MANAGED BY:
SELASA
22 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Senin, 08 Oktober 2018 14:40
100 Persen Hanya di Tepian Buah
Ilustrasi

PROKAL.CO, MASA pemberian vaksin Campak dan Rubella atau Measles-Rubella (MR) diperpanjang hingga akhir Oktober. Pasalnya, target capaian 95 persen dari 63 ribu jiwa anak yang akan diimunisasi hingga September lalu belum tercapai.

Dikatakan Staf Pengelola Program Imunisasi, Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, Jamrah, hingga sore kemarin (7/10), capaian imunisasi di seluruh wilayah kecamatan baru mencapai 59 persen. Masih minimnya angka capaian imunisasi tersebut, menurutnya disebabkan beberapa hal. Terutama karena penolakan orangtua anak yang menganggap vaksin MR haram. Padahal, beberapa pekan lalu Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwanya terkait vaksin MR hukumnya mubah atau dibolehkan.

Selain itu, beberapa sekolah yang awalnya meminta penundaan pelaksanaan vaksin hingga diterbitkannya fatwa MUI, tetap saja hingga kini masih enggan melaksanakan pemberian vaksin bagi siswanya. Bahkan, kalaupun ada sekolah yang menerima, jumlah siswa yang mengikuti program vaksin nasional tersebut, rata-rata hanya 50 persen saja.

“Jadi misalnya ada 500 siswa yang harusnya diimunisasi MR, paling hanya 250 anak saja yang mau. Sedangkan lainnya belum mau karena berbagai hal tadi,” ujarnya. Penolakan-penolakan tersebut bukan dari sekolah di wilayah perkotaan saja, tapi juga beberapa sekolah di perkampungan.

Dari puluhan kampung yang telah dijangkau para petugas kesehatan, hanya di Kampung Tepian Buah, Kecamatan Segah, saja yang pelaksanaannya telah mencapai 100 persen. “Beberapa kecamatan yang imunisasinya cukup tinggi itu seperti Biatan dan Batu Putih,” bebernya.

Lebih lanjut, perpanjangan masa imunisasi saat ini diharapkan Jamrah, bisa membuat target pelaksanaan imunisasi hingga 95 persen bisa tercapai. Karena itu, pihaknya masih berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk menerima anaknya mendapatkan imunisasi MR, serta mengajak tokoh-tokoh masyarakat dan agama turut serta memberikan pemahaman kepada masyarakat.

“Karena penyakit MR ini sangatlah berbahaya, apalagi kalau ada ibu hamil yang kena rubella. Besar kemungkinan anaknya nanti akan cacat,” tandasnya. (arp/udi)


BACA JUGA

Senin, 21 Januari 2019 14:16

Kerugian Negara Capai Rp 149 Juta

TANJUNG REDEB – Walau sudah mendapatkan angka kerugian negara berdasarkan…

Senin, 21 Januari 2019 14:16

Bakal Gunakan Desain Lama

TANJUNG REDEB – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR)…

Senin, 21 Januari 2019 14:15

KPU Tunggu Inkrah

TANJUNG REDEB – Salah satu calon legislatif (caleg) Berau, telah…

Senin, 21 Januari 2019 14:13

Awalnya Tak Tertarik, Kini Hasilkan Ratusan Juta Rupiah

Menjadi petani atau pembudidaya tambak Udang Windu, sebelumnya tak pernah…

Minggu, 20 Januari 2019 13:06

Diduga Sakit, Wahab Ditemukan Tak Bernyawa

GUNUNG TABUR -  Warga kampung Merancang Ulu, Kecamatan Gunung Tabur,…

Minggu, 20 Januari 2019 13:05

Penabrak Portal Setor Rp 35 Juta

TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Perhubungan Abdurrahman, mengaku sudah mulai…

Minggu, 20 Januari 2019 13:04

Simbolis, Motivasi Masyarakat Jaga Kebersihan Lingkungan

Euforia atas raihan trofi Adipura di Bumi Batiwakkal, masih berlanjut.…

Minggu, 20 Januari 2019 13:02

PBB Berau Belum Tahu

AKSI pengeroyokan terhadap Kepala Kampung Purnasari Jaya, Sugiono turut diduga…

Minggu, 20 Januari 2019 13:00

Oknum Caleg Jadi Tersangka

TALISAYAN– Tiga pelaku pengeroyokan terhadap Kepala Kampung Purnasari Jaya, Sugiono,…

Sabtu, 19 Januari 2019 13:10

KENAPA INI..?? Kepala Kampung Dihajar Warga Sampai Babak Belur

TALISAYAN – Kepala Kampung Purnasari Jaya, Kecamatan Talisayan, Sugiono, jadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*