MANAGED BY:
MINGGU
18 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Selasa, 14 Agustus 2018 00:34
Cuaca Buruk, Hasil Tangkapan Ikan Turun
WASPADA: Nelayan banyak yang tak melaut karena kondisi cuaca di lautan.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Dinas Perikanan Kabupaten Berau, akui sampai saat ini terjadi penurunan daya tangkap nelayan, dikarenakan faktor cuaca dan gelombang tinggi. Hal itu yang membuat nelayan mengurangi intensitas penangkapan ikan.

Dikatakan Kepala Bidang Penangkapan dan Pelayanan Usaha, Dinas Perikanan Berau, Ramli, jika sebelumnya nelayan melakukan penangkapan ikan sebulan sebanyak 20 kali, para nelayan saat ini menguranginya menjadi 15 kali.

“Tapi ada juga yang terpaksa melaut, karena apabila tidak melaut bagaimana mereka memenuhi kebutuhan rumah tangganya. Tapi ada hari-hari tertentu mereka tidak melaut,” ujarnya kepada Berau Post Senin (13/8) kemarin.

Lanjutnya, karena cuaca yang tidak menentu mengakibatkan penurunan jumlah tangkap nelayan di laut sehingga berdampak pada tingginya harga jual ikan di pasar. “Karena ikannya kurang sementara permintaan banyak, ini berdampak pada naiknya harga ikan di pasar, terlebih saat ini mendekati Iduladha, banyak permintaan ikan dari masyarakat,” tambahnya.

Meski demikian  pihaknya juga memiliki program yang memang khusus untuk melakukan pemantauan kondisi laut, sehingga fungsinya memberitahukan kepada nelayan tentang kondisi cuaca di laut.

“Tidak hanya itu, para nelayan juga  apabila mengalami  sesuatu hal yang tidak dinginkan sehingga menghilangkan nyawa, mereka juga akan mendapatkan asuransi santunan senilai RP 200 juta,” jelasnya.

Saat ditannya mengenai permintaan yang untuk jenis ikan yang naik ini, di antaranya ikan tuna, layang, dan sebagainya. Sementara itu, mengenai pantauan mengenai kurangnya hasil tangkap para nelayan ini sudah berlangsung sejak dua sampai tiga bulan terakhir ini.

 “Biasanya puncaknya pada Desember, dan akan kembali seperti biasa di Januari, dan banyak hasil tangkap ikan para nelayan itu biasanya memasuki Maret,” pungkasnya. (*/oke/app) 

 


BACA JUGA

Sabtu, 17 November 2018 11:34

RS Pratama Tangani 7 Kasus DBD

TALISAYAN – Memasuki musim hujan, Direktur Rumah Sakit Pratama Talisayan Nusyamsi, imbau warga…

Sabtu, 17 November 2018 11:32

Terkendala Alat Bukti dan Keterangan Saksi

TANJUNG REDEB - Kasus dugaan pencabulan oleh terlapor berinisial R terhadap RH (14) warga Suaran, Sambaliung…

Kamis, 15 November 2018 12:19

Ahli Waris Ajukan Kontra Banding

TANJUNG REDEB – Kuasa hukum ahli waris pemilik lahan di Pulau Bakungan atau Virgin Cocoa, Syahruddin…

Kamis, 15 November 2018 12:14

Penyaluran Rastra Terkendala Cuaca

TANJUNG REDEB - Penyaluran beras sejahtera (Rastra) ke wilayah pesisir selatan terus dilakukan oleh…

Kamis, 15 November 2018 12:10

Belum Seluruh Kampung Teraliri Listrik

BATU PUTIH- Hingga saat ini, masih banyak kampung yang belum mendapatkan fasilitas dasar yang memadai,…

Kamis, 15 November 2018 12:07

23 Warga Terjaring Razia Yustisi

TANJUNG REDEB – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Berau, menggelar razia yustisi…

Kamis, 15 November 2018 12:06

Pantau Peredaran Uang

TANJUNG REDEB – Sempat beredar adanya uang palsu (upal), membua Satreskrim Polres Berau, terus…

Rabu, 14 November 2018 10:56

Awasi Perburuan Penyu di Bidukbiduk

BIDUKBIDUK - Masih maraknya penjualan aksesori berbahan dasar sisik penyu, masih menjadi salah…

Rabu, 14 November 2018 10:53

Kunjungan ke Hiu Paus Kerap Tak lewat Talisayan

TALISAYAN - Keberadaan hiu paus (whale shark) di perairan Kampung Talisayan memang menjadi salah…

Rabu, 14 November 2018 10:43

Mengkhawatirkan, Warga Minta Ditebang

TANJUNG REDEB – Sebagian pohon besar di pinggir Jalan Diponegoro ada yang mati, bahkan ranting…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .