MANAGED BY:
SELASA
23 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Selasa, 18 September 2018 16:40
Muncul Koperasi TKBM ‘Tandingan’

Datangkan Buruh asal Samarinda, Sempat Bekerja Sehari di Muara Berau

SEMPAT BEKERJA SEHARI: Buruh-buruh asal Samarinda berfoto bersama di depan rumah Gofri sebelum bertolak kembali ke Samarinda kemarin.

PROKAL.CO, class="p1">TANJUNG REDEB – Polemik antara buruh Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Tanjung Redeb dengan perusahaan bongkar muat, tak kunjung mereda. Bahkan kemarin (17/9), sebanyak 25 buruh asal luar daerah yang didatangkan untuk bekerja di Muara Pantai Berau, dipulangkan ke Samarinda oleh pengurus Koperasi TKBM Pelabuhan Tanjung Redeb.

Dijelaskan Legal Consultant TKBM Pelabuhan Tanjung Redeb, Gofri, 25 buruh yang dipulangkan pihaknya, adalah buruh yang didatangkan Koperasi TKBM Nusa Bahari Berau Tanjung Batu pada Sabtu (15/9) lalu. Kabar keberadaan buruh yang didatangkan Koperasi TKBM ‘tandingan’ tersebut, membuat pihaknya bersikap dan mendatangi lokasi Muara Pantai Berau untuk memastikan keberadaan buruh-buruh asal Samarinda itu.

“Saat kita ke lokasi, mereka (buruh asal Samarinda) mengaku sudah bekerja sehari. Mereka didatangkan dan dijanjikan bekerja tetap sebagai buruh TKBM di Berau. Itu yang mengungkapkan koordinatornya atas nama Supriadi,” jelas Gofri.

Padahal ujar dia, sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) 2 Dirjen dan 1 Deputi Tahun 2011, menegaskan bahwa di setiap pelabuhan hanya ada 1 koperasi TKBM. “Makanya kami anggap ada geliat untuk menyingkirkan kawan-kawan TKBM yang sah secara hukum. Karena ada pembentukan koperasi TKBM lain selain koperasi TKBM Pelabuhan Tanjung Redeb,” terangnya.

Dengan dasar itu pula, pihaknya meminta kebersediaan buruh-buruh yang didatangkan koperasi TKBM tandingan itu untuk kembali ke daerah asalnya. 

“Ini tadi (kemarin, red) barusan kami pulangkan semua mereka ke Samarinda. Kami carterkan empat mobil, karena sesama buruh kami juga bertanggung jawab. Kami sebenarnya senasib, mereka juga korban, mereka datang ke Berau karena dibohongi,” ungkap Gofri.   

Dugaan untuk menyingkirkan buruh-buruh Koperasi TKBM Pelabuhan Tanjung Redeb, khususnya pada bidang batu bara, makin menguat karena pihak Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Berau, mengizinkan aktivitas buruh TKBM tandingan itu. “Padahal mereka (KUPP) tahu buruh-buruh itu bukan dari TKBM yang sesungguhnya. Itu juga menjadi pertanyaan kita, ada apa?” tanyanya. 

Atas temuan itu, pihaknya akan membahas persoalan tersebut dengan perusahaan-perusahaan bongkar muat yang ada di Berau, demi meluruskan jika tindakan mereka mendatangkan buruh di luar TKBM Pelabuhan Tanjung Redeb merupakan sebuah kesalahan. Apalagi buruh-buruh tersebut di bawah naungan koperasi TKBM yang masih dipertanyakan legalitas hukumnya di bidang kepelabuhanan. “Selanjutnya akan kami bawa juga masalah ini ke KUPP,” terang Gofri.

Ditambahkan Koordinator Loading Batu Bara, Koperasi TKBM Pelabuhan Tanjung Redeb, Abdul Hafid, menyebut Koperasi TKBM Nusa Bahari Berau Tanjung Batu, bukanlah koperasi yang berbadan hukum bidang bongkar muat. “Artinya ini koperasi yang disulap, karena yang sah hanya satu koperasi TKBM yang telah terdaftar di daerah dan pusat,” ujarnya.

Saat ini, lanjut dia, jumlah buruh di bawah naungan Koperasi TKBM Pelabuhan Tanjung Redeb sebanyak 418 orang. Sementara yang bertugas di batu bara sebanyak 138 orang. “Dan yang selama ini terus digoyang, diusik, ya buruh-buruh batu bara ini. Tapi kami tidak akan diam, kami akan bertindak memperjuangkan hak-hak kami sebagai buruh,” pungkasnya. (udi)


BACA JUGA

Selasa, 23 Oktober 2018 13:02

Bupati Pilih Menunggu

TANJUNG REDEB – Kekosongan posisi pimpinan di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Segah,…

Selasa, 23 Oktober 2018 13:00

Espresso yang Dinikmati Lebih Lama

Tak hanya teknologi yang terus berkembang, kopi juga terus mengalami perkembangan. Dari yang awalnya…

Selasa, 23 Oktober 2018 13:00

Penyidik Segera Tetapkan Tersangka

TANJUNG REDEB – Penyidik Polres Berau telah melakukan gelar perkara, dugaan tindak pidana korupsi…

Selasa, 23 Oktober 2018 12:58

Banjir Masih PR

TANJUNG REDEB – Masalah genangan air di jalan-jalan protokol, hingga banjir di beberapa wilayah…

Senin, 22 Oktober 2018 13:29

Hindari Keretakan, Pelihara Kerukunan

MENGANGKAT tema Hindari Keretakan, Pelihara Kerukunan, dan Bangga Jadi Pemuda Indonesia, DPD Komite…

Senin, 22 Oktober 2018 13:27

Pacu Adrenalin dan Bikin Mata Melek

Di antara beberapa jenis penyajian kopi dan hasilnya, espresso merupakan salah satu yang tertua di dunia.…

Senin, 22 Oktober 2018 13:26

Lurah Sebut Kabar Gembira

TANJUNG REDEB – Rencana pemerintah menggelontorkan dana untuk kelurahan tahun depan, disebut sebagai…

Minggu, 21 Oktober 2018 14:00

Pakai Alat Seadanya, Bonus Kena Dampak

TANJUNG REDEB - Perdebatan yang terjadi dalam pembahasan anggaran keikutsertaan Berau pada Pekan Olahraga…

Minggu, 21 Oktober 2018 13:58

Diduga Korsleting, Empat Bangunan Jadi Arang

GUNUNG TABUR - Diduga karena korsleting listrik, empat bangunan di Jalan Aji Samsudin, Kelurahan Gunung…

Minggu, 21 Oktober 2018 13:56

Miliki Variabel Tersendiri, Lebih Disukai Kaum Wanita

Dalam beberapa tahun kopi sudah menjadi lifestyle bagi semua orang. Bahkan tak mengenal lagi yang namanya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .