MANAGED BY:
SENIN
22 APRIL
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Selasa, 25 September 2018 13:27
Pesawat Amfibi Diwacanakan Beroperasi di Maratua
AMFIBI: N219 jenis pesawat amfibi produksi PT DI yang diwacanakan beroperasi di pulau-pulau wisata seperti halnya Pulau Maratua.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Pulau Maratua memang memikat wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Hal itu kemudian membuat PT Dirgantara Indonesia (DI) dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), tertarik mengoperasikan pesawat jenis amfibi di pulau terluar tersebut.

Ketertarikan itu, saat kunjungan manajemen PT Dirgantara Indonesia berkunjung ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, pekan lalu.

Kepala Disbudpar Berau, Mapasikkra Mapaselleng membenarkan, rencana pengoperasian pesawat tersebut di Maratua. Meski demikian, untuk prosesnya masih dalam tahapan survei dan pengumpulan data sekunder dari beberapa instansi.

Selain mewacanakan pengoperasian pesawar amfibi jenis N219, manajemen PT DI mengunjungi pulau-pulau wisata yang ada di Bumi Batiwakkal, guna melihat langsung kondisi di lapangan."Apabila memungkinkan untuk mendarat di atas air, mereka akan membantu memfasilitasinya," terangnya.

Karena Pulau Maratua sudah memiliki bandara tersendiri, pesawat yang hendak dioperasikan ditawarkan mendarat di landasan pacu Bandara Maratua. Namun, jika tetap ingin mengoperasikannya di sisi air, dikatakan Mappasikra, harus mencari tempat yang benar-benar aman untuk pendaratan dan keberangkatannya nanti, jika wacana tersebut terealisasi.

Diakuinya, Bandara Maratua kini masih terdapat kekurangan, seperti tempat pengisian bahan bakar pesawat maupun belum adanya petugas BMKG. "Untuk waktunya mereka belum bisa memastikan kapan, yang jelas untuk jenis pesawat N219 cocok untuk beroperasi di pulau-pulau wisata," bebernya.

Selain Maratua, Mappasikra menawarkan penerbangan menggunakan pesawat amfibi juga lebih cocok beroperasi di pulau-pulau wisata pesisir selatan Berau. Apalagi akses darat menuju ke sana cukup jauh dan memakan waktu lama.

“Jika ingin benar-benar direalisasikan, lebih cepat lebih baik,” pungkasnya. (*/oke/app)


BACA JUGA

Minggu, 21 April 2019 15:39

Asrama Mahasiswa Berau Banua Butuh Perhatian

TANJUNG REDEB – Asrama Mahasiswa Berau Banua di Makassar, Sulawesi…

Sabtu, 20 April 2019 13:54

Pemilu di Talisayan Kondusif

TALISAYAN - Dua hari setelah pencoblosan, aparat kepolisian masih sibuk…

Sabtu, 20 April 2019 13:52

Pemilik Mobil Diwajibkan Punya Garasi

TANJUNG REDEB - Dinas Perhubungan (Dishub) Berau fokus terhadap empat…

Sabtu, 20 April 2019 13:49

Abrasi Pantai Bidukbiduk Kian Parah

BIDUK-BIDUK - Beberapa titik pantai di Kampung Bidukbiduk, Kecamatan Bidukbiduk…

Jumat, 19 April 2019 11:08

Tambah Ilmu dan Wawasan

TANJUNG REDEB - Penasaran untuk mengetahui cara kerja perusahaan surat…

Jumat, 19 April 2019 11:06

Pemerintah Kampung Aktifkan Jaga Malam

TALISAYAN - Pemerintah Kampung Talisayan, Kecamatan Talisayan, kembali menggiatkan penjaga…

Jumat, 19 April 2019 11:02

Bensin Eceran Kembali Langka

BATU PUTIH – Sehari setelah Pemilu, warga Batu Putih kembali…

Kamis, 18 April 2019 15:53

Warga Antusias Salurkan Hak Suara

BATU PUTIH – Camat Tabalar, Saharuddin mengatakan hingga perhitungan suara…

Kamis, 18 April 2019 15:02

Sejumlah Kampung Belum Cairkan ADK

BIDUKBIDUK - Hingga kini, ADK (Alokasi Dana Kampung) tahap pertama…

Rabu, 17 April 2019 11:52

Data Pemilih Kacau, Warga Datangi KPPS

TANJUNG REDEB - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berau hingga malam…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*