MANAGED BY:
SABTU
23 FEBRUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Minggu, 07 Oktober 2018 14:02
Asyik Menjaring Ikan, Yudu Tersambar Petir
MUSIBAH: Yudu tergeletak di bagian belakang kapalnya karena tersambar petir saat melaut untuk mencari ikan.

PROKAL.CO,  

TALISAYAN - Nasib malang menimpa Yudu (58), warga Kampung Talisayan yang bekerja sebagai nelayan. Sedang asyik menjaring di perairan Talisayan, Yudu meninggal dunia akibat tersambar petir, kemarin (6/10).

Kanit Reskrim Polsek Talisayan, Aipda Sugeng Ehwanuddin menjelaskan, satu jam setelah Yudu pergi ke laut yakni pukul 06.00 Wita, Sangkala (30) salah seorang nelayan lainnya sempat melihat korban sedang menjaring dari atas kapal, saat itu cuaca masih bersahabat. Namun, sekitar pukul 07.00 Wita saksi langsung bergegas memutar balik kapalnya karena hujan deras tiba-tiba turun, dengan disertai petir.

Diperjalanan pulang, Sangkala kembali melihat kapal milik korban, namun dirinya merasa heran karena dirinya tidak melihat Yudu. "Tapi saat itu dia tidak langsung ke kapal korban, dia pergi ke badan terdekat bertanya apakah ada orang yang berteduh? Tapi pemilik bagan menjawab enggak ada," ujar Sugeng.

Karena merasa ada hal yang janggal, Sangkala pun memutuskan mendekati kapal korban saat hujan sudah mulai reda. Saksi cukup terkejut saat mengetahui Yudu sudah tergeletak kaku di bagian belakang kapal.

"Saat saksi melihat ke kapal Yudu sudah dalam keadaan meninggal dunia," lanjutnya.

Karena tidak melihat ada kapal lain, Sangkala pun memutuskan menarik sendiri kapal serta jenazah Yudu ke arah pantai Talisayan, namun Sangkala harus menunggu hingga pukul 12.30 Wita untuk bisa membawa korban ke tempat kapal nelayan biasa bersandar, karena air sedang surut.

"Setelah di bawa ke darat, sempat dilakukan visum. Berdasarkan hasil visum, dada dan punggung korban nampak gosong akibat terkena petir. Keluarga korban juga mengikhlaskan kepergian korban karena memang murni terkena musibah," jelasnya.

Hal ini pun diharapkannya bisa dijadikan pelajaran seluruh pihak, khususnya masyarakat Talisayan yang berprofesi menjadi nelayan untuk lebih meningkatkan kewaspadaan saat melaut.

"Jika cuaca memang terlihat kurang bersahabat, setidaknya jangan memaksakan diri untuk tetap melaut. Kalau bisa berteduh dulu sampai benar-benar aman baru kembali melanjutkan aktivitas," pungkasnya. (sam/app)


BACA JUGA

Jumat, 22 Februari 2019 14:04

FMP4 Kecewa Putusan DKPP

TANJUNG REDEB - Keputusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP)…

Jumat, 22 Februari 2019 14:00

Dirut Setuju Pembangunan RS Baru

TANJUNG REDEB - Rencana pembangunan gedung rumah sakit baru yang…

Kamis, 21 Februari 2019 00:13

4,409 Gram Sabu Diblender

TANJUNG REDEB - Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Berau kembali…

Kamis, 21 Februari 2019 00:12

Tragis, Bocah SD Terlindas Truk

TELUK BAYUR - Kecelakaan lalulintas (Lakalantas) kembali terjadi di Jalan…

Kamis, 21 Februari 2019 00:08

DKPP Menangkan Komisioner KPU

TANJUNG REDEB - Sidang putusan perkara dugaan pengaduan Pelanggaran Kode…

Kamis, 21 Februari 2019 00:05

Rumah Hangus Terbakar Api Rokok

TELUK BAYUR – Musibah kebakaran lagi-lagi melanda Kabupaten Berau. Seperti…

Rabu, 20 Februari 2019 13:58

Pemkab Kembali Wacanakan Bangun RS

TANJUNG REDEB – Pembangunan rumah sakit (RS) baru yang telah…

Rabu, 20 Februari 2019 13:51

Inhutani I Jalin Kerja Sama Kejari Berau

PT Inhutani I Wilayah Berau yang mencakup PT Inhutani I…

Rabu, 20 Februari 2019 13:47

Bandar Sabu 7 Kg Akhirnya Diciduk

TANJUNG REDEB – Jaringan peredaran narkotika jenis sabu antarnegara, akhirnya…

Selasa, 19 Februari 2019 13:55

Aturan Tak Kenal Pengecer

TANJUNG REDEB - Melonjaknya harga elpiji subsidi 3 kilogram (Kg)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*