MANAGED BY:
SENIN
27 MEI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Kamis, 16 Agustus 2018 13:08
Kasus Dugaan Pemerkosaan Karyawan Tambang, Ternyata Polisi Belum Cukup Bukti
MASIH LIDIK: Kapolsek Sambaliung Iptu Aprisakundi menegaskan kasus dugaan pemerkosaan yang marak beredar di media sosial sedang dalam penyelidikan pihaknya.

PROKAL.CO, class="p1">SAMBALIUNG - Kasus dugaan pemerkosaan terhadap warga Suaran, Sambaliung, oleh salah satu karyawan kontraktor tambang yang ada di Kabupaten Berau, tengah dalam proses penyelidikan pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Sambaliung. 

Hal tersebut turut dibenarkan oleh Kapolres Berau AKBP Pramuja Sigit Wahono melalui Kapolsek Sambaliung Iptu Aprisakundi, kemarin (15/8). 

Kepada Berau Post, Aprisakundi mengatakan saat ini pihaknya masih mengumpulkan bukti-bukti kuat untuk bisa menjerat si terduga. Pasalnya, hingga saat ini pihaknya belum juga menetapkan pria berinisial R sebagai tersangka. 

"Sejauh ini alat bukti kami baru satu, yakni visum. Itu pun tidak bisa mengarahkan bahwa si R itulah yang menjadi pelakunya. Kami tidak bisa dengan mudah menetapkan tersangka. Karena alat bukti kami belum cukup. Namun penyelidikan terus berjalan," ujarnya. 

 Aprisakundi mengungkapkan korban berinsial RH (14) diperkosa R di dalam kendaraan milik perusahaan dan Tempat Kejadian Perkara (TKP) juga di dekat areal kerja perusahaan. 

Tambahnya lagi, kejadian tersebut sudah terjadi sejak Januari 2017 lalu, namun baru dilaporkan pada Juni 2018. Bahkan Aprisakundi  mengungkapkan laporan tersebut bukan langsung dari pernyataan si korban, yang menurut orangtuanya diperkosa, melainkan mengetahui kejadian tersebut dari adik RH sendiri. 

"Sang adik pun tidak melihat secara langsung. Tidak tahu apakah betul itu diperkosa. Atau kah perhubungan badan. Karena kejadianya dalam keadaan gelap. Hanya mendengar saja, dan itu pun belum cukup untuk menguatkan sebagai bukti," bebernya. 

Sang adik pun juga sempat mengancam RH untuk melaporkan kejadian tersebut kepada kedua orangtuanya. Setelah ia melaporkan, sang kakak pun di bawa ke Polsek Sambaliung bersama orangtua korban. Namun Aprisakundi menyayangkan RH lebih banyak diam, sehingga sedikit menyulitkan pihaknya untuk menggali informasi.

"Beda ya, perkosa dan suka sama suka. Setelah laporan itu, kemudian kami langsung melakukan proses penanganan. Kami visum, pada hasilnya pun mengatakan RH betul sudah tidak perawan lagi. Tapi tidak bisa disebutkan itu apakah pengaruh alat kelamin pria atau benda tumpul lainnya," tegasnya. 

Lebih lanjut, menurut Aprisakundi, atas alasan itu pihaknya belum bisa menentukan bahwa terduga ini adalah pelakunya. "Saya juga menegaskan bahwa sudah beberapa kali orangtua korban mendatangi polsek. Dan kami sudah jelaskan, tidak bisa dengan mudah menetapkan tersangka. Karena alat bukti kami belum cukup," tegasnya. 

Sementara untuk saksi, Aprisakundi mengungkapkan hanya korban yang telah diperiksa, selain adiknya. Bukan hanya itu, pihaknya juga sudah melakukan pemanggilan terhadap si terduga R. Dalam pernyataannya pun tetap bersikeras bahwa R tidak melakukan hal senonoh itu. 

"Si R ini pun terus melakukan wajib lapor yang dilakukannya setiap Senin dan Kamis," jelasnya. 

Beberapa kali ayah korban mengunjungi perusahaan terkait itu untuk meminta supaya yang diduga pelaku ini dipecat dari perusahaan R bekerja. Namun pihak perusahaan pun tidak bisa serta merta memecat seseorang karena kesalahan yang tidak diketahui. 

Kendati demikian, menanggapi soal berita yang telah beredar luas di luar sana, bahwa pihak korban tidak mendapat keadilan, Aprisakundi menerangkan tentunya nanti pada saat di persidangan. Karena saat ini masih dalam proses penyelidikan. 

"Jadi bukan berarti polisi diam. Sudah berkali-kali, setiap R wajib lapor, kami selalu bertanya. Wajar jika jawabannya sama. Bahkan kami juga sudah berkali-kali menyampaikan kendala kami sejauh ini. Jadi mohon bersabar. Kalaupun sang ayah ada saksi yang bisa mendukung silakan laporkan. Tapi sejauh ini belum ada," pungkasnya. 

Korban diam karena takut bisa jadi. Unsur ancaman pun tidak ada. Karena hal itu sudah dipertanyakan langsung ke korban. Bahkan ia juga mengaku tidak terlalu kesulitan pada korban. Cuman bukti-bukti pendukung itu yang sulit. Karena kejadian sudah lama, kemudian saksi yang melihat tidak ada. 

"Kejadian di dalam mobil. Pada malam hari. Suaran. Korban merupakan masyarakat di Suaran. Korban dan pelaku juga diketahui sudah lama saling kenal. Panggilan pun sudah akrab. Sang ayah juga sebelum kejadian ini akrab dengan terduga R," tutupnya. (*/mar/app) 


BACA JUGA

Minggu, 26 Mei 2019 14:15

Banyak Tunggakan di PSAD

TANJUNG REDEB – Walau sudah lama beroperasi, namun sejumlah lapak…

Minggu, 26 Mei 2019 14:09

Terus Pelototi ADK

TANJUNG REDEB – Tim Pengawalan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah…

Sabtu, 25 Mei 2019 13:24

Warga Kaltara Ramaikan PSAD

TELUK BAYUR – Jelang lebaran Idulfitri, Pasar Sanggam Adji Dilayas…

Jumat, 24 Mei 2019 14:28

Menjaga Kebersihan Butuh Dukungan Masyarakat

TANJUNG REDEB – Guna mengantisipasi menumpuknya sampah di wilayah permukiman,…

Jumat, 24 Mei 2019 14:27

Cegah Penimbunan dan Lonjakan Harga

TANJUNG REDEB - Menjelang Idulfitri, aparat Polres Berau menurunkan tim…

Jumat, 24 Mei 2019 14:27

Jembatan Parit Lima Dapat Rp 4,7 M

TANJUNG REDEB – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR)…

Rabu, 22 Mei 2019 15:12

Dishub Bakal Panggil Pengusaha Travel

TANJUNG REDEB – Jelang momen mudik Hari Raya Idulfitri 1440…

Selasa, 21 Mei 2019 16:23

Bakal Mondar-mandir di Jalan Menuju Pesisir

TANJUNG REDEB – Pastikan arus mudik lancar, Satuan Lalu Lintas…

Selasa, 21 Mei 2019 16:21

Dumaring Harus Bergerak Cepat

TALISAYAN – Berkunjung ke sejumlah kampung di kawasan pesisir selatan…

Selasa, 21 Mei 2019 16:20

Gempa di Paser Tak Pengaruhi Berau

TANJUNG REDEB – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*