MANAGED BY:
SELASA
22 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Senin, 24 September 2018 13:22
Aktivitas di Tepi Jalan Bujangga Jadi Perhatian
DIKHAWATIRKAN: Sebagian besar Jalan Bujangga terjadi penurunan, terutama di pinggir sungai, hal itu menjadi perhatian instansi terkait.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Setelah menurunkan beban kendaraan yang melintas di Jalan Bujangga, dari 8 ton mejadi 5 ton. Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Berau, juga berencana memasang rambu-rambu larangan untuk kendaraan bermuatan berat parkir di sekitar tepi Jalan Bujangga.

"Rencananya akan kami pasang rambu-rambu mulai dari depan Kantor Camat Tanjung Redeb hingga Inhutani. Karena kondisinya itu sudah mulai terjadi penurunan tanah di kawasan tersebut, terutama pinggir sungai," ujarnya Kepala Dishub Berau Abdurrahman kepada Berau Post, beberapa waktu lalu.

Tidak hanya itu, pihaknya juga sudah melakukan pertemuan dalam forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) dan memanggil pihak SPBU Bujangga, serta pelaku usaha pencucian mobil yang ada di sekitar Jalan Bujangga, untuk meninjau kembali aktivitas mereka.

"Seperti di SPBU kami persilakan saja mereka beroprasi, hanya tempat masuknya boleh di depan, namun tempat keluarnya menggunakan jalur lain. Intinya jangan menumpuk di sekitaran jembatan itu," bebernya.

Sementara itu, mengenai respons dari pihak SPBU, dikatakan Abdurrahman, hal ini akan dibicarakan kembali karena yang hadir pada saat itu hanya perwakilannya saja bukan pimpinannya. Bagaimana kedepan mencarikan solusi terkait hal ini.

"Kami juga melakukan imbauan baik dari truk dan kendaraan apapun yang jualan agar tidak lagi memarkirkan kendaraanya di tepi Jalan Bujangga. Dalam pertemuan itu juga kami libatkan mulai dari perizinan, Satlantas Polres Berau, dan DLHK juga," bebernya.

Apabila imbauan telah disampaikan, namun tetap ada yang melanggar, ia tegaskan akan ada tindakan tegas dari yang diberikan Satlantas Polres Berau, berupa penilangan.

"Pasti ada tindakan yang diberikan apabila mereka tetap melanggar," tandasnya.

Hal ini ia tegaskan, bukan tanpa alasan, hal ini merupakan salah satu upaya mengantisipasi adanya penurunan tanah di sekitar sungai. "Itu kan tidak terasa apabila dibiarkan akan terjadi penurunan tanah," pungkasnya. (*/oke/app)


BACA JUGA

Senin, 21 Januari 2019 14:22

Polisi Endus Kejanggalan

TANJUNG REDEB – Ambruknya konstruksi Balai Pertemuan Umum (BPU) di…

Senin, 21 Januari 2019 14:20

Pelajar Jadi Sasaran

TABALAR - Guna mengantisipasi peredaran narkoba di wilayah Kecamatan Tabalar,…

Senin, 21 Januari 2019 14:19

Dinilai Rawan saat Malam

BATU PUTIH - Masyarakat di RT 1 Kampung Tembudan, Kecamatan…

Senin, 21 Januari 2019 14:18

DLHK Berharap Dukungan Provinsi

TANJUNG REDEB - Tempat Pembuang Akhir (TPA) Talisayan, kondisinya dinilai…

Senin, 21 Januari 2019 14:17

Stadion Mini Jadi Solusi

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau telah menyiapkan lahan…

Sabtu, 19 Januari 2019 13:17

Supermoon, Warga Pesisir Diminta Waspada

TANJUNG REDEB – Fenomena supermoon yang akan terjadi hari ini…

Sabtu, 19 Januari 2019 13:15

Bos Pasar Minta Alat Pengolah Limbah

TELUK BAYUR – Pasar Sanggam Adji Dilayas (PSAD) pernah menyabet…

Sabtu, 19 Januari 2019 13:14

Uji Coba Berhasil, Kakam Desak PLN

BIDUKBIDUK – Pelayanan listrik di Kabupaten Berau belum merata, seperti…

Sabtu, 19 Januari 2019 13:12

Perhatikan Kodisi Kendaraan Sebelum Berkendara

BIDUKBIDUK – Kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa di Kampung Batu…

Sabtu, 19 Januari 2019 13:11

Setarakan Gaji Guru Honorer

TANJUNG REDEB – Tahun ini, Bupati Berau Muharram pastikan gaji…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*