MANAGED BY:
RABU
26 JUNI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Jumat, 21 September 2018 10:59
Pelajar SMP di Biatan Dibiarkan Bebas Berkendara

Tak Pakai Helm dan Belum Punya SIM

MEMBAHAYAKAN: Sejumlah pelajar SMP di Kampung Biatan Lempake tidak menggunakan helm saat berkendara motor.

PROKAL.CO, BIATAN - Hingga kini budaya tertib berlalu lintas masih belum dilakukan dengan baik, khususnya para pelajar, baik SMP maupun SMA sederajat. Seperti terlihat di poros jalan Kampung Karangan, menuju Kampung Biatan Lempake, Kecamatan Biatan.

Banyak pelajar yang masih duduk di bangku SMP terlihat santai mengendarai motor tanpa menggunakan helm pelindung kepala. Ironisnya lagi, mereka dibebaskan orangtua menggunakan kendaraan bermotor meskipun tidak memiliki SIM atau masih di bawah umur untuk berkendara.

Hal ini pun mengundang keprihatinan masyarakat yang melihat. Dikatakan Aliansyah, seharusnya orangtua tidak begitu membebaskan anaknya menggunakan sepeda motor tanpa menggunakan pelindung kepala, ataupun berkendara belum cukup umurnya.

"Karena yang namanya anak seumuran SMP itu jiwanya masih labil. Tidak bisa dipancing sedikit langsung laju. Dan memang belum waktunya berkendara," ungkapnya pada Berau Post, Kamis (20/9), kemarin.

Seharusnya, anak yang belum cukup umur atau belum layak untuk menggunakan motor, dapat dicegah demi keamanan bersama. Sebab kata dia, tak sedikit kecelakaan terjadi akibat kecelakaan yang melibatkan anak di bawah umur.

"Harusnya kan dicegah. Kita khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan," bebernya.

Sementara itu, Ahmad, warga lainnya juga mengatakan senada. Ia mengatakan,  perlu ada sosialisasi atau teguran keras yang dilayangkan agar pelajar yang belum cukup umur dapat ditindak. Hal ini dirasa perlu demi memberikan ketertiban dalam berlalu lintas.

"Perlu. Karena ini juga tugas kepolisian. Paling tidak ada pengawasan yang baik," ujarnya.

Senentara itu, Ratna, salah seorang orangtua siswa menyebutkan, bahwa tidak memiliki pilihan lain, selain membebaskan anaknya ke sekolah tanpa menggunakan penutup kepala, juga tanpa punya SIM.

Ia mengatakan, ada banyak faktor membuat tidak bisa mengantar. Karena selain pekerjaan rumah tangga juga banyak kegiatan lain. Apalagi diakuinya, suami juga tidak bisa mengantar setiap hari lantaran bekerja. 

"Jadi kami tidak bisa mengantar ke sekolah tiap hari. Makanya kita biarkan saja, saya juga sudah sampaikan untuk hati-hati saat berkendara," bebernya. (*/sht/app)


BACA JUGA

Rabu, 26 Juni 2019 11:20

Musim Kering, Nelayan Dituntut Waspada

TANJUNG REDEB – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)…

Rabu, 26 Juni 2019 11:18

Bupati Butuh Dukungan DPRD

WISE ADAM/BERAU POST   TANJUNG REDEB – Bupati Berau Muharram…

Selasa, 25 Juni 2019 15:38

Pastikan Kesehatan Hewan Kurban

TANJUNG REDEB – Pastikan seluruh hewan yang hendak kurbankan saat…

Selasa, 25 Juni 2019 15:33

Jalan Menuju Labanan Bakal Terang

TANJUNG REDEB – Minimnya penerangan pada jalan dari Kelurahan Teluk…

Selasa, 25 Juni 2019 15:32

Wiwik Segera Duduk di Kursi Pesakitan

TANJUNG REDEB – Berkas perkara dugaan penganiayaan terhadap anak di…

Selasa, 25 Juni 2019 15:31

Kontrol Penggunaan Smartphone Anak

TANJUNG REDEB - Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan…

Senin, 24 Juni 2019 14:42

Pemerintah Kampung dan BUMK Harus Bersinergi

TANJUNG REDEB – Mendapatkan kucuran anggaran yang besar setiap tahun,…

Senin, 24 Juni 2019 14:35

Waspada Pohon Tumbang Menuju Pesisir

TABALAR – Hujan disertai angin kencang masih melanda sejumlah wilayah…

Senin, 24 Juni 2019 14:34

Masuk di Kolong Truk, Ashari Tewas di Tempat

TELUK BAYUR – Laka maut terjadi Jalan Mangga Besar, Kampung…

Senin, 24 Juni 2019 14:33

Penutup Panel LPJU Bergelantungan Resahkan Pengendara

TELUK BAYUR – Kotak panel Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*