MANAGED BY:
SENIN
22 APRIL
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Kamis, 16 Agustus 2018 12:50
Harus Jalin Kerja Sama dengan Dokter Spesialis

Solusi Pelayanan Fisioterapi bagi Peserta BPJS Kesehatan

PROKAL.CO, class="p1">TANJUNG REDEB - Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Berau Johansyah, mengakui jika pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa atas keluhan masyarakat terkait Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan, khususnya nomor 5 tahun 2018 tentang penjaminan pelayanan rehabilitasi medik. 

Kepada Berau Post, dirinya menyebut solusi terbaik atas terbitnya peraturan direktur BPJS tersebut adalah dengan mencari dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi atau mencari dokter difisitasi, yang bertugas melakukan kontrol per bulan terhadap pelayanan fisioterapi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai. 

"Caranya cuma dengan memenuhi syarat sesuai peraturan direktur itu," ujarnya saat menghubungi Berau Post kemarin (15/8). 

Terkait hal itu, pihaknya selalu berkoordinasi dengan manajemen RSUD dr Abdul Rivai. "Saya sudah koordinasi dengan manajemen rumah sakit, infonya sudah ketemu dengan dokter untuk difisitasi. Semoga bisa ada kerja sama secepatnya sehingga peserta BPJS bisa kembali mendapatkan pelayanan," katanya. 

Sebelumnya, RSUD dr Abdul Rivai, kembali terkena getah dari aturan baru Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Khususnya Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan Nomor 5 Tahun 2018 tentang Penjaminan Pelayanan Rehabilitasi Medik. Aturan yang melarang pemberian pelayanan fisioterapi tanpa adanya dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi, membuat manajemen RSUD dr Abdul Rivai menghentikan pelayanannya. 

Hal itu menjadi pertanyaan bagi Saipul, salah seorang warga Berau. Sebab dari pemahamannya, peraturan baru BPJS Kesehatan tersebut hanya membatasi pelayanan fisioterapi yakni dua atau tiga kali dalam sepekan. Apalagi dikatakannya, pelayanan tersebut sangat mendesak bagi masyarakat, khususnya bagi istrinya sendiri. "Yang kami heran, kok tidak dilayani sama sekali di rumah sakit, padahal yang saya tahu di aturannya, BPJS hanya mengurangi pelayanan," ujarnya saat menghubungi Berau Post Selasa (14/8). 

Dirinya mengaku sudah pernah berkoordinasi dengan manajemen RSUD dan menuntut agar RSUD membuka kembali pelayanan fisioterapi. "Alasan rumah sakit tidak ada penanggung jawab fisioterapi. Ya kalau itu kita tidak mau tau, kita kan bayar (iuran BPJS) dan berharap pelayanan," tegasnya. 

Karena itu, dirinya meminta agar manajemen RSUD segera mencari solusi atas permasalahan tersebut, agar kembali melayani pasien fisioterapi yang menjadi peserta BPJS Kesehatan. "Jangan dihentikan. Sampai kapan begini. Kalau begini terus, akan banyak orang bisa terlantar karena sudah hampir sebulan tidak ada pelayanan," pungkasnya. 

Dikonfirmasi, Direktur RSUD dr Abdul Rivai Nurmin Baso, tidak menampik hal tersebut. Dia mengaku hanya menerapkan apa yang menjadi ketentuan BPJS, sambil terus mengupayakan mencari dokter spesialis rehab medis maupun dokter spesialis yang melakukan kontrol, setidaknya satu bulan sekali di rumah sakit. "Memang kami tidak melayani, karena BPJS sudah menegaskan tidak akan membayar kalau tidak ada dua (dokter spesialis) itu. Sementara ini kami juga masih mengupayakan. Selain itu, kendalanya juga pada anggaran, selama ini kita belum ada menganggarkannya," bebernya. 

Terkait ketentuan yang memperbolehkan rumah sakit menunjuk dokter umum, Nurmin juga menegaskan hal itu tetap tidak diperbolehkan. "Yang selama ini (sebelum ada Peraturan Direktur BPJS), kami pakai ya penunjukan dokter umum. Tapi yang seperti itu BPJS tetap enggak mau bayar. Mereka tutup-tutupin aja itu, mereka (BPJS, red) mungkin enggak mau dikomplain, akhirnya kami yang dibenturkan dengan masyarakat," pungkasnya. (sam/udi)


BACA JUGA

Minggu, 21 April 2019 15:43

Pemilu Susulan di 11 TPS Belum Ditetapkan

TANJUNG REDEB – Komisi Pemilihan Umun (KPU) Berau belum bisa…

Minggu, 21 April 2019 15:42

Perwira Polres Berau Ditemukan Meninggal

TANJUNG REDEB - Seorang anggota Polri yang bertugas di Polres…

Sabtu, 20 April 2019 13:48

Bawaslu ‘Kebanjiran’ Aduan

TANJUNG REDEB – Tiga hari pasca pemilihan serentak, Badan Pengawas…

Sabtu, 20 April 2019 13:47

Terdakwa Korupsi Kapal Pariwisata Ajukan Banding

TANJUNG REDEB – Tak puas dengan putusan majelis hakim Pengadilan…

Jumat, 19 April 2019 11:00

11 TPS Belum Nyoblos

TANJUNG REDEB – Proses pemungutan suara pada pemilihan umum (Pemilu)…

Jumat, 19 April 2019 10:57

Target Partisipatif Pemilih 75 Persen

MESKIPUN terdapat beberapa kendala, namun Wakil Bupati Berau Agus Tantomo…

Jumat, 19 April 2019 10:50

Dua Kontraktor Jalani Persidangan

TANJUNG REDEB - Dua kontraktor yang terseret kasus dugaan tindak…

Jumat, 19 April 2019 10:48

Dikira Batang Pohon, Ternyata Bangkai Paus

PULAU DERAWAN – Warga Pulau Derawan dibuat heboh dengan ditemukannya…

Kamis, 18 April 2019 14:59

Warga Rutan Gagal Nyoblos

WAJAH kecewa juga tak bisa disembunyikan para warga binaan di…

Kamis, 18 April 2019 14:57

Pemilu Paling Krusial

TANJUNG REDEB – Pertama dalam sejarah pesta demokrasi di Indonesia.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*