MANAGED BY:
RABU
23 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Kamis, 11 Oktober 2018 14:13
Kebun Diserang Monyet, Petani Pusing
TERANCAM GAGAL PANEN: Petani Kampung Tembudan, Kecamatan Batu Putih mengeluh karena serangan hama monyet.

PROKAL.CO, BATU PUTIH - Untuk kesekian kalinya monyet kembali bikin ulah di Kampung Tembudan, Kecamatan Batu Putih. Akibatnya, para petani di kampung tersebut menjadi pusing.

Belasan monyet jenis ekor panjang maupun pendek kerap terlihat berkeliaran di sekitar areal pertanian dan permukiman masyarakat. Nono, 52 tahun, warga Kampung Tembudan yang mengaku monyet kerap menyerang tanaman pertaniannya. “Tiap hari, asal kebun kosong, alamat sudah diserang monyet," ujarnya, Rabu (10/10).

Ia mengatakan, monyet yang kerap menyerang kebunnya adalah jenis ekor pendek. Bahkan, tak jarang akibat ulah segerombolan monyet tersebut membuat istrinya sampai lari terbirit-birit ketakutan. “Sampai teriak sambil lari karena dikejar monyet saat di kebun,” terangnya.

Ia mengatakan, monyet seakan menjadi hama yang lebih berbahaya dari babi hutan. Meski sudah diusir berkali-kali masih tetap datang dengan jumlah lebih banyak. Tentu saja, hama tersebut menjadi ancaman serius terhadap kebun milik warga.

Ia menilai, hama monyet sepertinya sudah terbiasa berhadapan dengan manusia, sehingga membuatnya sulit untuk diusir.  “Kalau babi kan diusir sekali, lama baru datang. Berbeda dengan monyet,   diusir hari ini lima ekor, besok datang lagi belasan ekor. Apalagi mereka juga kerap melawan dan tak mau pergi meski sudah diusir," jelasnya.

Sementara itu, Ramli, 45 tahun, warga lainnya juga mengungkapkan hal senada. Ia mengaku kewalahan menghadapi serangan hama monyet tersebut.

Apalagi seperti saat ini sawahnya memasuki musim panen. Menurutnya, yang paling sering menjadi sasaran monyet, adalah perkebunan jagung, kacang tanah, padi dan kebun buah. “Kalau tidak dijaga bisa-bisa gagal panen,” terangnya.

Monyet dikatakannya merupakan hama serius yang menjadi musuh petani. Hanya saja, sampai saat ini belum ada solusi untuk menangkal serangan itu.

“Yang kita tahu caranya ditembak saja. Kalau cuman ditakuti, atau diusir, itu percuma. Karena mereka pasti kembali lagi,” tandasnya. (*/sht/rio)


BACA JUGA

Selasa, 22 Januari 2019 14:32

Kepala Pasar Akui Kecolongan

TANJUNG REDEB - Munculnya keluhan pedagang terkait keberadaan pedagang dari…

Selasa, 22 Januari 2019 14:30

Tindak Pengguna Knalpot Racing

TANJUNG REDEB – Keluhan warga terkait maraknya penggunaan knalpot racing…

Selasa, 22 Januari 2019 14:29

Pemerintah Diminta Hadir di Pesisir

TALISAYAN – Walau pemerintah sudah mengatur harga eceran tertinggi (HET)…

Selasa, 22 Januari 2019 14:28

Dermaga Teluk Sulaiman Butuh Renovasi

BIDUKBIDUK – Kondisi dermaga yang ada di Kampung Teluk Sulaiman,…

Selasa, 22 Januari 2019 14:26

Klaim Hampir Setara RS Tipe B

TANJUNG REDEB – Miliki jumlah dokter mencapai 38 orang, Rumah…

Senin, 21 Januari 2019 14:22

Polisi Endus Kejanggalan

TANJUNG REDEB – Ambruknya konstruksi Balai Pertemuan Umum (BPU) di…

Senin, 21 Januari 2019 14:20

Pelajar Jadi Sasaran

TABALAR - Guna mengantisipasi peredaran narkoba di wilayah Kecamatan Tabalar,…

Senin, 21 Januari 2019 14:19

Dinilai Rawan saat Malam

BATU PUTIH - Masyarakat di RT 1 Kampung Tembudan, Kecamatan…

Senin, 21 Januari 2019 14:18

DLHK Berharap Dukungan Provinsi

TANJUNG REDEB - Tempat Pembuang Akhir (TPA) Talisayan, kondisinya dinilai…

Senin, 21 Januari 2019 14:17

Stadion Mini Jadi Solusi

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau telah menyiapkan lahan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*