MANAGED BY:
RABU
26 JUNI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Rabu, 19 September 2018 12:58
Menteri Tantang Bupati

Tingkatkan Status Berau Menjadi Benar-Benar Layak Anak

KUNKER: Menteri PPPA Yohana Yembise saat berkunjung dan menyapa anak-anak di Kampung Maluang, Gunung Tabur, kemarin (18/9).

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Mendapatkan penghargaan sebagai kabupaten layak anak tingkat pratama, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise menantang bupati dan jajaran Pemkab Berau untuk meningkatkan capaiannya tersebut.

Diutarakan wanita kelahiran Monokwari itu, capaian yang didapatkan Berau merupakan langkah awal untuk membuat Berau benar-benar bisa menjadi salah satu kabupaten layak anak di Indonesia.

Namun dijelaskannya, untuk mendapatkan predikat itu tentunya ada enam kategori yang harus dipenuhi. Yakni adanya kelembagaan, hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan anak, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya, hingga adanya perlindungan khusus.

"Saya sudah menetapkan Kabupaten Berau menjadi kabupaten layak anak tingkat pratama, saya harap ini bisa naik menjadi madya, nindya, utama, baru bisa ditetapkan menjadi kabupaten layak anak. Tentunya ada 31 indikator yang harus harus dipenuhi," ujarnya saat tiba di Kampung Maluang, kemarin (18/9).

Pendeklarasian Kampung Maluang yang berada di Kecamatan Gunung Tabur pun dikatakannya menjadi salah satu upaya yang baik oleh Pemkab Berau untuk meningkatkan status itu.

"Saya sangat mengapresiasi ini, saya percaya ini menjadi salah satu embrio membawa Maluang menjadi kampung layak anak. Apalagi pornografi memang menjadi isu nasional," terangnya.

Diakuinya juga, pendeklarasian Kampung Maluang menjadi kampung bebas pornografi merupakan hal yang sangat baru di Indonesia. Karena itu, pihaknya pun berkomitmen untuk mengawal deklarasi ini sehingga benar-benar berjalan dengan baik.

Guru besar perempuan pertama dari Papua ini pun berharap agar Kampung Malunag bisa menjadi contoh bagi kampung-kampung lain, baik di Kabupaten Berau maupun di daerah lain, agar benar-benar menjadikan Indonesia menjadi negara layak anak.

Apalagi saat ini pihaknya juga sedang mempersiapkan ramuan untuk membatasi penggunaan handphone terhadap anak. "Program itu tentu akan mendukung apa yang dilakukan di kampung ini (Malung). Kampung ini akan kami dampingi sampai betul-betul bebas dari pornografi dan bisa diikuti desa lain," pungkasnya. (sam/udi)

 

Wabup Instruksikan Sidak Handphone di Sekolah

TAK ingin deklarasi kampung bebas pornografi di Kampung Maluang, Kecamatan Gunung Tabur, sebatas kegiatan seremoni, Wakil Bupati Berau Agus Tantomo minta seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat ikut mengawalnya.

Sebab, untuk memastikan program yang dibuat benar-benar dijalankan, tidak bisa hanya dilakukan oleh Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) saja.

Instansi lain seperti Dinas Pendidikan juga memiliki peran untuk menyukseskan program tersebut. Untuk itu, dirinya meminta kepada Dinas Pendidikan Berau agar rutin melakukan inspeksi mendadak (sidak), memantau penggunaan handphone oleh anak di sekolah-sekolah.

Tidak hanya sekadar mencari tahu apakah para pelajar membawa handphone saat di sekolah, sidak yang dilakukan diharapkannya bisa menelusuri konten-konten apa yang kerap dibuka pelajar pada handphone-nya.

"Sekarang ini anak bukan hanya menjadi objek pornografi saja, tapi juga subjek pornografi. Kalau tidak dikontrol dengan baik, akan menjadi akses paling mudah untuk mereka mendapatkan pornografi," ujarnya Agus saat mendampingi Menteri PPPA Yohana Yembise di Kampung Maluang kemarin (18/9).

Selain itu, peran penting juga berada pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) untuk benar-benar mengonsep taman atau ruang terbuka di lingkungan masyarakat. Sehingga tidak dijadikan tempat oleh masyarakat, apalagi anak muda melakukan hal-hal yang mengarah pada pornografi.

"Kalau bangun taman tolong diperhitungkan, jangan sampai nanti hanya menjadi tempat mesum. Perang terhadap pornografi harus dilakukan semua pihak," tegasnya.

Program itu ditegaskan Agus, menjadi hal yang prioritas untuk dilakukan Pemkab Berau. Hal itu pun diharapkannya bisa diikuti oleh seluruh kampung di Bumi Batiwakkal -sebutan Kabupaten Berau.

"Ini memang baru pertama, ke depan kami akan buat edaran ke seluruh kampung atau kelurahan untuk mengikuti ini," pungkasnya. (sam/udi)

 


BACA JUGA

Rabu, 26 Juni 2019 11:17

Nakhoda LCT Ditemukan Tewas

TANJUNG BATU - Nakhoda Landing Craft Tank (LCT) pengangkut koral…

Rabu, 26 Juni 2019 11:14

Bule Inggris dan Denmark Masuk Berau, Imigrasi Terpaksa Masuk Hutan

TANJUNG REDEB – Kunjungan ekowisata ratusan pelajar dari Inggris dan…

Selasa, 25 Juni 2019 15:27

Tersandung Kasus Tipikor, Suriadi Bakal Diberhentikan Sementara

TANJUNG REDEB - Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Berau…

Selasa, 25 Juni 2019 15:25

ABK Selamat, Nakhoda Belum Ditemukan

TANJUNG BATU – Landing Craft Tank (LCT) Sarwaguna 5 yang…

Selasa, 25 Juni 2019 15:25

Liburan Sekaligus Belajar Hutan Tropis

Bentang alam yang indah disertai beragam flora dan fauna di…

Selasa, 25 Juni 2019 15:24

Kapal Pengangkut Beras Karam

TANJUNG REDEB - Karamnya kapal motor (KM) Sitinurhalisa yang mengangkut…

Selasa, 25 Juni 2019 15:23

Alat Navigasi Bandara Kalimarau Rusak

TANJUNG REDEB - Alat navigasi, Very High Frequency Omnidirectional Range…

Senin, 24 Juni 2019 14:31

Stadion Mini Segera Dibangun di Teluk Bayur

TELUK BAYUR – Setelah melalui proses seleksi dan pertimbangan yang…

Senin, 24 Juni 2019 14:29

Hadiah Utama Sepeda Motor Menanti

TANJUNG REDEB - Semarak puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT)…

Minggu, 23 Juni 2019 01:06

Petakan Wilayah Rawan Bencana

TANJUNG REDEB - Bencana banjir yang terjadi di beberapa daerah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*