MANAGED BY:
SELASA
22 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Rabu, 10 Oktober 2018 00:15
Dua Tahun, PDAM Tak Pernah Setor ke Kas Daerah

Setoran Bagi Hasil PDAM ke Kas Daerah

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Segah, kini dalam penyelidikan aparat kepolisian.

Menurut Kanit Tipikor Polres Berau Ipda Akbar, objek utama penyelidikan yang dilakukan adalah soal pengelolaan keuangan perusahaan daerah tersebut, termasuk kaitannya dengan setoran bagi hasil untuk daerah.

Namun dari data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Berau, pada tahun 2016 dan 2017, PDAM Tirta Segah tak pernah menyetorkan bagi hasil ke daerah.

Kepala Bapenda Berau Maulidiyah menjelaskan, sesuai ketentuan, setiap perusahaan daerah harus membagi hasil atas keuntungan setiap tahunnya, sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD). "Sesuai Perda Nomor 1 tahun 2013 tentang PDAM Tirta Segah, mereka berhak membagi hasil atas laba atau keuntungannya sebesar 35 persen ke daerah," katanya kepada Berau Post, Selasa (9/10).

Namun, pada tahun 2016 dan 2017, PDAM tak melakukan penyetoran dana bagi hasilnya.

Memang, khusus pada tahun 2016, pihaknya juga tak memberikan target PAD kepada PDAM. Sebab pihak PDAM mengajukan permohonan agar hasil keuntungan yang didapat perusahaan tersebut akan digunakan untuk pembiayaan pengembangan jaringan.

"Itu alasan mereka, karena keuntungan yang mereka dapat akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pengembangan jaringan PDAM. Makanya kami juga tidak memasang target PAD saat itu," ujarnya.

Tapi, pada tahun 2017 PDAM Tirta Segah tak lagi menyetorkan bagi hasil pendapatan mereka ke Bapenda. “Padahal tahun 2017 PDAM kita bebani target PAD sebesar Rp 2,1 miliar.

Pihak PDAM sambung Maulidiyah, kembali beralasan keuntungan yang didapat kembali akan digunakan pengembangan jaringan air bersih.

“Karena mereka (PDAM) tidak menyetor lagi, mempengaruhi target dan realisasi PAD. Tapi untuk persoalan PDAM ini, kami tetap berikan pengecualian karena menyangkut pelayanan kepada masyarakat," jelasnya.

Dua tahun tanpa setoran ke daerah, target PAD yang dibebankan kepada PDAM Tirta Segah akhirnya dipangkas menjadi Rp 1 miliar saja di tahun 2018 ini. “Tapi sampai saat ini pihak PDAM belum ada menyetorkan dana bagi hasil itu kepada kami. Mereka juga belum memberi informasi mengenai alasannya," pungkasnya.

Diketahui, aksi unjuk rasa puluhan karyawan PDAM Tirta Segah bulan Mei lalu, berbuntut panjang. Selain berujung pada pemberhentian tidak hormat Direktur PDAM Tirta Segah Adief Mulyadi, polisi juga ‘mencium’ adanya dugaan tindak pidana korupsi di tubuh PDAM.

Dijelaskan Kanit Tipikor Polres Berau Ipda Akbar, pihaknya memang telah memeriksa lima saksi yang merupakan karyawan PDAM Tirta Segah, untuk mendalami penyelidikan. 

Kelima saksi yang diperiksa ujar dia, sangat kooperatif. Bahkan menyatakan akan membantu pihak kepolisian guna kelancaran proses penyelidikan. “Untuk pemeriksaan saksi selanjutnya, kami masih menunggu kelengkapan data-data pendukungnya dulu,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (8/10).

Dikatakannya, proses penyelidikan berawal dari aksi unjuk rasa puluhan karyawan PDAM itu di kantor bupati pada Mei lalu. Sebab yang menjadi pemicu aksi unjuk rasa oleh karyawan PDAM, adalah gaya kepemimpinan Adief Mulyadi selaku direktur perusahaan daerah tersebut. Terutama soal kebijakan penggunaan dana untuk sewa rumah dan pengadaan mobil operasional PDAM. Tapi fokus penyelidikan yang dilakukan pihaknya, lebih mendalam mengenai pengelolaan keuangan perusahaan plat merah itu.

“Kami melakukannya (penyelidikan) secara utuh berdasarkan fakta yang ditemukan penyidik,” terangnya.

Untuk menghitung dugaan kerugian negara, pihaknya akan menyinkronkan data yang ada di pemerintah, terutama hasil penanaman modal dan setoran pendapatan dari PDAM ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Berau. 

Sayangnya, Adief Mulyadi yang dikonfirmasi mengenai penyelidikan polisi tersebut, tidak memberikan tanggapan apapun. Pesan WhatsApp yang dikirim hanya dibaca tanpa ditanggapi. Begitu juga sambungan telepon dari Berau Post tak kunjung diresponsnya. (arp/udi)


BACA JUGA

Senin, 21 Januari 2019 14:16

Bakal Gunakan Desain Lama

TANJUNG REDEB – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR)…

Senin, 21 Januari 2019 14:15

KPU Tunggu Inkrah

TANJUNG REDEB – Salah satu calon legislatif (caleg) Berau, telah…

Senin, 21 Januari 2019 14:13

Awalnya Tak Tertarik, Kini Hasilkan Ratusan Juta Rupiah

Menjadi petani atau pembudidaya tambak Udang Windu, sebelumnya tak pernah…

Minggu, 20 Januari 2019 13:06

Diduga Sakit, Wahab Ditemukan Tak Bernyawa

GUNUNG TABUR -  Warga kampung Merancang Ulu, Kecamatan Gunung Tabur,…

Minggu, 20 Januari 2019 13:05

Penabrak Portal Setor Rp 35 Juta

TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Perhubungan Abdurrahman, mengaku sudah mulai…

Minggu, 20 Januari 2019 13:04

Simbolis, Motivasi Masyarakat Jaga Kebersihan Lingkungan

Euforia atas raihan trofi Adipura di Bumi Batiwakkal, masih berlanjut.…

Minggu, 20 Januari 2019 13:02

PBB Berau Belum Tahu

AKSI pengeroyokan terhadap Kepala Kampung Purnasari Jaya, Sugiono turut diduga…

Minggu, 20 Januari 2019 13:00

Oknum Caleg Jadi Tersangka

TALISAYAN– Tiga pelaku pengeroyokan terhadap Kepala Kampung Purnasari Jaya, Sugiono,…

Sabtu, 19 Januari 2019 13:10

KENAPA INI..?? Kepala Kampung Dihajar Warga Sampai Babak Belur

TALISAYAN – Kepala Kampung Purnasari Jaya, Kecamatan Talisayan, Sugiono, jadi…

Sabtu, 19 Januari 2019 13:09

Kepala Kampung Ditangkap Polisi, Gaji dan Tunjangan Distop

TANJUNG REDEB – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*