MANAGED BY:
SABTU
23 FEBRUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Kamis, 11 Oktober 2018 14:05
PDAM Tunggu Penyerahan Aset Untuk Setor Bagi Hasil ke Daerah

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Pemeriksaan terkait dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Segah, tidak ditampik Kepala Bagian Umum dan Keuangan PDAM Tirta Segah, Syahril.

Pekan lalu, dirinya bersama dewan pengawas dan pengacara pemerintah daerah, memenuhi undangan polisi untuk memberikan informasi yang dibutuhkan polisi terkait kondisi PDAM. Namun dirinya menyebut hanya mewakili Penjabat (Pj) Direktur PDAM Mansyah Kelana.

“Kemarin kita menjelaskan secara umum kondisi PDAM saat ini. Tapi kalau nanti memang saya dibutuhkan untuk pemeriksaan apapun berkaitan dengan PDAM, saya siap. Tapi kalau tanya soal masalah (di PDAM, red), saya enggak bisa bicara banyak,” katanya kepada Berau Post kemarin (10/10).

Sementara itu, mengenai tidak adanya setoran bagi hasil ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Berau sejak tahun 2016, Syahril menyebut terkendala tahapan serah terima aset. Yakni dari pembangunan jaringan yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau senilai Rp 98 miliar kepada PDAM Tirta Segah.

“Kalau penyerahan aset itu belum selesai, kita belum bisa bayar pajak dan belum bisa menyetor ke pemerintah,” lanjutnya.

Namun ditegaskannya, saat ini manajemen PDAM berupaya menyelesaikan permasalahan aset itu. Bahkan pihaknya sudah bersurat kepada Bapenda Berau menjelaskan persoalan tersebut.

“Kami sudah bersurat ke Bapenda bahwa tahun ini akan kita setor sekaligus dengan tahun sebelumnya (2017, red), dengan catatan masalah aset bisa tuntas. Dan sekarang masalah itu masih kami bahas dengan Pj dan pihak terkait,” pungkasnya.

Diketahui, kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) di PDAM Tirta Segah, kini dalam penyelidikan aparat kepolisian.

Menurut Kanit Tipikor Polres Berau Ipda Akbar, objek utama penyelidikan yang dilakukan adalah soal pengelolaan keuangan perusahaan daerah tersebut, termasuk kaitannya dengan setoran bagi hasil untuk daerah.

Sementara Kepala Bapenda Berau Maulidiyah, menyebut pada tahun 2016 dan 2017, PDAM Tirta Segah tak pernah menyetorkan bagi hasil ke daerah.

Maulidiyah menjelaskan, sesuai ketentuan, setiap perusahaan daerah harus membagi hasil atas keuntungan setiap tahunnya, sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD). "Sesuai Perda Nomor 1 tahun 2013 tentang PDAM Tirta Segah, mereka berhak membagi hasil atas laba atau keuntungannya sebesar 35 persen ke daerah," katanya kepada Berau Post, Selasa (9/10).

Namun, pada tahun 2016 dan 2017, PDAM tak melakukan penyetoran dana bagi hasilnya.

Memang, khusus pada tahun 2016, pihaknya juga tak memberikan target PAD kepada PDAM. Sebab pihak PDAM mengajukan permohonan agar hasil keuntungan yang didapat perusahaan tersebut akan digunakan untuk pembiayaan pengembangan jaringan.

"Itu alasan mereka, karena keuntungan yang mereka dapat akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pengembangan jaringan PDAM. Makanya kami juga tidak memasang target PAD saat itu," ujarnya.

Tapi, pada tahun 2017 PDAM Tirta Segah tak lagi menyetorkan bagi hasil pendapatan mereka ke Bapenda. “Padahal tahun 2017 PDAM kita bebani target PAD sebesar Rp 2,1 miliar.

Pihak PDAM sambung Maulidiyah, kembali beralasan keuntungan yang didapat kembali akan digunakan pengembangan jaringan air bersih.

“Karena mereka (PDAM) tidak menyetor lagi, mempengaruhi target dan realisasi PAD. Tapi untuk persoalan PDAM ini, kami tetap berikan pengecualian karena menyangkut pelayanan kepada masyarakat," jelasnya.

Dua tahun tanpa setoran ke daerah, target PAD yang dibebankan kepada PDAM Tirta Segah akhirnya dipangkas menjadi Rp 1 miliar saja di tahun 2018 ini. “Tapi sampai saat ini pihak PDAM belum ada menyetorkan dana bagi hasil itu kepada kami. Mereka juga belum memberi informasi mengenai alasannya," pungkasnya. (sam/udi)


BACA JUGA

Jumat, 22 Februari 2019 14:04

FMP4 Kecewa Putusan DKPP

TANJUNG REDEB - Keputusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP)…

Jumat, 22 Februari 2019 14:00

Dirut Setuju Pembangunan RS Baru

TANJUNG REDEB - Rencana pembangunan gedung rumah sakit baru yang…

Kamis, 21 Februari 2019 00:13

4,409 Gram Sabu Diblender

TANJUNG REDEB - Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Berau kembali…

Kamis, 21 Februari 2019 00:12

Tragis, Bocah SD Terlindas Truk

TELUK BAYUR - Kecelakaan lalulintas (Lakalantas) kembali terjadi di Jalan…

Kamis, 21 Februari 2019 00:08

DKPP Menangkan Komisioner KPU

TANJUNG REDEB - Sidang putusan perkara dugaan pengaduan Pelanggaran Kode…

Kamis, 21 Februari 2019 00:05

Rumah Hangus Terbakar Api Rokok

TELUK BAYUR – Musibah kebakaran lagi-lagi melanda Kabupaten Berau. Seperti…

Rabu, 20 Februari 2019 13:58

Pemkab Kembali Wacanakan Bangun RS

TANJUNG REDEB – Pembangunan rumah sakit (RS) baru yang telah…

Rabu, 20 Februari 2019 13:51

Inhutani I Jalin Kerja Sama Kejari Berau

PT Inhutani I Wilayah Berau yang mencakup PT Inhutani I…

Rabu, 20 Februari 2019 13:47

Bandar Sabu 7 Kg Akhirnya Diciduk

TANJUNG REDEB – Jaringan peredaran narkotika jenis sabu antarnegara, akhirnya…

Selasa, 19 Februari 2019 13:55

Aturan Tak Kenal Pengecer

TANJUNG REDEB - Melonjaknya harga elpiji subsidi 3 kilogram (Kg)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*