MANAGED BY:
SELASA
22 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Minggu, 30 September 2018 00:00
Bulog Bakal Tambah Komoditas Baru
TAMBAH KOMODITI: Setelah menambah komoditas minyak goreng, gula pasir dan tepung terigu. Bulog Berau pun berencana menambah komoditi baru, yaitu daging sapi beku.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Tak hanya menyiapkan persediaan beras, Badan Urusan Logistik atau Bulog Berau tengah berencana menambah komoditas di pergudangannya. Komoditas tersebut salah satunya merupakan daging beku.

Dikatakan Staf Kantor Seksi Logistik, Bulog Berau Suwarsono, beberapa bulan terakhir pihaknya telah menambah beberapa komoditas di pergudangan Bulog. Komoditas tersebut di antaranya gula pasir, minyak goreng dan tepung terigu.

“Komoditas-komoditas ini masuk dalam bidang komersial kami di Bulog. Dan sistemnya untuk bisnis juga,” katanya kepada Berau Post beberapa waktu lalu.

Selain ketiga komoditas baru itu, ia juga menerangkan pihaknya tengah mengorder daging sapi beku. Pasalnya keberadaan daging sapi beku ini menurutnya masih tergolong salah satu komoditi yang belum terlalu banyak dijual di Berau.

Namun, untuk kepastian datangnya daging sapi beku tersebut di Berau, Suwarsono pun belum berani memastikan. Sebab, hal tersebut juga masih menunggu kepastian dari divisi-divisi yang ada di Bulog. “Tak hanya daging sapi beku yang kami minta, tapi komoditas sebelumnya seperti minyak goreng, gula pasir dan tepung terigu juga turut kami order lagi. Karena saat ini sedang kosong,” tuturnya.

Ditanya mengenai harga komoditas tersebut? ia pun mengungkapkan pihaknya akan berpatokan atau mengacu terhadap Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan Peraturan Menteri Perdagangan. Ia pun mencontohkan seperti minyak goreng yang memiliki HET Rp 13.500, gula pasir Rp 12.500 dan daging sapi beku Rp 60.000.

“Jadi harga yang kami jual tentunya tidak bisa lebih tinggi dari pada itu,” bebernya.

Lebih lanjut, meskipun keberadaan komoditas tersebut merupakan salah satu bisnis bagi Bulog. Namun Suwarsono menegaskan komoditas yang dijual oleh Bulog itu tak lain sebagai salah satu langkah untuk menstabilkan harga di pasaran.

“Memang tugas kami sebagai stabilisator bahan pangan. Karena dengan adanya kami menjual komoditas tersebut sesuai HET, maka secara tak langsung akan menekan harga di pasar,” tandasnya. (arp/app)


BACA JUGA

Rabu, 16 Januari 2019 14:05

Harga Lada Masih Anjlok

BATU PUTIH - Harga lada masih jadi sorotan petani, khususnya…

Jumat, 11 Januari 2019 16:38

Operasi Pasar Belum Mempan

TANJUNG REDEB – Operasi pasar yang dilakukan jajaran Pemkab Berau…

Jumat, 11 Januari 2019 14:07

Dapat Kucuran Rp 2,4 Milliar, Pemkab Bakal Bangun Dua Pasar

TANJUNG REDEB - Pemkab Berau kembali mendapat kucuran anggaran dari…

Jumat, 11 Januari 2019 13:57

Jumlah Penerima Rastra Turun

DATA penerima Beras Sejahtera (Rastra) oleh warga tak mampu di…

Kamis, 10 Januari 2019 13:13

Produksi Budidaya Tembus 2.358 Ton

HASIL produksi budidaya perikanan tahun 2018 mampu melebihi target. Dinas Perikanan…

Kamis, 10 Januari 2019 13:07

Stok Melimpah, Bawang Merah Tetap Mahal

TELUK BAYUR – Memasuki awal tahun 2019, pergerakan harga komoditas…

Sabtu, 05 Januari 2019 11:51

Asosiasi Pedagang Pasar Kering Minta Dilibatkan

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau diminta Ketua Asosiasi…

Jumat, 04 Januari 2019 00:49

Tak Hanya Pertanian, Peternakan Sapi Dikembangkan

TALISAYAN - Pengembangan pertanian di Kampung Eka Sapta Kecamatan Talisayan,…

Jumat, 04 Januari 2019 00:47

Harga Kebutuhan Pokok Dinilai Masih Mahal

TANJUNG REDEB - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Berau, minta…

Senin, 31 Desember 2018 14:38

Ayam Mahal, Jagung Diburu Warga

TANJUNG REDEB – Jelang pergantian tahun, pedagang jagung dadakan menjamur…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*