MANAGED BY:
SENIN
22 JULI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Minggu, 19 Agustus 2018 00:10
Bupati Bakal Evaluasi Dewan Pengawas PDAM
Muharram

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Tak hanya direksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Segah, Bupati Berau Muharram juga tegaskan bakal mengevaluasi dewan pengawas. Hal itu diutarakannya saat diwawancara Berau Post, Jumat (17/8).

Ditegaskan politikus Partai Keadilan Sosial (PKS) ini, jika nantinya dia menemukan fakta bahwa dewan pengawas tidak melaksanakan tugasnya dengan baik, tentu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau akan memikirkan untuk melanjutkan status orang-orang yang ada di dewan pengawas atau tidak.

“Tapi sampai saat ini saya juga belum bisa memastikan apakah ada pembiaran atau kesengajaan sampai terjadi seperti itu (masalah di PDAM, Red.). Ini perlu saya dalami dulu,” ujarnya.

Namun ditambahkan Muharram, selain dewan pengawas, PDAM juga diutarakannya diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang hasilnya juga bagus. Hal itu juga membuat dia heran, karena hasilnya tidak seperti hasil penelusuran oleh tim independen yang didatangkan belum lama ini, di mana ditemukan banyak pelanggaran yang dilakukan oleh direksi PDAM masa pimpinan Adief Mulyadi.

“Tentu pertanyaannya bagaimana proses pemeriksaan selama ini, hasil pemeriksaan oleh tim independen hasilnya di luar dugaan. Tapi saya juga tidak bisa menyalahkan BPK, lihat penelusuran nanti,” singkatnya.

Untuk diketahui, di masa pimpinan Adief Mulyadi sebagai Direktur PDAM Tirta Segah, dewan pengawas menemukan fakta adanya tindakan Adief yang dianggap dapat merugikan PDAM. Bahkan berdasarkan penelusuran tim independen yang didatangkan Pemkab Berau, pelanggaran yang dilakukan cukup banyak.

Hal itu membuat dewan pengawas mengeluarkan rekomendasi pemecatan Adief Mulyadi yang kemudian disetujui bupati Berau. Walau demikian, baik Bupati Berau Muharram dan dewan pengawas enggan membeberkan seluruh pelanggaran yang ditemukan.

Namun di antaranya dua dugaan pelanggaran yang dilakukan Adief paling fatal yakni melakukan mark up sewa rumah direktur seharusnya Rp 50 juta untuk satu tahun menjadi Rp 150 juta per tahun. Sedangkan pelanggaran kedua yakni sewa mobil fiktif tahun 2016. (sam/app)


BACA JUGA

Minggu, 21 Juli 2019 14:30

Duta Wisata Berau, Kini Meniti Karier Lawyer

Cita-citanya ingin masuk sekolah kedinasan. Tepatnya di Akademi Polisi (Akpol).…

Minggu, 21 Juli 2019 14:27

Positif Narkoba, Seorang PTT Dipecat

TANJUNG REDEB - Seorang pegawai tidak tetap (PTT) di Dinas…

Sabtu, 20 Juli 2019 16:06

Bandar asal Malaysia Dicokok

TANJUNG REDEB – Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Timur, membekuk…

Sabtu, 20 Juli 2019 16:02

Eksekutif-Legislatif Sepakati 6 Proyek MYC Senilai Rp 896 M

TANJUNG REDEB– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bersama DPRD Berau, telah menyepakati…

Sabtu, 20 Juli 2019 16:00

Bupati Perintahkan Pemecatan

DIDUGA melakukan perselingkuhan, dua pegawai tidak tetap (PTT) di Dinas Pendidikan…

Sabtu, 20 Juli 2019 15:53

Investasi Masuk Jangan Dihalang-halangi

TANJUNG REDEB – Derasnya arus penolakan masuknya jaringan swalayan nasional…

Jumat, 19 Juli 2019 14:29

Banding Ditolak, Terdakwa Ajukan Kasasi

TANJUNG REDEB – Perkara dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) pada…

Jumat, 19 Juli 2019 14:23

Rawan Terjerat Pidana

TANJUNG REDEB – Penguasaan tanah di kawasan hutan oleh masyarakat,…

Jumat, 19 Juli 2019 14:17

Dapat Ilmunya, Nikmati Pengalaman Pertama ke Luar Daerah

Dengan sebaran lahan yang masih sangat luas, Berau masih menyimpan…

Kamis, 18 Juli 2019 14:22

APBB Juga Serukan Penolakan

TANJUNG REDEB – Penolakan terhadap masuknya salah satu jaringan ritel…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*