MANAGED BY:
RABU
26 SEPTEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Kamis, 16 Agustus 2018 12:50
Harus Jalin Kerja Sama dengan Dokter Spesialis

Solusi Pelayanan Fisioterapi bagi Peserta BPJS Kesehatan

PROKAL.CO, class="p1">TANJUNG REDEB - Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Berau Johansyah, mengakui jika pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa atas keluhan masyarakat terkait Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan, khususnya nomor 5 tahun 2018 tentang penjaminan pelayanan rehabilitasi medik. 

Kepada Berau Post, dirinya menyebut solusi terbaik atas terbitnya peraturan direktur BPJS tersebut adalah dengan mencari dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi atau mencari dokter difisitasi, yang bertugas melakukan kontrol per bulan terhadap pelayanan fisioterapi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai. 

"Caranya cuma dengan memenuhi syarat sesuai peraturan direktur itu," ujarnya saat menghubungi Berau Post kemarin (15/8). 

Terkait hal itu, pihaknya selalu berkoordinasi dengan manajemen RSUD dr Abdul Rivai. "Saya sudah koordinasi dengan manajemen rumah sakit, infonya sudah ketemu dengan dokter untuk difisitasi. Semoga bisa ada kerja sama secepatnya sehingga peserta BPJS bisa kembali mendapatkan pelayanan," katanya. 

Sebelumnya, RSUD dr Abdul Rivai, kembali terkena getah dari aturan baru Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Khususnya Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan Nomor 5 Tahun 2018 tentang Penjaminan Pelayanan Rehabilitasi Medik. Aturan yang melarang pemberian pelayanan fisioterapi tanpa adanya dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi, membuat manajemen RSUD dr Abdul Rivai menghentikan pelayanannya. 

Hal itu menjadi pertanyaan bagi Saipul, salah seorang warga Berau. Sebab dari pemahamannya, peraturan baru BPJS Kesehatan tersebut hanya membatasi pelayanan fisioterapi yakni dua atau tiga kali dalam sepekan. Apalagi dikatakannya, pelayanan tersebut sangat mendesak bagi masyarakat, khususnya bagi istrinya sendiri. "Yang kami heran, kok tidak dilayani sama sekali di rumah sakit, padahal yang saya tahu di aturannya, BPJS hanya mengurangi pelayanan," ujarnya saat menghubungi Berau Post Selasa (14/8). 

Dirinya mengaku sudah pernah berkoordinasi dengan manajemen RSUD dan menuntut agar RSUD membuka kembali pelayanan fisioterapi. "Alasan rumah sakit tidak ada penanggung jawab fisioterapi. Ya kalau itu kita tidak mau tau, kita kan bayar (iuran BPJS) dan berharap pelayanan," tegasnya. 

Karena itu, dirinya meminta agar manajemen RSUD segera mencari solusi atas permasalahan tersebut, agar kembali melayani pasien fisioterapi yang menjadi peserta BPJS Kesehatan. "Jangan dihentikan. Sampai kapan begini. Kalau begini terus, akan banyak orang bisa terlantar karena sudah hampir sebulan tidak ada pelayanan," pungkasnya. 

Dikonfirmasi, Direktur RSUD dr Abdul Rivai Nurmin Baso, tidak menampik hal tersebut. Dia mengaku hanya menerapkan apa yang menjadi ketentuan BPJS, sambil terus mengupayakan mencari dokter spesialis rehab medis maupun dokter spesialis yang melakukan kontrol, setidaknya satu bulan sekali di rumah sakit. "Memang kami tidak melayani, karena BPJS sudah menegaskan tidak akan membayar kalau tidak ada dua (dokter spesialis) itu. Sementara ini kami juga masih mengupayakan. Selain itu, kendalanya juga pada anggaran, selama ini kita belum ada menganggarkannya," bebernya. 

Terkait ketentuan yang memperbolehkan rumah sakit menunjuk dokter umum, Nurmin juga menegaskan hal itu tetap tidak diperbolehkan. "Yang selama ini (sebelum ada Peraturan Direktur BPJS), kami pakai ya penunjukan dokter umum. Tapi yang seperti itu BPJS tetap enggak mau bayar. Mereka tutup-tutupin aja itu, mereka (BPJS, red) mungkin enggak mau dikomplain, akhirnya kami yang dibenturkan dengan masyarakat," pungkasnya. (sam/udi)


BACA JUGA

Selasa, 25 September 2018 13:21

Pelindo Tak Pernah Terima Permohonan Pandu

TANJUNG REDEB – Manajer Pelayanan Kapal Pelindo IV Berau, Manggi, menyebut tugboat Bintang Setiawan…

Selasa, 25 September 2018 13:18

Minim Jam Terbang, Tingkatkan Intensitas Latihan

Terbilang cabang olahraga baru dan kurang dikenal di Bumi Batiwakkal – sebutan Kabupaten Berau…

Selasa, 25 September 2018 13:17

Progres Perbaikan Masih 15 Persen

MARATUA – Perbaikan atas kerusakan beberapa fasilitas di Pulau Kakaban, belum menunjukkan progres…

Selasa, 25 September 2018 13:17

Hanya 1 Formasi untuk K2

TANJUNG REDEB – Menjelang dibukanya tahap penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018,…

Senin, 24 September 2018 13:21

Terseret Tongkang, Tugboat Bintang Setiawan Terbalik

TANJUNG REDEB – Tugboat atau kapal tunda dengan nama lambung TB Bintang Setiawan 98, kandas di…

Senin, 24 September 2018 13:20

Gelar Pemusatan Latihan di Bidukbiduk

Cabang olahraga Dayung ingin tampil maksimal di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2018 di Kutim.…

Senin, 24 September 2018 13:19

Perekrutan Dilakukan Sekolah

TANJUNG REDEB – Sekretaris Dinas Pendidikan Berau Didi Rahmadi, mengakui jika instruksi presiden…

Minggu, 23 September 2018 15:32

Pusat Diminta Cari Solusi, Larangan Pemkab Mengangkat Guru Honorer

TANJUNG REDEB – Bupati Berau Muharram, anggap keputusan Presiden Republik Indonesia yang meminta…

Minggu, 23 September 2018 15:30

Agendakan World Summit Coral Triangle di Maratua

TANJUNG REDEB - Banyak gagasan yang bisa dilakukan dalam mempromosikan Pulau Maratua di Berau, sebagai…

Minggu, 23 September 2018 15:26

Target Dua Emas, Yakin dengan Kualitas Atlet

Cabang olahraga wushu bukanlah cabang baru di Berau, khalayaknya Gateball maupun Woodball. Dua medali…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .