MANAGED BY:
RABU
12 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Senin, 10 September 2018 12:51
Turun Tiga Kali, Petani Keluhkan Harga Kelapa Sawit
TURUN LAGI: Harga kelapa sawit di Batu Putih kembali turun dari Rp 890 menjadi Rp 770.

PROKAL.CO, BATU PUTIH - Petani kelapa sawit yang berada di wilayah Kecamatan Batu Putih kembali mengeluh lantaran harga kelapa sawit kembali mengalami penurunan. Sejak beberapa bulan terakhir, setidaknya sudah 3 kali turun.

Kondisi ini pun seakan membuat petani terus mengalami kerugian. Untuk diketahui, harga sawit petani sekarang dibeli tengkulak dengan harga Rp 770 per kilogram dari harga Rp 890.

Disampaikan petani di Kampung Tembudan, Latekka, bahwa harga tersebut terus turun dari Rp 1.100 menjadi Rp 770 per kg. Menurutnya, hampir tiap bulan harga sawit selalu mengalami penurunan. Hal ini tentu saja berdampak pada pemeliharaan sawit yang cukup besar.

“Sudah tiga kali turun. Kalau begini terus, kami sebagai petani bisa mengalami kerugian,” ungkapnya kepada Berau Post, Minggu (9/9)

Ia pun mengaku tidak mengerti penyebab turunnya haga sawit sampai tiga kali beturut-turut tersebut. Padahal kata dia, penurunan harga dengan waktu relatif singkat tersebut belum pernah terjadi sebelumnya, apalagi  sampai 3 kali.

Lanjutnya, salah satu yang menjadi kendala kemudian adalah biaya perawatan dalam memelihara tanaman kelapa sawit miliknya. Dengan harga yang kian merosot, membuat petani sedikit kelimpungan untuk membiayai perawatan sawit.

“Kalau dikatakan apakah mencukupi, jelas tidak. Apalagi untuk kebun sawit yang luasnya tidak seberapa. Jelas kalau begini terus kami juga bingung,” bebernya.

Sementara itu, Jamal, warga Kampung Ampen Medang juga mengungkapkan hal senada. Bahkan di kampung tersebut harga sawit petani ada yang dihargai Rp 670. Hal ini pun menjadi perhatian masyarakat setempat. Apalagi, selain pertanian, warga Ampen Medang juga mengandalkan perkebunan kelapa sawit untuk menunjang biaya hidup sehari-hari.

“Ada yang 700 dan ada yang 600 rupiah. Semua petani mengeluh, tapi mau bagaimana lagi, cukup tidak cukup ya harus dicukupkan,” bebernya.

Kendati begitu, ia berharap harga kelapa sawit dapat kembali normal, sehingga petani kembali bersemangat dalam mengembangkan perkebunan sawit miliknya.

“Harapannya jangan turun lagi lah. Kalau turun lagi, kasihan kami petani kecil selalu mengalami kerugian,” tandasnya. (*/sht/app) 


BACA JUGA

Sabtu, 08 Desember 2018 13:59

Petani Sawit Menjerit

BATU PUTIH – Kelapa sawit hanya dihargai Rp 400 per…

Sabtu, 08 Desember 2018 13:54

Dana Bergulir Menunjang Pertumbuhan UMKM

TANJUNG REDEB - Rencana program dana Usaha Mikro, Kecil dan…

Jumat, 07 Desember 2018 13:37

Pemerintah Serba Salah

TANJUNG REDEB – Bupati Berau Muharram mengakui keluhan pedagang blok…

Kamis, 06 Desember 2018 13:26

Pertamina Tambah Kuota LPG

TANJUNG REDEB – Menjelang perayaan Natal dan tahun baru 2019,…

Selasa, 04 Desember 2018 13:38

Tuding karena Banyak ‘Pasar Tandingan’

TANJUNG REDEB – Aktivitas bazar yang terus berlangsung dalam dua…

Jumat, 30 November 2018 14:01

Pasarkan Produk lewat Teknologi

TANJUNG REDEB – Kemajuan teknologi kian pesat, segala sesuatunya lebih…

Rabu, 28 November 2018 13:57

Perusahaan Patok Harga Rendah

TANJUNG REDEB – Petani sawit di pesisir Bumi Batiwakkal, mengeluhkan…

Selasa, 27 November 2018 13:48

Gas Elpiji 3 Kg Kosong?

TANJUNG REDEB – Gas elpiji 3 Kilogram (Kg) lagi sulit…

Senin, 26 November 2018 13:51

Berau dan Samarinda, Spot Instagenik Incaran Turis Milenial

INGIN merencanakan liburan atau bisnis ke destinasi baru yang hits?…

Senin, 26 November 2018 13:49

Harga TBS Turun Separuh, Petani Mengeluh

BATU PUTIH - Harga tandan buah segar (TBS) di Kampung…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .