MANAGED BY:
MINGGU
26 MEI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Sabtu, 13 Oktober 2018 14:10
Detak Jantung di Multaqa, Pertemuan Ulama Se-Kaltim
Zainal Hakim, S.Th.I

PROKAL.CO, RABU dan Kamis (10-11 September 2018) Iring-iringan roda empat dari Berau tiba di Samarinda. Diperkirakan ada 20-30 mobil yang berangkat dari Berau dengan tujuan yang sama.

Tujuannya untuk menghadiri rangkaian Dakwah Habib Umar Hafidz dari Tarim-Hadramaut. Kebetulan beliau pertama kali menginjakkan kaki mulianya di Kalimantan Timur.

Bagi para pegiat dakwah Aswaja (Ahlussunnah Wal Jama'ah) dan para pecinta dakwah Aswaja, nama Habib Umar Hafizh bukan nama yang asing.  Dakwahnya, baik melalui media lisan dan tulisan telah mendunia. Apalagi murid-muridnya yang begitu banyak tersebar di dunia dan secara khusus di Indonesia, menambah harum nama Habib Umar Hafizh.

Sehingga tidak berlebihan jika Habib Umar Hafizh dinobatkan sebagai ulama paling berpengaruh di dunia untuk kalangan Aswaja.

Kemarin (12/10) adalah rangkaian ketiga dakwah Habib Umar Hafizh di Bumi Etam. Setelah sebelumnya Kamis (11/10) telah diadakan pertemuan Alawiyin (para Zuriat Rasulullah SAW) se-Kaltim di Hotel Bumi Senyiur Samarinda dan Tabligh Akbar di Gor Sempaja.

Kemarin, Habib Umar Hafizh bertatap muka langsung dengan perwakilan ulama se-Kaltim. Kurang lebih 1.000 ulama berkumpul di Aula Islamic Center Samarinda, alhamdulillah Berau mendapat kouta perwakilan 20 ulama.

Ketika memasuki Aula Islamic Center Samarinda, berdebar hati penulis ketika melihat banner acara yang terpampang foto Habib Umar Hafizh dengan tulisan kutipan Q.S. Fathir ayat 28 yang terjemahnya, “Sungguh yang benar-benar takut kepada Allah adalah ulama.”

Ilmu agama yang mendalam, kepakaran dalam materi-materi spritual bukanlah substansi ke-ulamaan. Namun substansi ke-ulamaan sebenarnya adalah komitmen satu pribadi untuk selalu takut kepada Allah.

Jika satu pribadi berkomitmen takut kepada Allah, sekalipun pas-pasan materi keagamaan yang ia kuasai, setidaknya dia telah memperoleh substansi ke-ulamaan. Ada yang tak berbaju ulama, namun Ulama. Dan boleh jadi yang beratribut ulama lengkap, sejatinya kering dari substansi ke-ulamaan. (*/rio)

*) Ketua Yayasan Nusantara Bhakti Ulama (YANABIL) Berau.


BACA JUGA

Sabtu, 25 Mei 2019 13:08

Jangan Takut Kehabisan

SEMUA konsentrasi jelang Lebaran. Juga angkutan kapal laut maupun Kapal…

Jumat, 24 Mei 2019 14:23

Menangis Dalam Hati

  ADA banyak infrastruktur yang ditinggalkan, pasca kegiatan penambangan batu…

Rabu, 22 Mei 2019 15:10

Tumpeng untuk Senior

RASANYA baru kemarin. Balita itu kini beranjak, dan memasuki masa…

Selasa, 21 Mei 2019 16:19

Pak Ali Memang Jooss

ENTAH kapan dimulainya berjualan dengan menggunakan kendaraan (Food Car). Di…

Senin, 20 Mei 2019 14:06

Tak Memenuhi Syarat

BULAN puasa, saatnya menjaring pahala sebanyak-banyaknya. Bukan hanya pada siang…

Sabtu, 18 Mei 2019 13:56

Penukaran Uang

BUKAN jadi persoalan yang muncul belakangan. Sejak awal dibukanya Pasar…

Jumat, 17 Mei 2019 14:23

Isyarat Jempol Diana

BUKAN hanya beban puncak pemakaian listrik maupun air bersih yang…

Kamis, 16 Mei 2019 13:02

Butuh Dua Huruf Baru

SELAIN yang ada di Gunung Tabur, ada museum yang tidak…

Rabu, 15 Mei 2019 16:45

Peredaran Uang

HARI kesembilan bulan puasa, tak menyusutkan warga untuk datang ke…

Selasa, 14 Mei 2019 14:09

Mendidik Generasi Z di Zaman VUCA

BAGI guru, mendidik dan mentransfer ilmu merupakan kegiatan yang tak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*