MANAGED BY:
SENIN
22 APRIL
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Kamis, 04 Oktober 2018 14:57
Kerugian Negara Capai Rp 14 M

Dugaan Tipikor Proyek Boiler Unit 4 PLTU Lati

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Penghitungan kerugian negara pada kegiatan pembangunan boiler unit 4 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lati, mencapai Rp 14,850 miliar.

Hasil penghitungan yang dilakukan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kaltim tersebut, memperkuat dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) pada proyek yang dikerjakan PT Indo Pusaka Berau, perusahaan konsorsium yang saham mayoritasnya dikuasai Pemkab Berau.

Kepada Berau Post, Kanit Tipikor Polres Berau Ipda Akbar mengatakan, setelah pihaknya menerima hasil penghitungan kerugian negara akhir September lalu, pihaknya segera melanjutkan penanganan kasus dengan melakukan gelar perkara di Mapolda Kaltim.

“Rencananya pekan ini (gelar perkara),” katanya saat ditemui di ruang kerjanya kemarin (3/10).

Setelah gelar perkara, pihaknya segera meningkatkan status kasus tersebut dari penyelidikan menjadi penyidikan, hingga penetapan tersangka.

“Kalau berkasnya sudah siap semua. Mulai dari hasil pemeriksaan saksi-saksi, ahli, dan petunjuk-petunjuk lainnya,” terangnya.

“Bahkan untuk syarat pengajuan bukti sudah lebih dari cukup. Karena sesuai syarat harus ada dua alat bukti, namun kami memiliki empat bukti untuk kasus ini. Jadi saya pikir semua akan berjalan lancar, tidak ada masalah,” sambung Akbar.

Dijelaskannya, pada proyek pembangkit unit 4, PT IPB selaku pengelola PLTU Lati, meminjam dana dari bank sebesar Rp 43 miliar pada tahun 2015. Dari dana pinjaman itu, sebesar Rp 14,8 miliar digunakan untuk uang muka proyek yang telah dicairkan, namun pelaksanaan proyeknya tak kunjung berjalan.

Dalam kontrak, proyek dikerjakan PT Perusahaan Listrik Nusantara (PLN) dengan nilai proyek Rp 49,5 miliar. Waktu pengerjaan selama 18 bulan, terhitung sejak Desember 2015 hingga Juni 2017. Tapi fakta di lapangan, tak ada satupun kegiatan proyek yang berjalan hingga habisnya masa pengerjaan.

Sehingga, persoalan tersebut dibawa ke ranah hukum sejak April 2017. (mar/udi)


BACA JUGA

Senin, 22 April 2019 13:27

Tersangka Sabu 7 Kg Dikembalikan ke Polres

TANJUNG REDEB – Khawatir memengaruhi tahanan lain, Kepala Rumah Tahanan…

Senin, 22 April 2019 13:26

Rekomendasikan Cabut Izin 207 Koperasi Bandel

TANJUNG REDEB – Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Berau…

Minggu, 21 April 2019 15:43

Pemilu Susulan di 11 TPS Belum Ditetapkan

TANJUNG REDEB – Komisi Pemilihan Umun (KPU) Berau belum bisa…

Minggu, 21 April 2019 15:42

Perwira Polres Berau Ditemukan Meninggal

TANJUNG REDEB - Seorang anggota Polri yang bertugas di Polres…

Sabtu, 20 April 2019 13:48

Bawaslu ‘Kebanjiran’ Aduan

TANJUNG REDEB – Tiga hari pasca pemilihan serentak, Badan Pengawas…

Sabtu, 20 April 2019 13:47

Terdakwa Korupsi Kapal Pariwisata Ajukan Banding

TANJUNG REDEB – Tak puas dengan putusan majelis hakim Pengadilan…

Jumat, 19 April 2019 11:00

11 TPS Belum Nyoblos

TANJUNG REDEB – Proses pemungutan suara pada pemilihan umum (Pemilu)…

Jumat, 19 April 2019 10:57

Target Partisipatif Pemilih 75 Persen

MESKIPUN terdapat beberapa kendala, namun Wakil Bupati Berau Agus Tantomo…

Jumat, 19 April 2019 10:50

Dua Kontraktor Jalani Persidangan

TANJUNG REDEB - Dua kontraktor yang terseret kasus dugaan tindak…

Jumat, 19 April 2019 10:48

Dikira Batang Pohon, Ternyata Bangkai Paus

PULAU DERAWAN – Warga Pulau Derawan dibuat heboh dengan ditemukannya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*