MANAGED BY:
RABU
12 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Jumat, 21 September 2018 10:59
Pelajar SMP di Biatan Dibiarkan Bebas Berkendara

Tak Pakai Helm dan Belum Punya SIM

MEMBAHAYAKAN: Sejumlah pelajar SMP di Kampung Biatan Lempake tidak menggunakan helm saat berkendara motor.

PROKAL.CO, BIATAN - Hingga kini budaya tertib berlalu lintas masih belum dilakukan dengan baik, khususnya para pelajar, baik SMP maupun SMA sederajat. Seperti terlihat di poros jalan Kampung Karangan, menuju Kampung Biatan Lempake, Kecamatan Biatan.

Banyak pelajar yang masih duduk di bangku SMP terlihat santai mengendarai motor tanpa menggunakan helm pelindung kepala. Ironisnya lagi, mereka dibebaskan orangtua menggunakan kendaraan bermotor meskipun tidak memiliki SIM atau masih di bawah umur untuk berkendara.

Hal ini pun mengundang keprihatinan masyarakat yang melihat. Dikatakan Aliansyah, seharusnya orangtua tidak begitu membebaskan anaknya menggunakan sepeda motor tanpa menggunakan pelindung kepala, ataupun berkendara belum cukup umurnya.

"Karena yang namanya anak seumuran SMP itu jiwanya masih labil. Tidak bisa dipancing sedikit langsung laju. Dan memang belum waktunya berkendara," ungkapnya pada Berau Post, Kamis (20/9), kemarin.

Seharusnya, anak yang belum cukup umur atau belum layak untuk menggunakan motor, dapat dicegah demi keamanan bersama. Sebab kata dia, tak sedikit kecelakaan terjadi akibat kecelakaan yang melibatkan anak di bawah umur.

"Harusnya kan dicegah. Kita khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan," bebernya.

Sementara itu, Ahmad, warga lainnya juga mengatakan senada. Ia mengatakan,  perlu ada sosialisasi atau teguran keras yang dilayangkan agar pelajar yang belum cukup umur dapat ditindak. Hal ini dirasa perlu demi memberikan ketertiban dalam berlalu lintas.

"Perlu. Karena ini juga tugas kepolisian. Paling tidak ada pengawasan yang baik," ujarnya.

Senentara itu, Ratna, salah seorang orangtua siswa menyebutkan, bahwa tidak memiliki pilihan lain, selain membebaskan anaknya ke sekolah tanpa menggunakan penutup kepala, juga tanpa punya SIM.

Ia mengatakan, ada banyak faktor membuat tidak bisa mengantar. Karena selain pekerjaan rumah tangga juga banyak kegiatan lain. Apalagi diakuinya, suami juga tidak bisa mengantar setiap hari lantaran bekerja. 

"Jadi kami tidak bisa mengantar ke sekolah tiap hari. Makanya kita biarkan saja, saya juga sudah sampaikan untuk hati-hati saat berkendara," bebernya. (*/sht/app)


BACA JUGA

Jumat, 16 Mei 2014 20:12

Bulan Terang, Bagan Kapal Libur Melaut

<div> <div style="text-align: justify;"> <strong>TALISAYAN - </strong>Hasil…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .