MANAGED BY:
SELASA
21 MEI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Kamis, 13 September 2018 14:00
Harga Kedelai Naik, Tempe Masih Normal

Pembuat Tempe Siasati Isi Kedelai

NORMAL: Harga tempe di pasaran hingga kini masih normal, meski harga kedelai mengalami kenaikan.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Naiknya harga kedelai tak berpengaruh besar terjadap penjualan tempe di Pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD) Rabu (12/9) kemarin. Bahkan, harganya pun normal, karena disiasati oleh pembuat tempe dengan mengurangi isi kedelai.

Dikatakan pedagang tempe di Pasar SAD, Adit, meski terjadi kenaikan harga kedelai, ia menyebut hal itu tidak berpengaruh dengan harga tempe dan tetap normal seperti biasanya.

”Dari dulu harga tempe yang tetap segitu, mulai dari Rp 4 ribu hingga 5 ribu per bungkus. Itu harga dari saya pengecer. Kalau harga agennya seperti penjual di pasar subuh mereka menjualkan dengan harga Rp 10 ribu dapat tiga bungkus,” ujarnya kepada Berau Post.   

Kendati demikan, dalam menyikapi kenaikan harga kedelai, pihaknya tetap menjualkan dengan harga yang sama.  Hanya saja, menurutnya pembuat tempe,  mengurangi jumlah takaran isi kedelai itu sendiri.

 “Karena kalau dinaikkan harganya terlalu tinggi, dan konsumen tidak mau beli, lain halnya dengan ikan, daging dan lain-lain,” tambahnya.

Pengurangan isi kedelai ini dari informasi yang ia dapatkan, sudah berlangsung  sejak dua bulan terakhir lantaran harga kedelai yang naik.

“Agak sepi sekarang pembeli, mungkin karena ada pasar-pasar lain di luar pasar SAD. Karena juga dianggap dekat mereka lebih memilih membeli di luar,” jelasnya.

Pembuat tempe dan tahu di Jalan HARM Ayoeb, Muhammad Aziz Muhajirin, mengakui jika harga kedelai dalam dua bulan terakhir mengalami kenaikan. "Sudah sejak bulan lalu harga Rp 8.200 per kilogram menjadi Rp 8.800 per kilogram," ujarnya, beberapa waktu lalu.

Meski diakuinya, telah terjadi kenaikan harga kedelai, tak mengurangi jumlah produksi tempe dan tahu per harinya. Ia biasa memproduksi 500 kilogram. Yang masing-masing dibagi untuk pembuatan tempe dan tahu. "Tempe 100 kilogram, untuk tahu 400 kilogramnya," imbuhnya.

Menurutnya, kenaikan harga kedelai bisa dipengaruhi lambatnya pasokan dari kapal pemuat kedelai yang  bersandar ke Berau.  Khusus pabrik tempe dan tahunya mengambil stok kedelai dari Surabaya.

"Kami harapkan ada solusi secepatnya dari pemerintah untuk mengendalikan harga kedelai ini," tandasnya. (*/oke/app)


BACA JUGA

Sabtu, 11 Mei 2019 13:59

Beras di Bulog Cukup Sampai Lebaran

TELUK BAYUR – Kepala Seksi Logistik Bulog Berau, Hadriansyah, klaim…

Jumat, 10 Mei 2019 11:32

Harga Cabai Semakin Pedas, Bawang Kian Menyengat

TELUK BAYUR – Ramadan belum sepekan, namun sejumlah harga bumbu…

Jumat, 10 Mei 2019 11:29

Di Tanjung Batu, Gas Melon Tembus Rp 50 Ribu

TANJUNG BATU - Harga elpiji 3 Kilogram (kg) melambung tinggi…

Kamis, 09 Mei 2019 16:35

Kuatkan dengan Pernyataan Camat

TANJUNG REDEB – Tahapan pencabutan izin 207 koperasi bermasalah di…

Rabu, 08 Mei 2019 11:57

Ramadan, Harga Ayam Melambung

TANJUNG REDEB – Dua hari di bulan Ramadan, Kepala Dinas…

Selasa, 07 Mei 2019 13:56

Pasar Ramadan Diserbu Masyarakat

TANJUNG REDEB – Ratusan warga membanjiri Pasar Ramadan yang berada…

Sabtu, 04 Mei 2019 13:31

Penyaluran Elpiji 3 Kg Diakui Salah Sasaran

TANJUNG REDEB - Meski PT Pertamina telah memastikan bakal menambah…

Jumat, 03 Mei 2019 15:13

Penjualan Elpiji 3 Kg Diserbu Warga

TANJUNG REDEB – Puluhan warga terlihat berdesakan saat mengantre elpiji…

Rabu, 01 Mei 2019 14:14

Harga Daging Ayam Tembus Rp38 Ribu

TELUK BAYUR - Menjelang Ramadan, harga sejumlah bahan kebutuhan pokok…

Selasa, 30 April 2019 15:27

Kuota Gas Melon Ditambah

TANJUNG REDEB - Penggunaan gas elpiji selama Ramadan diprediksi meningkat.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*