MANAGED BY:
RABU
23 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Rabu, 17 Oktober 2018 13:41
63 Warga Palu Mengungsi ke Bidukbiduk.
JADI TEMPAT MENGUNGSI: Kecamatan Bidukbiduk juga menjadi tempat mengungsi warga Palu yang menjadi korban gempa dan tsunami

PROKAL.CO, BIDUKBIDUK - Pasca gempa dan tsunami puluhan warga korban gempa dari Palu berbondong-bondong mengungsi ke wilayah pesisir selatan Berau, khususnya di Kecamatan Bidukbiduk.

Pengungsian wilayah tersebut bukan tanpa alasan, selain dinilai aman, puluhan korban gempa dan tsunami itu juga memiliki keluarga di sana.

Camat Bidukbiduk, Syafri, saat dikonfirmasi Berau Post, membenarkan perihal pengungsian tersebut. Ia mengatakan, saat ini, seluruh aparatur kampung yang berada di wilayahnya terus melakukan pendataan terkait korban bencana alam dari Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng).

"Sementara lagi dalam pendataan," ungkapnya, Selasa (16/8) kemarin.

Ia mengatakan, kedatangan pengungsi dari Palu, selain untuk mencari keamanan, juga mengunjungi pihak keluarga yang berada di Bidukbiduk. Bahkan menurut dia, masyarakat yang mengungsi juga sekaligus akan menetap.

"Sejak seminggu pasca gempa mengungsinya. Mereka yang mengungsi juga akan menetap di Bidukbiduk," bebernya.

Saat ini tambah dia, para pengungsi juga tengah mengurus administrasi kepindahannya dari Palu ke Kabupaten Berau, khususnya Bidukbiduk. Apalagi, tak sedikit dari warga yang datang kehilangan dokumen atau identitas diri akibat bencana tsunami dan gempa.

"Sementara masih mengurus, karena banyak berkasnya yang hilang kena tsunami. Bahkan ada anak mereka yang sudah mulai sekolah di sini," bebernya.

Dihubungi terpisah, Kapolsek Bidukbiduk, AKP Herman  menyampaikan, berdasarkan data yang pihaknya terima, setidaknya ada sekitar 63 pengungsi dari Palu di sejumlah Kampung di Bidukbiduk. Ia merincikan, untuk di Teluk Sulaiman sebanyak 36 orang, Teluk Sumbang 5 orang Bidukbiduk sebanyak 10 orang, dan Giring-Giring sebanyak 12 orang.

"Sementara untuk pengungsi dari Palu yang menggunakan kapal ke Batu Putih ada 7 orang, sementara yang lain ada juga Ke Pulau Maratua. Mereka masing-masing tinggal di rumah keluarga," jelasnya.

Pihaknya juga mengatakan, akan terus memantau pengungsi yang datang ke wilayah hukumnya untuk melakukan pendataan. Di samping itu, pihaknya juga mengharapkan masyarakat yang datang mengungsi juga dapat segera melaporkan diri. (*/sht/app)


BACA JUGA

Selasa, 22 Januari 2019 14:32

Kepala Pasar Akui Kecolongan

TANJUNG REDEB - Munculnya keluhan pedagang terkait keberadaan pedagang dari…

Selasa, 22 Januari 2019 14:30

Tindak Pengguna Knalpot Racing

TANJUNG REDEB – Keluhan warga terkait maraknya penggunaan knalpot racing…

Selasa, 22 Januari 2019 14:29

Pemerintah Diminta Hadir di Pesisir

TALISAYAN – Walau pemerintah sudah mengatur harga eceran tertinggi (HET)…

Selasa, 22 Januari 2019 14:28

Dermaga Teluk Sulaiman Butuh Renovasi

BIDUKBIDUK – Kondisi dermaga yang ada di Kampung Teluk Sulaiman,…

Selasa, 22 Januari 2019 14:26

Klaim Hampir Setara RS Tipe B

TANJUNG REDEB – Miliki jumlah dokter mencapai 38 orang, Rumah…

Senin, 21 Januari 2019 14:22

Polisi Endus Kejanggalan

TANJUNG REDEB – Ambruknya konstruksi Balai Pertemuan Umum (BPU) di…

Senin, 21 Januari 2019 14:20

Pelajar Jadi Sasaran

TABALAR - Guna mengantisipasi peredaran narkoba di wilayah Kecamatan Tabalar,…

Senin, 21 Januari 2019 14:19

Dinilai Rawan saat Malam

BATU PUTIH - Masyarakat di RT 1 Kampung Tembudan, Kecamatan…

Senin, 21 Januari 2019 14:18

DLHK Berharap Dukungan Provinsi

TANJUNG REDEB - Tempat Pembuang Akhir (TPA) Talisayan, kondisinya dinilai…

Senin, 21 Januari 2019 14:17

Stadion Mini Jadi Solusi

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau telah menyiapkan lahan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*