MANAGED BY:
SENIN
22 APRIL
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Kamis, 11 Oktober 2018 14:13
Kebun Diserang Monyet, Petani Pusing
TERANCAM GAGAL PANEN: Petani Kampung Tembudan, Kecamatan Batu Putih mengeluh karena serangan hama monyet.

PROKAL.CO, BATU PUTIH - Untuk kesekian kalinya monyet kembali bikin ulah di Kampung Tembudan, Kecamatan Batu Putih. Akibatnya, para petani di kampung tersebut menjadi pusing.

Belasan monyet jenis ekor panjang maupun pendek kerap terlihat berkeliaran di sekitar areal pertanian dan permukiman masyarakat. Nono, 52 tahun, warga Kampung Tembudan yang mengaku monyet kerap menyerang tanaman pertaniannya. “Tiap hari, asal kebun kosong, alamat sudah diserang monyet," ujarnya, Rabu (10/10).

Ia mengatakan, monyet yang kerap menyerang kebunnya adalah jenis ekor pendek. Bahkan, tak jarang akibat ulah segerombolan monyet tersebut membuat istrinya sampai lari terbirit-birit ketakutan. “Sampai teriak sambil lari karena dikejar monyet saat di kebun,” terangnya.

Ia mengatakan, monyet seakan menjadi hama yang lebih berbahaya dari babi hutan. Meski sudah diusir berkali-kali masih tetap datang dengan jumlah lebih banyak. Tentu saja, hama tersebut menjadi ancaman serius terhadap kebun milik warga.

Ia menilai, hama monyet sepertinya sudah terbiasa berhadapan dengan manusia, sehingga membuatnya sulit untuk diusir.  “Kalau babi kan diusir sekali, lama baru datang. Berbeda dengan monyet,   diusir hari ini lima ekor, besok datang lagi belasan ekor. Apalagi mereka juga kerap melawan dan tak mau pergi meski sudah diusir," jelasnya.

Sementara itu, Ramli, 45 tahun, warga lainnya juga mengungkapkan hal senada. Ia mengaku kewalahan menghadapi serangan hama monyet tersebut.

Apalagi seperti saat ini sawahnya memasuki musim panen. Menurutnya, yang paling sering menjadi sasaran monyet, adalah perkebunan jagung, kacang tanah, padi dan kebun buah. “Kalau tidak dijaga bisa-bisa gagal panen,” terangnya.

Monyet dikatakannya merupakan hama serius yang menjadi musuh petani. Hanya saja, sampai saat ini belum ada solusi untuk menangkal serangan itu.

“Yang kita tahu caranya ditembak saja. Kalau cuman ditakuti, atau diusir, itu percuma. Karena mereka pasti kembali lagi,” tandasnya. (*/sht/rio)


BACA JUGA

Senin, 22 April 2019 13:43

Ingatkan Nelayan Tidak Gunakan Bom

TALISAYAN – Salah satu potensi Kampung Talisayan yakni sektor perikanan.…

Senin, 22 April 2019 13:41

Wabup Instruksikan Rahmadi Diperiksa Lagi

SAMBALIUNG - Prihatin dengan kondisi Rahmadi yang merupakan manusia tertinggi…

Senin, 22 April 2019 13:36

Kasus Tipikor Terhambat Pemilu

TANJUNG REDEB – Pelimpahan kasus perkara Tindak Pidana Korupsi (Tipikor)…

Senin, 22 April 2019 13:33

Berharap PLN Sediakan Listrik 24 Jam

BIDUKBIDUK – Sejumlah kampung di Kecamatan Bidukbiduk mengharapkan agar listrik…

Senin, 22 April 2019 13:31

DPUPR Petakan Wilayah

PEMERINTAH Kabupaten Berau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang…

Minggu, 21 April 2019 15:47

Kemenag Mulai Persiapkan Jemaah Haji Berau

TANJUNG REDEB – Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor…

Minggu, 21 April 2019 15:39

Asrama Mahasiswa Berau Banua Butuh Perhatian

TANJUNG REDEB – Asrama Mahasiswa Berau Banua di Makassar, Sulawesi…

Sabtu, 20 April 2019 13:54

Pemilu di Talisayan Kondusif

TALISAYAN - Dua hari setelah pencoblosan, aparat kepolisian masih sibuk…

Sabtu, 20 April 2019 13:52

Pemilik Mobil Diwajibkan Punya Garasi

TANJUNG REDEB - Dinas Perhubungan (Dishub) Berau fokus terhadap empat…

Sabtu, 20 April 2019 13:49

Abrasi Pantai Bidukbiduk Kian Parah

BIDUK-BIDUK - Beberapa titik pantai di Kampung Bidukbiduk, Kecamatan Bidukbiduk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*