MANAGED BY:
KAMIS
15 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Jumat, 14 September 2018 14:17
Sekkam Jadi Plt Kakam Biatan Ulu
Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Tahapan penyidikan kasus dugaan penerbitan surat tanah di kawasan budidaya kehutanan (KBK) yang menjerat Kepala Kampung (Kakam) Biatan Ulu Suharto, memang masih berproses di Polres Berau.

Namun status tersangka yang disandang serta penahanan yang dilakukan penyidik kepada Kakam Biatan Ulu, membuat Pemkab Berau melalui Camat Biatan Agung Hery Jatmiko, menunjuk Sekretaris Kampung (Sekkam) Biatan Ulu Asri, sebagai Plt Kakam.

Dijelaskan Agung, Asri ditunjuk sebagai Plt Kakam, setelah Suharto ditahan pihak kepolisian dan tidak bisa menjalankan roda pemerintahan kampung.

Mengenai rentan waktu jabatan Plt, ia menerangkan berlangsung paling lama tiga bulan. Waktu tersebut sembari menunggu putusan pengadilan dan telah berkekuatan hukum tetap. “Kalau sudah ada putusan yang berkekuatan hukum, maka akan dilakukan ke tahapan selanjutnya yaitu pergantian antarwaktu (PAW),” ucapnya kepada Berau Post kemarin (13/9).

Sebelumnya, pada proses hukum kasus pemberian surat garapan di hutan lindung yang melibatkan Kepala Kampung Biatan Ulu, Suharto, masih tahap penyelidikan oleh Polres Berau. 

Kepala Seksi Pidana Umum (Pidum) Kejari Berau, Andi Wicaksono turut membenarkan hal itu saat diwawancarai belum lama ini. 

Andi mengaku saat ini belum ada pelimpahan berkas dari pihak polres. Sementara hanya Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan(SPDP) yang diterima pada 16 Agustus 2018 lalu. 

“Maksimal satu bulan akan kami tagih lagi. Penyidik harus wajib menyerahkan berkas tersebut ke kami,” ujarnya. 

Sementara Kapolres Berau AKBP Pramuja Sigit Wahono melalui Kasatreskrim Polres Berau AKP Andika Dharma Sena mengatakan, status tersangka Kakam Biatan Ulu itu, sudah diberikan pihaknya sejak Agustus, atau setelah pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap bersangkutan.

Dari pemeriksaan itu, tak hanya Suharto saja yang ditetapkan sebagai tersangka, tapi ada dua orang lainnya yang juga turut dijadikan tersangka oleh pihak kepolisian.

“Tersangka ada tiga orang, yaitu kepala kampung, orang yang melakukan pembukaan hutan dan yang membeli lahan,” katanya kepada Berau Post, Sabtu (18/8) lalu.

Dijelaskannya, awal mula terungkapnya kasus tersebut setelah pihaknya menerima informasi adanya kegiatan pembukaan lahan hutan di Biatan Ulu, tepatnya sekitar Lempake. Di mana hutan tersebut informasinya masuk dalam kawasan hutan lindung.

Berdasarkan informasi yang diterima, Andika dengan jajarannya bersama Dinas Kehutanan pada Senin (13/8) lalu, melakukan peninjauan lapangan dan mengambil titik koordinat.

“Dan hasilnya memang benar pada dugaan awal, bahwa itu masuk dalam kawasan hutan lindung. Setelah itu kami segera lakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan lalu menetapkannya menjadi tersangka,” jelas perwira berpangkat balok tiga ini.

Dalam pemeriksaan terhadap Suharto, mantan Kasatreskrim Polres Kutim ini menuturkan, bahwa tersangka diketahui telah mengeluarkan surat garapan yang berjumlah sembilan lembar dengan luasan lahan kurang lebih 50 hektare (Ha). Dan rencananya lahan tersebut bakal dyjadQan sebagai kebun pohon pinang.

Akibat perbuatannya tersebut, Suharto bersama dua orang lainnya yang saat ini telah ditahan di Polres Berau, dikenakan Undang-Undang (UU) Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

“Salah satu pasalnya menyebutkan di mana orang atau perseorangan yang dengan sengaja menyuruh organisasi untuk menggerakkan pembalakan liar secara tidak sah maka ancaman hukumannya di atas lima tahun,” pungkasnya. (arp/udi)

 


BACA JUGA

Kamis, 15 November 2018 11:57

Polisi Masih Matangkan Penyelidikan

TANJUNG REDEB – Kasat Reskrim Polres Berau AKP Andika Dharma Sena, menanggapi desakan masyarakat…

Kamis, 15 November 2018 11:55

Jaga Kearifan Lokal, Segera Bentuk Komunitas

Mengangkat tema kearifan lokal, karnaval kostum garapan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau menggelar…

Rabu, 14 November 2018 10:36

Hanya 14 Paket Siap Lelang

TANJUNG REDEB – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2018 telah ditetapkan…

Rabu, 14 November 2018 10:27

Hari Kedua, Peserta Gugur Capai 975

TANJUNG REDEB – Aliran listrik tak stabil sempat mengganggu pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar…

Rabu, 14 November 2018 10:17

Masih Bisa Lebih dari Rp 2,7 T

TANJUNG REDEB – Proyeksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2019 yang menembus angka…

Selasa, 13 November 2018 10:43

Jangan Jalan di Tempat, Tindak Lanjut Laporan Dugaan Tipikor di PDAM

TANJUNG REDEB – Proses penelusuran dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) di Perusahaan Daerah…

Selasa, 13 November 2018 10:41

Polisi Akhiri Pelarian RM

TANJUNG REDEB – Pelarian RM tak bisa berlangsung lama. Hanya tiga hari, pengedar sabu-sabu yang…

Selasa, 13 November 2018 10:33

Kemenag Tunggu Juknis Kartu Nikah

TANJUNG REDEB – Kementrian Agama akan mengganti buku nikah menjadi bentuk kartu. Hal itu pun mendapat…

Selasa, 13 November 2018 10:31
Masih Maraknya Perdagangan Aksesori Berbahan Penyu di Pasar

Percepat Kepunahan, Diduga Berasal dari Derawan

Penyu. Satwa yang dilindungi dan menjadi salah satu ikon Bumi Batiwakkal. Sayang, perburuan penyu oleh…

Selasa, 13 November 2018 10:29

500 Peserta, 487 Langsung Gugur

TANJUNG REDEB – Sebanyak 487 peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .