MANAGED BY:
KAMIS
17 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

PARLEMENTARIA

Rabu, 12 September 2018 13:46
Dewan Harapkan Ada Solusi

Larangan Bakar Lahan Berdampak pada Hasil Produksi Petani

M Yunus

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Larangan bagi petani untuk membakar lahan ketika ingin membuka lahan pertanian, mendapat dukungan anggota Komisi II DPRD Berau M Yunus. Namun larangan tersebut, diharapkan dibarengi dengan solusi yang diberikan pemerintah kepada petani.

Sebab, larangan tersebut juga menjadi keluhan para petani. Karena dinilai berdampak pada hasil panen mereka.

Tapi, sebagai warga negara yang baik, para petani tetap harus mengikuti aturan pemerintah. Karena pembukaan lahan pertanian dengan cara membakar, juga ada sanksi pidananya.

“Ini tentunya akan merugikan petani juga apabila sampai dipenjara. Dari informasi yang saya dapatkan, boleh saja membuka lahan dengan cara membakar, tapi harus dijaga agar tidak meluas dan jangan langsung secara keseluruhan," ujarnya kepada Berau Post, Selasa (11/9).

Tidak hanya itu, Yunus juga mengharapkan agar instansi terkait terus melakukan sosialisasi kepada petani, agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Serta bisa memberikan solusi, larangan tersebut tidak membuat hasil produksi petani menurun.

"Malah kalau bisa justru meningkatkan hasil produksi para petani,” ujarnya.

Sebelumnya, jajaran Dinas Pangan Berau mengakui pelarangan membuka lahan dengan cara membakar bagi petani, menimbulkan dampak pada pendapatan petani.

Sebab cara membuka lahan dengan membakar yang dilakukan para petani sejak dulu, dinilai lebih praktis dan ekonomis.

Sekretaris Dinas Pangan Berau Lita Handini mengatakan, ada beberapa dampak dari aturan tidak diperkenankannya petani membuka lahan dengan cara membakar. Di antaranya kurangnya hasil panen para petani dan biaya yang dikeluarkan petani juga akan lebih besar.

 "Ini juga akan menyulitkan mereka, karena biasanya petani yang meladang itu, untuk memenuhi kebutuhan keluarga mereka sendiri," ujarnya kepada Berau Post, beberapa waktu lalu.

Meski ia menyebut aturan tersebut menjadi penghambat bagi petani, pihaknya tetap tidak memberikan toleransi karena membakar lahan memang dilarang, bahkan ada sanksi pidananya. (*/oke/adv/udi)

 


BACA JUGA

Sabtu, 08 Desember 2018 13:56

Tekan Inflasi melalui Program Cabai Lorong

TANJUNG REDEB – Anggota Komisi II DPRD Berau Achmad Rijal,…

Selasa, 20 November 2018 14:08

Siapkan Perbup dan SDM

TANJUNG REDEB – Rencana Pemkab Berau melimpahkan sebagian kewenangan ke…

Jumat, 16 November 2018 13:21

Eksekutif-Legislatif Sepakati KUA-PPAS 2019

TANJUNG REDEB – Bertempat di ruang rapat gabungan komisi, Ketua…

Jumat, 16 November 2018 13:19

Lembaga Pendidikan Harus Berbenah

  TANJUNG REDEB – Minimnya tingkat kelulusan peserta Seleksi Kompetisi…

Kamis, 15 November 2018 12:30

Apresiasi Karnaval Budaya Lokal

TANJUNG REDEB – Pelaksanaan karnaval budaya lokal yang digelar Dinas…

Kamis, 15 November 2018 12:29

Perjuangkan Pemenuhan Listrik Perkampungan

TANJUNG REDEB – Sekretaris Komisi II DPRD Berau Achmad Rijal,…

Rabu, 14 November 2018 11:50

Tiga Calon Sekwan, Tunggu Rekomendasi Dewan

TANJUNG REDEB – Tahapan seleksi jabatan untuk mengisi posisi Sekretaris…

Rabu, 14 November 2018 11:48

Dewan Apresiasi Peluncuran Kartu Nikah

TANJUNG REDEB – Anggota Komisi I DPRD Berau Najmuddin, mendukung…

Selasa, 13 November 2018 11:13

Pemkab Harus Tegas, Tertibkan Resor-Resor Tak Berizin

TANJUNG REDEB – Masih ditemukannya resor-resor yang belum mengantongi perizinan…

Selasa, 13 November 2018 11:11

Konsultasi Penerapan E-Planning

TANJUNG REDEB – Rombongan DPRD Berau melakukan kunjungan kerja ke…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*