MANAGED BY:
SELASA
25 SEPTEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Rabu, 15 Agustus 2018 14:07
Makna Kemerdekaan Indonesia
Oleh: Syarifuddin Noor

PROKAL.CO, TAK terasa begitu cepatnya perputaran ruang dan perputaran roda waktu yang silih berganti di antara sang galaksi, membuat sang waktu begitu cepat berlalu.

Tak terasa juga tanggal 17 Agustus 2018 bangsa dan negara Indonesia yang sama-sama kita cintai, dari Sabang sampai Merauke, dari Pulau Miangas sampai Pulau Rote, akan merayakan hari kemerdekaan Indonesia yang ke-73.

Sebuah umur bangsa dan negara yang boleh kita katakan syarat dengan berbagai macam pengalaman, tempaan badai. Pahit dan getirnya kemerdekaan bangsa Indonesia tercinta ini dibawa dengan cucuran keringat, tetesan air mata, dan tumpah darah para pejuang bangsa di medan pertempuran.

Bangsa Indonesia telah banyak mengalami penjajahan. Baik penjajahan secara fisik, maupun secara mental. Tapi jerih payah para pejuang kemerdekaan terbayar dengan lahirnya dan diikrarkannya kemerdekaan bangsa Indonesia oleh Soekarno-Hattasebagai pendiri bangsa pada tanggal 17 Agustus 1945, dan bangsa Indonesia akhirnya bisa merasakan yang kemerdekaan dan terbebas dari belenggu penjajahan.

Para pendiri bangsa dan para pejuang yang sudah rela mengorbankan harta, darah, bahkan nyawa dan jiwa mereka demi yang kemerdekaan, tentunya para pejuang dan pendahulu bangsa Indonesia ini sangat berharap agar Indonesia bisa tumbuh dan berkembang sebagai sebuah bangsa yang mandiri, unggul, berdaya saing, dan merdeka serta terbebas dari bahaya dan rongrongan baik dari dalam maupun dari luar.

Sebagai generasi penerus bangsa, sebagai sesama anak bangsa, kita sepatutnya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga, bersyukur serta mendoakan para pahlawan syuhada bangsa kita yang telah bersusah-payah, mengeluarkan cucuran keringat, darah, dan mengorbankan jiwa serta raga di medan pertempuran, demi mencapai yang namanya “Kemerdekaan”.

Kita seharusnya dapat banyak menimba ilmu, pelajaran, dan teladan hidup dari perjuangan para pahlawan bangsa Indonesia. Para pahlawan bangsa yang telah gugur, demi mempertahankan harkat dan martabat bangsa dan negara Indonesia harus menjadi pedoman dan acuan bagi kita semua sebagai penunjuk arah yang jelas bagi kehidupan kita, sekarang, dan masa depan yang penuh dengan tantangan, halangan, dan rintangan yang siap untuk kita hadapi secara bersama-sama demi sebuah pengharapan. Agar kita mampu secara bersama-sama bergandengan tangan dan bahu membahu untuk dapat membangun negeri dan bangsa Indonesia agar lebih maju, mandiri, unggul, dan berdaya saing.

Melalui sebuah kebersamaan dan kekompakan menjadi modal dasar yang akan menjadi sebuah fondasi dasar bagi kita, kaum generasi penerus bangsa untuk dapat membangun bumi tercinta ini.

Merayakan kemerdekaan bangsa Indonesia yang genap berulang tahun ke-73 saat ini, pemerintah mengangkat sebuah tema: “Kerja Kita Prestasi Bangsa” yang mana kita harus bekerja bahu-membahu, menjaga kekompakan, dan secara bersama membangun negeri demi kepentingan besar sebuah bangsa Indonesia.

Tema yang diangkat tersebut sangat relevan dan erat hubungannya dengan momentum pelaksanaan Asian Games 2018 yang dilaksanakan di Jakarta dan Palembang.

Sebagai sesama anak bangsa, marilah kita memberikan dukungan dan memberikan doa yang terbaik kepada kontingen Indonesia untuk dapat meraih prestasi terbaik dan membawa nama harum Indonesia di kancah Asian Games 2018.

Kita berharap secara bersama bahwa kontingen Indonesia tidak surut dan tidak pantang menyerah, demi pencapaian sebuah prestasi bangsa, dan kontingen Indonesia juga harus berani unjuk kemampuan sebagai tuan rumah yang ramah, sopan, dan santun terhadap para tamu kontingen dari berbagai negara dalam pelaksanaan Asia Games 2018 ini.

Mari kita secara bersama menyukseskan penyelenggaraan dan sukses dalam prestasi yang membanggakan dalam mendukung pelaksanaan Asian Games 2018, terutama dalam upaya membela merah putih, sekaligus membela negara sebagai upaya untuk menggugah serta merajut semangat kebangsaan dan memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan bangsa.

Sebagai sebuah bangsa yang beradab, dan mempunyai tata karma serta asas kesopanan, kita harus berani dalam mewujudkan sebuah keinginan, dan mengambil risiko dalam sebuah pemikiran, dan pekerjaan yang kita jalani. Hasil dari keberanian akan menghasilkan keberhasilan, dan keberhasilan hanya buat mereka yang berani. Negeri ini perlu dan membutuhkan tangan-tangan dan orang-orang pemberani. Seperti kata Bung Karno “beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan aku guncangkan dunia”.

Semangat kemerdekaan yang ke-73 ini juga seharusnya melahirkan semangat pengorbanan dan rela berkorban, apapun yang kita lakukan perlu pengorbanan.

Pengorbanan dalam meraih sebuah prestasi yang membanggakan demi membawa harum nama Indonesia di kancah Asian Games 2018. Dengan semangat kemerdekaan ini, marilah kita membangun negeri tercinta dengan bekal sebuah cita-cita, keberanian, semangat pantang menyerah, dan kemauan untuk rela berkorban dalam menghadapi cobaan, rintangan, dan tantangan yang ada di depan.

Sebagai generasi penerus bangsa, kita wajib merenungkan untaian kata berikut: “tiada pengorbanan yang sia-sia, dan tiada rintangan yang tak dapat diatasi. Hilangkan sekat perbedaan suku, agama, ras maupun pandangan politik. Kebersamaan, kekompakan, dan kesungguhan kita sebagai sesama anak bangsa untuk menciptakan Indonesia yang aman, rukun, damai, dan bersatu sebagai salah satu prasyarat dalam menumbuhkan rasa cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dirgahayu Republik Indonesia ke-73, jayalah Negeriku, Jayalah Bangsaku. Indonesia Tercinta!!! (*/udi)

 

*) Penulis adalah staf pelaksana DPMK Berau

 


BACA JUGA

Selasa, 17 Juli 2018 01:07

Menuju Kota Digital

DIGITALISASI merupakan bagian dari revolusi industri 4.0 (four point zero). Jika revolusi industri 1.0…

Rabu, 11 Juli 2018 13:56

Mengukur Tensi Politik Menjelang Pileg 2019

TAK terasa roda perputaran sang waktu silih berganti, dari jam ke jam, dari hari ke hari, dari bulan…

Minggu, 01 Juli 2018 00:54

Kemenangan Pilkada untuk Semua

PERHELATAN akbar sekaligus pertarungan euforiasuksesi pemilihan kepala daerah, baik itu pemilihan gubernur…

Rabu, 27 Juni 2018 12:51

Maaf, Saya Golput karena Keadaan

Hari ini, tepatnya 27 Juni 2018, digelar pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di 171 daerah. Terdiri…

Kamis, 21 Juni 2018 09:56

Mutiara Syawal

TIDAK terasa sebulan penuh kita berpuasa di bulan Ramadan menahan lapar dan dahaga. Kaum Muslimin meninggalkan…

Selasa, 12 Juni 2018 14:40

Konsumerisme di Bulan Ramadan

BULAN Ramadan adalah bulan di mana umat Islam berbondong-bondong untuk menggenggam keberkahan dan rahmat…

Sabtu, 09 Juni 2018 00:24

FILANTROPISME RAMADAN

SECARA bahasa, filantropisme adalah kedermawanan. Kemurahatian, atau sumbangan sosial, sesuatu yang…

Jumat, 01 Juni 2018 12:08

Atasi Kram saat Menstruasi

DI sela aktivitas yang cukup padat sebagai siswa Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) 57 Lembaga…

Sabtu, 26 Mei 2018 00:59

Terapi Emosi dalam Sekejap

SAAT berada pada kondisi yang tidak menyenangkan atau ditimpa persoalan, pilihannya sebenarnya hanya…

Jumat, 25 Mei 2018 00:42

Inokulasi Bakteri Probiotik Atasi Bau Sampah

POLUSI berupa bau sampah yang tidak sedap di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bujangga Berau, sempat menjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .