MANAGED BY:
SELASA
22 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Jumat, 21 September 2018 10:59
Khawatir Membahayakan, Warga Bunuh Ular Sanca

Mulai Banyak Ular Berukuran Besar Muncul di Batu Putih

TERPAKSA DIBUNUH: Muncul di sekitar permukiman warga, ular sanca dengan panjang sekitar 3 meter terpaksa dibunuh

PROKAL.CO, BATU PUTIH- Sejumlah warga di wilayah RT 6 Kampung Tembudan, Kecamatan Batu Putih, dibuat geger dengan kemunculan ular sanca dengan panjang sekitar 3 meter. Karena lokasi tersebut merupakan areal permukiman dan pertanian, warga setempat terpaksa membunuh ular tersebut dengan alasan keamanan.

Disampaikan, Rosadik, ular tersebut ditemukan salah seorang warga sedang berkeliaran. Karena ukurannya cukup besar, ular dibunuh. Hal itu untuk menghindari terjadinya hal yang tidak diinginkan.

Apalagi ia menduga, ular tersebut keluar dari sarangnya karena hendak mencari makan. "Khawatir memangsa hewan ternak, dan membahayakan manusia, jadi harus dibunuh. Apalagi, juga banyak anak kecil yang sering bermain di sekitar lokasi ular itu ditemukan," ungkapnya pada Berau Post, Kamis (20/9).

Tak pelak, ular besar yang tinggal bangkai itu menyedot perhatian masyarakat setempat. Baik yang hanya ingin sekadar melihat karena penasaran, atau ingin mengabadikan ular tersebut dengan kamera telepon seluler.

Ia mengatakan, saat ini banyak warga yang mulai khawatir dengan ular tersebut. Apalagi ada kejadian orang dimangsa ular oleh sejenis, meski bukan di Berau. Hal tersebut menurut dia, menjadi kewaspadaan bagi warga terutama ketika bertemu ular sanca.

"Daripada dibiarkan malah membahayakan, lebih baik langsung dibunuh. Apalagi sudah terjadi kasus manusia yang dimangsa ular. Ini yang perlu diantisipasi," jelasnya.

Sementara itu, Nasir, warga lainnya mengatakan, sudah 3 kali warga membunuh ular sejenis di sekitar RT 6 tersebut. Bahkan, beberapa waktu lalu, salah seorang warga penyadap pohon aren juga terpaksa membunuh ular sanca sepanjang 4 meter karena mencoba memangsa anjing peliharaannya.

"Ada juga ular sanca berukuran sekitar 3 meter juga mati terlindas mobil di sekitar jalan," terangnya.

Ia menduga, habitat ular tersebut mulai terganggu dan kesulitan mencari makan akibat pembukaan hutan di wilayah tersebut. Sehingga, memaksanya menuju permukiman masyarakat untuk mencari hewan ternak warga yang bisa dimangsa.

"Sering ditemukan ular besar. Kami tidak tahu mengapa ular-ular besar ini banyak bermunculan. Bisa jadi, karena di habitatnya mulai kesulitan makanan," pungkasnya. (*/sht/app)


BACA JUGA

Senin, 21 Januari 2019 14:22

Polisi Endus Kejanggalan

TANJUNG REDEB – Ambruknya konstruksi Balai Pertemuan Umum (BPU) di…

Senin, 21 Januari 2019 14:20

Pelajar Jadi Sasaran

TABALAR - Guna mengantisipasi peredaran narkoba di wilayah Kecamatan Tabalar,…

Senin, 21 Januari 2019 14:19

Dinilai Rawan saat Malam

BATU PUTIH - Masyarakat di RT 1 Kampung Tembudan, Kecamatan…

Senin, 21 Januari 2019 14:18

DLHK Berharap Dukungan Provinsi

TANJUNG REDEB - Tempat Pembuang Akhir (TPA) Talisayan, kondisinya dinilai…

Senin, 21 Januari 2019 14:17

Stadion Mini Jadi Solusi

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau telah menyiapkan lahan…

Sabtu, 19 Januari 2019 13:17

Supermoon, Warga Pesisir Diminta Waspada

TANJUNG REDEB – Fenomena supermoon yang akan terjadi hari ini…

Sabtu, 19 Januari 2019 13:15

Bos Pasar Minta Alat Pengolah Limbah

TELUK BAYUR – Pasar Sanggam Adji Dilayas (PSAD) pernah menyabet…

Sabtu, 19 Januari 2019 13:14

Uji Coba Berhasil, Kakam Desak PLN

BIDUKBIDUK – Pelayanan listrik di Kabupaten Berau belum merata, seperti…

Sabtu, 19 Januari 2019 13:12

Perhatikan Kodisi Kendaraan Sebelum Berkendara

BIDUKBIDUK – Kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa di Kampung Batu…

Sabtu, 19 Januari 2019 13:11

Setarakan Gaji Guru Honorer

TANJUNG REDEB – Tahun ini, Bupati Berau Muharram pastikan gaji…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*