MANAGED BY:
RABU
23 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Rabu, 17 Oktober 2018 13:36
Petani di Labanan Jaya Gagal Panen

Sarankan Bantuan Tidak lewat Kelompok Tani

SAWAH: Sekitar 1 Ha sawah milik Kasman, petani di Kampung Labanan Jaya mengalami gagal panen.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Petani padi sawah di Kampung Labanan Jaya, Kecamatan Teluk Bayur, ada yang mengalami gagal panen. Penyebabnya, karena hama dan bibit juga ada yang tidak tumbuh.

Seperti yang dialami Kasman, petadi padi sawah di Labanan Jaya. Sawahnya yang gagal panen mencapai 1 hektare (Ha). Dikatakannya, meski sudah melakukan metode penanaman seperti biasanya, namun hasil tak sesuai yang diharapkan.

“Biasanya tumbuh dulu baru kami sulam. Tapi ini ada yang tidak sempat disulam dan bibit malah tidak tumbuh, malah  mati. Tidak hanya itu sebagian juga ada yang dimakan tikus dan keong," ujarnya kepada Berau Post, Selasa (16/10) kemarin.

Disebutkan Kasman, jika sebelumnya hasil panen dari padi yang ditanam 1 haktare mampu memproduksi  50 hingga 80 karung. Tahun ini, diakuinya mengalami penurunan yang cukup pesat.

"Alhamdulillah masih bisa dapat 30 karung. Ini masih mending bahkan petani lain ada yang 1 haktare hanya panen cuman 3 karung saja," katanya.

Yang menjadi kendala pihaknya saat ini apabila mengalami gagal panen, jika seharusnya keuntungan dari penjualan beras digunakan  untuk meningkatkan produksi, terpaksa hanya bisa menutup biaya membeli obat, bibit, pupuk dan sebagainya.

"Belum lagi kami harus menyewa alat bajak sawah dengan biaya kisaran Rp 800 ribu hingga 1 juta per haktare nya," jelasnya.

Sementara itu, saat ditanya mengenai bantuan yang diberikan oleh Pemkab Berau, sempat ada berupa bibit. Namun, saat ini bantuan tersebut sudah tidak ada lagi.

 "Kami harapkan ada bantuan untuk kami, seperti bibit, pupuk dan racun untuk hama. Karena memang kami agak kesulitan untuk biaya seperti pupuk, racun dan sebagainya tidak murah harganya," bebernya.

Tidak hanya itu, ia juga menambahkan, apabila ada bantuan yang diberikan kalau bisa tidak diberikan kepada kelompok tani. Hal ini menurutnya akan percuma, jika ujung-ujungnya bantuan yang diberikan hanya bisa dinikmati oleh orang-orang tertentu saja.

"Kalau bisa secara langsung diserahkan ke petani. Karena apabila sudah diserahkan ke kelompok tani biasanya tidak menikmati itu. Seperti bantuan berupa alat bajak yang diberikan kepada salah satu kelompok tani yang ada disini. Buktinya sampai saat ini kami harus menyewa juga," pungkasnya. (*/oke/app)


BACA JUGA

Rabu, 16 Januari 2019 14:05

Harga Lada Masih Anjlok

BATU PUTIH - Harga lada masih jadi sorotan petani, khususnya…

Jumat, 11 Januari 2019 16:38

Operasi Pasar Belum Mempan

TANJUNG REDEB – Operasi pasar yang dilakukan jajaran Pemkab Berau…

Jumat, 11 Januari 2019 14:07

Dapat Kucuran Rp 2,4 Milliar, Pemkab Bakal Bangun Dua Pasar

TANJUNG REDEB - Pemkab Berau kembali mendapat kucuran anggaran dari…

Jumat, 11 Januari 2019 13:57

Jumlah Penerima Rastra Turun

DATA penerima Beras Sejahtera (Rastra) oleh warga tak mampu di…

Kamis, 10 Januari 2019 13:13

Produksi Budidaya Tembus 2.358 Ton

HASIL produksi budidaya perikanan tahun 2018 mampu melebihi target. Dinas Perikanan…

Kamis, 10 Januari 2019 13:07

Stok Melimpah, Bawang Merah Tetap Mahal

TELUK BAYUR – Memasuki awal tahun 2019, pergerakan harga komoditas…

Sabtu, 05 Januari 2019 11:51

Asosiasi Pedagang Pasar Kering Minta Dilibatkan

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau diminta Ketua Asosiasi…

Jumat, 04 Januari 2019 00:49

Tak Hanya Pertanian, Peternakan Sapi Dikembangkan

TALISAYAN - Pengembangan pertanian di Kampung Eka Sapta Kecamatan Talisayan,…

Jumat, 04 Januari 2019 00:47

Harga Kebutuhan Pokok Dinilai Masih Mahal

TANJUNG REDEB - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Berau, minta…

Senin, 31 Desember 2018 14:38

Ayam Mahal, Jagung Diburu Warga

TANJUNG REDEB – Jelang pergantian tahun, pedagang jagung dadakan menjamur…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*