MANAGED BY:
SABTU
17 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Rabu, 10 Oktober 2018 00:15
Dua Tahun, PDAM Tak Pernah Setor ke Kas Daerah

Setoran Bagi Hasil PDAM ke Kas Daerah

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Segah, kini dalam penyelidikan aparat kepolisian.

Menurut Kanit Tipikor Polres Berau Ipda Akbar, objek utama penyelidikan yang dilakukan adalah soal pengelolaan keuangan perusahaan daerah tersebut, termasuk kaitannya dengan setoran bagi hasil untuk daerah.

Namun dari data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Berau, pada tahun 2016 dan 2017, PDAM Tirta Segah tak pernah menyetorkan bagi hasil ke daerah.

Kepala Bapenda Berau Maulidiyah menjelaskan, sesuai ketentuan, setiap perusahaan daerah harus membagi hasil atas keuntungan setiap tahunnya, sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD). "Sesuai Perda Nomor 1 tahun 2013 tentang PDAM Tirta Segah, mereka berhak membagi hasil atas laba atau keuntungannya sebesar 35 persen ke daerah," katanya kepada Berau Post, Selasa (9/10).

Namun, pada tahun 2016 dan 2017, PDAM tak melakukan penyetoran dana bagi hasilnya.

Memang, khusus pada tahun 2016, pihaknya juga tak memberikan target PAD kepada PDAM. Sebab pihak PDAM mengajukan permohonan agar hasil keuntungan yang didapat perusahaan tersebut akan digunakan untuk pembiayaan pengembangan jaringan.

"Itu alasan mereka, karena keuntungan yang mereka dapat akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pengembangan jaringan PDAM. Makanya kami juga tidak memasang target PAD saat itu," ujarnya.

Tapi, pada tahun 2017 PDAM Tirta Segah tak lagi menyetorkan bagi hasil pendapatan mereka ke Bapenda. “Padahal tahun 2017 PDAM kita bebani target PAD sebesar Rp 2,1 miliar.

Pihak PDAM sambung Maulidiyah, kembali beralasan keuntungan yang didapat kembali akan digunakan pengembangan jaringan air bersih.

“Karena mereka (PDAM) tidak menyetor lagi, mempengaruhi target dan realisasi PAD. Tapi untuk persoalan PDAM ini, kami tetap berikan pengecualian karena menyangkut pelayanan kepada masyarakat," jelasnya.

Dua tahun tanpa setoran ke daerah, target PAD yang dibebankan kepada PDAM Tirta Segah akhirnya dipangkas menjadi Rp 1 miliar saja di tahun 2018 ini. “Tapi sampai saat ini pihak PDAM belum ada menyetorkan dana bagi hasil itu kepada kami. Mereka juga belum memberi informasi mengenai alasannya," pungkasnya.

Diketahui, aksi unjuk rasa puluhan karyawan PDAM Tirta Segah bulan Mei lalu, berbuntut panjang. Selain berujung pada pemberhentian tidak hormat Direktur PDAM Tirta Segah Adief Mulyadi, polisi juga ‘mencium’ adanya dugaan tindak pidana korupsi di tubuh PDAM.

Dijelaskan Kanit Tipikor Polres Berau Ipda Akbar, pihaknya memang telah memeriksa lima saksi yang merupakan karyawan PDAM Tirta Segah, untuk mendalami penyelidikan. 

Kelima saksi yang diperiksa ujar dia, sangat kooperatif. Bahkan menyatakan akan membantu pihak kepolisian guna kelancaran proses penyelidikan. “Untuk pemeriksaan saksi selanjutnya, kami masih menunggu kelengkapan data-data pendukungnya dulu,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (8/10).

Dikatakannya, proses penyelidikan berawal dari aksi unjuk rasa puluhan karyawan PDAM itu di kantor bupati pada Mei lalu. Sebab yang menjadi pemicu aksi unjuk rasa oleh karyawan PDAM, adalah gaya kepemimpinan Adief Mulyadi selaku direktur perusahaan daerah tersebut. Terutama soal kebijakan penggunaan dana untuk sewa rumah dan pengadaan mobil operasional PDAM. Tapi fokus penyelidikan yang dilakukan pihaknya, lebih mendalam mengenai pengelolaan keuangan perusahaan plat merah itu.

“Kami melakukannya (penyelidikan) secara utuh berdasarkan fakta yang ditemukan penyidik,” terangnya.

Untuk menghitung dugaan kerugian negara, pihaknya akan menyinkronkan data yang ada di pemerintah, terutama hasil penanaman modal dan setoran pendapatan dari PDAM ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Berau. 

Sayangnya, Adief Mulyadi yang dikonfirmasi mengenai penyelidikan polisi tersebut, tidak memberikan tanggapan apapun. Pesan WhatsApp yang dikirim hanya dibaca tanpa ditanggapi. Begitu juga sambungan telepon dari Berau Post tak kunjung diresponsnya. (arp/udi)


BACA JUGA

Sabtu, 17 November 2018 11:30

Bisa Saja Ditutup Sementara

TANJUNG REDEB – Minimnya pengusaha sarang burung walet rumahan yang mengantongi kelengkapan perizinan,…

Sabtu, 17 November 2018 11:28

Sepekan untuk Tuntaskan RAPBD

SETELAH nota kesepahaman Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2019…

Sabtu, 17 November 2018 11:28

DPR Pertanyakan Rencana Mendagri Stop Pemekaran

TANJUNG REDEB – Rencana Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyetop 314 usulan pemekaran,…

Jumat, 16 November 2018 12:04

Pelaku Masuk Perangkap Polisi

TANJUNG REDEB – Polisi berhasil menggagalkan upaya peredaran narkoba jenis sabu-sabu, Rabu (14/11)…

Jumat, 16 November 2018 12:02

Langsung Kebut Pembahasan RAPBD

TANJUNG REDEB – Sempat mengalami keterpurukan kondisi anggaran dalam beberapa tahun terakhir,…

Jumat, 16 November 2018 11:59

Seperti Jimat yang Buat Dokter Kebingungan

“Saya pikir, kayu itu tidak sekalipun menyakiti saya meski sudah 15 tahun di telapak tangan saya.…

Jumat, 16 November 2018 11:57

Sehari Nyaris Tanpa BBM

TANJUNG REDEB – Tak seperti biasanya, hingga pukul 09.00 Wita beberapa Stasiun Pengisian Bahan…

Kamis, 15 November 2018 12:04

BPS Terancam Buyar Lagi

TANJUNG REDEB - Bendahara Tim Pembentukan Berau Pesisir Selatan (BPS) Andi Amir, menyebut rencana Menteri…

Kamis, 15 November 2018 11:55

Jaga Kearifan Lokal, Segera Bentuk Komunitas

Mengangkat tema kearifan lokal, karnaval kostum garapan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau menggelar…

Kamis, 15 November 2018 11:53

Kuota Berau Masih Sangat Lowong

TANJUNG REDEB – Hari terakhir pelaksanaan Seleksi Kompetisi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .