MANAGED BY:
KAMIS
15 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Kamis, 16 Agustus 2018 12:50
Harus Jalin Kerja Sama dengan Dokter Spesialis

Solusi Pelayanan Fisioterapi bagi Peserta BPJS Kesehatan

PROKAL.CO, class="p1">TANJUNG REDEB - Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Berau Johansyah, mengakui jika pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa atas keluhan masyarakat terkait Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan, khususnya nomor 5 tahun 2018 tentang penjaminan pelayanan rehabilitasi medik. 

Kepada Berau Post, dirinya menyebut solusi terbaik atas terbitnya peraturan direktur BPJS tersebut adalah dengan mencari dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi atau mencari dokter difisitasi, yang bertugas melakukan kontrol per bulan terhadap pelayanan fisioterapi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai. 

"Caranya cuma dengan memenuhi syarat sesuai peraturan direktur itu," ujarnya saat menghubungi Berau Post kemarin (15/8). 

Terkait hal itu, pihaknya selalu berkoordinasi dengan manajemen RSUD dr Abdul Rivai. "Saya sudah koordinasi dengan manajemen rumah sakit, infonya sudah ketemu dengan dokter untuk difisitasi. Semoga bisa ada kerja sama secepatnya sehingga peserta BPJS bisa kembali mendapatkan pelayanan," katanya. 

Sebelumnya, RSUD dr Abdul Rivai, kembali terkena getah dari aturan baru Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Khususnya Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan Nomor 5 Tahun 2018 tentang Penjaminan Pelayanan Rehabilitasi Medik. Aturan yang melarang pemberian pelayanan fisioterapi tanpa adanya dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi, membuat manajemen RSUD dr Abdul Rivai menghentikan pelayanannya. 

Hal itu menjadi pertanyaan bagi Saipul, salah seorang warga Berau. Sebab dari pemahamannya, peraturan baru BPJS Kesehatan tersebut hanya membatasi pelayanan fisioterapi yakni dua atau tiga kali dalam sepekan. Apalagi dikatakannya, pelayanan tersebut sangat mendesak bagi masyarakat, khususnya bagi istrinya sendiri. "Yang kami heran, kok tidak dilayani sama sekali di rumah sakit, padahal yang saya tahu di aturannya, BPJS hanya mengurangi pelayanan," ujarnya saat menghubungi Berau Post Selasa (14/8). 

Dirinya mengaku sudah pernah berkoordinasi dengan manajemen RSUD dan menuntut agar RSUD membuka kembali pelayanan fisioterapi. "Alasan rumah sakit tidak ada penanggung jawab fisioterapi. Ya kalau itu kita tidak mau tau, kita kan bayar (iuran BPJS) dan berharap pelayanan," tegasnya. 

Karena itu, dirinya meminta agar manajemen RSUD segera mencari solusi atas permasalahan tersebut, agar kembali melayani pasien fisioterapi yang menjadi peserta BPJS Kesehatan. "Jangan dihentikan. Sampai kapan begini. Kalau begini terus, akan banyak orang bisa terlantar karena sudah hampir sebulan tidak ada pelayanan," pungkasnya. 

Dikonfirmasi, Direktur RSUD dr Abdul Rivai Nurmin Baso, tidak menampik hal tersebut. Dia mengaku hanya menerapkan apa yang menjadi ketentuan BPJS, sambil terus mengupayakan mencari dokter spesialis rehab medis maupun dokter spesialis yang melakukan kontrol, setidaknya satu bulan sekali di rumah sakit. "Memang kami tidak melayani, karena BPJS sudah menegaskan tidak akan membayar kalau tidak ada dua (dokter spesialis) itu. Sementara ini kami juga masih mengupayakan. Selain itu, kendalanya juga pada anggaran, selama ini kita belum ada menganggarkannya," bebernya. 

Terkait ketentuan yang memperbolehkan rumah sakit menunjuk dokter umum, Nurmin juga menegaskan hal itu tetap tidak diperbolehkan. "Yang selama ini (sebelum ada Peraturan Direktur BPJS), kami pakai ya penunjukan dokter umum. Tapi yang seperti itu BPJS tetap enggak mau bayar. Mereka tutup-tutupin aja itu, mereka (BPJS, red) mungkin enggak mau dikomplain, akhirnya kami yang dibenturkan dengan masyarakat," pungkasnya. (sam/udi)


BACA JUGA

Kamis, 15 November 2018 12:04

BPS Terancam Buyar Lagi

TANJUNG REDEB - Bendahara Tim Pembentukan Berau Pesisir Selatan (BPS) Andi Amir, menyebut rencana Menteri…

Kamis, 15 November 2018 11:57

Polisi Masih Matangkan Penyelidikan

TANJUNG REDEB – Kasat Reskrim Polres Berau AKP Andika Dharma Sena, menanggapi desakan masyarakat…

Kamis, 15 November 2018 11:55

Jaga Kearifan Lokal, Segera Bentuk Komunitas

Mengangkat tema kearifan lokal, karnaval kostum garapan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau menggelar…

Kamis, 15 November 2018 11:53

Kuota Berau Masih Sangat Lowong

TANJUNG REDEB – Hari terakhir pelaksanaan Seleksi Kompetisi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil…

Rabu, 14 November 2018 10:36

Hanya 14 Paket Siap Lelang

TANJUNG REDEB – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2018 telah ditetapkan…

Rabu, 14 November 2018 10:27

Hari Kedua, Peserta Gugur Capai 975

TANJUNG REDEB – Aliran listrik tak stabil sempat mengganggu pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar…

Rabu, 14 November 2018 10:17

Masih Bisa Lebih dari Rp 2,7 T

TANJUNG REDEB – Proyeksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2019 yang menembus angka…

Selasa, 13 November 2018 10:43

Jangan Jalan di Tempat, Tindak Lanjut Laporan Dugaan Tipikor di PDAM

TANJUNG REDEB – Proses penelusuran dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) di Perusahaan Daerah…

Selasa, 13 November 2018 10:41

Polisi Akhiri Pelarian RM

TANJUNG REDEB – Pelarian RM tak bisa berlangsung lama. Hanya tiga hari, pengedar sabu-sabu yang…

Selasa, 13 November 2018 10:33

Kemenag Tunggu Juknis Kartu Nikah

TANJUNG REDEB – Kementrian Agama akan mengganti buku nikah menjadi bentuk kartu. Hal itu pun mendapat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .