MANAGED BY:
SELASA
23 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Jumat, 12 Oktober 2018 13:42
Sempat Tertimpa Lemari, Sepekan Tinggal di Pengungsian

Mahasiswa asal Berau yang Selamat dari Bencana di Sulteng

MASIH TRAUMA: Maria Ulfa (kiri), mahasiswa asal Berau yang selamat dari bencana gempa dan tsunami di Palu, saat tiba di Bandara Kalimarau kemarin (11/10).

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Raut wajah lega bercampur bahagia tersirat dari wajah Maria Ulfa, sesaat setelah tiba di Bandara Kalimarau, Kamis (11/10) siang.

Warga Berau yang tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Ekonomi di Universitas Alkhairaat, Palu, turut menjadi korban bencana gempa dan tsunami yang melanda beberapa wilayah di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), akhir September lalu.

Diceritakan Ulfa, saat gempa berkekuatan 7,4 Skala Richter (SR) mengguncang Palu dan Donggala, dirinya tengah berada di dalam rumah sambil bermain smartphone.

Tepat sekitar pukul 18.00 Wita pada Jumat (28/9), getaran sangat hebat dirasakannya. Membuat seisi rumahnya bergoyang.

Lantai di rumahnya yang bergetar membuat perabotan dan lemari yang berada di dalam rumah berjatuhan. “Sejak pagi sebenarnya sudah ada gempa, tapi skalanya tergolong kecil, tidak seperti gempa yang menyebabkan tsunami itu,” katanya kepada Berau Post saat ditemui di Bandara Kalimarau, Kamis (11/10).

Besarnya kekuatan gempa disebutnya, membuat aliran listrik di Kota Palu seketika padam. Hal tersebut semakin memperparah keadaan karena getaran gempa terus berlangsung dalam keadaan gelap gulita.

Ulfa yang tinggal di rumah keluarganya di Palu, berusaha menyelamatkan diri. Namun, tante dan sepupunya yang masih terlelap di dalam kamar, sedikit menghambat upayanya meninggalkan rumah, karena harus membangunkan kedua keluarganya tersebut.

Kekuatan getaran yang terjadi saat itu, membuat dirinya kesulitan untuk berdiri dan melangkah. Setiap kali berusaha berdiri, selalu saja kembali terjatuh ke lantai. Bahkan, kakinya sempat tertimpa lemari buku yang turut roboh saat dirinya terjatuh.

“Syukur ada sepupu saya yang lain, yang membantu mengangkatkan lemari itu sehingga saya masih bisa berusaha keluar meskipun dengan cara merangkak,” kenangnya.

Ulfa yang saat ini merasa cukup trauma, menyebut letak rumah pamannya yang berjarak sekitar 7 kilometer dari bibir pantai, membuat rumah yang ditumpanginya itu selamat dari amukan gelombang tsunami. Bahkan kawasan permukiman pamannya tersebut, kini jadi salah satu lokasi pengungsian masyarakat yang menjadi korban gempa dan tsunami.

“Saat itu, kami juga mengungsi di halaman di depan masjid. Tidak pakai tikar atau terpal, hanya pakai sarung atau seadanya saja,” tuturnya.

Selama sepekan, Ulfa dan keluarganya berada di pengungsian. Selama itu juga, perempuan kelahiran 17 Mei 1997 itu terus-menerus merasakan gempa susulan yang terus mengguncang Palu dan sekitarnya. Bahkan, pada Rabu (10/10) lalu, gempa berkekuatan 5,5 SR masih terjadi.

“Alhamdulillah saya dan keluarga masih diberi keselamatan. Itu yang paling saya syukuri,” terangnya.

Kini, Ulfa telah kembali ke Bumi Batiwakkal – sebutan Kabupaten Berau. Dirinya ingin menenangkan diri, berkumpul bersama orangtuanya, dan belum berencana kembali secepatnya ke Kota Palu. (arp/udi)

 


BACA JUGA

Selasa, 23 Oktober 2018 13:02

Bupati Pilih Menunggu

TANJUNG REDEB – Kekosongan posisi pimpinan di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Segah,…

Selasa, 23 Oktober 2018 13:00

Espresso yang Dinikmati Lebih Lama

Tak hanya teknologi yang terus berkembang, kopi juga terus mengalami perkembangan. Dari yang awalnya…

Selasa, 23 Oktober 2018 13:00

Penyidik Segera Tetapkan Tersangka

TANJUNG REDEB – Penyidik Polres Berau telah melakukan gelar perkara, dugaan tindak pidana korupsi…

Selasa, 23 Oktober 2018 12:58

Banjir Masih PR

TANJUNG REDEB – Masalah genangan air di jalan-jalan protokol, hingga banjir di beberapa wilayah…

Senin, 22 Oktober 2018 13:29

Hindari Keretakan, Pelihara Kerukunan

MENGANGKAT tema Hindari Keretakan, Pelihara Kerukunan, dan Bangga Jadi Pemuda Indonesia, DPD Komite…

Senin, 22 Oktober 2018 13:27

Pacu Adrenalin dan Bikin Mata Melek

Di antara beberapa jenis penyajian kopi dan hasilnya, espresso merupakan salah satu yang tertua di dunia.…

Senin, 22 Oktober 2018 13:26

Lurah Sebut Kabar Gembira

TANJUNG REDEB – Rencana pemerintah menggelontorkan dana untuk kelurahan tahun depan, disebut sebagai…

Minggu, 21 Oktober 2018 14:00

Pakai Alat Seadanya, Bonus Kena Dampak

TANJUNG REDEB - Perdebatan yang terjadi dalam pembahasan anggaran keikutsertaan Berau pada Pekan Olahraga…

Minggu, 21 Oktober 2018 13:58

Diduga Korsleting, Empat Bangunan Jadi Arang

GUNUNG TABUR - Diduga karena korsleting listrik, empat bangunan di Jalan Aji Samsudin, Kelurahan Gunung…

Minggu, 21 Oktober 2018 13:56

Miliki Variabel Tersendiri, Lebih Disukai Kaum Wanita

Dalam beberapa tahun kopi sudah menjadi lifestyle bagi semua orang. Bahkan tak mengenal lagi yang namanya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .