MANAGED BY:
RABU
20 FEBRUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Selasa, 14 Agustus 2018 00:37
Demi Biaya Perawatan, Petani Harap Harga Sawit Naik
MASIH STAGNAN: Harga sawit masih murah, petani kesulitan lakukan perawatan.

PROKAL.CO, BATU PUTIH - Petani kelapa sawit yang berada di wilayah Kampung Tembudan Kecamatan Batu Putih, mengharapkan harga Tandan Buah Segar (TBS) kepala sawit naik. Sebab, saat ini harga sawit masih terbilang stagnan.

Alhasil, petani kesulitan membeli pupuk untuk melakukan perawatan. Seperti yang diungkapkan Edi, bahwa harga sawit saat ini masih rendah. Sehingga untuk melakukan perawatan dirasakan sulit.

"Masih belum naik. Kalau harga sawit naik otomatis kami bisa membeli pupuk untuk pemeliharaan tanaman ini," katanya, Senin (13/8)

Untuk saat ini, petani menjual tandan buah segar dengan harga bervariasi, yakni berkisar Rp 800 hingga Rp 900 per kilogram, menurut dia, dengan harga tersebut petani jelas berat dibiaya perawatan dari pada hasil panen yang biasa dilakukan 3 bulan sekali. Belum lagi, biaya untuk menyewa pekerja melakukan pemanenan.

"Memang kalau dipikir rugi, ya memang rugi. Apalagi kebun sawitnya juga tidak luas. Kita kepenginnya harga kembali naik," ujarnya.

Sementara itu, Latekka, petani lainnya juga mengatakan, saat ini tanaman sawit mulai banyak diminati. Hal itu lantaran, harga lada yang tak kunjung membaik. Hanya kata dia,  dengan masih rendahnya harga TBS  jelas membuat petani kesulitan melakukan pemeliharaan secara intensif.

"Karena sawit ini perawatannya juga tidak murah. Ini membuat kita sedikit khawatir," bebermya

Ia mengatakan beberapa waktu lalu, harga sawit tersebut menurun.  Setidaknya, dalam. Kurun waktu dua bulan terakhir harga sawit sudah dua kali turun. Terkait hal tersebut, dirinya mengaku, tidak mengetahui penyebab turunnya harga TBS tersebut.

Kendati begitu,  dirinya tetap berharap agar harga TBS dapat kembali naik, sehingga semangat petani dalam berkebun kelapa sawit dapat lebih meningkat.

"Jelas kami khawatir, apalagi belum ada kabar terkait kenaikan harga TBS. Harapannya dapat naik agar petani sawit punya masa aja," tandasnya. (*/sht/app)


BACA JUGA

Senin, 18 Februari 2019 13:22

Berau Jadi Sentra Jagung Kaltim

TANJUNG REDEB – Berau yang berada di ujung Kalimantan Timur…

Sabtu, 16 Februari 2019 14:01

Percetakan Sawah Butuh Anggaran Besar

TANJUNG REDEB – Keinginan Kepala Kampung Sukan, Bunyamin untuk segera…

Jumat, 15 Februari 2019 14:30

Harga Murah, Petani Kesulitan Perawatan Tanaman

BATU PUTIH - Petani lada yang berada di wilayah pesisir…

Kamis, 14 Februari 2019 13:18

BUMK Campur Sari Lirik Kelapa Sawit

TALISAYAN – Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) Campur Sari terus…

Kamis, 14 Februari 2019 13:13

Terkait Rute Penerbangan Berau-Jakarta, Wabup: Hukum Pasar Berlaku

TANJUNG REDEB – Tingginya dorongan Ketua Kamar Dagang dan Industri…

Rabu, 13 Februari 2019 11:44

Majukan Ekonomi Masyarakat

TANJUNG REDEB - Semarakkan Imlek dan Cap Gomeh 2019, Berau…

Selasa, 12 Februari 2019 13:35

Tingkatkan Perekonomian Petani

TALISAYAN – Pemerintahan Kampung Campur Sari, Kecamatan Talisayan memprogramkan pengembangan…

Sabtu, 09 Februari 2019 14:39

Penyaluran Gas Melon Terus Jadi Keluhan

BATU PUTIH – Tak hanya di Kampung Talisayan, Kecamatan Talisayan,…

Sabtu, 09 Februari 2019 14:36

Pangkalan Bantah Disebut LPG Selundupan

BIDUKBIDUK - Peristiwa terbakarnya salah satu Kapal Motor (KM) Amelia…

Jumat, 08 Februari 2019 13:38

Pasokan Aman, Penyelundupan Belum Ditemukan

TANJUNG REDEB - Kecelakaan kapal yang membawa tabung LPG di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*