MANAGED BY:
SELASA
18 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Kamis, 13 September 2018 14:00
Harga Kedelai Naik, Tempe Masih Normal

Pembuat Tempe Siasati Isi Kedelai

NORMAL: Harga tempe di pasaran hingga kini masih normal, meski harga kedelai mengalami kenaikan.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Naiknya harga kedelai tak berpengaruh besar terjadap penjualan tempe di Pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD) Rabu (12/9) kemarin. Bahkan, harganya pun normal, karena disiasati oleh pembuat tempe dengan mengurangi isi kedelai.

Dikatakan pedagang tempe di Pasar SAD, Adit, meski terjadi kenaikan harga kedelai, ia menyebut hal itu tidak berpengaruh dengan harga tempe dan tetap normal seperti biasanya.

”Dari dulu harga tempe yang tetap segitu, mulai dari Rp 4 ribu hingga 5 ribu per bungkus. Itu harga dari saya pengecer. Kalau harga agennya seperti penjual di pasar subuh mereka menjualkan dengan harga Rp 10 ribu dapat tiga bungkus,” ujarnya kepada Berau Post.   

Kendati demikan, dalam menyikapi kenaikan harga kedelai, pihaknya tetap menjualkan dengan harga yang sama.  Hanya saja, menurutnya pembuat tempe,  mengurangi jumlah takaran isi kedelai itu sendiri.

 “Karena kalau dinaikkan harganya terlalu tinggi, dan konsumen tidak mau beli, lain halnya dengan ikan, daging dan lain-lain,” tambahnya.

Pengurangan isi kedelai ini dari informasi yang ia dapatkan, sudah berlangsung  sejak dua bulan terakhir lantaran harga kedelai yang naik.

“Agak sepi sekarang pembeli, mungkin karena ada pasar-pasar lain di luar pasar SAD. Karena juga dianggap dekat mereka lebih memilih membeli di luar,” jelasnya.

Pembuat tempe dan tahu di Jalan HARM Ayoeb, Muhammad Aziz Muhajirin, mengakui jika harga kedelai dalam dua bulan terakhir mengalami kenaikan. "Sudah sejak bulan lalu harga Rp 8.200 per kilogram menjadi Rp 8.800 per kilogram," ujarnya, beberapa waktu lalu.

Meski diakuinya, telah terjadi kenaikan harga kedelai, tak mengurangi jumlah produksi tempe dan tahu per harinya. Ia biasa memproduksi 500 kilogram. Yang masing-masing dibagi untuk pembuatan tempe dan tahu. "Tempe 100 kilogram, untuk tahu 400 kilogramnya," imbuhnya.

Menurutnya, kenaikan harga kedelai bisa dipengaruhi lambatnya pasokan dari kapal pemuat kedelai yang  bersandar ke Berau.  Khusus pabrik tempe dan tahunya mengambil stok kedelai dari Surabaya.

"Kami harapkan ada solusi secepatnya dari pemerintah untuk mengendalikan harga kedelai ini," tandasnya. (*/oke/app)


BACA JUGA

Kamis, 13 Desember 2018 10:08

Gara-Gara Ini, Stop Kembangkan Rumput Laut

TALISAYAN - Para petani rumput laut di Kampung Sumber Agung, Kecamatan…

Rabu, 12 Desember 2018 14:16

Harga Kebutuhan Pokok Mulai Naik

TANJUNG REDEB – Jelang Natal dan Tahun Baru 2019, sejumlah…

Sabtu, 08 Desember 2018 13:59

Petani Sawit Menjerit

BATU PUTIH – Kelapa sawit hanya dihargai Rp 400 per…

Sabtu, 08 Desember 2018 13:54

Dana Bergulir Menunjang Pertumbuhan UMKM

TANJUNG REDEB - Rencana program dana Usaha Mikro, Kecil dan…

Jumat, 07 Desember 2018 13:37

Pemerintah Serba Salah

TANJUNG REDEB – Bupati Berau Muharram mengakui keluhan pedagang blok…

Kamis, 06 Desember 2018 13:26

Pertamina Tambah Kuota LPG

TANJUNG REDEB – Menjelang perayaan Natal dan tahun baru 2019,…

Selasa, 04 Desember 2018 13:38

Tuding karena Banyak ‘Pasar Tandingan’

TANJUNG REDEB – Aktivitas bazar yang terus berlangsung dalam dua…

Jumat, 30 November 2018 14:01

Pasarkan Produk lewat Teknologi

TANJUNG REDEB – Kemajuan teknologi kian pesat, segala sesuatunya lebih…

Rabu, 28 November 2018 13:57

Perusahaan Patok Harga Rendah

TANJUNG REDEB – Petani sawit di pesisir Bumi Batiwakkal, mengeluhkan…

Selasa, 27 November 2018 13:48

Gas Elpiji 3 Kg Kosong?

TANJUNG REDEB – Gas elpiji 3 Kilogram (Kg) lagi sulit…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .