MANAGED BY:
MINGGU
18 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Senin, 20 Agustus 2018 13:11
Wujudkan Keinginan Ayah

Mengenal Pasukan 8 Paskibra Berau: Anjas Bimanyu (1)

LEGA: Anjas Bimanyu (tiga kiri depan) saat meninggalkan Lapangan Pemuda usai menjalankan tugas mengibarkan Bendera Merah Putih pada HUT ke-73 RI, beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, Menjadi bagian dari Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) di upacara HUT RI, memang sudah menjadi impian seorang remaja asal Teluk Bayur, Anjas Bimanyu.

 

ARI PUTRA, Tanjung Redeb

 

SUARA entakan kaki mulai berbunyi di Jalan Pemuda saat jarum jam akan menunjukkan pukul 10.00 Wita, Jumat (17/8) lalu. Ratusan mata yang telah menunggu di pinggir Lapangan Pemuda pun segera mengalihkan perhatiannya ke asal suara tersebut.

Puluhan remaja putra-putri yang tergabung dalam Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) segera memasuki lapangan upacara. Disaksikan langsung Bupati Berau dan pimpinan instansi vertikal lainnya, remaja-remaja itu berhasil melaksanakan tugasnya untuk mengibarkan sang Merah Putih.

Di balik pengibaran bendera negara itu, terdapat salah seorang remaja asal Teluk Bayur yang bertugas sebagai pasukan inti. Anjas Bimanyu namanya. Ia menjadi bagian dari pengibar yang tugasnya menarik tali bendera agar sampai di puncak tertinggi tiang.

Menjadi seorang anggota paskibra merupakan suatu hal paling membanggakan bagi remaja kelahiran Berau, 1 April 2002 itu. Bagaimana tidak, ia merupakan orang pertama di keluarganya yang pernah merasakan menjadi bagian dari paskibra. “Dalam keluarga saya baru ini pertama kalinya,” kata Anjas kepada Berau Post, Minggu (19/8).

Di sisi lain, ia juga merasa telah mampu mewujudkan keinginan sang ayah Tri Suwignyo, yang beberapa tahun lalu sempat berujar agar dirinya bisa menjadi seorang paskibra. “Itu diucapkan bapak saya waktu hari kemerdekaan. Apalagi kakek dari bapak saya juga merupakan seorang pensiunan tentara,” ucapnya.

Selama mengikuti karantina sebagai paskibra, keluarga besarnya juga terus-menerus memberikan dukungan. Meski saat karantina, panitia sangat ketat dan membatasi pihak keluarga menemui mereka.

Namun hal itu tak menyurutkan semangat keluarganya untuk terus memberikan dukungan. “Mereka hanya datang saat-saat waktu tertentu saja. Misalnya malam Minggu yang memang waktu untuk kunjungan,” tuturnya.

Kedua orangtuanya tak pernah khawatir selama dirinya menjalani masa karantina. Kedua orangtuanya yakin dan percaya bahwa dirinya bisa hidup mandiri.

Menjadi seorang paskibra bagi Anjas, bukanlah perkara mudah. Ketatnya seleksi dari berbagai tingkatan harus dilaluinya agar bisa terpilih untuk menjadi paskibra yang bertugas di tingkat kabupaten.

Setelah terpilihnya 33 orang dari 13 kecamatan, maka pelatihan dari anggota kepolisian dan tentara langsung membimbing dan menempa kedisiplinan dan fisik mereka. Tingginya intensitas latihan bak semi militer dibenarkan Anjas. Hal itu diakui sangat menguras fisiknya pada tiga hari pertama karantina. Bahkan, ada beberapa anggota paskibra yang terserang demam dan mengalami cedera kaki.

Meski begitu, besarnya semangat dalam dirinya berhasil mengalahkan rasa lelah tersebut. “Selama kita melakukan kegiatan dengan semangat, rasa capek itu akan hilang,” katanya.

Dirinya yang terpilih menjadi bagian dari pasukkan delapan, juga membuatnya kaget. Meski saat latihan memang terus-menerus berlatih di pasukkan delapan. Namun sang pelatih tak pernah bisa memastikan apakah dirinya benar-benar bertugas di pasukkan delapan saat hari H.

“Pelatih sempat berkata kalau selama pelatihan kami bisa diganti. Jadi saya tahu masuk pasukkan delapan itu setelah gladi bersih,” ujarnya.

“Dan itu saya tidak menyangka, karena awalnya saya pikir pelatih hanya coba-coba posisi supaya ada bayangan bagaimana susunan nantinya. Ternyata dari latihan sampai gladi, saya tetap berada di pasukkan delapan,” tambahnya.

Selain merasa bangga dan senang bisa mewujudkan keinginan sang ayah, Anjas merasa telah berhasil melanjutkan perjuangan para pahlawan meski hanya dengan cucuran keringat. “Menjadi bagian paskibra membuat saya juga turut mendapatkan keluarga baru yaitu keluarga PPI (Purna Paskibraka Indonesia),” pungkasnya. (*/bersambung/udi)

 


BACA JUGA

Sabtu, 17 November 2018 11:30

Bisa Saja Ditutup Sementara

TANJUNG REDEB – Minimnya pengusaha sarang burung walet rumahan yang mengantongi kelengkapan perizinan,…

Sabtu, 17 November 2018 11:30

Ar Merasa Jadi Korban Situasi

TANJUNG REDEB – Pengembangan kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) pengadaan kapal pariwisata…

Sabtu, 17 November 2018 11:29

Putusan Direncanakan Awal Desember

TANJUNG REDEB – Sidang atas gugatan mantan Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Segah…

Sabtu, 17 November 2018 11:28

Sepekan untuk Tuntaskan RAPBD

SETELAH nota kesepahaman Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2019…

Sabtu, 17 November 2018 11:28

DPR Pertanyakan Rencana Mendagri Stop Pemekaran

TANJUNG REDEB – Rencana Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyetop 314 usulan pemekaran,…

Jumat, 16 November 2018 12:04

Pelaku Masuk Perangkap Polisi

TANJUNG REDEB – Polisi berhasil menggagalkan upaya peredaran narkoba jenis sabu-sabu, Rabu (14/11)…

Jumat, 16 November 2018 12:02

Langsung Kebut Pembahasan RAPBD

TANJUNG REDEB – Sempat mengalami keterpurukan kondisi anggaran dalam beberapa tahun terakhir,…

Jumat, 16 November 2018 11:57

Sehari Nyaris Tanpa BBM

TANJUNG REDEB – Tak seperti biasanya, hingga pukul 09.00 Wita beberapa Stasiun Pengisian Bahan…

Kamis, 15 November 2018 12:04

BPS Terancam Buyar Lagi

TANJUNG REDEB - Bendahara Tim Pembentukan Berau Pesisir Selatan (BPS) Andi Amir, menyebut rencana Menteri…

Kamis, 15 November 2018 11:57

Polisi Masih Matangkan Penyelidikan

TANJUNG REDEB – Kasat Reskrim Polres Berau AKP Andika Dharma Sena, menanggapi desakan masyarakat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .