inhutani I Wilayah Berau yang mencakup PT Inhutani I…

Rabu, 20 Februari 2019 13:47

Bandar Sabu 7 Kg Akhirnya Diciduk

TANJUNG REDEB – Jaringan peredaran narkotika jenis sabu antarnegara, akhirnya…

Selasa, 19 Februari 2019 13:55

Aturan Tak Kenal Pengecer

TANJUNG REDEB - Melonjaknya harga elpiji subsidi 3 kilogram (Kg)…

Selasa, 19 Februari 2019 13:54

Polres Periksa Dua Saksi

TANJUNG REDEB – Pasca-kebakaran yang menghanguskan tujuh rumah warga di…

Selasa, 19 Februari 2019 13:52

Kebakaran Milono Sisakan Seragam Polisi

Perawakannya sebagai abdi negara di institusi Polri tampak membuat Jems…

Selasa, 19 Februari 2019 13:51

Bantuan Maksimal Rp 40 Juta

PEMKAB Berau melalui Dinas Sosial (Dinsos) bakal memberikan dana bantuan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*