MANAGED BY:
JUMAT
22 FEBRUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Minggu, 19 Agustus 2018 00:10
Bupati Bakal Evaluasi Dewan Pengawas PDAM
Muharram

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Tak hanya direksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Segah, Bupati Berau Muharram juga tegaskan bakal mengevaluasi dewan pengawas. Hal itu diutarakannya saat diwawancara Berau Post, Jumat (17/8).

Ditegaskan politikus Partai Keadilan Sosial (PKS) ini, jika nantinya dia menemukan fakta bahwa dewan pengawas tidak melaksanakan tugasnya dengan baik, tentu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau akan memikirkan untuk melanjutkan status orang-orang yang ada di dewan pengawas atau tidak.

“Tapi sampai saat ini saya juga belum bisa memastikan apakah ada pembiaran atau kesengajaan sampai terjadi seperti itu (masalah di PDAM, Red.). Ini perlu saya dalami dulu,” ujarnya.

Namun ditambahkan Muharram, selain dewan pengawas, PDAM juga diutarakannya diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang hasilnya juga bagus. Hal itu juga membuat dia heran, karena hasilnya tidak seperti hasil penelusuran oleh tim independen yang didatangkan belum lama ini, di mana ditemukan banyak pelanggaran yang dilakukan oleh direksi PDAM masa pimpinan Adief Mulyadi.

“Tentu pertanyaannya bagaimana proses pemeriksaan selama ini, hasil pemeriksaan oleh tim independen hasilnya di luar dugaan. Tapi saya juga tidak bisa menyalahkan BPK, lihat penelusuran nanti,” singkatnya.

Untuk diketahui, di masa pimpinan Adief Mulyadi sebagai Direktur PDAM Tirta Segah, dewan pengawas menemukan fakta adanya tindakan Adief yang dianggap dapat merugikan PDAM. Bahkan berdasarkan penelusuran tim independen yang didatangkan Pemkab Berau, pelanggaran yang dilakukan cukup banyak.

Hal itu membuat dewan pengawas mengeluarkan rekomendasi pemecatan Adief Mulyadi yang kemudian disetujui bupati Berau. Walau demikian, baik Bupati Berau Muharram dan dewan pengawas enggan membeberkan seluruh pelanggaran yang ditemukan.

Namun di antaranya dua dugaan pelanggaran yang dilakukan Adief paling fatal yakni melakukan mark up sewa rumah direktur seharusnya Rp 50 juta untuk satu tahun menjadi Rp 150 juta per tahun. Sedangkan pelanggaran kedua yakni sewa mobil fiktif tahun 2016. (sam/app)


BACA JUGA

Kamis, 21 Februari 2019 00:12

Tragis, Bocah SD Terlindas Truk

TELUK BAYUR - Kecelakaan lalulintas (Lakalantas) kembali terjadi di Jalan…

Kamis, 21 Februari 2019 00:08

DKPP Menangkan Komisioner KPU

TANJUNG REDEB - Sidang putusan perkara dugaan pengaduan Pelanggaran Kode…

Kamis, 21 Februari 2019 00:05

Rumah Hangus Terbakar Api Rokok

TELUK BAYUR – Musibah kebakaran lagi-lagi melanda Kabupaten Berau. Seperti…

Rabu, 20 Februari 2019 13:58

Pemkab Kembali Wacanakan Bangun RS

TANJUNG REDEB – Pembangunan rumah sakit (RS) baru yang telah…

Rabu, 20 Februari 2019 13:51

Inhutani I Jalin Kerja Sama Kejari Berau

PT Inhutani I Wilayah Berau yang mencakup PT Inhutani I…

Rabu, 20 Februari 2019 13:47

Bandar Sabu 7 Kg Akhirnya Diciduk

TANJUNG REDEB – Jaringan peredaran narkotika jenis sabu antarnegara, akhirnya…

Selasa, 19 Februari 2019 13:55

Aturan Tak Kenal Pengecer

TANJUNG REDEB - Melonjaknya harga elpiji subsidi 3 kilogram (Kg)…

Selasa, 19 Februari 2019 13:54

Polres Periksa Dua Saksi

TANJUNG REDEB – Pasca-kebakaran yang menghanguskan tujuh rumah warga di…

Selasa, 19 Februari 2019 13:52

Kebakaran Milono Sisakan Seragam Polisi

Perawakannya sebagai abdi negara di institusi Polri tampak membuat Jems…

Selasa, 19 Februari 2019 13:51

Bantuan Maksimal Rp 40 Juta

PEMKAB Berau melalui Dinas Sosial (Dinsos) bakal memberikan dana bantuan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*