MANAGED BY:
SENIN
17 JUNI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Minggu, 07 Oktober 2018 14:02
Asyik Menjaring Ikan, Yudu Tersambar Petir
MUSIBAH: Yudu tergeletak di bagian belakang kapalnya karena tersambar petir saat melaut untuk mencari ikan.

PROKAL.CO,  

TALISAYAN - Nasib malang menimpa Yudu (58), warga Kampung Talisayan yang bekerja sebagai nelayan. Sedang asyik menjaring di perairan Talisayan, Yudu meninggal dunia akibat tersambar petir, kemarin (6/10).

Kanit Reskrim Polsek Talisayan, Aipda Sugeng Ehwanuddin menjelaskan, satu jam setelah Yudu pergi ke laut yakni pukul 06.00 Wita, Sangkala (30) salah seorang nelayan lainnya sempat melihat korban sedang menjaring dari atas kapal, saat itu cuaca masih bersahabat. Namun, sekitar pukul 07.00 Wita saksi langsung bergegas memutar balik kapalnya karena hujan deras tiba-tiba turun, dengan disertai petir.

Diperjalanan pulang, Sangkala kembali melihat kapal milik korban, namun dirinya merasa heran karena dirinya tidak melihat Yudu. "Tapi saat itu dia tidak langsung ke kapal korban, dia pergi ke badan terdekat bertanya apakah ada orang yang berteduh? Tapi pemilik bagan menjawab enggak ada," ujar Sugeng.

Karena merasa ada hal yang janggal, Sangkala pun memutuskan mendekati kapal korban saat hujan sudah mulai reda. Saksi cukup terkejut saat mengetahui Yudu sudah tergeletak kaku di bagian belakang kapal.

"Saat saksi melihat ke kapal Yudu sudah dalam keadaan meninggal dunia," lanjutnya.

Karena tidak melihat ada kapal lain, Sangkala pun memutuskan menarik sendiri kapal serta jenazah Yudu ke arah pantai Talisayan, namun Sangkala harus menunggu hingga pukul 12.30 Wita untuk bisa membawa korban ke tempat kapal nelayan biasa bersandar, karena air sedang surut.

"Setelah di bawa ke darat, sempat dilakukan visum. Berdasarkan hasil visum, dada dan punggung korban nampak gosong akibat terkena petir. Keluarga korban juga mengikhlaskan kepergian korban karena memang murni terkena musibah," jelasnya.

Hal ini pun diharapkannya bisa dijadikan pelajaran seluruh pihak, khususnya masyarakat Talisayan yang berprofesi menjadi nelayan untuk lebih meningkatkan kewaspadaan saat melaut.

"Jika cuaca memang terlihat kurang bersahabat, setidaknya jangan memaksakan diri untuk tetap melaut. Kalau bisa berteduh dulu sampai benar-benar aman baru kembali melanjutkan aktivitas," pungkasnya. (sam/app)


BACA JUGA

Minggu, 16 Juni 2019 00:48

Penyu Betina Ditemukan Mati Mengenaskan

PULAU DERAWAN – Seekor penyu hijau ditemukan mati di salah…

Sabtu, 15 Juni 2019 14:15
Kritik Pemerintah dengan Cara Anti Mainstream

Jalan Rusak Penuh Lumbur Dijadikan Tempat Berendam dan Mandi

Mungkin masyarakat sudah cukup lelah melihat kondisi Jalan Poros Tanjung…

Sabtu, 15 Juni 2019 00:14

Mandor CV Mutiara Ditemukan Tewas

GUNUNG TABUR - Mandor CV Mutiara Segah, salah satu perusahaan…

Sabtu, 15 Juni 2019 00:13

KUPP Segera Tetapkan Jumlah Kapal Tunda

TANJUNG REDEB – Pihak Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Tanjung…

Sabtu, 15 Juni 2019 00:13

Gaji dan Insentif Terlalu Rendah, Dokter Ngga Minat Tugas di Berau

TANJUNG REDEB – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr.Abdul Rivai…

Jumat, 14 Juni 2019 16:27

Peduli Kemanusiaan, PMI Gencarkan Donor Darah

TANJUNG REDEB – Aktivitas donor darah pada masyarakat Bumi Batiwakkal…

Jumat, 14 Juni 2019 16:22

Pengetap Makin Meresahkan Warga Berau

TANJUNG SELOR – Pengetap bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi semakin…

Kamis, 13 Juni 2019 15:09

Kontraktor Divonis 10 Tahun, Konsultan 4 Tahun

TANJUNG REDEB – Dua terdakwa perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi…

Kamis, 13 Juni 2019 15:07

Bupati Minta Warga Bersurat

TANJUNG REDEB – Dinilai tarif retribusi  terlalu mahal dan dianggap…

Kamis, 13 Juni 2019 15:04

Kuasa Hukum Nana Lapor Polda

TANJUNG REDEB – Kuasa Hukum mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*