MANAGED BY:
SELASA
16 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Senin, 10 September 2018 12:51
Turun Tiga Kali, Petani Keluhkan Harga Kelapa Sawit
TURUN LAGI: Harga kelapa sawit di Batu Putih kembali turun dari Rp 890 menjadi Rp 770.

PROKAL.CO, BATU PUTIH - Petani kelapa sawit yang berada di wilayah Kecamatan Batu Putih kembali mengeluh lantaran harga kelapa sawit kembali mengalami penurunan. Sejak beberapa bulan terakhir, setidaknya sudah 3 kali turun.

Kondisi ini pun seakan membuat petani terus mengalami kerugian. Untuk diketahui, harga sawit petani sekarang dibeli tengkulak dengan harga Rp 770 per kilogram dari harga Rp 890.

Disampaikan petani di Kampung Tembudan, Latekka, bahwa harga tersebut terus turun dari Rp 1.100 menjadi Rp 770 per kg. Menurutnya, hampir tiap bulan harga sawit selalu mengalami penurunan. Hal ini tentu saja berdampak pada pemeliharaan sawit yang cukup besar.

“Sudah tiga kali turun. Kalau begini terus, kami sebagai petani bisa mengalami kerugian,” ungkapnya kepada Berau Post, Minggu (9/9)

Ia pun mengaku tidak mengerti penyebab turunnya haga sawit sampai tiga kali beturut-turut tersebut. Padahal kata dia, penurunan harga dengan waktu relatif singkat tersebut belum pernah terjadi sebelumnya, apalagi  sampai 3 kali.

Lanjutnya, salah satu yang menjadi kendala kemudian adalah biaya perawatan dalam memelihara tanaman kelapa sawit miliknya. Dengan harga yang kian merosot, membuat petani sedikit kelimpungan untuk membiayai perawatan sawit.

“Kalau dikatakan apakah mencukupi, jelas tidak. Apalagi untuk kebun sawit yang luasnya tidak seberapa. Jelas kalau begini terus kami juga bingung,” bebernya.

Sementara itu, Jamal, warga Kampung Ampen Medang juga mengungkapkan hal senada. Bahkan di kampung tersebut harga sawit petani ada yang dihargai Rp 670. Hal ini pun menjadi perhatian masyarakat setempat. Apalagi, selain pertanian, warga Ampen Medang juga mengandalkan perkebunan kelapa sawit untuk menunjang biaya hidup sehari-hari.

“Ada yang 700 dan ada yang 600 rupiah. Semua petani mengeluh, tapi mau bagaimana lagi, cukup tidak cukup ya harus dicukupkan,” bebernya.

Kendati begitu, ia berharap harga kelapa sawit dapat kembali normal, sehingga petani kembali bersemangat dalam mengembangkan perkebunan sawit miliknya.

“Harapannya jangan turun lagi lah. Kalau turun lagi, kasihan kami petani kecil selalu mengalami kerugian,” tandasnya. (*/sht/app) 


BACA JUGA

Senin, 10 September 2018 12:52

Harga Buah Impor Naik

TANJUNG REDEB – Diduga nilai tukar dolar terhadap rupiah yang melonjak tinggi, berpengaruh pada…

Kamis, 06 September 2018 15:06

Penyaluran Elpiji 3 Kg Masih Tak Tepat Sasaran

TANJUNG REDEB - Sulitnya mendapatkan tabung gas melon di sejumlah kampung wilayah pesisir selatan Berau,…

Selasa, 04 September 2018 10:58

Cuaca Tak Menentu Pengaruhi Harga Sayur

TANJUNG REDEB - Harga sayuran di Pasar Sanggam Adji Dilayas mengalami perubahan begitu cepat setiap…

Selasa, 04 September 2018 10:57

Pertanian dan Perkebunan Jadi Andalan Sumber Mulya

TALISAYAN - Hingga kini sektor pertanian masih menjadi salah satu usaha dalam menopang perekonomian…

Jumat, 31 Agustus 2018 14:03

Gas Elpiji di Pesisir Kerap Kosong

TALISAYAN - Kurang lancarnya pasokan gas elpiji di sejumlah wilayah di pesisir selatan Berau, berdampak…

Selasa, 28 Agustus 2018 11:35

Pasokan Berkurang, Harga Telur Ayam Naik

TANJUNG REDEB – Sudah sekitar sepekan harga telur ayam mengalami kenaikan. Meski tak signifikan,…

Jumat, 24 Agustus 2018 13:40

Peternakan Berau Jadi Rujukan

SAMBALIUNG – Konsumsi daging ayam potong masyarakat Kabupaten Berau, terus meningkat dalam beberapa…

Senin, 20 Agustus 2018 13:28

Kapal dan Alat Tangkap Masih Tertinggal

TANJUNG REDEB - Sekitar 90 persen nelayan yang ada di Kabupaten Berau, mencari ikan hanya di sekitar…

Senin, 20 Agustus 2018 13:26

Masih Terpuruk, Lada Dinilai Tak Lagi Menjanjikan

TALISAYAN- Rendahnya harga lada sepertinya menjadi keluhan bagi petani. Khususnya petani yang berada…

Kamis, 16 Agustus 2018 13:22

Pasokan Ikan Kurang, Ternyata Nelayan Lebih Pilih Jual di Luar, TERNYATA INI ALASANNYA

TANJUNG REDEB - Dinas Perikanan Kabupaten Berau, menyebut ada beberapa faktor pemicu kurangnya pasokan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .