MANAGED BY:
RABU
19 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

PEMERINTAHAN

Jumat, 12 Oktober 2018 18:53
Jangan Heran, Akan Ada Kamar Tidur Bawah Laut Maratua

Pertemuan Wabup dengan Nico Barito Bahas Maratua 2025 (2-Habis)

AKRAB: Wabup Agus Tantomo bersama Ed Baker, konsultan untuk pengelolaan wisata Pulau Maratua.

PROKAL.CO, Tak perlu lagi disangsikan reputasi Ed Baker, perencana yang mendapat tugas mendesain ruang yang ada di Pulau Maratua. Karenanya, ia hanya butuh waktu yang relatif singkat untuk menuangkan imajinasinya dalam penataan ruang yang ada di pulau terdepan Kalimantan Timur itu. Hasilnya, mencengangkan. 

KETIKA Ed Baker mempresentasikan di hadapan Wabup Agus Tantomo, Nico Barito Dubes Seychelles serta para pemilik lahan, hanya butuh waktu tak lebih satu jam.”Kami tak ada celah untuk bertanya, semuanya sempurna,”kata Agus Tantomo. 

Karena itu, hasil perencanaan yang dituangkan sebagai Blue Print pembangunan pariwisata Maratua 2025.

Pada halaman depan tertulis Maratua Island Vision 2025 lalau ada logo Maratua 2025, logo Pemkab Berau dan Pemprov Kaltim, logo negara Seychelles serta BroadwayMalyan. Berbagai strategi yang dituangkan dalam buku edisi lux, tetap memperhatikan lingkungan tetap hijau dengan pola pembangunan kluster. Begitupun dengan kehidupan masyarakat tetap terjaga. Sebab masyarakat juga menjadi bagian secara keseluruhan pembangunan wisata di Maratua.

”Keberlangsungan hidup warga tetap dijaga,” kata Nico, mengomentari presentasi Ed Baker.

Berbagai fasilitas juga disiapkan. Mulai dari pusat belanja tradisional, pusat informasi wisata, pusat kesehatan dan home stay yang merupakan milik masyarakat. Dalam pengembangan kluster, Teluk Harapan menjadi pusat kota. Sementara dua lainnya menjadi sub. Di bagian lain Pulau Maratua akan dikembangkan pertanian organik, sehingga segala kebutuhan bisa terpenuhi sendiri.

Bagi pencinta olahraga golf yang juga menjadi daya tarik wisatawan, dalam perencanaan yang dilakukan Ed Baker, direncanakan resort golf sebanyak 18 hole. Banyak wisatawan seperti yang berkunjung ke beberapa negara, salah satu pertimbangan adalah ketersediaan lapangan golf. Luas lahan yang akan dikelola sekitar 2.415 hektare, dengan pola pengembangan 20 persen, 30 dan 40 persen.

Yang menarik, Maratua juga akan dibangun sebuah fasilitas penginapan tidak di daratan, melainkan akan dibangun di dasar laut. Pembangunan hotel bawah laut itu, dibangun beberapa kamar yang unik dan menggunakan teknologi berkelanjutan. Kehadiran fasilitas ini akan memberikan pengalaman baru dan sensasi di Pulau Maratua.

Terkait dengan konservasi alam, pembangunan wisata Maratua yang ditangani PT Pembangunan Pulau Nusantara, juga akan menyiapkan kawasan yang tetap terjaga. Mulai dari kawasan hutan, perlindungan penyu dan terumbu karang. Sehingga kehadiran pembangunan tersebut, sama sekali tetap menjaga berbagai kehidupan yang ada di laut maupun di daratan.

Yang jelas, keikutsertaan masyarakat menjadi bagian utama dalam membangun wisata. Masyarakat akan dilibatkan pada pusat pelatihan kecakapan dan pusat pengelolaan energi yang akan dimanfaatkan.

”Untuk arsitektur pembangunan, tetap menggunakan konsep lokal,”kata Nico.

Bagaimana wajah pariwisata yang akan dikembangkan di Pulau Maratua, akan terus berjalan. Apa yang telah dilakukan Ed Baker dalam merencanakan pulau yang berbentuk tapal kuda tersebut, akan memberikan kejutan baru. 

Bahwa, kelak Maratua akan sejajar dengan pulau wisata berkelas dunia, seperti Maldives maupun pulau wisata yang ada di Thailand termasuk Seychelles sendiri.  Sebab bukan tidak beralasan, setelah Ed Baker bertemu beberapa pengusaha dari Uni Emirat Arab (UEA), ternyata mampu menarik perhatian untuk ikut berinvestasi.

Lalu seperti apa bagunan hotel dengan kamar yang ada di bawah laut, masih harus menunggu. Dan itu bakal terwujud menjadi kenyataan. Tidur lelap sambil menikmati pemandangan terumbu karang yang kabarnya sekitar 76 persen spesies coral dunia ada di Coral Triangel termasuk di Maratua. (hms/app)


BACA JUGA

Rabu, 19 Desember 2018 13:57

Pemkab Gelar Rakor Penanggulangan Kemiskinan

TANJUNG REDEB - Pemkab Berau menggelar Rapat Koodinasi (Rakor) percepatan…

Rabu, 19 Desember 2018 13:56

Mahasiswa Berau di Samarinda Gelar Sosialisasi Edukatif

TANJUNG REDEB - Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Berau (KPMKB)…

Rabu, 19 Desember 2018 13:52

Sejumlah ASN Raih Penghargaan Korpri Awards 2018

TANJUNG REDEB - Sejumlah aparatur sipil negara (ASN) menerima penghargaan…

Rabu, 19 Desember 2018 13:51

Sinergi dan Akselerasi Kejayaan Perkebunan

TANJUNG REDEB — Dinas Perkebunan Kabupaten Berau menggelar syukuran memperingati…

Selasa, 18 Desember 2018 12:46

Bupati Lantik 135 Pejabat Struktural

TANJUNG REDEB - Gerbong mutasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Selasa, 18 Desember 2018 12:44

Dishub Kini Dilengkapi Mobil Derek

TANJUNG REDEB - Guna mengoptimalkan kinerja pengawasan parkir kendaraan yang…

Selasa, 18 Desember 2018 12:42

Jalan Pendekat Butuh Suntikan Rp 10 M

TANJUNG REDEB - Meski belum selesai, jalan pendekat poros Tanjung…

Selasa, 18 Desember 2018 12:38

ASN Dituntut Kreatif dan Inovatif

TANJUNG REDEB - Pemkab Berau terus melakukan berbagai kebijakan pembangunan…

Senin, 17 Desember 2018 15:11

Akhir Desember Jalan HARM Ayoeb Dikerjakan

TANJUNG REDEB - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau, terus berupaya melakukan…

Senin, 17 Desember 2018 15:09

Putus Rantai Penjualan Aksesori dari Karapas Penyu

TANJUNG REDEB - Masih adanya penjualan aksesori berbahan baku karapas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .