MANAGED BY:
SENIN
22 APRIL
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Rabu, 17 Oktober 2018 13:36
Petani di Labanan Jaya Gagal Panen

Sarankan Bantuan Tidak lewat Kelompok Tani

SAWAH: Sekitar 1 Ha sawah milik Kasman, petani di Kampung Labanan Jaya mengalami gagal panen.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Petani padi sawah di Kampung Labanan Jaya, Kecamatan Teluk Bayur, ada yang mengalami gagal panen. Penyebabnya, karena hama dan bibit juga ada yang tidak tumbuh.

Seperti yang dialami Kasman, petadi padi sawah di Labanan Jaya. Sawahnya yang gagal panen mencapai 1 hektare (Ha). Dikatakannya, meski sudah melakukan metode penanaman seperti biasanya, namun hasil tak sesuai yang diharapkan.

“Biasanya tumbuh dulu baru kami sulam. Tapi ini ada yang tidak sempat disulam dan bibit malah tidak tumbuh, malah  mati. Tidak hanya itu sebagian juga ada yang dimakan tikus dan keong," ujarnya kepada Berau Post, Selasa (16/10) kemarin.

Disebutkan Kasman, jika sebelumnya hasil panen dari padi yang ditanam 1 haktare mampu memproduksi  50 hingga 80 karung. Tahun ini, diakuinya mengalami penurunan yang cukup pesat.

"Alhamdulillah masih bisa dapat 30 karung. Ini masih mending bahkan petani lain ada yang 1 haktare hanya panen cuman 3 karung saja," katanya.

Yang menjadi kendala pihaknya saat ini apabila mengalami gagal panen, jika seharusnya keuntungan dari penjualan beras digunakan  untuk meningkatkan produksi, terpaksa hanya bisa menutup biaya membeli obat, bibit, pupuk dan sebagainya.

"Belum lagi kami harus menyewa alat bajak sawah dengan biaya kisaran Rp 800 ribu hingga 1 juta per haktare nya," jelasnya.

Sementara itu, saat ditanya mengenai bantuan yang diberikan oleh Pemkab Berau, sempat ada berupa bibit. Namun, saat ini bantuan tersebut sudah tidak ada lagi.

 "Kami harapkan ada bantuan untuk kami, seperti bibit, pupuk dan racun untuk hama. Karena memang kami agak kesulitan untuk biaya seperti pupuk, racun dan sebagainya tidak murah harganya," bebernya.

Tidak hanya itu, ia juga menambahkan, apabila ada bantuan yang diberikan kalau bisa tidak diberikan kepada kelompok tani. Hal ini menurutnya akan percuma, jika ujung-ujungnya bantuan yang diberikan hanya bisa dinikmati oleh orang-orang tertentu saja.

"Kalau bisa secara langsung diserahkan ke petani. Karena apabila sudah diserahkan ke kelompok tani biasanya tidak menikmati itu. Seperti bantuan berupa alat bajak yang diberikan kepada salah satu kelompok tani yang ada disini. Buktinya sampai saat ini kami harus menyewa juga," pungkasnya. (*/oke/app)


BACA JUGA

Jumat, 19 April 2019 11:04

Petani Fokus Kembangkan Jagung

TALISAYAN - Pemerintah Kampung Campur Sari tahun ini akan fokus…

Rabu, 10 April 2019 15:31

Serius Garap Sektor Pertanian

TALISAYAN – Sektor pertanian masih menjadi andalan masyarakat di Kecamatan…

Rabu, 03 April 2019 13:27

Harga Sarang Walet Rumahan Turun

TALISAYAN - Harga sarang burung walet rumahan di Kabupaten Berau…

Senin, 01 April 2019 11:51

Harga Tiket Kelas Ekonomi Turun

TANJUNG REDEB - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI merilis peraturan tentang tarif…

Selasa, 19 Maret 2019 13:03

Dinas Perikanan Pasang Target Tinggi

TANJUNG REDEB – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan Berau…

Senin, 18 Maret 2019 14:56

Kembangkan Perkebunan Kelapa, Petani Usulkan Bibit

BIDUKBIDUK – Perkebunan kelapa cukup potensi dikembangkan di Kampung Giring-Giring,…

Jumat, 15 Maret 2019 15:06

Peternak Usulkan 200 Ekor Sapi

TALISAYAN – Pemerintah Kampung Bumi Jaya, Kecamatan Talisayan, mengusulkan pengadaan…

Kamis, 14 Maret 2019 13:55

Olah Limbah Kelapa jadi Barang Bernilai Ekonomis

BIDUKBIDUK – Kampung Giring-Giring, Kecamatan Bidukbiduk dikenal dengan tanaman kelapa.…

Kamis, 28 Februari 2019 14:26

Cepuak Bangun Sarang Walet Rumahan

TALISAYAN - Investasi sarang walet rumahan cukup menggiurkan. Terlebih harga…

Senin, 18 Februari 2019 13:22

Berau Jadi Sentra Jagung Kaltim

TANJUNG REDEB – Berau yang berada di ujung Kalimantan Timur…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*