MANAGED BY:
SENIN
22 APRIL
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Minggu, 30 September 2018 00:00
Bulog Bakal Tambah Komoditas Baru
TAMBAH KOMODITI: Setelah menambah komoditas minyak goreng, gula pasir dan tepung terigu. Bulog Berau pun berencana menambah komoditi baru, yaitu daging sapi beku.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Tak hanya menyiapkan persediaan beras, Badan Urusan Logistik atau Bulog Berau tengah berencana menambah komoditas di pergudangannya. Komoditas tersebut salah satunya merupakan daging beku.

Dikatakan Staf Kantor Seksi Logistik, Bulog Berau Suwarsono, beberapa bulan terakhir pihaknya telah menambah beberapa komoditas di pergudangan Bulog. Komoditas tersebut di antaranya gula pasir, minyak goreng dan tepung terigu.

“Komoditas-komoditas ini masuk dalam bidang komersial kami di Bulog. Dan sistemnya untuk bisnis juga,” katanya kepada Berau Post beberapa waktu lalu.

Selain ketiga komoditas baru itu, ia juga menerangkan pihaknya tengah mengorder daging sapi beku. Pasalnya keberadaan daging sapi beku ini menurutnya masih tergolong salah satu komoditi yang belum terlalu banyak dijual di Berau.

Namun, untuk kepastian datangnya daging sapi beku tersebut di Berau, Suwarsono pun belum berani memastikan. Sebab, hal tersebut juga masih menunggu kepastian dari divisi-divisi yang ada di Bulog. “Tak hanya daging sapi beku yang kami minta, tapi komoditas sebelumnya seperti minyak goreng, gula pasir dan tepung terigu juga turut kami order lagi. Karena saat ini sedang kosong,” tuturnya.

Ditanya mengenai harga komoditas tersebut? ia pun mengungkapkan pihaknya akan berpatokan atau mengacu terhadap Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan Peraturan Menteri Perdagangan. Ia pun mencontohkan seperti minyak goreng yang memiliki HET Rp 13.500, gula pasir Rp 12.500 dan daging sapi beku Rp 60.000.

“Jadi harga yang kami jual tentunya tidak bisa lebih tinggi dari pada itu,” bebernya.

Lebih lanjut, meskipun keberadaan komoditas tersebut merupakan salah satu bisnis bagi Bulog. Namun Suwarsono menegaskan komoditas yang dijual oleh Bulog itu tak lain sebagai salah satu langkah untuk menstabilkan harga di pasaran.

“Memang tugas kami sebagai stabilisator bahan pangan. Karena dengan adanya kami menjual komoditas tersebut sesuai HET, maka secara tak langsung akan menekan harga di pasar,” tandasnya. (arp/app)


BACA JUGA

Sabtu, 20 April 2019 13:51

Harga TBS Naik Rp 25

BATU PUTIH - Harga jual TBS (Tandan Buah Segar) kelapa…

Jumat, 19 April 2019 11:04

Petani Fokus Kembangkan Jagung

TALISAYAN - Pemerintah Kampung Campur Sari tahun ini akan fokus…

Rabu, 10 April 2019 15:31

Serius Garap Sektor Pertanian

TALISAYAN – Sektor pertanian masih menjadi andalan masyarakat di Kecamatan…

Rabu, 03 April 2019 13:27

Harga Sarang Walet Rumahan Turun

TALISAYAN - Harga sarang burung walet rumahan di Kabupaten Berau…

Senin, 01 April 2019 11:51

Harga Tiket Kelas Ekonomi Turun

TANJUNG REDEB - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI merilis peraturan tentang tarif…

Selasa, 19 Maret 2019 13:03

Dinas Perikanan Pasang Target Tinggi

TANJUNG REDEB – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan Berau…

Senin, 18 Maret 2019 14:56

Kembangkan Perkebunan Kelapa, Petani Usulkan Bibit

BIDUKBIDUK – Perkebunan kelapa cukup potensi dikembangkan di Kampung Giring-Giring,…

Jumat, 15 Maret 2019 15:06

Peternak Usulkan 200 Ekor Sapi

TALISAYAN – Pemerintah Kampung Bumi Jaya, Kecamatan Talisayan, mengusulkan pengadaan…

Kamis, 14 Maret 2019 13:55

Olah Limbah Kelapa jadi Barang Bernilai Ekonomis

BIDUKBIDUK – Kampung Giring-Giring, Kecamatan Bidukbiduk dikenal dengan tanaman kelapa.…

Kamis, 28 Februari 2019 14:26

Cepuak Bangun Sarang Walet Rumahan

TALISAYAN - Investasi sarang walet rumahan cukup menggiurkan. Terlebih harga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*