MANAGED BY:
SENIN
20 MEI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Jumat, 12 Oktober 2018 13:42
Sempat Tertimpa Lemari, Sepekan Tinggal di Pengungsian

Mahasiswa asal Berau yang Selamat dari Bencana di Sulteng

MASIH TRAUMA: Maria Ulfa (kiri), mahasiswa asal Berau yang selamat dari bencana gempa dan tsunami di Palu, saat tiba di Bandara Kalimarau kemarin (11/10).

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Raut wajah lega bercampur bahagia tersirat dari wajah Maria Ulfa, sesaat setelah tiba di Bandara Kalimarau, Kamis (11/10) siang.

Warga Berau yang tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Ekonomi di Universitas Alkhairaat, Palu, turut menjadi korban bencana gempa dan tsunami yang melanda beberapa wilayah di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), akhir September lalu.

Diceritakan Ulfa, saat gempa berkekuatan 7,4 Skala Richter (SR) mengguncang Palu dan Donggala, dirinya tengah berada di dalam rumah sambil bermain smartphone.

Tepat sekitar pukul 18.00 Wita pada Jumat (28/9), getaran sangat hebat dirasakannya. Membuat seisi rumahnya bergoyang.

Lantai di rumahnya yang bergetar membuat perabotan dan lemari yang berada di dalam rumah berjatuhan. “Sejak pagi sebenarnya sudah ada gempa, tapi skalanya tergolong kecil, tidak seperti gempa yang menyebabkan tsunami itu,” katanya kepada Berau Post saat ditemui di Bandara Kalimarau, Kamis (11/10).

Besarnya kekuatan gempa disebutnya, membuat aliran listrik di Kota Palu seketika padam. Hal tersebut semakin memperparah keadaan karena getaran gempa terus berlangsung dalam keadaan gelap gulita.

Ulfa yang tinggal di rumah keluarganya di Palu, berusaha menyelamatkan diri. Namun, tante dan sepupunya yang masih terlelap di dalam kamar, sedikit menghambat upayanya meninggalkan rumah, karena harus membangunkan kedua keluarganya tersebut.

Kekuatan getaran yang terjadi saat itu, membuat dirinya kesulitan untuk berdiri dan melangkah. Setiap kali berusaha berdiri, selalu saja kembali terjatuh ke lantai. Bahkan, kakinya sempat tertimpa lemari buku yang turut roboh saat dirinya terjatuh.

“Syukur ada sepupu saya yang lain, yang membantu mengangkatkan lemari itu sehingga saya masih bisa berusaha keluar meskipun dengan cara merangkak,” kenangnya.

Ulfa yang saat ini merasa cukup trauma, menyebut letak rumah pamannya yang berjarak sekitar 7 kilometer dari bibir pantai, membuat rumah yang ditumpanginya itu selamat dari amukan gelombang tsunami. Bahkan kawasan permukiman pamannya tersebut, kini jadi salah satu lokasi pengungsian masyarakat yang menjadi korban gempa dan tsunami.

“Saat itu, kami juga mengungsi di halaman di depan masjid. Tidak pakai tikar atau terpal, hanya pakai sarung atau seadanya saja,” tuturnya.

Selama sepekan, Ulfa dan keluarganya berada di pengungsian. Selama itu juga, perempuan kelahiran 17 Mei 1997 itu terus-menerus merasakan gempa susulan yang terus mengguncang Palu dan sekitarnya. Bahkan, pada Rabu (10/10) lalu, gempa berkekuatan 5,5 SR masih terjadi.

“Alhamdulillah saya dan keluarga masih diberi keselamatan. Itu yang paling saya syukuri,” terangnya.

Kini, Ulfa telah kembali ke Bumi Batiwakkal – sebutan Kabupaten Berau. Dirinya ingin menenangkan diri, berkumpul bersama orangtuanya, dan belum berencana kembali secepatnya ke Kota Palu. (arp/udi)

 


BACA JUGA

Senin, 20 Mei 2019 14:08

Tambah Teman, Tambah Pengetahuan

Di tengah kemajuan teknologi saat ini, banyak kalangan remaja yang…

Minggu, 19 Mei 2019 13:15

Dekat dengan Sang Pencipta, Dapat Nikmat yang Luar Biasa

Usianya masih terbilang belia. Baru 11 tahun. Tapi Abdul Rahman…

Minggu, 19 Mei 2019 13:06

Lebih Ganas, tapi Cacar Monyet Bisa Dicegah

TANJUNG REDEB – Singapura dan Batam sudah terinfeksi virus cacar…

Sabtu, 18 Mei 2019 14:26

Curi Pupuk untuk Persiapan Lebaran

BIDUK-BIDUK - Tiga orang pelaku pencurian pupuk milik PT Jabontara…

Sabtu, 18 Mei 2019 14:12

Di Bandara Ini, Belum Ada Peningkatan Penumpang

TANJUNG REDEB - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia mengeluarkan Keputusan…

Sabtu, 18 Mei 2019 14:01

Penurunan Harga Tiket Pesawat Ngga Ngefek

KELUARNYA Keputusan Menteri (KM) Perhubungan Nomor 106 Tahun 2019 tentang…

Sabtu, 18 Mei 2019 13:59

Didukung Orangtua, Bisa Belajar Ilmu Agama

Ingin lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, salah satu alasan…

Jumat, 17 Mei 2019 14:32
Bupati Kutuk Aksi Pengeboman Ikan di Perairan Berau

Pelaku Pengeboman Ikan Ternyata Nelayan Luar Berau

TANJUNG REDEB– Bupati Berau Muharram mengutuk para pelaku pengeboman ikan…

Jumat, 17 Mei 2019 14:30

Tutup Celah People Power

TANJUNG REDEB – Maraknya seruan people power di berbagai media…

Jumat, 17 Mei 2019 14:28

Merasa Lebih Dekat dengan Sang Pencipta

Usianya sudah cukup matang, sudah 20 tahun. Namun Alfikayusra tak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*