MANAGED BY:
SABTU
23 FEBRUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Senin, 20 Agustus 2018 13:28
Kapal dan Alat Tangkap Masih Tertinggal

Dinas Perikanna Selalu Programkan Bantuan Alat

TERBATAS: Kapal tangkap ikan nelayan di Berau masih belum bisa berlayar lebih jauh untuk mencari ikan.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Sekitar 90 persen nelayan yang ada di Kabupaten Berau, mencari ikan hanya di sekitar pesisir laut lantaran kondisi kapal tak memungkinkan untuk melakukan penangkapan ikan lebih jauh. Sehingga kondisi ini membuat persaingan yang ketat antarnelayan dalam mendapatkan ikan.

"Jadi alasan terjadi penurunan hasil tangkap nelayan ini dikarenakan mereka tidak berani ke tengah laut dikarenakan kondisi kapal yang tidak memungkinkan," ujar Kepala Bidang Penangkapan dan Pelayanan Usaha (Diskan) Berau, Ramli, beberapa waktu lalu.

Tidak hanya itu, Ramli juga menambahkan, mengenai alat tangkap yang digunakan oleh para nelayan juga dianggap apabila itu sudah cocok untuk mereka biasanya yang digunakan itu-itu saja tanpa melakukan pengembangan alat yang lebih efektif untuk melakukan penangkapan ikan.

"Jadi memang ada beberapa kendala, yakni mulai dari SDM nelayan yang rendah, kemudian dan dari segi keterampilan nelayan juga kita agak kurang. Untuk alat tangkapnya ikan yang digunakan nelayan kita juga tertinggal dengan nelayan luar," tambahnya.

Meski demikian ia terangkan, dalam upaya membantu para nelayan agar tetap memuluskan aktivitas nelayan, pihaknya ada program bantuan nelayan terutama dari alat tangkapnya.

"Kalau bantuan itu biasanya berupa jaring tangkap ikan, alat penggerak kapal dan kebutuhan alat tangkapnya lainnya,"bebernya.

Ditegaskannya, dengan bantuan yang diberikan oleh Dinas Perikanan merupakan salah satu upaya agar nelayan tetap menjalankan usahanya.

 "Jadi tetap kami upayakanlah agar usaha mereka ini tetap berjalan. Jadi jangan sampai karena keterbatasan alat tangkap mereka menjadi terkendala melaut. Untuk total keseluruhan nelayan kita yang ada di Kabupaten Berau kurang lebih mencapai 5.000 Kepala Keluarga (KK)," pungkasnya (*/oke/app)


BACA JUGA

Senin, 18 Februari 2019 13:22

Berau Jadi Sentra Jagung Kaltim

TANJUNG REDEB – Berau yang berada di ujung Kalimantan Timur…

Sabtu, 16 Februari 2019 14:01

Percetakan Sawah Butuh Anggaran Besar

TANJUNG REDEB – Keinginan Kepala Kampung Sukan, Bunyamin untuk segera…

Jumat, 15 Februari 2019 14:30

Harga Murah, Petani Kesulitan Perawatan Tanaman

BATU PUTIH - Petani lada yang berada di wilayah pesisir…

Kamis, 14 Februari 2019 13:18

BUMK Campur Sari Lirik Kelapa Sawit

TALISAYAN – Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) Campur Sari terus…

Kamis, 14 Februari 2019 13:13

Terkait Rute Penerbangan Berau-Jakarta, Wabup: Hukum Pasar Berlaku

TANJUNG REDEB – Tingginya dorongan Ketua Kamar Dagang dan Industri…

Rabu, 13 Februari 2019 11:44

Majukan Ekonomi Masyarakat

TANJUNG REDEB - Semarakkan Imlek dan Cap Gomeh 2019, Berau…

Selasa, 12 Februari 2019 13:35

Tingkatkan Perekonomian Petani

TALISAYAN – Pemerintahan Kampung Campur Sari, Kecamatan Talisayan memprogramkan pengembangan…

Sabtu, 09 Februari 2019 14:39

Penyaluran Gas Melon Terus Jadi Keluhan

BATU PUTIH – Tak hanya di Kampung Talisayan, Kecamatan Talisayan,…

Sabtu, 09 Februari 2019 14:36

Pangkalan Bantah Disebut LPG Selundupan

BIDUKBIDUK - Peristiwa terbakarnya salah satu Kapal Motor (KM) Amelia…

Jumat, 08 Februari 2019 13:38

Pasokan Aman, Penyelundupan Belum Ditemukan

TANJUNG REDEB - Kecelakaan kapal yang membawa tabung LPG di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*