MANAGED BY:
SENIN
17 JUNI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Senin, 08 Oktober 2018 14:42
Kasus Perusakan Bus, Tidak Ada Upaya Damai

Polisi Sebut Kedua Tersangka Perusakan Bus Kooperatif

AKP Andika Dharma Sena

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Kasat Reskrim Polres Berau AKP Andika Dharma Sena memastikan kasus perusakan bus karyawan di Kampung Sambakungan, Gunung Tabur, tetap berlanjut.

Apalagi hingga kini, tidak ada upaya dari kedua pihak untuk mencoba menyelesaikan permasalahan tersebut  melalui jalur kekeluargaan. "Ini juga bukan delik aduan, jadi tetap akan kami proses hukum," katanya kepada Berau Post kemarin (7/10).

Kasus tersebut diharapkan Andika bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat, terutama dalam menyelesaikan permasalahan selalu dengan kepala dingin atau langsung menyerahkannya kepada pihak berwajib. "Supaya tidak ada lagi masyarakat yang main hakim sendiri," tegas Andika.

Saat ini, pihaknya pun masih menyusun berkas kedua tersangka yakni AJ dan SN untuk diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Berau.

Sementara empat pelaku lain yang masih di bawah umur, telah dilakukan pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses pidana ke proses luar peradilan pidana, atau diversi.

Atas perbuatan yang dilakukan, kedua tersangka diancam dengan pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman kurungan penjara lima tahun.

"Tapi untuk sementara ini kedua tersangka tidak kami tahan, apalagi selama masa pemeriksaan tersangka cukup koperatif datang ke polres untuk melapor," pungkasnya.

Diketahui, aksi perusakan yang terjadi di Kampung Sambakungan, Gunung Tabur tersebut, dipicu insiden tabrakan antara bus karyawan dengan tiga perempuan yang mengendarai sepeda motor.

Insiden itu bermula saat bus BM777 melaju dengan kecepatan sekira 30 kilometer per jam dari arah Tanjung Redeb menuju Sambakungan. Sementara dari arah berlawanan, melaju sepeda motor yang digunakan tiga perempuan berboncengan tanpa helm. Saat di tikungan dengan jalan menanjak, dari jarak sekira 5 meter di depan bus, tiba-tiba motor yang dikendarai tiga perempuan itu terpeleset dan terjatuh membentur bus. Seketika itu sopir bus langsung menginjak rem dan berhenti. Namun motor yang terjatuh masuk ke dalam kolong bus bagian depan sebelah kanan.

Dari sembilan saksi yang telah diperiksa, enam di antaranya naik status menjadi tersangka. (sam/udi)

loading...