MANAGED BY:
KAMIS
24 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Kamis, 27 September 2018 15:48
Harga Lada dan Kelapa Sawit Masih Anjlok
MASIH ANJLOK: Harga lada di pesisir Berau masih rendah.

PROKAL.CO, class="p1">BATU PUTIH - Dua komoditas perkebunan paling populer di wilayah pesisir selatan Berau, yakni kelapa sawit dan lada, hingga kini harganya masih sama-sama rendah. Bahkan lada dalam setahun terakhir hanya berkisar Rp 50-55 ribu per kilogram, sedangkan kelapa sawit turun hingga Rp 780-800 per kilogram. 

Kendati demikian, sejumlah petani mengaku masih tetap semangat dalam menjaga serta merawat, baik itu kebun lada atau kelapa sawit miliknya. Disampaikan, Kurdiah, petani lada di Kampung Tembudan, bahwa harga lada tak kunjung ada perubahan sepanjang tahun 2018 ini. 

"Masih tetap sama. Di kampung lain juga saya tanya sama juga, masih 50 ribu per kilogram," katanya, Rabu (26/9). 

Ia mengatakan, rendahnya harga lada sangat dikeluhkan. Apalagi di tengah maraknya serangan hama penyakit. Rendahnya harga tersebut, tentu tidak sebanding dengan biaya perawatan selama ini.  Sehingga, banyak petani memilih untuk menggudangkan hasil panen, sembari menunggu harga sedikit normal. 

"Tentu rugi, biaya perawatan saja sudah berapa, belum lagi ada pohon lada yang mati. Makanya kami di sini tidak menjual lada yang sudah dipanen, meskipun tengkulak datang mau beli ke rumah. Tunggu naik sedikit baru dijual," katanya. 

Ia menilai, bahwa masa kejayaan lada sepertinya sudah berakhir. Bahkan disampaikannya, dengan melihat harga lada yang tak kunjung membaik, lada bukan lagi tanaman primadona bagi masyarakat. Kendati begitu, dirinya mengatakan seburuk apapun harganya kebun lada miliknya akan tetap dirawat. 

"Bagaimanapun tetap dipelihara. Karena ini sumber ekonomi kita," jelasnya.

Tak jauh berbeda dengan petani kelapa sawit. Edi petani Kampung Sumber Agung, mengatakan, tak sedikit yang mengeluh dengan harga sawit yang masih terbilang rendah. Ia pun mengaku, rendahnya sudah terjadi beberapa bulan terakhir. 

"Karena kelapa sawit salah satu sektor perkebunan yang banyak dikembangkan. Jadi wajar kita mengeluh kalau harganya terlalu murah," jelasnya. 

Ia mengatakan, sebelum harganya mencapai Rp 770 perkilogram, harganya mencapai Rp 1.000 rupiah. Namun, sejak beberapa kali pemanenan terakhir harganya selalu turun.

"Jelas kami dilema juga. Harga rendah, sementara perawatan mahal, pupuk mahal, belum lagi biaya pemanen. Karena kita bayar orang juga," jelasnya. 

Ia pun berharap, rendahnya harga tersebut dapat kembali normal. Sehingga petani lebih bersemangat lagi dalam mengembangkan sektor perkebunan kelapa sawit. 

"Kami ingin harganya bagus kembali. Sehingga ekonomi kita juga dapat tumbuh," tandasnya. (*/sht/app) 


BACA JUGA

Kamis, 24 Januari 2019 14:39

Pedagang Ilegal Akan Ditertibkan

TANJUNG REDEB – Sudah cukup lama dibiarkan, kini Pemerintah Kabupaten…

Rabu, 16 Januari 2019 14:05

Harga Lada Masih Anjlok

BATU PUTIH - Harga lada masih jadi sorotan petani, khususnya…

Jumat, 11 Januari 2019 16:38

Operasi Pasar Belum Mempan

TANJUNG REDEB – Operasi pasar yang dilakukan jajaran Pemkab Berau…

Jumat, 11 Januari 2019 14:07

Dapat Kucuran Rp 2,4 Milliar, Pemkab Bakal Bangun Dua Pasar

TANJUNG REDEB - Pemkab Berau kembali mendapat kucuran anggaran dari…

Jumat, 11 Januari 2019 13:57

Jumlah Penerima Rastra Turun

DATA penerima Beras Sejahtera (Rastra) oleh warga tak mampu di…

Kamis, 10 Januari 2019 13:13

Produksi Budidaya Tembus 2.358 Ton

HASIL produksi budidaya perikanan tahun 2018 mampu melebihi target. Dinas Perikanan…

Kamis, 10 Januari 2019 13:07

Stok Melimpah, Bawang Merah Tetap Mahal

TELUK BAYUR – Memasuki awal tahun 2019, pergerakan harga komoditas…

Sabtu, 05 Januari 2019 11:51

Asosiasi Pedagang Pasar Kering Minta Dilibatkan

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau diminta Ketua Asosiasi…

Jumat, 04 Januari 2019 00:49

Tak Hanya Pertanian, Peternakan Sapi Dikembangkan

TALISAYAN - Pengembangan pertanian di Kampung Eka Sapta Kecamatan Talisayan,…

Jumat, 04 Januari 2019 00:47

Harga Kebutuhan Pokok Dinilai Masih Mahal

TANJUNG REDEB - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Berau, minta…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*