MANAGED BY:
RABU
21 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Rabu, 17 Oktober 2018 13:36
Petani di Labanan Jaya Gagal Panen

Sarankan Bantuan Tidak lewat Kelompok Tani

SAWAH: Sekitar 1 Ha sawah milik Kasman, petani di Kampung Labanan Jaya mengalami gagal panen.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Petani padi sawah di Kampung Labanan Jaya, Kecamatan Teluk Bayur, ada yang mengalami gagal panen. Penyebabnya, karena hama dan bibit juga ada yang tidak tumbuh.

Seperti yang dialami Kasman, petadi padi sawah di Labanan Jaya. Sawahnya yang gagal panen mencapai 1 hektare (Ha). Dikatakannya, meski sudah melakukan metode penanaman seperti biasanya, namun hasil tak sesuai yang diharapkan.

“Biasanya tumbuh dulu baru kami sulam. Tapi ini ada yang tidak sempat disulam dan bibit malah tidak tumbuh, malah  mati. Tidak hanya itu sebagian juga ada yang dimakan tikus dan keong," ujarnya kepada Berau Post, Selasa (16/10) kemarin.

Disebutkan Kasman, jika sebelumnya hasil panen dari padi yang ditanam 1 haktare mampu memproduksi  50 hingga 80 karung. Tahun ini, diakuinya mengalami penurunan yang cukup pesat.

"Alhamdulillah masih bisa dapat 30 karung. Ini masih mending bahkan petani lain ada yang 1 haktare hanya panen cuman 3 karung saja," katanya.

Yang menjadi kendala pihaknya saat ini apabila mengalami gagal panen, jika seharusnya keuntungan dari penjualan beras digunakan  untuk meningkatkan produksi, terpaksa hanya bisa menutup biaya membeli obat, bibit, pupuk dan sebagainya.

"Belum lagi kami harus menyewa alat bajak sawah dengan biaya kisaran Rp 800 ribu hingga 1 juta per haktare nya," jelasnya.

Sementara itu, saat ditanya mengenai bantuan yang diberikan oleh Pemkab Berau, sempat ada berupa bibit. Namun, saat ini bantuan tersebut sudah tidak ada lagi.

 "Kami harapkan ada bantuan untuk kami, seperti bibit, pupuk dan racun untuk hama. Karena memang kami agak kesulitan untuk biaya seperti pupuk, racun dan sebagainya tidak murah harganya," bebernya.

Tidak hanya itu, ia juga menambahkan, apabila ada bantuan yang diberikan kalau bisa tidak diberikan kepada kelompok tani. Hal ini menurutnya akan percuma, jika ujung-ujungnya bantuan yang diberikan hanya bisa dinikmati oleh orang-orang tertentu saja.

"Kalau bisa secara langsung diserahkan ke petani. Karena apabila sudah diserahkan ke kelompok tani biasanya tidak menikmati itu. Seperti bantuan berupa alat bajak yang diberikan kepada salah satu kelompok tani yang ada disini. Buktinya sampai saat ini kami harus menyewa juga," pungkasnya. (*/oke/app)


BACA JUGA

Senin, 19 November 2018 14:04

Harga Jual Menurun

BATU PUTIH – Sektor pertanian jagung menjadi salah satu sektor…

Sabtu, 17 November 2018 11:37

Pertanian di Kampung Bumi Jaya Perlu Solusi

TALISAYAN – Hanya mengandalkan hujan, warga Kampung Bumi Jaya, Kecamatan…

Jumat, 16 November 2018 12:12

Kepala UPTD “Takut” Tindak Pedagang Luar Berau

TANJUNG REDEB – Pasar subuh belum juga tertib hingga saat…

Rabu, 14 November 2018 10:34

Beegh..Beegh..Sarang Walet Capai 500 Usaha, Tapi Baru Tiga Berizin

TANJUNG REDEB – Usaha sarang walet rumahan kian tumbuh di…

Selasa, 13 November 2018 10:53

Jagung Masih Prioritas, Harga Pasar Diharapkan Tetap

TALISAYAN - Potensi pertanian di Kampung Eka Sapta Kecamatan Talisayan,…

Selasa, 13 November 2018 10:45

Bandeng Langka, Harga Naik

TANJUNG REDEB – Ikan bandeng di Pasar Sanggam Adji Dilayas…

Senin, 12 November 2018 20:29

Tunjukkan Potensi Perikanan

TALISAYAN - Sebagai bentuk rasa syukur, masyarakat di Kampung Talisayan…

Senin, 12 November 2018 20:27

17.000 Ha Lahan Sawit Belum Punya STDB

TANJUNG REDEB – Dinas Perkebunan Kabupaten Berau mendata luasan lahan…

Sabtu, 10 November 2018 14:26

Harga Mahal, Dukung Pembangunan Pabrik Semen

BIDUKBIDUK – Harga semen di Kampung Teluk Sumbang, Kecamatan Bidukbiduk…

Sabtu, 10 November 2018 13:59

Penyerapan Beras Lokal, Masih Bekutat dengan HPP

TANJUNG REDEB - Ada beberapa alasan sampai saat ini, Badan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .