MANAGED BY:
SELASA
22 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Selasa, 25 September 2018 13:27
Pesawat Amfibi Diwacanakan Beroperasi di Maratua
AMFIBI: N219 jenis pesawat amfibi produksi PT DI yang diwacanakan beroperasi di pulau-pulau wisata seperti halnya Pulau Maratua.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Pulau Maratua memang memikat wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Hal itu kemudian membuat PT Dirgantara Indonesia (DI) dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), tertarik mengoperasikan pesawat jenis amfibi di pulau terluar tersebut.

Ketertarikan itu, saat kunjungan manajemen PT Dirgantara Indonesia berkunjung ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, pekan lalu.

Kepala Disbudpar Berau, Mapasikkra Mapaselleng membenarkan, rencana pengoperasian pesawat tersebut di Maratua. Meski demikian, untuk prosesnya masih dalam tahapan survei dan pengumpulan data sekunder dari beberapa instansi.

Selain mewacanakan pengoperasian pesawar amfibi jenis N219, manajemen PT DI mengunjungi pulau-pulau wisata yang ada di Bumi Batiwakkal, guna melihat langsung kondisi di lapangan."Apabila memungkinkan untuk mendarat di atas air, mereka akan membantu memfasilitasinya," terangnya.

Karena Pulau Maratua sudah memiliki bandara tersendiri, pesawat yang hendak dioperasikan ditawarkan mendarat di landasan pacu Bandara Maratua. Namun, jika tetap ingin mengoperasikannya di sisi air, dikatakan Mappasikra, harus mencari tempat yang benar-benar aman untuk pendaratan dan keberangkatannya nanti, jika wacana tersebut terealisasi.

Diakuinya, Bandara Maratua kini masih terdapat kekurangan, seperti tempat pengisian bahan bakar pesawat maupun belum adanya petugas BMKG. "Untuk waktunya mereka belum bisa memastikan kapan, yang jelas untuk jenis pesawat N219 cocok untuk beroperasi di pulau-pulau wisata," bebernya.

Selain Maratua, Mappasikra menawarkan penerbangan menggunakan pesawat amfibi juga lebih cocok beroperasi di pulau-pulau wisata pesisir selatan Berau. Apalagi akses darat menuju ke sana cukup jauh dan memakan waktu lama.

“Jika ingin benar-benar direalisasikan, lebih cepat lebih baik,” pungkasnya. (*/oke/app)


BACA JUGA

Senin, 21 Januari 2019 14:20

Pelajar Jadi Sasaran

TABALAR - Guna mengantisipasi peredaran narkoba di wilayah Kecamatan Tabalar,…

Senin, 21 Januari 2019 14:19

Dinilai Rawan saat Malam

BATU PUTIH - Masyarakat di RT 1 Kampung Tembudan, Kecamatan…

Senin, 21 Januari 2019 14:18

DLHK Berharap Dukungan Provinsi

TANJUNG REDEB - Tempat Pembuang Akhir (TPA) Talisayan, kondisinya dinilai…

Senin, 21 Januari 2019 14:17

Stadion Mini Jadi Solusi

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau telah menyiapkan lahan…

Sabtu, 19 Januari 2019 13:17

Supermoon, Warga Pesisir Diminta Waspada

TANJUNG REDEB – Fenomena supermoon yang akan terjadi hari ini…

Sabtu, 19 Januari 2019 13:15

Bos Pasar Minta Alat Pengolah Limbah

TELUK BAYUR – Pasar Sanggam Adji Dilayas (PSAD) pernah menyabet…

Sabtu, 19 Januari 2019 13:14

Uji Coba Berhasil, Kakam Desak PLN

BIDUKBIDUK – Pelayanan listrik di Kabupaten Berau belum merata, seperti…

Sabtu, 19 Januari 2019 13:12

Perhatikan Kodisi Kendaraan Sebelum Berkendara

BIDUKBIDUK – Kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa di Kampung Batu…

Sabtu, 19 Januari 2019 13:11

Setarakan Gaji Guru Honorer

TANJUNG REDEB – Tahun ini, Bupati Berau Muharram pastikan gaji…

Sabtu, 19 Januari 2019 13:11

Biar Ngga Rusak, Tata Ruang Maratua Mendesak

TANJUNG REDEB – Perkembangan pariwisata di Pulau Maratua dalam beberapa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*