MANAGED BY:
JUMAT
14 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Jumat, 12 Oktober 2018 13:42
Sempat Tertimpa Lemari, Sepekan Tinggal di Pengungsian

Mahasiswa asal Berau yang Selamat dari Bencana di Sulteng

MASIH TRAUMA: Maria Ulfa (kiri), mahasiswa asal Berau yang selamat dari bencana gempa dan tsunami di Palu, saat tiba di Bandara Kalimarau kemarin (11/10).

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Raut wajah lega bercampur bahagia tersirat dari wajah Maria Ulfa, sesaat setelah tiba di Bandara Kalimarau, Kamis (11/10) siang.

Warga Berau yang tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Ekonomi di Universitas Alkhairaat, Palu, turut menjadi korban bencana gempa dan tsunami yang melanda beberapa wilayah di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), akhir September lalu.

Diceritakan Ulfa, saat gempa berkekuatan 7,4 Skala Richter (SR) mengguncang Palu dan Donggala, dirinya tengah berada di dalam rumah sambil bermain smartphone.

Tepat sekitar pukul 18.00 Wita pada Jumat (28/9), getaran sangat hebat dirasakannya. Membuat seisi rumahnya bergoyang.

Lantai di rumahnya yang bergetar membuat perabotan dan lemari yang berada di dalam rumah berjatuhan. “Sejak pagi sebenarnya sudah ada gempa, tapi skalanya tergolong kecil, tidak seperti gempa yang menyebabkan tsunami itu,” katanya kepada Berau Post saat ditemui di Bandara Kalimarau, Kamis (11/10).

Besarnya kekuatan gempa disebutnya, membuat aliran listrik di Kota Palu seketika padam. Hal tersebut semakin memperparah keadaan karena getaran gempa terus berlangsung dalam keadaan gelap gulita.

Ulfa yang tinggal di rumah keluarganya di Palu, berusaha menyelamatkan diri. Namun, tante dan sepupunya yang masih terlelap di dalam kamar, sedikit menghambat upayanya meninggalkan rumah, karena harus membangunkan kedua keluarganya tersebut.

Kekuatan getaran yang terjadi saat itu, membuat dirinya kesulitan untuk berdiri dan melangkah. Setiap kali berusaha berdiri, selalu saja kembali terjatuh ke lantai. Bahkan, kakinya sempat tertimpa lemari buku yang turut roboh saat dirinya terjatuh.

“Syukur ada sepupu saya yang lain, yang membantu mengangkatkan lemari itu sehingga saya masih bisa berusaha keluar meskipun dengan cara merangkak,” kenangnya.

Ulfa yang saat ini merasa cukup trauma, menyebut letak rumah pamannya yang berjarak sekitar 7 kilometer dari bibir pantai, membuat rumah yang ditumpanginya itu selamat dari amukan gelombang tsunami. Bahkan kawasan permukiman pamannya tersebut, kini jadi salah satu lokasi pengungsian masyarakat yang menjadi korban gempa dan tsunami.

“Saat itu, kami juga mengungsi di halaman di depan masjid. Tidak pakai tikar atau terpal, hanya pakai sarung atau seadanya saja,” tuturnya.

Selama sepekan, Ulfa dan keluarganya berada di pengungsian. Selama itu juga, perempuan kelahiran 17 Mei 1997 itu terus-menerus merasakan gempa susulan yang terus mengguncang Palu dan sekitarnya. Bahkan, pada Rabu (10/10) lalu, gempa berkekuatan 5,5 SR masih terjadi.

“Alhamdulillah saya dan keluarga masih diberi keselamatan. Itu yang paling saya syukuri,” terangnya.

Kini, Ulfa telah kembali ke Bumi Batiwakkal – sebutan Kabupaten Berau. Dirinya ingin menenangkan diri, berkumpul bersama orangtuanya, dan belum berencana kembali secepatnya ke Kota Palu. (arp/udi)

 


BACA JUGA

Jumat, 14 Desember 2018 10:22

ASIK..!! Dapat Kucuran Rp 300 Miliar, di Kabupaten Ini Bakal Ada Sekolah Penerbangan

TANJUNG REDEB - Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau membangun flying…

Jumat, 14 Desember 2018 10:20

Akui Gas Melon Juga Digunakan ASN

TANJUNG REDEB – Persoalan tingginya harga eceran LPG 3 kilogram…

Jumat, 14 Desember 2018 10:19

DKPP Plenokan Keputusan, Bagaimana Nasib Komisioner KPU Berau Itu?

TANJUNG REDEB – Persidangan dugaan pelanggaran kode etik oleh oknum…

Jumat, 14 Desember 2018 10:17

Tantangan Terberat Menurunkan Asam Urat

Meningkatkan kompetensi putra-putri daerah, bukan sekadar tanggung jawab pemerintah. PT…

Kamis, 13 Desember 2018 10:04

Pelayanan Samsat Melambat

TANJUNG REDEB – Lambatnya proses pelayanan Sistem Administrasi Manunggal Satu…

Kamis, 13 Desember 2018 09:06

Tinggalkan Sisi Manja, Lepas Peluang Kerja

Meningkatkan kompetensi putra-putri daerah, bukan sekadar tanggung jawab pemerintah. PT…

Kamis, 13 Desember 2018 09:02

Gagal Diparipurnakan Tahun Ini

TANJUNG REDEB - Mendukung sektor pariwisata, Pemkab Berau terus mengeluarkan…

Rabu, 12 Desember 2018 14:13

Evakuasi Berjalan Lamban

TANJUNG REDEB - Setelah hampir sepekan mengalami kebocoran, proses evakuasi…

Rabu, 12 Desember 2018 14:12

Empat Saksi Dihadirkan

TANJUNG REDEB - Sidang perdana perihal laporan Forum Masyarakat Peduli…

Rabu, 12 Desember 2018 14:11

“Usaha Tak Akan Membohongi Hasil”

Meningkatkan kompetensi putra-putri daerah, bukan sekadar tanggung jawab pemerintah. PT…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .