MANAGED BY:
JUMAT
16 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Jumat, 10 Agustus 2018 01:17
Bahar Ditolak Warga RT 1

Ganggu Ketenteraman karena Sering Mengamuk Bawa Parang

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Ulah Bahar (32) yang mengamuk di rumahnya dan Mapolsek Gunung Tabur pada Selasa (7/8) lalu, membuat kesabaran warga RT 1 Kelurahan Gunung Tabur habis.

Pasalnya, dari informasi yang dihimpun Berau Post, Bahar memang kerap membuat resah tetangganya di RT 1 Gunung Tabur, dengan mengamuk tanpa sebab sambil membawa parang.

Hal itu juga dibenarkan Ketua RT 1 Gunung Tabur Zarmili. "Ulahnya ini sudah yang ketiga kalinya. Jadi ketika dia ngamuk, sangat mengganggu ketenangan warga," ujarnya kepada Berau Post, Kamis (9/8).

Puncaknya, warga RT 1 kini menolak kehadiran Bahar. Karena menurutnya, warga di lingkungannya sangat khawatir dengan keberadaan Bahar, karena bisa saja nantinya kembali berulah hingga akhirnya melukai warga, seperti yang dilakukannya kepada aparat kepolisian saat mengamuk di Mapolsek Gunung Tabur, Selasa lalu.

"Jadi ini bukan keinginan saya melainkan keinginan warga RT 1," tambahnya.

Lurah Gunung Tabur Lutfi Hidayat menambahkan, ulah Bahar memang sangat mengganggu kondusivitas kehidupan masyarakat di sekitarnya. Bukan di lingkungan RT 1 saja, karena Bahar juga pernah melakukan aksi penyetopan bus perusahaan yang membawa puluhan karyawan.

“Jadi puncaknya kemarin (Selasa) saat Bahar mengamuk yang membahayakan warga sekitar. Bahkan saat itu ada anak yang ingin berangkat sekolah, masyarakat yang ingin bekerja dan lain sebagainya. Jadi banyak rentetan-rentetannya yang menjadi alasan Bahar tidak diperkenakan lagi tinggal di wilayah sini (RT 1 Gunung Tabur)," jelasnya.

Pihak kelurahan, ujar dia, bukannya tidak menerima kehadiran Bahar di lingkungannya. Tetapi karena ulah Bahar sendiri yang kerap meresahkan warga, membuat dirinya tidak memungkinkan lagi untuk menetap di RT 1 Gunung Tabur. 

“Kalau sekali mungkin bisa dimaklumi, tapi ini sudah ketiga kalinya, sehingga tidak menutup kemungkinan perbuatannya akan diulanginya kembali,” sambungnya.

Hal senada disampaikan salah seorang warga RT 1 Eko Waluyo. Dikatakannya, pada tahun 2017 lalu, Bahar sudah berulah dengan menghalang-halangi warga yang ingin beribadah ke masjid. "Kami kira itu sudah selesai, tetapi baru-baru ini berulah lagi. Ya kami sebagai masyarakat ingin kondisi tetap aman dan kondusif. Selain itu kami harapkan ada tindakan untuk memberi efek jera. Kalau memang rananya hukum, diproses secara hukum. Kalau rananya kedokteran (karena gangguan kejiwaan), silakan direhabilitasi. Disembuhkan,” singkatnya.

Sebelumnya diberitakan, Bahar, warga RT 1 Kelurahan Gunung Tabur, dilaporkan tetangganya ke Mapolsek Gunung Tabur, karena mengamuk dan meresahkan warga sekitarnya, sekitar pukul 07.00 Wita, Selasa (7/8).

Bahar yang mengamuk di kediamannya di Jalan Poros Berau-Bulungan, lantas didatangi aparat kepolisian untuk ditenangkan. Setelah terlihat tenang, polisi lalu meninggalkan Bahar untuk kembali bertugas di mapolsek.

Tak lama berselang, Bahar malah mendatangi Mapolsek Gunung Tabur dengan membawa sebilah parang. Bahar juga lantas mengamuk dan merusak pintu dan jendela, serta kaca pada pos penjagaan di Mapolsek Gunung Tabur.

Melihat kondisi makin tak kondusif, aparat kepolisian terus berusaha menenangkan Bahar. Namun upaya tersebut tetap tak berhasil. Justru anggota polisi yang berusaha menenangkan itu, terkena sabetan parang yang dibawa Bahar dan membuat paha kirinya sobek sedalam sekitar 9 sentimeter.

Wakapolres Berau Kompol Slamet Ramelan mengungkapkan, selain melukai polisi, Bahar melanjutkan aksinya dengan menyetop paksa bus karyawan yang tengah melintas di depan Mapolsek Gunung Tabur.

“Karena khawatir, sopir bus langsung memperlambat laju kendaraannya. Namun sampai menyerempet warung dan rombong di depan polsek. Tidak berhenti di situ, Bahar juga menyetop truk yang melintas untuk memalang jalan,” ujarnya kepada Berau Post Selasa (7/8).

Melihat kondisi yang semakin tidak kondusif, petugas akhirnya melepaskan tembakan peringatan ke udara untuk menenangkan Bahar. Tapi dua kali tembakan peringatan yang dilepaskan, tetap juga tak bisa menenangkan Bahar. Akhirnya, polisi membidik kaki kanan Bahar untuk melumpuhkannya.

“Dibantu warga, petugas berhasil mengamankan Bahar. Dan sekitar pukul 08.00 Wita, petugas membawanya ke RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) dr Abdul Rivai untuk mendapatkan perawatan medis,” tambahnya.

Terkait motif Bahar mengamuk dengan membawa parang, pihaknya belum bisa memastikannya. “Kami masih melakukan pendalaman, kami juga akan meminta keterangan saksi, termasuk istri dan keluarga Bahar. Selain itu, dokter juga tengah memeriksa kondisi kejiwaan Bahar,” katanya.

“Kalau memang hasil pemeriksaan dokter kondisi kejiwaannya terganggu, kami akan bawa dia ke rumah sakit jiwa. Tapi kalau dinilai normal, maka proses hukum akan tetap berjalan,” pungkasnya. (*/oke/udi)


BACA JUGA

Kamis, 15 November 2018 12:04

BPS Terancam Buyar Lagi

TANJUNG REDEB - Bendahara Tim Pembentukan Berau Pesisir Selatan (BPS) Andi Amir, menyebut rencana Menteri…

Kamis, 15 November 2018 11:57

Polisi Masih Matangkan Penyelidikan

TANJUNG REDEB – Kasat Reskrim Polres Berau AKP Andika Dharma Sena, menanggapi desakan masyarakat…

Kamis, 15 November 2018 11:55

Jaga Kearifan Lokal, Segera Bentuk Komunitas

Mengangkat tema kearifan lokal, karnaval kostum garapan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau menggelar…

Kamis, 15 November 2018 11:53

Kuota Berau Masih Sangat Lowong

TANJUNG REDEB – Hari terakhir pelaksanaan Seleksi Kompetisi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil…

Rabu, 14 November 2018 10:36

Hanya 14 Paket Siap Lelang

TANJUNG REDEB – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2018 telah ditetapkan…

Rabu, 14 November 2018 10:27

Hari Kedua, Peserta Gugur Capai 975

TANJUNG REDEB – Aliran listrik tak stabil sempat mengganggu pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar…

Rabu, 14 November 2018 10:17

Masih Bisa Lebih dari Rp 2,7 T

TANJUNG REDEB – Proyeksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2019 yang menembus angka…

Selasa, 13 November 2018 10:43

Jangan Jalan di Tempat, Tindak Lanjut Laporan Dugaan Tipikor di PDAM

TANJUNG REDEB – Proses penelusuran dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) di Perusahaan Daerah…

Selasa, 13 November 2018 10:41

Polisi Akhiri Pelarian RM

TANJUNG REDEB – Pelarian RM tak bisa berlangsung lama. Hanya tiga hari, pengedar sabu-sabu yang…

Selasa, 13 November 2018 10:33

Kemenag Tunggu Juknis Kartu Nikah

TANJUNG REDEB – Kementrian Agama akan mengganti buku nikah menjadi bentuk kartu. Hal itu pun mendapat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .