MANAGED BY:
KAMIS
13 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Sabtu, 13 Oktober 2018 14:10
Detak Jantung di Multaqa, Pertemuan Ulama Se-Kaltim
Zainal Hakim, S.Th.I

PROKAL.CO, RABU dan Kamis (10-11 September 2018) Iring-iringan roda empat dari Berau tiba di Samarinda. Diperkirakan ada 20-30 mobil yang berangkat dari Berau dengan tujuan yang sama.

Tujuannya untuk menghadiri rangkaian Dakwah Habib Umar Hafidz dari Tarim-Hadramaut. Kebetulan beliau pertama kali menginjakkan kaki mulianya di Kalimantan Timur.

Bagi para pegiat dakwah Aswaja (Ahlussunnah Wal Jama'ah) dan para pecinta dakwah Aswaja, nama Habib Umar Hafizh bukan nama yang asing.  Dakwahnya, baik melalui media lisan dan tulisan telah mendunia. Apalagi murid-muridnya yang begitu banyak tersebar di dunia dan secara khusus di Indonesia, menambah harum nama Habib Umar Hafizh.

Sehingga tidak berlebihan jika Habib Umar Hafizh dinobatkan sebagai ulama paling berpengaruh di dunia untuk kalangan Aswaja.

Kemarin (12/10) adalah rangkaian ketiga dakwah Habib Umar Hafizh di Bumi Etam. Setelah sebelumnya Kamis (11/10) telah diadakan pertemuan Alawiyin (para Zuriat Rasulullah SAW) se-Kaltim di Hotel Bumi Senyiur Samarinda dan Tabligh Akbar di Gor Sempaja.

Kemarin, Habib Umar Hafizh bertatap muka langsung dengan perwakilan ulama se-Kaltim. Kurang lebih 1.000 ulama berkumpul di Aula Islamic Center Samarinda, alhamdulillah Berau mendapat kouta perwakilan 20 ulama.

Ketika memasuki Aula Islamic Center Samarinda, berdebar hati penulis ketika melihat banner acara yang terpampang foto Habib Umar Hafizh dengan tulisan kutipan Q.S. Fathir ayat 28 yang terjemahnya, “Sungguh yang benar-benar takut kepada Allah adalah ulama.”

Ilmu agama yang mendalam, kepakaran dalam materi-materi spritual bukanlah substansi ke-ulamaan. Namun substansi ke-ulamaan sebenarnya adalah komitmen satu pribadi untuk selalu takut kepada Allah.

Jika satu pribadi berkomitmen takut kepada Allah, sekalipun pas-pasan materi keagamaan yang ia kuasai, setidaknya dia telah memperoleh substansi ke-ulamaan. Ada yang tak berbaju ulama, namun Ulama. Dan boleh jadi yang beratribut ulama lengkap, sejatinya kering dari substansi ke-ulamaan. (*/rio)

*) Ketua Yayasan Nusantara Bhakti Ulama (YANABIL) Berau.


BACA JUGA

Rabu, 12 Desember 2018 14:24

Jadikan Pusat Perbelanjaan

KETIKA awal dikerjakan, pasar ini belum punya nama. Ini lokasi…

Senin, 10 Desember 2018 14:14

Manjakan Pejalan Kaki

MINIMNYA anggaran di tahun 2018 ini, tak berarti Pemkab Berau…

Minggu, 09 Desember 2018 08:21

Catatan Pak Daeng

DATANGLAH ke Talisayan. Banyak hal menarik yang bisa disaksikan.  Bukan…

Jumat, 07 Desember 2018 13:29

Sedikit Lagi, Kata Pak Dahlan

ENTAH seberapa banyak bedanya, ketika Pak Dahlan Iskan membandingkan Bandara…

Jumat, 30 November 2018 13:59

Manajemen Pendidikan di Indonesia

“PEMIMPIN yang tak melakukan kesalahan adalah pemimpin yang tak melakukan…

Sabtu, 24 November 2018 13:44

Peran Sektor Pariwisata di Indonesia

”MASALAH ekonomi Indonesia sudah terlalu ruwet dan ribet. Tidak bisa…

Sabtu, 17 November 2018 11:38

Authentic Relationship Membentuk Karakter Positif

APA itu Authentic relationship? Istilah ini dari bahasa Inggris. Bila…

Rabu, 31 Oktober 2018 00:42

Masyarakat Tanpa Miras

MINUMAN keras atau minuman beralkohol jelas hukumnya haram dalam pandangan…

Minggu, 28 Oktober 2018 11:41

Tolak Bala

BELAKANGAN ramai status media sosial masyarakat Pulau Maratua tengah mengadakan…

Jumat, 26 Oktober 2018 13:36

Hujan Jadi Berkah bagi Petani Sayur

TANJUNG REDEB - Hujan yang terus mengguyur Tanjung Redeb dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .