MANAGED BY:
RABU
26 JUNI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Jumat, 12 Oktober 2018 13:55
Perindo Diminta Lapor Polisi

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Dugaan pemerasan yang dilakukan oknum komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berau berinisial NM, kepada pengurus Partai Perindo Berau, masih ditangani Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Berau.

Namun lambannya proses penanganan yang ditangani Bawaslu, sangat disayangkan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bela Negara Anti Korupsi (Benak) Berau Alfian. Makanya dia menyarankan agar pengurus Perindo Berau segera melaporkan dugaan pemerasan tersebut ke aparat berwajib.

"Segera laporkan kepada pihak kepolisian, supaya bisa diproses hukum. Karena menurut saya tindakan oknum komisioner KPU itu adalah perbuatan yang tidak terpuji," katanya kepada Berau Post, Kamis (11/10).

Tindakan itu juga secara tidak langsung membuat citra KPU tercoreng. Karena masyarakat sangat berharap lembaga tersebut bersikap netral, bersih dan transparan dalam melaksanakan Undang-Undang dan Peraturan KPU.

Ia juga turut mempertanyakan peran Bawaslu sebagai ‘wasit’ dalam penyelenggaraan pemilu. Namun dinilai lamban menindaklanjuti laporan dari Partai Perindo tersebut.  

“Bawaslu harusnya segera memproses laporan itu dan mencari solusinya. Karena masyarakat sangat berharap kepada mereka sebagai ujung tombak penyelenggara pemilu yang bersih," ucapnya.

Menurutnya, jika Bawaslu dan KPU bisa bekerja sama secara profesional dan memiliki integritas dalam menjalankan ketentuan perundangan, maka akan berdiri di tengah-tengah kepentingan semua partai peserta pemilu tanpa diskriminasi.

“Tapi kalau melihat proses yang ada di Bawaslu sekarang ini dirasa lamban, langsung saja laporkan ke pihak kepolisian. Biar hukum yang menyelesaikannya," tegasnya.

Alfian menambahkan, bila Bawaslu tidak segera menyelesaikan proses penanganannya, dirinya khawatir akan berdampak pada kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penyelenggara pemilu di Berau. "Karena masyarakat akan mempertanyakan kenetralan KPU dan Bawaslu. Kalau sudah begitu, akan berdampak atas ketidakpercayaan masyarakat pada pelaksanaan pemilu nantinya," tandasnya.

Saat dikonfirmasi, NM belum bersedia memberikan keterangan. “Tunggu besok ya, karena ada hal yang ingin saya kerjakan dulu,” komisioner KPU yang menjadi terlapor di Bawaslu tersebut.

Sebelumnya, salah satu oknum komisioner KPU Berau berinisial NM, dilaporkan pengurus Partai Perindo Berau ke Bawaslu. Sebab, oknum komisioner itu disebut meminta ‘upeti’ dari pengurus Perindo setelah menawarkan bantuan untuk memuluskan langkah partai lolos verifikasi KPU beberapa waktu lalu.

Diakui Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Perindo Berau Refliansyah, permintaan upeti tersebut terjadi sudah cukup lama. Yakni pada Desember tahun lalu.

Saat itu, oknum komisioner meminta uang senilai Rp 15 juta kepada pengurus Perindo, dengan dalih dapat memuluskan jalan mereka saat mengurus sistem informasi partai politik (sipol) dan sistem informasi calon (silon), sebagai syarat menjadi peserta pemilu 2019.

Mendapat laporan permintaan uang tersebut, Ketua DPD Partai Perindo Berau Ahmad Junaidi, langsung mengabulkannya. “Saat itu ketua juga enggak ada bilang-bilang, langsung kasih aja," ujarnya.

Saat itu juga, dirinya bersama pengurus partai lainnya, berniat untuk melaporkan oknum tersebut. Namun dengan berbagai pertimbangan, akhirnya niatan tersebut diurungkan.

Tapi, ketika masuk tahapan penetapan Daftar Calon Tetap (DCT), oknum tersebut justru mencoba mempersulit langkah Partai Perindo. Salah satu calegnya, yakni Ketua DPD Perindo Ahmad Junaidi, ditahan agar tidak masuk DCT.

Dari situ, oknum tersebut kembali berupaya meminta imbalan kepada pengurus Perindo, guna membantu meloloskan Ahmad Junaidi dalam penetapan DCT.

"Permintaan itu saya tahu, dan langsung saya tolak karena kami yakin seluruh persyaratan sudah terpenuhi. Dia (oknum komisioner) mempermasalahkan ketua (Ahmad Junaidi) karena sempat menjalani hukuman penjara, tapi kasusnya berbeda dengan yang dilarang mengikuti pemilu," jelasnya.

Tak sampai situ, pihaknya kembali menemukan adanya upaya mempersulit ketika proses verifikasi dana parpol. Hal itu membuat pengurus Partai Perindo harus mondar-mandir ke kantor KPU di Jalan Pemuda, untuk melakukan revisi. Hal itulah yang membuat Partai Perindo menjadi satu-satunya partai yang harus menyelesaikan verifikasi dana kampanye dengan pendampingan Bawaslu dan KPU.

"Pokoknya ada saja kesalahannya. Misalnya ditemukan kesalahan pada halaman 1 berkas kami. Langsung kami disuruh perbaiki. Hasil perbaikannya diserahkan, ada lagi ditemukan kesalahan di halaman 2, disuruh revisi lagi. Sampai seterusnya dan baru selesai di ujung deadline,” terang pria yang akrab disapa Refli itu.

Ditambahkan Refli, selain meminta imbalan Rp 15 juta, oknum komisioner KPU tersebut juga melakukan pinjaman dana Rp 15 juta kepada Ahmad Junaidi. "Itu kan enggak boleh, karena dia merupakan komisioner dan Junaidi adalah ketua partai. Jadi seolah-olah memanfaatkan posisinya sebagai penyelenggara pemilu," sambung Refli.

Intervensi bertubi kepada Partai Perindo, akhirnya membuat Refli dan pengurus lainnya geram. Sehingga memilih untuk melaporkan oknum komisioner tersebut ke Bawaslu Berau, September lalu.

Dikonfirmasi, Ketua KPU Berau Roby Maula, tidak menampik hal tersebut. Namun Roby belum bersedia memberikan keterangan lebih lanjut karena tengah berada di luar daerah.

"Benar informasi itu. Intinya KPU Berau menghormati dan kooperatif atas segala proses yang ada terkait delik aduan, dan prosesnya adalah kewenangan teman-teman Bawaslu Berau. Silakan dikonfirmasi kepada Bawaslu Berau," singkatnya melalui pesan WhatsApp.

Sementara Ketua Bawaslu Berau Nadirah, juga belum bisa memberikan keterangan karena tengah berada di Kota Balikpapan. "Karena ini menyangkut nama baik orang juga," singkatnya melalui pesan WhatsApp kepada Berau Post. (arp/udi)


BACA JUGA

Rabu, 26 Juni 2019 11:17

Nakhoda LCT Ditemukan Tewas

TANJUNG BATU - Nakhoda Landing Craft Tank (LCT) pengangkut koral…

Rabu, 26 Juni 2019 11:14

Bule Inggris dan Denmark Masuk Berau, Imigrasi Terpaksa Masuk Hutan

TANJUNG REDEB – Kunjungan ekowisata ratusan pelajar dari Inggris dan…

Selasa, 25 Juni 2019 15:27

Tersandung Kasus Tipikor, Suriadi Bakal Diberhentikan Sementara

TANJUNG REDEB - Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Berau…

Selasa, 25 Juni 2019 15:25

ABK Selamat, Nakhoda Belum Ditemukan

TANJUNG BATU – Landing Craft Tank (LCT) Sarwaguna 5 yang…

Selasa, 25 Juni 2019 15:25

Liburan Sekaligus Belajar Hutan Tropis

Bentang alam yang indah disertai beragam flora dan fauna di…

Selasa, 25 Juni 2019 15:24

Kapal Pengangkut Beras Karam

TANJUNG REDEB - Karamnya kapal motor (KM) Sitinurhalisa yang mengangkut…

Selasa, 25 Juni 2019 15:23

Alat Navigasi Bandara Kalimarau Rusak

TANJUNG REDEB - Alat navigasi, Very High Frequency Omnidirectional Range…

Senin, 24 Juni 2019 14:31

Stadion Mini Segera Dibangun di Teluk Bayur

TELUK BAYUR – Setelah melalui proses seleksi dan pertimbangan yang…

Senin, 24 Juni 2019 14:29

Hadiah Utama Sepeda Motor Menanti

TANJUNG REDEB - Semarak puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT)…

Minggu, 23 Juni 2019 01:06

Petakan Wilayah Rawan Bencana

TANJUNG REDEB - Bencana banjir yang terjadi di beberapa daerah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*