MANAGED BY:
SELASA
23 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Kamis, 27 September 2018 15:48
Harga Lada dan Kelapa Sawit Masih Anjlok
MASIH ANJLOK: Harga lada di pesisir Berau masih rendah.

PROKAL.CO, class="p1">BATU PUTIH - Dua komoditas perkebunan paling populer di wilayah pesisir selatan Berau, yakni kelapa sawit dan lada, hingga kini harganya masih sama-sama rendah. Bahkan lada dalam setahun terakhir hanya berkisar Rp 50-55 ribu per kilogram, sedangkan kelapa sawit turun hingga Rp 780-800 per kilogram. 

Kendati demikian, sejumlah petani mengaku masih tetap semangat dalam menjaga serta merawat, baik itu kebun lada atau kelapa sawit miliknya. Disampaikan, Kurdiah, petani lada di Kampung Tembudan, bahwa harga lada tak kunjung ada perubahan sepanjang tahun 2018 ini. 

"Masih tetap sama. Di kampung lain juga saya tanya sama juga, masih 50 ribu per kilogram," katanya, Rabu (26/9). 

Ia mengatakan, rendahnya harga lada sangat dikeluhkan. Apalagi di tengah maraknya serangan hama penyakit. Rendahnya harga tersebut, tentu tidak sebanding dengan biaya perawatan selama ini.  Sehingga, banyak petani memilih untuk menggudangkan hasil panen, sembari menunggu harga sedikit normal. 

"Tentu rugi, biaya perawatan saja sudah berapa, belum lagi ada pohon lada yang mati. Makanya kami di sini tidak menjual lada yang sudah dipanen, meskipun tengkulak datang mau beli ke rumah. Tunggu naik sedikit baru dijual," katanya. 

Ia menilai, bahwa masa kejayaan lada sepertinya sudah berakhir. Bahkan disampaikannya, dengan melihat harga lada yang tak kunjung membaik, lada bukan lagi tanaman primadona bagi masyarakat. Kendati begitu, dirinya mengatakan seburuk apapun harganya kebun lada miliknya akan tetap dirawat. 

"Bagaimanapun tetap dipelihara. Karena ini sumber ekonomi kita," jelasnya.

Tak jauh berbeda dengan petani kelapa sawit. Edi petani Kampung Sumber Agung, mengatakan, tak sedikit yang mengeluh dengan harga sawit yang masih terbilang rendah. Ia pun mengaku, rendahnya sudah terjadi beberapa bulan terakhir. 

"Karena kelapa sawit salah satu sektor perkebunan yang banyak dikembangkan. Jadi wajar kita mengeluh kalau harganya terlalu murah," jelasnya. 

Ia mengatakan, sebelum harganya mencapai Rp 770 perkilogram, harganya mencapai Rp 1.000 rupiah. Namun, sejak beberapa kali pemanenan terakhir harganya selalu turun.

"Jelas kami dilema juga. Harga rendah, sementara perawatan mahal, pupuk mahal, belum lagi biaya pemanen. Karena kita bayar orang juga," jelasnya. 

Ia pun berharap, rendahnya harga tersebut dapat kembali normal. Sehingga petani lebih bersemangat lagi dalam mengembangkan sektor perkebunan kelapa sawit. 

"Kami ingin harganya bagus kembali. Sehingga ekonomi kita juga dapat tumbuh," tandasnya. (*/sht/app) 


BACA JUGA

Kamis, 13 September 2018 14:00

Harga Kedelai Naik, Tempe Masih Normal

TANJUNG REDEB - Naiknya harga kedelai tak berpengaruh besar terjadap penjualan tempe di Pasar Sanggam…

Selasa, 11 September 2018 13:51

Tingkatkan Budidaya Perikanan lewat Program Intensifikasi

TANJUNG REDEB – Program intensifikasi pembudidaya unggulan, mulai dijalankan Dinas Perikanan Berau.…

Senin, 10 September 2018 12:52

Harga Buah Impor Naik

TANJUNG REDEB – Diduga nilai tukar dolar terhadap rupiah yang melonjak tinggi, berpengaruh pada…

Senin, 10 September 2018 12:51

Turun Tiga Kali, Petani Keluhkan Harga Kelapa Sawit

BATU PUTIH - Petani kelapa sawit yang berada di wilayah Kecamatan Batu Putih kembali mengeluh lantaran…

Kamis, 06 September 2018 15:06

Penyaluran Elpiji 3 Kg Masih Tak Tepat Sasaran

TANJUNG REDEB - Sulitnya mendapatkan tabung gas melon di sejumlah kampung wilayah pesisir selatan Berau,…

Selasa, 04 September 2018 10:58

Cuaca Tak Menentu Pengaruhi Harga Sayur

TANJUNG REDEB - Harga sayuran di Pasar Sanggam Adji Dilayas mengalami perubahan begitu cepat setiap…

Selasa, 04 September 2018 10:57

Pertanian dan Perkebunan Jadi Andalan Sumber Mulya

TALISAYAN - Hingga kini sektor pertanian masih menjadi salah satu usaha dalam menopang perekonomian…

Jumat, 31 Agustus 2018 14:03

Gas Elpiji di Pesisir Kerap Kosong

TALISAYAN - Kurang lancarnya pasokan gas elpiji di sejumlah wilayah di pesisir selatan Berau, berdampak…

Selasa, 28 Agustus 2018 11:35

Pasokan Berkurang, Harga Telur Ayam Naik

TANJUNG REDEB – Sudah sekitar sepekan harga telur ayam mengalami kenaikan. Meski tak signifikan,…

Jumat, 24 Agustus 2018 13:40

Peternakan Berau Jadi Rujukan

SAMBALIUNG – Konsumsi daging ayam potong masyarakat Kabupaten Berau, terus meningkat dalam beberapa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .