MANAGED BY:
RABU
26 JUNI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Kamis, 11 Oktober 2018 14:05
PDAM Tunggu Penyerahan Aset Untuk Setor Bagi Hasil ke Daerah

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Pemeriksaan terkait dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Segah, tidak ditampik Kepala Bagian Umum dan Keuangan PDAM Tirta Segah, Syahril.

Pekan lalu, dirinya bersama dewan pengawas dan pengacara pemerintah daerah, memenuhi undangan polisi untuk memberikan informasi yang dibutuhkan polisi terkait kondisi PDAM. Namun dirinya menyebut hanya mewakili Penjabat (Pj) Direktur PDAM Mansyah Kelana.

“Kemarin kita menjelaskan secara umum kondisi PDAM saat ini. Tapi kalau nanti memang saya dibutuhkan untuk pemeriksaan apapun berkaitan dengan PDAM, saya siap. Tapi kalau tanya soal masalah (di PDAM, red), saya enggak bisa bicara banyak,” katanya kepada Berau Post kemarin (10/10).

Sementara itu, mengenai tidak adanya setoran bagi hasil ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Berau sejak tahun 2016, Syahril menyebut terkendala tahapan serah terima aset. Yakni dari pembangunan jaringan yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau senilai Rp 98 miliar kepada PDAM Tirta Segah.

“Kalau penyerahan aset itu belum selesai, kita belum bisa bayar pajak dan belum bisa menyetor ke pemerintah,” lanjutnya.

Namun ditegaskannya, saat ini manajemen PDAM berupaya menyelesaikan permasalahan aset itu. Bahkan pihaknya sudah bersurat kepada Bapenda Berau menjelaskan persoalan tersebut.

“Kami sudah bersurat ke Bapenda bahwa tahun ini akan kita setor sekaligus dengan tahun sebelumnya (2017, red), dengan catatan masalah aset bisa tuntas. Dan sekarang masalah itu masih kami bahas dengan Pj dan pihak terkait,” pungkasnya.

Diketahui, kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) di PDAM Tirta Segah, kini dalam penyelidikan aparat kepolisian.

Menurut Kanit Tipikor Polres Berau Ipda Akbar, objek utama penyelidikan yang dilakukan adalah soal pengelolaan keuangan perusahaan daerah tersebut, termasuk kaitannya dengan setoran bagi hasil untuk daerah.

Sementara Kepala Bapenda Berau Maulidiyah, menyebut pada tahun 2016 dan 2017, PDAM Tirta Segah tak pernah menyetorkan bagi hasil ke daerah.

Maulidiyah menjelaskan, sesuai ketentuan, setiap perusahaan daerah harus membagi hasil atas keuntungan setiap tahunnya, sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD). "Sesuai Perda Nomor 1 tahun 2013 tentang PDAM Tirta Segah, mereka berhak membagi hasil atas laba atau keuntungannya sebesar 35 persen ke daerah," katanya kepada Berau Post, Selasa (9/10).

Namun, pada tahun 2016 dan 2017, PDAM tak melakukan penyetoran dana bagi hasilnya.

Memang, khusus pada tahun 2016, pihaknya juga tak memberikan target PAD kepada PDAM. Sebab pihak PDAM mengajukan permohonan agar hasil keuntungan yang didapat perusahaan tersebut akan digunakan untuk pembiayaan pengembangan jaringan.

"Itu alasan mereka, karena keuntungan yang mereka dapat akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pengembangan jaringan PDAM. Makanya kami juga tidak memasang target PAD saat itu," ujarnya.

Tapi, pada tahun 2017 PDAM Tirta Segah tak lagi menyetorkan bagi hasil pendapatan mereka ke Bapenda. “Padahal tahun 2017 PDAM kita bebani target PAD sebesar Rp 2,1 miliar.

Pihak PDAM sambung Maulidiyah, kembali beralasan keuntungan yang didapat kembali akan digunakan pengembangan jaringan air bersih.

“Karena mereka (PDAM) tidak menyetor lagi, mempengaruhi target dan realisasi PAD. Tapi untuk persoalan PDAM ini, kami tetap berikan pengecualian karena menyangkut pelayanan kepada masyarakat," jelasnya.

Dua tahun tanpa setoran ke daerah, target PAD yang dibebankan kepada PDAM Tirta Segah akhirnya dipangkas menjadi Rp 1 miliar saja di tahun 2018 ini. “Tapi sampai saat ini pihak PDAM belum ada menyetorkan dana bagi hasil itu kepada kami. Mereka juga belum memberi informasi mengenai alasannya," pungkasnya. (sam/udi)


BACA JUGA

Rabu, 26 Juni 2019 11:17

Nakhoda LCT Ditemukan Tewas

TANJUNG BATU - Nakhoda Landing Craft Tank (LCT) pengangkut koral…

Rabu, 26 Juni 2019 11:14

Bule Inggris dan Denmark Masuk Berau, Imigrasi Terpaksa Masuk Hutan

TANJUNG REDEB – Kunjungan ekowisata ratusan pelajar dari Inggris dan…

Selasa, 25 Juni 2019 15:27

Tersandung Kasus Tipikor, Suriadi Bakal Diberhentikan Sementara

TANJUNG REDEB - Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Berau…

Selasa, 25 Juni 2019 15:25

ABK Selamat, Nakhoda Belum Ditemukan

TANJUNG BATU – Landing Craft Tank (LCT) Sarwaguna 5 yang…

Selasa, 25 Juni 2019 15:25

Liburan Sekaligus Belajar Hutan Tropis

Bentang alam yang indah disertai beragam flora dan fauna di…

Selasa, 25 Juni 2019 15:24

Kapal Pengangkut Beras Karam

TANJUNG REDEB - Karamnya kapal motor (KM) Sitinurhalisa yang mengangkut…

Selasa, 25 Juni 2019 15:23

Alat Navigasi Bandara Kalimarau Rusak

TANJUNG REDEB - Alat navigasi, Very High Frequency Omnidirectional Range…

Senin, 24 Juni 2019 14:31

Stadion Mini Segera Dibangun di Teluk Bayur

TELUK BAYUR – Setelah melalui proses seleksi dan pertimbangan yang…

Senin, 24 Juni 2019 14:29

Hadiah Utama Sepeda Motor Menanti

TANJUNG REDEB - Semarak puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT)…

Minggu, 23 Juni 2019 01:06

Petakan Wilayah Rawan Bencana

TANJUNG REDEB - Bencana banjir yang terjadi di beberapa daerah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*