MANAGED BY:
SELASA
16 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Kamis, 13 September 2018 14:00
Harga Kedelai Naik, Tempe Masih Normal

Pembuat Tempe Siasati Isi Kedelai

NORMAL: Harga tempe di pasaran hingga kini masih normal, meski harga kedelai mengalami kenaikan.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Naiknya harga kedelai tak berpengaruh besar terjadap penjualan tempe di Pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD) Rabu (12/9) kemarin. Bahkan, harganya pun normal, karena disiasati oleh pembuat tempe dengan mengurangi isi kedelai.

Dikatakan pedagang tempe di Pasar SAD, Adit, meski terjadi kenaikan harga kedelai, ia menyebut hal itu tidak berpengaruh dengan harga tempe dan tetap normal seperti biasanya.

”Dari dulu harga tempe yang tetap segitu, mulai dari Rp 4 ribu hingga 5 ribu per bungkus. Itu harga dari saya pengecer. Kalau harga agennya seperti penjual di pasar subuh mereka menjualkan dengan harga Rp 10 ribu dapat tiga bungkus,” ujarnya kepada Berau Post.   

Kendati demikan, dalam menyikapi kenaikan harga kedelai, pihaknya tetap menjualkan dengan harga yang sama.  Hanya saja, menurutnya pembuat tempe,  mengurangi jumlah takaran isi kedelai itu sendiri.

 “Karena kalau dinaikkan harganya terlalu tinggi, dan konsumen tidak mau beli, lain halnya dengan ikan, daging dan lain-lain,” tambahnya.

Pengurangan isi kedelai ini dari informasi yang ia dapatkan, sudah berlangsung  sejak dua bulan terakhir lantaran harga kedelai yang naik.

“Agak sepi sekarang pembeli, mungkin karena ada pasar-pasar lain di luar pasar SAD. Karena juga dianggap dekat mereka lebih memilih membeli di luar,” jelasnya.

Pembuat tempe dan tahu di Jalan HARM Ayoeb, Muhammad Aziz Muhajirin, mengakui jika harga kedelai dalam dua bulan terakhir mengalami kenaikan. "Sudah sejak bulan lalu harga Rp 8.200 per kilogram menjadi Rp 8.800 per kilogram," ujarnya, beberapa waktu lalu.

Meski diakuinya, telah terjadi kenaikan harga kedelai, tak mengurangi jumlah produksi tempe dan tahu per harinya. Ia biasa memproduksi 500 kilogram. Yang masing-masing dibagi untuk pembuatan tempe dan tahu. "Tempe 100 kilogram, untuk tahu 400 kilogramnya," imbuhnya.

Menurutnya, kenaikan harga kedelai bisa dipengaruhi lambatnya pasokan dari kapal pemuat kedelai yang  bersandar ke Berau.  Khusus pabrik tempe dan tahunya mengambil stok kedelai dari Surabaya.

"Kami harapkan ada solusi secepatnya dari pemerintah untuk mengendalikan harga kedelai ini," tandasnya. (*/oke/app)


BACA JUGA

Senin, 10 September 2018 12:51

Turun Tiga Kali, Petani Keluhkan Harga Kelapa Sawit

BATU PUTIH - Petani kelapa sawit yang berada di wilayah Kecamatan Batu Putih kembali mengeluh lantaran…

Kamis, 06 September 2018 15:06

Penyaluran Elpiji 3 Kg Masih Tak Tepat Sasaran

TANJUNG REDEB - Sulitnya mendapatkan tabung gas melon di sejumlah kampung wilayah pesisir selatan Berau,…

Selasa, 04 September 2018 10:58

Cuaca Tak Menentu Pengaruhi Harga Sayur

TANJUNG REDEB - Harga sayuran di Pasar Sanggam Adji Dilayas mengalami perubahan begitu cepat setiap…

Selasa, 04 September 2018 10:57

Pertanian dan Perkebunan Jadi Andalan Sumber Mulya

TALISAYAN - Hingga kini sektor pertanian masih menjadi salah satu usaha dalam menopang perekonomian…

Jumat, 31 Agustus 2018 14:03

Gas Elpiji di Pesisir Kerap Kosong

TALISAYAN - Kurang lancarnya pasokan gas elpiji di sejumlah wilayah di pesisir selatan Berau, berdampak…

Selasa, 28 Agustus 2018 11:35

Pasokan Berkurang, Harga Telur Ayam Naik

TANJUNG REDEB – Sudah sekitar sepekan harga telur ayam mengalami kenaikan. Meski tak signifikan,…

Jumat, 24 Agustus 2018 13:40

Peternakan Berau Jadi Rujukan

SAMBALIUNG – Konsumsi daging ayam potong masyarakat Kabupaten Berau, terus meningkat dalam beberapa…

Senin, 20 Agustus 2018 13:28

Kapal dan Alat Tangkap Masih Tertinggal

TANJUNG REDEB - Sekitar 90 persen nelayan yang ada di Kabupaten Berau, mencari ikan hanya di sekitar…

Senin, 20 Agustus 2018 13:26

Masih Terpuruk, Lada Dinilai Tak Lagi Menjanjikan

TALISAYAN- Rendahnya harga lada sepertinya menjadi keluhan bagi petani. Khususnya petani yang berada…

Kamis, 16 Agustus 2018 13:22

Pasokan Ikan Kurang, Ternyata Nelayan Lebih Pilih Jual di Luar, TERNYATA INI ALASANNYA

TANJUNG REDEB - Dinas Perikanan Kabupaten Berau, menyebut ada beberapa faktor pemicu kurangnya pasokan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .