MANAGED BY:
RABU
24 APRIL
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

PEMERINTAHAN

Rabu, 17 Oktober 2018 13:44
Prukades Sejahterakan Masyarakat Desa
RAKORNAS: Bupati Muharram sebagai narasumber dalam Rakornas pembangunan kawasan perdesaan mendampingi Menteri Desa PDTT, Eko Putro Sandjojo, membuka gong dalam pembukaan Rakornas kemarin.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia, Eko Putro Sandjojo, memberikan apresiasi kepada kepala daerah yang berkomitmen penuh dalam program pembangunan desa di daerahnya. Hal itu diungkapkan saat membuka Rapat Koordinasi Pembangunan Kawasan Perdesaan di Golden Ballroom Hotel Sultan Jakarta. Selasa (16/10) kemarin.

Bupati Berau Muharram, hadir dan menjadi salah satu narasumber dalam dialog interaktif yang diikuti peserta Rakornas utusan dari 27 provinsi dan 61 kabupaten se Indonesia.

Pengembangan Program Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) yang digagas Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dengan membangun kerja sama pemerintah daerah dan perusahaan swasta dalam membantu masyarakat petani mengembangkan produk unggulan di desa, memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

Pengembangan prukades menjadi solusi pengentasan kemiskinan dan mengurangi pengangguran di desa.

Dengan dukungan seluruh kementerian, pemerintah daerah dan swasta, disampaikan Menteri Desa PDTT, Eko Putro, telah banyak desa yang mampu membangun infrastruktur dasar maupun membangun infrastruktur yang mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di desanya. Kedepan dengan telah terbentuknya infrastruktur dasar dan untuk pengembangan ekonomi, dana desa dan pembangunan desa akan lebih dipertajam untuk pembangunan sumber daya manusia dan pembangunan ekonomi daerah. Sehingga nantinya dana desa diharapkan menjadi stimulus bukan menjadi sumber utama bagi pembangunan di desa.

“Sekarang sudah banyak desa desa kita yang BUMDes-nya membayar pajak lebih banyak dari dana desa, artinya desa itu menjadi mandiri bahkan sudah memberikan kontribusi kepada negara,” ungkapnya.

Program inovasi desa menjadi salah satu program dengan memberikan pendampingan dan stimulus kepada desa untuk duduk bersama-sama menggali potensi desanya. Masyarakat desa tidak menjadi objek tetapi  menjadi pelaku utama dalam pembangunan di desanya. Setiap inovasi ini di dokumentasikan untuk bisa ditiru desa-desa lainnya.

Saat ini disampaikannya telah ada 30 ribu dokumentasi inovasi masyarakat desa yang nanti bisa dibagikan untuk bisa dicontoh desa-desa lainnya.

“Pembangunan desa yang dilakukan Indonesia ini bahkan dijadikan model dalam pembangunan desa di negara-negara berkembang lainnya. Semua ini bisa berhasil dengan ada komitmen dan kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah dan desa serta didukung para pendamping desa,” ungkapnya.

Model yang begitu cepat bermanfaat disampaikan Menteri Eko Putro adalah Prukades yang diterapkan untuk kawasan perdesaan, bukan desa-desa. Model Prukades bahkan disukai banyak dunia, karena mengakomodir banyak stakeholder. Produkades dikatakannya menggabungkan program dari 19 kementerian terkait yang mempunyai alokasi dan program di desa. Kemudian mengakomodir pula program para kepala daerah dan mengakomodir dunia usaha dan masyarakat.

Program Prukades disampaikan Menteri, juga mampu meningkatkan dari desa tertinggal menjadi desa berkembang. “Dengan model prukadeskita kerja sama kementerian daerah, pemerintah daerah dan swasta untuk mengembangkan produk unggulan perdesaan,” jelasnya.

Bupati Berau Muharram yang hadir dan menjadi narasumber di Rakornas Pembangunan Kawasan Perdesaan, mengungkapkan program Kementerian Desa PDTT sejalan dengan Pemkab Berau yang serius dalam membangun desa. Bahkan Pemkab Berau telah mengalokasikan anggaran untuk desa yang saat ini minimal Rp 2 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Termasuk dalam program prukades telah diwujudkan, salah satunya bersama PT Berau Coal dengan pengembangan komoditi lada dan kakao. Tidak hanya memberikan kemudahan dalam budidaya hingga pasca panen, namun juga mendorong peningkatan produksi hingga membangun pabrik pengolahan cokelat di Bumi Batiwakkal.

“Apa yang diprogramkan oleh Kementerian Desa ini, menyambung dengan prinsip saya sebagai anak desa, yang tahu persis kondisi desa yang menjadi semangat bagi saya memberikan dana lebih untuk desa,” tandasnya. (hms4/app)


BACA JUGA

Selasa, 23 April 2019 13:30

Bupati Tinjau Pelaksanaan UNBK SMP

TANJUNG REDEB – Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat…

Selasa, 23 April 2019 13:29

Bupati Imbau Masyarakat Tak Terprovokasi

TANJUNG REDEB – Bupati Berau Muharram mengajak seluruh masyarakat Kabupaten…

Selasa, 23 April 2019 13:28

Program Inovasi Jadi Penilaian

TANJUNG REDEB - Pemerintah Kabupaten Berau kembali menggelar lomba kelurahan…

Senin, 22 April 2019 13:53

Dukungan Sektor Pariwisata Masih Minim

TANJUNG REDEB - Wakil Bupati Berau Agus Tantomo menilai, dukungan…

Senin, 22 April 2019 13:50

Wabup Bantu Keluarga Rahmadi

TANJUNG REDEB - Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo mengunjungi rumah…

Senin, 22 April 2019 13:49

Jelang USBN, Siswa SD Gelar Doa Bersama

TANJUNG REDEB - Menghadapi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) atau…

Senin, 22 April 2019 13:46

Disperindakop Rutin Monitoring

TANJUNG REDEB – Kebutuhan pokok masyarakat menjelangRamadan dipastikan tercukupi. Berdasarkan…

Jumat, 19 April 2019 11:48

Dermaga Wisata Siap Dioperasikan

TANJUNG REDEB – Dermaga wisata yang dibangun di lokasi eks…

Jumat, 19 April 2019 11:46

Wabup Sebut Pemilu Aman dan Lancar

TANJUNG REDEB – Pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2019 secara…

Jumat, 19 April 2019 11:44

DPMK Evaluasi Realisasi ADD 2017-2018

TANJUNG REDEB – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*