MANAGED BY:
RABU
23 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Sabtu, 13 Oktober 2018 14:09
Diprediksi Perubahan Pola Konsumsi

Imbas Kenaikan BBM Nonsubsidi

NAIK DRASTIS: Kenaikan harga BBM nonsubsidi diprediksi akan membuat perubahan pola pemakaian BBM.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Penetapan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi oleh PT Pertamina pada Rabu (10/10) membuat kaget sejumlah pihak. Pertamina beralasan kenaikan jenis BBM seperti Pertamax dan Dexlite berdasarkan pengaruh harga jual minyak dunia saat ini.

Anggota Himpunan Pengusaha Swasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Kaltim, Rudi Nurul Salim menjelaskan, harga Pertamax yang saat ini mencapai Rp 10.600 per liter, diprediksi akan membuat perubahan pola konsumsi BBM.

Ia khawatir pengguna Pertamax akan beralih menggunakan Premium. Sebab, untuk BBM jenis Premium yang disubsidi pemerintah, tidak mengalami kenaikan.

“Padahal Premium ini peruntukannya untuk masyarakat kelas menengah ke bawah. Sementara untuk pasar Pertamax memang untuk pengendara yang kendaraannya membutuhkan RON di atas 90. Nah, kekhawatirannya ada terjadi perubahan pola konsumsi. Karena Rp 10.600 per liter itu cukup mahal,” katanya kepada Berau Post, Jumat (12/10).

Selain itu, ia menjelaskan, risiko lainnya adalah adalah berkurangnya konsumsi BBM nonsubsidi. Padahal pasokan BBM jenis Premium saat ini masih kurang. Terlihat dari banyaknya antrean kendaraan di sejumlah SPBU. “Konsumsi BBM jenis Premium akan meningkat, yang membuat antrean kendaraan kian panjang,” terangnya.

Patut diketahui, harga BBM nonsubsidi seperti Pertalite saat ini Rp 8.000, Pertamax Rp 10.600, Dexlite Rp 10.700 dan Solar Industri Rp 10.250 tiap liternya.

Rudi juga menjelaskan, kenaikan BBM nonsubsidi akan memengaruhi sejumlah sektor perekonomian di Berau. Salah satu yang paling terdampak adalah jasa penyedia transportasi atau pengiriman barang.

“Bisnis ekspedisi yang paling banyak terdampak. Atau sektor lain yang menggunakan Solar industri. Seperti pertambangan batu bara yang unit operasionalnya tidak boleh menggunakan BBM subsidi. Ini juga akan meningkatkan biaya operasional dari sektor tersebut,” terangnya.

Namun, untuk soal daya beli di Berau ujarnya, tidak akan terlalu berpengaruh. Sebab, pola konsumsi masyarakat Bumi Batiwakkal cenderung mampu. Sehingga tidak memberi dampak signifikan terhadap ekonomi makro.

“Kalau secara menyeluruh mungkin tidak terlalu. Dampak langsung hanya perubahan pola konsumsi. Dan itu wajar, karena masyarakat pasti lebih memilih yang murah,” ucapnya.

Satu hal yang penting menurut Rudi adalah Pertamina mampu menyediakan pasokan BBM bagi masyarakat Berau. “Untuk di Berau yang terpenting pasokan. Kalau pasokannya tidak ada, masyarakat juga susah,” pungkasnya. (rio2)


BACA JUGA

Rabu, 16 Januari 2019 14:05

Harga Lada Masih Anjlok

BATU PUTIH - Harga lada masih jadi sorotan petani, khususnya…

Jumat, 11 Januari 2019 16:38

Operasi Pasar Belum Mempan

TANJUNG REDEB – Operasi pasar yang dilakukan jajaran Pemkab Berau…

Jumat, 11 Januari 2019 14:07

Dapat Kucuran Rp 2,4 Milliar, Pemkab Bakal Bangun Dua Pasar

TANJUNG REDEB - Pemkab Berau kembali mendapat kucuran anggaran dari…

Jumat, 11 Januari 2019 13:57

Jumlah Penerima Rastra Turun

DATA penerima Beras Sejahtera (Rastra) oleh warga tak mampu di…

Kamis, 10 Januari 2019 13:13

Produksi Budidaya Tembus 2.358 Ton

HASIL produksi budidaya perikanan tahun 2018 mampu melebihi target. Dinas Perikanan…

Kamis, 10 Januari 2019 13:07

Stok Melimpah, Bawang Merah Tetap Mahal

TELUK BAYUR – Memasuki awal tahun 2019, pergerakan harga komoditas…

Sabtu, 05 Januari 2019 11:51

Asosiasi Pedagang Pasar Kering Minta Dilibatkan

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau diminta Ketua Asosiasi…

Jumat, 04 Januari 2019 00:49

Tak Hanya Pertanian, Peternakan Sapi Dikembangkan

TALISAYAN - Pengembangan pertanian di Kampung Eka Sapta Kecamatan Talisayan,…

Jumat, 04 Januari 2019 00:47

Harga Kebutuhan Pokok Dinilai Masih Mahal

TANJUNG REDEB - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Berau, minta…

Senin, 31 Desember 2018 14:38

Ayam Mahal, Jagung Diburu Warga

TANJUNG REDEB – Jelang pergantian tahun, pedagang jagung dadakan menjamur…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*