MANAGED BY:
SENIN
22 APRIL
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Rabu, 29 Agustus 2018 00:25
RSUD Prediksi September, Buka Pelayanan Fisioterapi bagi Peserta BPJS Kesehatan

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai terus berusaha menjalin kerja sama dengan spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi, guna kembali membuka layanan fisioterapi bagi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Diakui Direktur RSUD dr Abdul Rivai Nurmin Baso, pihaknya sudah meminta rekomendasi dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski). Selanjutnya, pihaknya telah menjalin komunikasi dengan salah satu dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (KFR), untuk menjalin kerja sama guna memenuhi kebutuhan dokter yang dapat melakukan visitasi atau pengawasan bulanan di RSUD dr Abdul Rivai.

“Surat kami sudah dibalas. Sekarang masih proses MoU (Memorandum of Understanding) dengan dokter tersebut,” ujarnya kepada Berau Post kemarin (28/8).

Pihaknya juga sudah menyiapkan pos anggaran untuk pemberian honor dokter spesialis yang akan bekerja sama dengan RSUD. “Karena ini masalah kepentingan orang banyak, jadi kami prioritaskan ini,” sambung Nurmin.

Tapi Nurmi juga belum bisa memastikan kapan MoU tersebut berlanjut ke penandatanganan kerja sama.

“Pokoknya begitu MoU (kerja sama) sudah ditandatangani, akan langsung kami buka juga pelayanan untuk peserta BPJS. Mudahan awal bulan depan (September, red) sudah selesai,” jelasnya.

Untuk diketahui, sejak diterapkannya Peraturan Direktur (Perdir) Jaminan Pelayanan Kesehatan, khususnya nomor 5 tahun 2018 tentang penjaminan pelayanan rehabilitasi medik, RSUD dr Abdul Rivai tidak bisa memberikan pelayanan khususnya kepada para peserta BPJS kesehatan.

Akibat itu, manajemen RSUD dr Abdul Rivai yang berharapan langsung dengan pasien atau masyarakat, kerap mendapat komplain. Seperti diutarakan Saipul, salah seorang warga Berau yang mengaku mengaku kesal karena istrinya tidak bisa mendapatkan pelayanan fisioterapi.

Padahal sepengetahuannya, peraturan baru BPJS Kesehatan hanya membatasi pelayanan fisioterapi yakni dua atau tiga kali dalam sepekan. Apalagi dikatakannya, pelayanan tersebut sangat mendesak bagi masyarakat, khususnya bagi istrinya sendiri.

"Yang kami heran, kok tidak dilayani sama sekali di rumah sakit, padahal yang saya tahu di aturannya, BPJS hanya mengurangi pelayanan," ujarnya beberapa waktu lalu. (sam/udi)


BACA JUGA

Minggu, 21 April 2019 15:43

Pemilu Susulan di 11 TPS Belum Ditetapkan

TANJUNG REDEB – Komisi Pemilihan Umun (KPU) Berau belum bisa…

Minggu, 21 April 2019 15:42

Perwira Polres Berau Ditemukan Meninggal

TANJUNG REDEB - Seorang anggota Polri yang bertugas di Polres…

Sabtu, 20 April 2019 13:48

Bawaslu ‘Kebanjiran’ Aduan

TANJUNG REDEB – Tiga hari pasca pemilihan serentak, Badan Pengawas…

Sabtu, 20 April 2019 13:47

Terdakwa Korupsi Kapal Pariwisata Ajukan Banding

TANJUNG REDEB – Tak puas dengan putusan majelis hakim Pengadilan…

Jumat, 19 April 2019 11:00

11 TPS Belum Nyoblos

TANJUNG REDEB – Proses pemungutan suara pada pemilihan umum (Pemilu)…

Jumat, 19 April 2019 10:57

Target Partisipatif Pemilih 75 Persen

MESKIPUN terdapat beberapa kendala, namun Wakil Bupati Berau Agus Tantomo…

Jumat, 19 April 2019 10:50

Dua Kontraktor Jalani Persidangan

TANJUNG REDEB - Dua kontraktor yang terseret kasus dugaan tindak…

Jumat, 19 April 2019 10:48

Dikira Batang Pohon, Ternyata Bangkai Paus

PULAU DERAWAN – Warga Pulau Derawan dibuat heboh dengan ditemukannya…

Kamis, 18 April 2019 14:59

Warga Rutan Gagal Nyoblos

WAJAH kecewa juga tak bisa disembunyikan para warga binaan di…

Kamis, 18 April 2019 14:57

Pemilu Paling Krusial

TANJUNG REDEB – Pertama dalam sejarah pesta demokrasi di Indonesia.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*