MANAGED BY:
JUMAT
22 FEBRUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Jumat, 10 Agustus 2018 01:17
Bahar Ditolak Warga RT 1

Ganggu Ketenteraman karena Sering Mengamuk Bawa Parang

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Ulah Bahar (32) yang mengamuk di rumahnya dan Mapolsek Gunung Tabur pada Selasa (7/8) lalu, membuat kesabaran warga RT 1 Kelurahan Gunung Tabur habis.

Pasalnya, dari informasi yang dihimpun Berau Post, Bahar memang kerap membuat resah tetangganya di RT 1 Gunung Tabur, dengan mengamuk tanpa sebab sambil membawa parang.

Hal itu juga dibenarkan Ketua RT 1 Gunung Tabur Zarmili. "Ulahnya ini sudah yang ketiga kalinya. Jadi ketika dia ngamuk, sangat mengganggu ketenangan warga," ujarnya kepada Berau Post, Kamis (9/8).

Puncaknya, warga RT 1 kini menolak kehadiran Bahar. Karena menurutnya, warga di lingkungannya sangat khawatir dengan keberadaan Bahar, karena bisa saja nantinya kembali berulah hingga akhirnya melukai warga, seperti yang dilakukannya kepada aparat kepolisian saat mengamuk di Mapolsek Gunung Tabur, Selasa lalu.

"Jadi ini bukan keinginan saya melainkan keinginan warga RT 1," tambahnya.

Lurah Gunung Tabur Lutfi Hidayat menambahkan, ulah Bahar memang sangat mengganggu kondusivitas kehidupan masyarakat di sekitarnya. Bukan di lingkungan RT 1 saja, karena Bahar juga pernah melakukan aksi penyetopan bus perusahaan yang membawa puluhan karyawan.

“Jadi puncaknya kemarin (Selasa) saat Bahar mengamuk yang membahayakan warga sekitar. Bahkan saat itu ada anak yang ingin berangkat sekolah, masyarakat yang ingin bekerja dan lain sebagainya. Jadi banyak rentetan-rentetannya yang menjadi alasan Bahar tidak diperkenakan lagi tinggal di wilayah sini (RT 1 Gunung Tabur)," jelasnya.

Pihak kelurahan, ujar dia, bukannya tidak menerima kehadiran Bahar di lingkungannya. Tetapi karena ulah Bahar sendiri yang kerap meresahkan warga, membuat dirinya tidak memungkinkan lagi untuk menetap di RT 1 Gunung Tabur. 

“Kalau sekali mungkin bisa dimaklumi, tapi ini sudah ketiga kalinya, sehingga tidak menutup kemungkinan perbuatannya akan diulanginya kembali,” sambungnya.

Hal senada disampaikan salah seorang warga RT 1 Eko Waluyo. Dikatakannya, pada tahun 2017 lalu, Bahar sudah berulah dengan menghalang-halangi warga yang ingin beribadah ke masjid. "Kami kira itu sudah selesai, tetapi baru-baru ini berulah lagi. Ya kami sebagai masyarakat ingin kondisi tetap aman dan kondusif. Selain itu kami harapkan ada tindakan untuk memberi efek jera. Kalau memang rananya hukum, diproses secara hukum. Kalau rananya kedokteran (karena gangguan kejiwaan), silakan direhabilitasi. Disembuhkan,” singkatnya.

Sebelumnya diberitakan, Bahar, warga RT 1 Kelurahan Gunung Tabur, dilaporkan tetangganya ke Mapolsek Gunung Tabur, karena mengamuk dan meresahkan warga sekitarnya, sekitar pukul 07.00 Wita, Selasa (7/8).

Bahar yang mengamuk di kediamannya di Jalan Poros Berau-Bulungan, lantas didatangi aparat kepolisian untuk ditenangkan. Setelah terlihat tenang, polisi lalu meninggalkan Bahar untuk kembali bertugas di mapolsek.

Tak lama berselang, Bahar malah mendatangi Mapolsek Gunung Tabur dengan membawa sebilah parang. Bahar juga lantas mengamuk dan merusak pintu dan jendela, serta kaca pada pos penjagaan di Mapolsek Gunung Tabur.

Melihat kondisi makin tak kondusif, aparat kepolisian terus berusaha menenangkan Bahar. Namun upaya tersebut tetap tak berhasil. Justru anggota polisi yang berusaha menenangkan itu, terkena sabetan parang yang dibawa Bahar dan membuat paha kirinya sobek sedalam sekitar 9 sentimeter.

Wakapolres Berau Kompol Slamet Ramelan mengungkapkan, selain melukai polisi, Bahar melanjutkan aksinya dengan menyetop paksa bus karyawan yang tengah melintas di depan Mapolsek Gunung Tabur.

“Karena khawatir, sopir bus langsung memperlambat laju kendaraannya. Namun sampai menyerempet warung dan rombong di depan polsek. Tidak berhenti di situ, Bahar juga menyetop truk yang melintas untuk memalang jalan,” ujarnya kepada Berau Post Selasa (7/8).

Melihat kondisi yang semakin tidak kondusif, petugas akhirnya melepaskan tembakan peringatan ke udara untuk menenangkan Bahar. Tapi dua kali tembakan peringatan yang dilepaskan, tetap juga tak bisa menenangkan Bahar. Akhirnya, polisi membidik kaki kanan Bahar untuk melumpuhkannya.

“Dibantu warga, petugas berhasil mengamankan Bahar. Dan sekitar pukul 08.00 Wita, petugas membawanya ke RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) dr Abdul Rivai untuk mendapatkan perawatan medis,” tambahnya.

Terkait motif Bahar mengamuk dengan membawa parang, pihaknya belum bisa memastikannya. “Kami masih melakukan pendalaman, kami juga akan meminta keterangan saksi, termasuk istri dan keluarga Bahar. Selain itu, dokter juga tengah memeriksa kondisi kejiwaan Bahar,” katanya.

“Kalau memang hasil pemeriksaan dokter kondisi kejiwaannya terganggu, kami akan bawa dia ke rumah sakit jiwa. Tapi kalau dinilai normal, maka proses hukum akan tetap berjalan,” pungkasnya. (*/oke/udi)


BACA JUGA

Kamis, 21 Februari 2019 00:12

Tragis, Bocah SD Terlindas Truk

TELUK BAYUR - Kecelakaan lalulintas (Lakalantas) kembali terjadi di Jalan…

Kamis, 21 Februari 2019 00:08

DKPP Menangkan Komisioner KPU

TANJUNG REDEB - Sidang putusan perkara dugaan pengaduan Pelanggaran Kode…

Kamis, 21 Februari 2019 00:05

Rumah Hangus Terbakar Api Rokok

TELUK BAYUR – Musibah kebakaran lagi-lagi melanda Kabupaten Berau. Seperti…

Rabu, 20 Februari 2019 13:58

Pemkab Kembali Wacanakan Bangun RS

TANJUNG REDEB – Pembangunan rumah sakit (RS) baru yang telah…

Rabu, 20 Februari 2019 13:51

Inhutani I Jalin Kerja Sama Kejari Berau

PT Inhutani I Wilayah Berau yang mencakup PT Inhutani I…

Rabu, 20 Februari 2019 13:47

Bandar Sabu 7 Kg Akhirnya Diciduk

TANJUNG REDEB – Jaringan peredaran narkotika jenis sabu antarnegara, akhirnya…

Selasa, 19 Februari 2019 13:55

Aturan Tak Kenal Pengecer

TANJUNG REDEB - Melonjaknya harga elpiji subsidi 3 kilogram (Kg)…

Selasa, 19 Februari 2019 13:54

Polres Periksa Dua Saksi

TANJUNG REDEB – Pasca-kebakaran yang menghanguskan tujuh rumah warga di…

Selasa, 19 Februari 2019 13:52

Kebakaran Milono Sisakan Seragam Polisi

Perawakannya sebagai abdi negara di institusi Polri tampak membuat Jems…

Selasa, 19 Februari 2019 13:51

Bantuan Maksimal Rp 40 Juta

PEMKAB Berau melalui Dinas Sosial (Dinsos) bakal memberikan dana bantuan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*