MANAGED BY:
SENIN
22 APRIL
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Rabu, 17 Oktober 2018 13:41
63 Warga Palu Mengungsi ke Bidukbiduk.
JADI TEMPAT MENGUNGSI: Kecamatan Bidukbiduk juga menjadi tempat mengungsi warga Palu yang menjadi korban gempa dan tsunami

PROKAL.CO, BIDUKBIDUK - Pasca gempa dan tsunami puluhan warga korban gempa dari Palu berbondong-bondong mengungsi ke wilayah pesisir selatan Berau, khususnya di Kecamatan Bidukbiduk.

Pengungsian wilayah tersebut bukan tanpa alasan, selain dinilai aman, puluhan korban gempa dan tsunami itu juga memiliki keluarga di sana.

Camat Bidukbiduk, Syafri, saat dikonfirmasi Berau Post, membenarkan perihal pengungsian tersebut. Ia mengatakan, saat ini, seluruh aparatur kampung yang berada di wilayahnya terus melakukan pendataan terkait korban bencana alam dari Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng).

"Sementara lagi dalam pendataan," ungkapnya, Selasa (16/8) kemarin.

Ia mengatakan, kedatangan pengungsi dari Palu, selain untuk mencari keamanan, juga mengunjungi pihak keluarga yang berada di Bidukbiduk. Bahkan menurut dia, masyarakat yang mengungsi juga sekaligus akan menetap.

"Sejak seminggu pasca gempa mengungsinya. Mereka yang mengungsi juga akan menetap di Bidukbiduk," bebernya.

Saat ini tambah dia, para pengungsi juga tengah mengurus administrasi kepindahannya dari Palu ke Kabupaten Berau, khususnya Bidukbiduk. Apalagi, tak sedikit dari warga yang datang kehilangan dokumen atau identitas diri akibat bencana tsunami dan gempa.

"Sementara masih mengurus, karena banyak berkasnya yang hilang kena tsunami. Bahkan ada anak mereka yang sudah mulai sekolah di sini," bebernya.

Dihubungi terpisah, Kapolsek Bidukbiduk, AKP Herman  menyampaikan, berdasarkan data yang pihaknya terima, setidaknya ada sekitar 63 pengungsi dari Palu di sejumlah Kampung di Bidukbiduk. Ia merincikan, untuk di Teluk Sulaiman sebanyak 36 orang, Teluk Sumbang 5 orang Bidukbiduk sebanyak 10 orang, dan Giring-Giring sebanyak 12 orang.

"Sementara untuk pengungsi dari Palu yang menggunakan kapal ke Batu Putih ada 7 orang, sementara yang lain ada juga Ke Pulau Maratua. Mereka masing-masing tinggal di rumah keluarga," jelasnya.

Pihaknya juga mengatakan, akan terus memantau pengungsi yang datang ke wilayah hukumnya untuk melakukan pendataan. Di samping itu, pihaknya juga mengharapkan masyarakat yang datang mengungsi juga dapat segera melaporkan diri. (*/sht/app)


BACA JUGA

Senin, 22 April 2019 13:43

Ingatkan Nelayan Tidak Gunakan Bom

TALISAYAN – Salah satu potensi Kampung Talisayan yakni sektor perikanan.…

Senin, 22 April 2019 13:41

Wabup Instruksikan Rahmadi Diperiksa Lagi

SAMBALIUNG - Prihatin dengan kondisi Rahmadi yang merupakan manusia tertinggi…

Senin, 22 April 2019 13:36

Kasus Tipikor Terhambat Pemilu

TANJUNG REDEB – Pelimpahan kasus perkara Tindak Pidana Korupsi (Tipikor)…

Senin, 22 April 2019 13:33

Berharap PLN Sediakan Listrik 24 Jam

BIDUKBIDUK – Sejumlah kampung di Kecamatan Bidukbiduk mengharapkan agar listrik…

Senin, 22 April 2019 13:31

DPUPR Petakan Wilayah

PEMERINTAH Kabupaten Berau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang…

Minggu, 21 April 2019 15:47

Kemenag Mulai Persiapkan Jemaah Haji Berau

TANJUNG REDEB – Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor…

Minggu, 21 April 2019 15:39

Asrama Mahasiswa Berau Banua Butuh Perhatian

TANJUNG REDEB – Asrama Mahasiswa Berau Banua di Makassar, Sulawesi…

Sabtu, 20 April 2019 13:54

Pemilu di Talisayan Kondusif

TALISAYAN - Dua hari setelah pencoblosan, aparat kepolisian masih sibuk…

Sabtu, 20 April 2019 13:52

Pemilik Mobil Diwajibkan Punya Garasi

TANJUNG REDEB - Dinas Perhubungan (Dishub) Berau fokus terhadap empat…

Sabtu, 20 April 2019 13:49

Abrasi Pantai Bidukbiduk Kian Parah

BIDUK-BIDUK - Beberapa titik pantai di Kampung Bidukbiduk, Kecamatan Bidukbiduk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*