MANAGED BY:
SENIN
22 APRIL
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Senin, 24 September 2018 13:22
Aktivitas di Tepi Jalan Bujangga Jadi Perhatian
DIKHAWATIRKAN: Sebagian besar Jalan Bujangga terjadi penurunan, terutama di pinggir sungai, hal itu menjadi perhatian instansi terkait.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Setelah menurunkan beban kendaraan yang melintas di Jalan Bujangga, dari 8 ton mejadi 5 ton. Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Berau, juga berencana memasang rambu-rambu larangan untuk kendaraan bermuatan berat parkir di sekitar tepi Jalan Bujangga.

"Rencananya akan kami pasang rambu-rambu mulai dari depan Kantor Camat Tanjung Redeb hingga Inhutani. Karena kondisinya itu sudah mulai terjadi penurunan tanah di kawasan tersebut, terutama pinggir sungai," ujarnya Kepala Dishub Berau Abdurrahman kepada Berau Post, beberapa waktu lalu.

Tidak hanya itu, pihaknya juga sudah melakukan pertemuan dalam forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) dan memanggil pihak SPBU Bujangga, serta pelaku usaha pencucian mobil yang ada di sekitar Jalan Bujangga, untuk meninjau kembali aktivitas mereka.

"Seperti di SPBU kami persilakan saja mereka beroprasi, hanya tempat masuknya boleh di depan, namun tempat keluarnya menggunakan jalur lain. Intinya jangan menumpuk di sekitaran jembatan itu," bebernya.

Sementara itu, mengenai respons dari pihak SPBU, dikatakan Abdurrahman, hal ini akan dibicarakan kembali karena yang hadir pada saat itu hanya perwakilannya saja bukan pimpinannya. Bagaimana kedepan mencarikan solusi terkait hal ini.

"Kami juga melakukan imbauan baik dari truk dan kendaraan apapun yang jualan agar tidak lagi memarkirkan kendaraanya di tepi Jalan Bujangga. Dalam pertemuan itu juga kami libatkan mulai dari perizinan, Satlantas Polres Berau, dan DLHK juga," bebernya.

Apabila imbauan telah disampaikan, namun tetap ada yang melanggar, ia tegaskan akan ada tindakan tegas dari yang diberikan Satlantas Polres Berau, berupa penilangan.

"Pasti ada tindakan yang diberikan apabila mereka tetap melanggar," tandasnya.

Hal ini ia tegaskan, bukan tanpa alasan, hal ini merupakan salah satu upaya mengantisipasi adanya penurunan tanah di sekitar sungai. "Itu kan tidak terasa apabila dibiarkan akan terjadi penurunan tanah," pungkasnya. (*/oke/app)


BACA JUGA

Minggu, 21 April 2019 15:47

Kemenag Mulai Persiapkan Jemaah Haji Berau

TANJUNG REDEB – Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor…

Minggu, 21 April 2019 15:39

Asrama Mahasiswa Berau Banua Butuh Perhatian

TANJUNG REDEB – Asrama Mahasiswa Berau Banua di Makassar, Sulawesi…

Sabtu, 20 April 2019 13:54

Pemilu di Talisayan Kondusif

TALISAYAN - Dua hari setelah pencoblosan, aparat kepolisian masih sibuk…

Sabtu, 20 April 2019 13:52

Pemilik Mobil Diwajibkan Punya Garasi

TANJUNG REDEB - Dinas Perhubungan (Dishub) Berau fokus terhadap empat…

Sabtu, 20 April 2019 13:49

Abrasi Pantai Bidukbiduk Kian Parah

BIDUK-BIDUK - Beberapa titik pantai di Kampung Bidukbiduk, Kecamatan Bidukbiduk…

Jumat, 19 April 2019 11:08

Tambah Ilmu dan Wawasan

TANJUNG REDEB - Penasaran untuk mengetahui cara kerja perusahaan surat…

Jumat, 19 April 2019 11:06

Pemerintah Kampung Aktifkan Jaga Malam

TALISAYAN - Pemerintah Kampung Talisayan, Kecamatan Talisayan, kembali menggiatkan penjaga…

Jumat, 19 April 2019 11:02

Bensin Eceran Kembali Langka

BATU PUTIH – Sehari setelah Pemilu, warga Batu Putih kembali…

Kamis, 18 April 2019 15:53

Warga Antusias Salurkan Hak Suara

BATU PUTIH – Camat Tabalar, Saharuddin mengatakan hingga perhitungan suara…

Kamis, 18 April 2019 15:02

Sejumlah Kampung Belum Cairkan ADK

BIDUKBIDUK - Hingga kini, ADK (Alokasi Dana Kampung) tahap pertama…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*