MANAGED BY:
RABU
21 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Kamis, 11 Oktober 2018 14:13
Kebun Diserang Monyet, Petani Pusing
TERANCAM GAGAL PANEN: Petani Kampung Tembudan, Kecamatan Batu Putih mengeluh karena serangan hama monyet.

PROKAL.CO, BATU PUTIH - Untuk kesekian kalinya monyet kembali bikin ulah di Kampung Tembudan, Kecamatan Batu Putih. Akibatnya, para petani di kampung tersebut menjadi pusing.

Belasan monyet jenis ekor panjang maupun pendek kerap terlihat berkeliaran di sekitar areal pertanian dan permukiman masyarakat. Nono, 52 tahun, warga Kampung Tembudan yang mengaku monyet kerap menyerang tanaman pertaniannya. “Tiap hari, asal kebun kosong, alamat sudah diserang monyet," ujarnya, Rabu (10/10).

Ia mengatakan, monyet yang kerap menyerang kebunnya adalah jenis ekor pendek. Bahkan, tak jarang akibat ulah segerombolan monyet tersebut membuat istrinya sampai lari terbirit-birit ketakutan. “Sampai teriak sambil lari karena dikejar monyet saat di kebun,” terangnya.

Ia mengatakan, monyet seakan menjadi hama yang lebih berbahaya dari babi hutan. Meski sudah diusir berkali-kali masih tetap datang dengan jumlah lebih banyak. Tentu saja, hama tersebut menjadi ancaman serius terhadap kebun milik warga.

Ia menilai, hama monyet sepertinya sudah terbiasa berhadapan dengan manusia, sehingga membuatnya sulit untuk diusir.  “Kalau babi kan diusir sekali, lama baru datang. Berbeda dengan monyet,   diusir hari ini lima ekor, besok datang lagi belasan ekor. Apalagi mereka juga kerap melawan dan tak mau pergi meski sudah diusir," jelasnya.

Sementara itu, Ramli, 45 tahun, warga lainnya juga mengungkapkan hal senada. Ia mengaku kewalahan menghadapi serangan hama monyet tersebut.

Apalagi seperti saat ini sawahnya memasuki musim panen. Menurutnya, yang paling sering menjadi sasaran monyet, adalah perkebunan jagung, kacang tanah, padi dan kebun buah. “Kalau tidak dijaga bisa-bisa gagal panen,” terangnya.

Monyet dikatakannya merupakan hama serius yang menjadi musuh petani. Hanya saja, sampai saat ini belum ada solusi untuk menangkal serangan itu.

“Yang kita tahu caranya ditembak saja. Kalau cuman ditakuti, atau diusir, itu percuma. Karena mereka pasti kembali lagi,” tandasnya. (*/sht/rio)


BACA JUGA

Selasa, 20 November 2018 12:44

Jangan Terprovokasi, NKRI Harga Mati

TANJUNG REDEB - Jelang Pemilu 2019 mendatang, Kodim 0902/TRD imbau masyarakat…

Selasa, 20 November 2018 12:42

Dorong Pengusaha Walet Urus Perizinan

BIDUKBIDUK- Pemerintah Kecamatan Bidukbiduk, terus mengimbau kepada para pengusaha sarang…

Selasa, 20 November 2018 12:40

Sampah di Pulau Wisata Jadi Perhatian Serius

TANJUNG REDEB – Persoalan sampah di Kepulauan Derawan terus menjadi…

Selasa, 20 November 2018 12:39

Terdapat Gorong-Gorong, Permukaan Jalan Ambles

TALISAYAN – Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Talisayan mengalami kerusakan. Terlihat…

Senin, 19 November 2018 14:08

Lima Peserta JPTP Diterbangkan ke DIY

TANJUNG REDEB – Lima peserta seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama…

Senin, 19 November 2018 14:07

Abrasi Ancam Kampung Giring-Giring

BIDUKBIDUK - Sejumlah titik tepi pantai di Kampung Giring-giring Kecamatan…

Senin, 19 November 2018 14:02

Bensin Botolan Jadi Andalan

TALISAYAN – Setelah sempat sulit ditemukan, pedagang bensin botolan atau…

Senin, 19 November 2018 14:00

Soal Kelalaian terhadap Anak, Perlu Dilihat Unsur Pidana

TANJUNG REDEB - Menyikapi maraknya kasus kehilangan anak belakangan ini,…

Senin, 19 November 2018 13:55

Tak Memiliki Terminal, Dishub Bingung

TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Berau Abdurrahman mengaku…

Minggu, 18 November 2018 13:32

Dukungan Datang dari Legislatif

TANJUNG REDEB – Usulan pembentukan Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .