MANAGED BY:
MINGGU
17 FEBRUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Senin, 10 September 2018 12:51
Turun Tiga Kali, Petani Keluhkan Harga Kelapa Sawit
TURUN LAGI: Harga kelapa sawit di Batu Putih kembali turun dari Rp 890 menjadi Rp 770.

PROKAL.CO, BATU PUTIH - Petani kelapa sawit yang berada di wilayah Kecamatan Batu Putih kembali mengeluh lantaran harga kelapa sawit kembali mengalami penurunan. Sejak beberapa bulan terakhir, setidaknya sudah 3 kali turun.

Kondisi ini pun seakan membuat petani terus mengalami kerugian. Untuk diketahui, harga sawit petani sekarang dibeli tengkulak dengan harga Rp 770 per kilogram dari harga Rp 890.

Disampaikan petani di Kampung Tembudan, Latekka, bahwa harga tersebut terus turun dari Rp 1.100 menjadi Rp 770 per kg. Menurutnya, hampir tiap bulan harga sawit selalu mengalami penurunan. Hal ini tentu saja berdampak pada pemeliharaan sawit yang cukup besar.

“Sudah tiga kali turun. Kalau begini terus, kami sebagai petani bisa mengalami kerugian,” ungkapnya kepada Berau Post, Minggu (9/9)

Ia pun mengaku tidak mengerti penyebab turunnya haga sawit sampai tiga kali beturut-turut tersebut. Padahal kata dia, penurunan harga dengan waktu relatif singkat tersebut belum pernah terjadi sebelumnya, apalagi  sampai 3 kali.

Lanjutnya, salah satu yang menjadi kendala kemudian adalah biaya perawatan dalam memelihara tanaman kelapa sawit miliknya. Dengan harga yang kian merosot, membuat petani sedikit kelimpungan untuk membiayai perawatan sawit.

“Kalau dikatakan apakah mencukupi, jelas tidak. Apalagi untuk kebun sawit yang luasnya tidak seberapa. Jelas kalau begini terus kami juga bingung,” bebernya.

Sementara itu, Jamal, warga Kampung Ampen Medang juga mengungkapkan hal senada. Bahkan di kampung tersebut harga sawit petani ada yang dihargai Rp 670. Hal ini pun menjadi perhatian masyarakat setempat. Apalagi, selain pertanian, warga Ampen Medang juga mengandalkan perkebunan kelapa sawit untuk menunjang biaya hidup sehari-hari.

“Ada yang 700 dan ada yang 600 rupiah. Semua petani mengeluh, tapi mau bagaimana lagi, cukup tidak cukup ya harus dicukupkan,” bebernya.

Kendati begitu, ia berharap harga kelapa sawit dapat kembali normal, sehingga petani kembali bersemangat dalam mengembangkan perkebunan sawit miliknya.

“Harapannya jangan turun lagi lah. Kalau turun lagi, kasihan kami petani kecil selalu mengalami kerugian,” tandasnya. (*/sht/app) 


BACA JUGA

Sabtu, 16 Februari 2019 14:01

Percetakan Sawah Butuh Anggaran Besar

TANJUNG REDEB – Keinginan Kepala Kampung Sukan, Bunyamin untuk segera…

Jumat, 15 Februari 2019 14:30

Harga Murah, Petani Kesulitan Perawatan Tanaman

BATU PUTIH - Petani lada yang berada di wilayah pesisir…

Kamis, 14 Februari 2019 13:18

BUMK Campur Sari Lirik Kelapa Sawit

TALISAYAN – Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) Campur Sari terus…

Kamis, 14 Februari 2019 13:13

Terkait Rute Penerbangan Berau-Jakarta, Wabup: Hukum Pasar Berlaku

TANJUNG REDEB – Tingginya dorongan Ketua Kamar Dagang dan Industri…

Rabu, 13 Februari 2019 11:44

Majukan Ekonomi Masyarakat

TANJUNG REDEB - Semarakkan Imlek dan Cap Gomeh 2019, Berau…

Selasa, 12 Februari 2019 13:35

Tingkatkan Perekonomian Petani

TALISAYAN – Pemerintahan Kampung Campur Sari, Kecamatan Talisayan memprogramkan pengembangan…

Sabtu, 09 Februari 2019 14:39

Penyaluran Gas Melon Terus Jadi Keluhan

BATU PUTIH – Tak hanya di Kampung Talisayan, Kecamatan Talisayan,…

Sabtu, 09 Februari 2019 14:36

Pangkalan Bantah Disebut LPG Selundupan

BIDUKBIDUK - Peristiwa terbakarnya salah satu Kapal Motor (KM) Amelia…

Jumat, 08 Februari 2019 13:38

Pasokan Aman, Penyelundupan Belum Ditemukan

TANJUNG REDEB - Kecelakaan kapal yang membawa tabung LPG di…

Rabu, 30 Januari 2019 13:36

Petani Bingung Jual Hasil Panen

SAMBALIUNG – Masyarakat Kampung Tanjung Perangat, Kecamatan Sambaliung mayoritas merupakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*