MANAGED BY:
JUMAT
14 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Senin, 20 Agustus 2018 13:28
Kapal dan Alat Tangkap Masih Tertinggal

Dinas Perikanna Selalu Programkan Bantuan Alat

TERBATAS: Kapal tangkap ikan nelayan di Berau masih belum bisa berlayar lebih jauh untuk mencari ikan.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Sekitar 90 persen nelayan yang ada di Kabupaten Berau, mencari ikan hanya di sekitar pesisir laut lantaran kondisi kapal tak memungkinkan untuk melakukan penangkapan ikan lebih jauh. Sehingga kondisi ini membuat persaingan yang ketat antarnelayan dalam mendapatkan ikan.

"Jadi alasan terjadi penurunan hasil tangkap nelayan ini dikarenakan mereka tidak berani ke tengah laut dikarenakan kondisi kapal yang tidak memungkinkan," ujar Kepala Bidang Penangkapan dan Pelayanan Usaha (Diskan) Berau, Ramli, beberapa waktu lalu.

Tidak hanya itu, Ramli juga menambahkan, mengenai alat tangkap yang digunakan oleh para nelayan juga dianggap apabila itu sudah cocok untuk mereka biasanya yang digunakan itu-itu saja tanpa melakukan pengembangan alat yang lebih efektif untuk melakukan penangkapan ikan.

"Jadi memang ada beberapa kendala, yakni mulai dari SDM nelayan yang rendah, kemudian dan dari segi keterampilan nelayan juga kita agak kurang. Untuk alat tangkapnya ikan yang digunakan nelayan kita juga tertinggal dengan nelayan luar," tambahnya.

Meski demikian ia terangkan, dalam upaya membantu para nelayan agar tetap memuluskan aktivitas nelayan, pihaknya ada program bantuan nelayan terutama dari alat tangkapnya.

"Kalau bantuan itu biasanya berupa jaring tangkap ikan, alat penggerak kapal dan kebutuhan alat tangkapnya lainnya,"bebernya.

Ditegaskannya, dengan bantuan yang diberikan oleh Dinas Perikanan merupakan salah satu upaya agar nelayan tetap menjalankan usahanya.

 "Jadi tetap kami upayakanlah agar usaha mereka ini tetap berjalan. Jadi jangan sampai karena keterbatasan alat tangkap mereka menjadi terkendala melaut. Untuk total keseluruhan nelayan kita yang ada di Kabupaten Berau kurang lebih mencapai 5.000 Kepala Keluarga (KK)," pungkasnya (*/oke/app)


BACA JUGA

Kamis, 13 Desember 2018 10:08

Gara-Gara Ini, Stop Kembangkan Rumput Laut

TALISAYAN - Para petani rumput laut di Kampung Sumber Agung, Kecamatan…

Rabu, 12 Desember 2018 14:16

Harga Kebutuhan Pokok Mulai Naik

TANJUNG REDEB – Jelang Natal dan Tahun Baru 2019, sejumlah…

Sabtu, 08 Desember 2018 13:59

Petani Sawit Menjerit

BATU PUTIH – Kelapa sawit hanya dihargai Rp 400 per…

Sabtu, 08 Desember 2018 13:54

Dana Bergulir Menunjang Pertumbuhan UMKM

TANJUNG REDEB - Rencana program dana Usaha Mikro, Kecil dan…

Jumat, 07 Desember 2018 13:37

Pemerintah Serba Salah

TANJUNG REDEB – Bupati Berau Muharram mengakui keluhan pedagang blok…

Kamis, 06 Desember 2018 13:26

Pertamina Tambah Kuota LPG

TANJUNG REDEB – Menjelang perayaan Natal dan tahun baru 2019,…

Selasa, 04 Desember 2018 13:38

Tuding karena Banyak ‘Pasar Tandingan’

TANJUNG REDEB – Aktivitas bazar yang terus berlangsung dalam dua…

Jumat, 30 November 2018 14:01

Pasarkan Produk lewat Teknologi

TANJUNG REDEB – Kemajuan teknologi kian pesat, segala sesuatunya lebih…

Rabu, 28 November 2018 13:57

Perusahaan Patok Harga Rendah

TANJUNG REDEB – Petani sawit di pesisir Bumi Batiwakkal, mengeluhkan…

Selasa, 27 November 2018 13:48

Gas Elpiji 3 Kg Kosong?

TANJUNG REDEB – Gas elpiji 3 Kilogram (Kg) lagi sulit…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .