MANAGED BY:
RABU
12 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Sabtu, 06 Oktober 2018 14:11
Penyakit DBD Kembali Menghantui Masyarakat
BASMI NYAMUK AEDES AEGYPTI: Petugas Puskesmas Tanjung Redeb melukan pengasapan di Jalan Durian III, Rabu (3/10).

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Seorang warga di Jalan Durian III, Tanjung Redeb diketahui diserang penyakit demam berdarah dengue (DBD) beberapa waktu lalu.

Kordinator Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2)) Puskesmas Tanjung Redeb, Budi Prasetyo menjelaskan, pihaknya mendapat laporan dari Ketua RT 10, Kelurahan Tanjung Redeb, bahwa ada warga yang terserang DBD.

Nah, demi mencegah terjadinya penyebaran DBD, Puskesmas Tanjung Redeb pun bergerak cepat untuk melakukan pengasapan di sekitar kawasan Jalan Durian III, Rabu (3/10) lalu.

“Kami mendapat informasi dari ketua RT, makanya langsung kami tindak lanjuti dengan melakukan pengasapan,” ujarnya kepada Berau Post.

Lanjutnya, pengasapan dilakukan di sekitar halaman rumah warga serta di tempat-tempat yang dicurigai sebagai sarang nyamuk aedes aegypti.  Terutama 100 meter di sekitar kawasan rumah korban yang pertama kali diserang penyakit DBD.

Ia menjelaskan, pengasapan baru dilakukan setelah adanya laporan, untuk mencegah terjadinya penyebaran yang lebih luas. Anggapan masyarakat melakukan pengasapan sebelum adanya penyakit DBD menyerang, menurutnya adalah hal yang salah.  

“Jadi anggapan masyarakat sekarang harus fogging dulu, jangan nunggu ada kasus, sebenarnya tidak seperti itu. Kalau kami prinsipnya ada kasus baru fogging untuk mematikan nyamuk penyebab DBD,” terangnya.

Sebagai tindakan pencegahan, Budi Prasetyo menjelaskan, masyarakat bisa melakukan gerakan menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air dan mengubur sampah (3M). Tindakan  itu ujarnya lebih efisien. Terutama dilakukan oleh masyarakat setiap satu pekan sekali.

“Sebab, pengasapan itu untuk mematikan nyamuk. Sementara untuk membasmi jentik-jentik, saya menyarankan melakukan 3M,” ucapnya.

Selain itu, masyarakat diminta harus lebih memperhatikan lingkungan rumah sekitar. Terutama tempat-tempat yang dapat dijadikan berkembang biak nyamuk aedes aegypti.

Terlebih, kasus penyakit DBD di Kabupaten Berau ucapnya cukup mengkhawatirkan. Selain itu, penyakit ini dapat menyerang segala usia.

“Seingat saya kasus DBD ada sekitar 200 pada 2016, bahkan kalau tidak salah ada yang meninggal. Sempat terjadi penurunan di 2017, dan mulai meningkat sedikit di 2018. Kalau dibilang DBD itu berbahaya tentu sangat berbahaya,” pungkasnya. (tyo/rio)


BACA JUGA

Jumat, 16 Mei 2014 20:12

Bulan Terang, Bagan Kapal Libur Melaut

<div> <div style="text-align: justify;"> <strong>TALISAYAN - </strong>Hasil…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .