MANAGED BY:
RABU
20 FEBRUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Minggu, 26 Agustus 2018 12:58
Korban Sempat Diancam Bakal Diputuskan

Pencabulan di Kampung Melati Jaya

Andika Dharma Sena

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Pencabulan yang terjadi di Kampung Melati Jaya, Kecamatan Gunung Tabur, didasari karena suka sama suka. Hal itu disampaikan Kasat Reskrim Polres Berau AKP Andika Dharma Sena, kepada Berau Post kemarin (25/8).

Walau demikian, pihaknya tetap menahan Md (18) merupakan pelaku yang saat ini sudah ditetapkan menjadi tersangka karena perbuatannya menyetebuhi anak di bawah umur yakni CR (15). “Mereka memang pacaran, dan Md ini sempat mengancam akan memutuskan CR jika tidak memenuhi keinginan (bersetubuh, Red.),” ungkap Andika.

Berdasarkan pengakuan tersangka, juga disampaikan Andika, Md sudah mengajak CR berhubungan badan sebanyak tiga kali yakni pada tahun 2017, di bulan Mei 2018, dan 14 Agustus 2018. Kehamilan CR dijelaskannya juga memang tidak pernah diketahui keluarga korban. “Besoknya saat di sekolah korban jatuh dan lemas makanya pulang cepat, saat di kamar mandi tiba-tiba janinnya keluar,” ujarnya.

Karena malu, keluarga korban pun langsung menguburkan janin tersebut di pemakaman umum. Hingga beberapa hari kemudian, ada warga yang meninggal. Saat hendak dimakamkan, warga merasa heran karena adanya nisan baru berdiri.

Warga yang heran dan menganggap hal itu hanya perbuatan iseng pun langsung mencopot batu nisan tersebut lalu menggalinya. Belum dalam digali, aroma bangkai sudah tercium oleh warga. “Di situ lah warga mencari tahu sampai diketahui kalau itu merupakan janin korban,” jelasnya.

Kini, Md pun sudah berada di balik jeruji besi di Mapolres Berau untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Tersangka diganjar pasal 81 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014, tentang perlindungan anak. Di mana setiap orang yang dengan sengaja melakukan tipu muslihat atau serangkai kebohongan atau membujuk anak melakukan persetubuhan dengannya, atau dengan orang lain, diancam ancaman hukuman minimal 5 tahun maksimal 15 tahun penjara. (sam/app)


BACA JUGA

Selasa, 19 Februari 2019 13:55

Aturan Tak Kenal Pengecer

TANJUNG REDEB - Melonjaknya harga elpiji subsidi 3 kilogram (Kg)…

Selasa, 19 Februari 2019 13:54

Polres Periksa Dua Saksi

TANJUNG REDEB – Pasca-kebakaran yang menghanguskan tujuh rumah warga di…

Selasa, 19 Februari 2019 13:52

Kebakaran Milono Sisakan Seragam Polisi

Perawakannya sebagai abdi negara di institusi Polri tampak membuat Jems…

Selasa, 19 Februari 2019 13:51

Bantuan Maksimal Rp 40 Juta

PEMKAB Berau melalui Dinas Sosial (Dinsos) bakal memberikan dana bantuan…

Senin, 18 Februari 2019 13:15

Rata-Rata Hamil di Luar Nikah

TANJUNG REDEB – Pernikahan usia dini, marak terjadi di Berau.…

Senin, 18 Februari 2019 13:13

Anggaran Cekak, Kantor Disbudpar Mangkrak

TANJUNG REDEB - Sejak dibangun beberapa tahun silam, progres pembangunan…

Senin, 18 Februari 2019 13:12

Harga Gas Melon Selangit

TANJUNG REDEB - Meski tak sulit didapatkan, namun harga elpiji…

Senin, 18 Februari 2019 13:09

Milono Membara, 7 Rumah Hangus

TANJUNG REDEB – Si jago merah kembali mengamuk di permukiman…

Minggu, 17 Februari 2019 14:50

Diseruduk Truk, Tiang Telkom Nyaris Ambruk

TANJUNG REDEB – Sebuah tiang jaringan milik PT Telkom yang…

Minggu, 17 Februari 2019 14:49

Disanksi atau Habis Kontrak?

SAMBALIUNG - Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Sambaliung tak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*