MANAGED BY:
SELASA
22 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Jumat, 14 September 2018 14:17
Sekkam Jadi Plt Kakam Biatan Ulu
Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Tahapan penyidikan kasus dugaan penerbitan surat tanah di kawasan budidaya kehutanan (KBK) yang menjerat Kepala Kampung (Kakam) Biatan Ulu Suharto, memang masih berproses di Polres Berau.

Namun status tersangka yang disandang serta penahanan yang dilakukan penyidik kepada Kakam Biatan Ulu, membuat Pemkab Berau melalui Camat Biatan Agung Hery Jatmiko, menunjuk Sekretaris Kampung (Sekkam) Biatan Ulu Asri, sebagai Plt Kakam.

Dijelaskan Agung, Asri ditunjuk sebagai Plt Kakam, setelah Suharto ditahan pihak kepolisian dan tidak bisa menjalankan roda pemerintahan kampung.

Mengenai rentan waktu jabatan Plt, ia menerangkan berlangsung paling lama tiga bulan. Waktu tersebut sembari menunggu putusan pengadilan dan telah berkekuatan hukum tetap. “Kalau sudah ada putusan yang berkekuatan hukum, maka akan dilakukan ke tahapan selanjutnya yaitu pergantian antarwaktu (PAW),” ucapnya kepada Berau Post kemarin (13/9).

Sebelumnya, pada proses hukum kasus pemberian surat garapan di hutan lindung yang melibatkan Kepala Kampung Biatan Ulu, Suharto, masih tahap penyelidikan oleh Polres Berau. 

Kepala Seksi Pidana Umum (Pidum) Kejari Berau, Andi Wicaksono turut membenarkan hal itu saat diwawancarai belum lama ini. 

Andi mengaku saat ini belum ada pelimpahan berkas dari pihak polres. Sementara hanya Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan(SPDP) yang diterima pada 16 Agustus 2018 lalu. 

“Maksimal satu bulan akan kami tagih lagi. Penyidik harus wajib menyerahkan berkas tersebut ke kami,” ujarnya. 

Sementara Kapolres Berau AKBP Pramuja Sigit Wahono melalui Kasatreskrim Polres Berau AKP Andika Dharma Sena mengatakan, status tersangka Kakam Biatan Ulu itu, sudah diberikan pihaknya sejak Agustus, atau setelah pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap bersangkutan.

Dari pemeriksaan itu, tak hanya Suharto saja yang ditetapkan sebagai tersangka, tapi ada dua orang lainnya yang juga turut dijadikan tersangka oleh pihak kepolisian.

“Tersangka ada tiga orang, yaitu kepala kampung, orang yang melakukan pembukaan hutan dan yang membeli lahan,” katanya kepada Berau Post, Sabtu (18/8) lalu.

Dijelaskannya, awal mula terungkapnya kasus tersebut setelah pihaknya menerima informasi adanya kegiatan pembukaan lahan hutan di Biatan Ulu, tepatnya sekitar Lempake. Di mana hutan tersebut informasinya masuk dalam kawasan hutan lindung.

Berdasarkan informasi yang diterima, Andika dengan jajarannya bersama Dinas Kehutanan pada Senin (13/8) lalu, melakukan peninjauan lapangan dan mengambil titik koordinat.

“Dan hasilnya memang benar pada dugaan awal, bahwa itu masuk dalam kawasan hutan lindung. Setelah itu kami segera lakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan lalu menetapkannya menjadi tersangka,” jelas perwira berpangkat balok tiga ini.

Dalam pemeriksaan terhadap Suharto, mantan Kasatreskrim Polres Kutim ini menuturkan, bahwa tersangka diketahui telah mengeluarkan surat garapan yang berjumlah sembilan lembar dengan luasan lahan kurang lebih 50 hektare (Ha). Dan rencananya lahan tersebut bakal dyjadQan sebagai kebun pohon pinang.

Akibat perbuatannya tersebut, Suharto bersama dua orang lainnya yang saat ini telah ditahan di Polres Berau, dikenakan Undang-Undang (UU) Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

“Salah satu pasalnya menyebutkan di mana orang atau perseorangan yang dengan sengaja menyuruh organisasi untuk menggerakkan pembalakan liar secara tidak sah maka ancaman hukumannya di atas lima tahun,” pungkasnya. (arp/udi)

 


BACA JUGA

Senin, 21 Januari 2019 14:16

Kerugian Negara Capai Rp 149 Juta

TANJUNG REDEB – Walau sudah mendapatkan angka kerugian negara berdasarkan…

Senin, 21 Januari 2019 14:16

Bakal Gunakan Desain Lama

TANJUNG REDEB – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR)…

Senin, 21 Januari 2019 14:15

KPU Tunggu Inkrah

TANJUNG REDEB – Salah satu calon legislatif (caleg) Berau, telah…

Senin, 21 Januari 2019 14:13

Awalnya Tak Tertarik, Kini Hasilkan Ratusan Juta Rupiah

Menjadi petani atau pembudidaya tambak Udang Windu, sebelumnya tak pernah…

Minggu, 20 Januari 2019 13:06

Diduga Sakit, Wahab Ditemukan Tak Bernyawa

GUNUNG TABUR -  Warga kampung Merancang Ulu, Kecamatan Gunung Tabur,…

Minggu, 20 Januari 2019 13:05

Penabrak Portal Setor Rp 35 Juta

TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Perhubungan Abdurrahman, mengaku sudah mulai…

Minggu, 20 Januari 2019 13:04

Simbolis, Motivasi Masyarakat Jaga Kebersihan Lingkungan

Euforia atas raihan trofi Adipura di Bumi Batiwakkal, masih berlanjut.…

Minggu, 20 Januari 2019 13:02

PBB Berau Belum Tahu

AKSI pengeroyokan terhadap Kepala Kampung Purnasari Jaya, Sugiono turut diduga…

Minggu, 20 Januari 2019 13:00

Oknum Caleg Jadi Tersangka

TALISAYAN– Tiga pelaku pengeroyokan terhadap Kepala Kampung Purnasari Jaya, Sugiono,…

Sabtu, 19 Januari 2019 13:10

KENAPA INI..?? Kepala Kampung Dihajar Warga Sampai Babak Belur

TALISAYAN – Kepala Kampung Purnasari Jaya, Kecamatan Talisayan, Sugiono, jadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*