MANAGED BY:
MINGGU
17 FEBRUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Sabtu, 13 Oktober 2018 14:10
Detak Jantung di Multaqa, Pertemuan Ulama Se-Kaltim
Zainal Hakim, S.Th.I

PROKAL.CO, RABU dan Kamis (10-11 September 2018) Iring-iringan roda empat dari Berau tiba di Samarinda. Diperkirakan ada 20-30 mobil yang berangkat dari Berau dengan tujuan yang sama.

Tujuannya untuk menghadiri rangkaian Dakwah Habib Umar Hafidz dari Tarim-Hadramaut. Kebetulan beliau pertama kali menginjakkan kaki mulianya di Kalimantan Timur.

Bagi para pegiat dakwah Aswaja (Ahlussunnah Wal Jama'ah) dan para pecinta dakwah Aswaja, nama Habib Umar Hafizh bukan nama yang asing.  Dakwahnya, baik melalui media lisan dan tulisan telah mendunia. Apalagi murid-muridnya yang begitu banyak tersebar di dunia dan secara khusus di Indonesia, menambah harum nama Habib Umar Hafizh.

Sehingga tidak berlebihan jika Habib Umar Hafizh dinobatkan sebagai ulama paling berpengaruh di dunia untuk kalangan Aswaja.

Kemarin (12/10) adalah rangkaian ketiga dakwah Habib Umar Hafizh di Bumi Etam. Setelah sebelumnya Kamis (11/10) telah diadakan pertemuan Alawiyin (para Zuriat Rasulullah SAW) se-Kaltim di Hotel Bumi Senyiur Samarinda dan Tabligh Akbar di Gor Sempaja.

Kemarin, Habib Umar Hafizh bertatap muka langsung dengan perwakilan ulama se-Kaltim. Kurang lebih 1.000 ulama berkumpul di Aula Islamic Center Samarinda, alhamdulillah Berau mendapat kouta perwakilan 20 ulama.

Ketika memasuki Aula Islamic Center Samarinda, berdebar hati penulis ketika melihat banner acara yang terpampang foto Habib Umar Hafizh dengan tulisan kutipan Q.S. Fathir ayat 28 yang terjemahnya, “Sungguh yang benar-benar takut kepada Allah adalah ulama.”

Ilmu agama yang mendalam, kepakaran dalam materi-materi spritual bukanlah substansi ke-ulamaan. Namun substansi ke-ulamaan sebenarnya adalah komitmen satu pribadi untuk selalu takut kepada Allah.

Jika satu pribadi berkomitmen takut kepada Allah, sekalipun pas-pasan materi keagamaan yang ia kuasai, setidaknya dia telah memperoleh substansi ke-ulamaan. Ada yang tak berbaju ulama, namun Ulama. Dan boleh jadi yang beratribut ulama lengkap, sejatinya kering dari substansi ke-ulamaan. (*/rio)

*) Ketua Yayasan Nusantara Bhakti Ulama (YANABIL) Berau.


BACA JUGA

Jumat, 15 Februari 2019 14:25

Fenomena Kelangkaan BBM

BERULANGNYA fenomena antrean kendaraan roda 2 dan 4 di setiap…

Jumat, 15 Februari 2019 14:21

Kisah Pasar Batu

CIKAL bakal hadirnya sebuah pasar di Tanjung Redeb, punya cerita…

Selasa, 12 Februari 2019 13:23

Bukti Kebrutalan Jepang

SEPINTAS tak ada hal yang luar biasa. Sama dengan kompleks…

Senin, 11 Februari 2019 12:42

Namanya Prengki

AKHIR pekan lalu, saya hadir di acara keluarga yang di…

Rabu, 30 Januari 2019 13:31

Ada “Freeport” di Long Sului

LETAKNYA nun jauh di Hulu sungai Kelay. Tak ada jaringan…

Selasa, 29 Januari 2019 15:24

Ilmu Penolak Badai

SETIAP berkunjung ke Tanjung Batu, ibu kota Kecamatan Pulau Derawan,…

Senin, 28 Januari 2019 13:44

Ancur Paddas Minggu Pagi

SAYA ingin menyapa teman-teman Garuda Indonesia yang tugas di Berau.…

Jumat, 25 Januari 2019 14:40

Asyiknya Berburu Cakar

SAYA masih ingat persis, ketika sebuah kapal kayu yang tenggelam…

Selasa, 22 Januari 2019 14:25

Revitalisasi Kader Ikatan Dalam Regenerasi Kepemimpinan

SETIAP masa pasti ada kepemimpinannya dan setiap pemimpin pasti ada…

Selasa, 22 Januari 2019 14:13

Perjuangan Pak Ir

HARI Sabtu (19/1) saya ikut penerbangan dari Balikpapan ke Kalimarau,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*