MANAGED BY:
RABU
21 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Jumat, 19 Oktober 2018 13:23
Perusahaan Di-deadline Tiga Hari

Cari Solusi Kekurangan Dana Porprov

BUTUH JAWABAN: DPRD memanggil pengurus KONI dan perwakilan perusahaan membahas persoalan dana porprov untuk kontingen Berau, Rabu (18/10)

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Kekurangan anggaran untuk memenuhi kebutuhan kontingen Berau mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI/2018 di Kutai Timur, belum juga menemukan solusinya.

Dalam rapat dengar pendapat antara DPRD dan pengurus KONI Berau kemarin (18/10), Wakil Ketua DPRD Berau Abdul Waris menyebut kekurangan dana untuk memboyong 717 atlet ke Kutim masih mencapai Rp 8,6 miliar.

Sayang, rapat yang dipimpinnya itu tidak dihadiri perwakilan Forum Tanggung Jawab Sosial (TJSL) Berau. Hanya beberapa perusahaan, dari 41 perusahaan yang diundang, yang mengirimkan perwakilannya pada rapat tersebut.

Dijelaskannya, total dana yang dibutuhkan kontingen Berau mencapai Rp 15 miliar. Pemkab Berau melalui alokasi dana pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2018, menggelontorkan dana sebesar Rp Rp 6,4 miliar. “Masih ada kekurangan Rp 8,6 miliar. Kekurangan ini yang harus segera dicarikan solusinya,” katanya.

Pemanggilan perwakilan perusahaan pada rapat kemarin, ucap Waris, bukan untuk menagih laporan TJSL. Namun, meminta komitmen pihak swasta untuk turut membantu atlet-atlet Berau ambil bagian pada pesta olahraga terbesar di Kaltim tersebut. “Di sini kami hendak meminta komitmen pihak perusahaan untuk bisa ikut berpartisipasi,” ujarnya.

Di sisi lain, Waris juga meminta KONI Berau merincikan apa saja kebutuhan kontingen Berau yang totalnya mencapai Rp 15 miliar. Tujuannya, agar peserta rapat bisa memahami besarnya kebutuhan dana yang sebenarnya telah dirasionalisasi itu.

Anggota Komisi II DPRD Berau Edy Santosa menambahkan, pengurus KONI Berau bisa menjelaskan penggunaan anggaran yang masih kurang tersebut. “Sebab, untuk bisa mencarikan solusinya, pihak perusahaan juga perlu mengetahui peruntukan dari kekurangan dana yang mencapai Rp 8,6 miliar itu,” ujar Edy.

Mendapat kesempatan, Ketua KONI Berau Al Hamid menjelaskan kekurangan dana tersebut untuk memenuhi berbagai kebutuhan kontingen. Seperti biaya hotel selama di Kutim, pengadaan seragam, alat bertanding, konsumsi, suplemen dan dana Training Center (TC).

“Peralatan tanding sudah banyak yang rusak. Tidak mungkin dipakai lagi. Terkait untuk hotel juga perlu uang muka. Karena masih belum dibayarkan. Itu hal paling mendesak,” katanya.

Biaya tersebut lanjutnya, tidak bisa menggunakan kucuran dari APBD-P 2018. Sebab, harus menggunakan sistem lelang. Padahal, waktu pertandingan kian dekat. “Hasil koordinasi kami dengan Dispora (Dinas Pemuda dan Olahraga), poin itu harus dilelang. Makanya kami mengajukan untuk menggunakan dana TJSL,” terangnya.

Hamid berjanji, dana yang diajukan KONI, dapat dipertanggungjawabkan dengan prestasi. Apalagi berkaca pada pelaksanaan pra-porprov tahun lalu, kontingen Berau berhasil meraih posisi ketiga dari 11 kabupaten/kota yang akan berlaga di porprov.

“Kami pun berkomitmen memberi prestasi terbaik untuk Berau.
Nah, kami berharap agar pemerintah, DPRD dan forum TJSL turut memerhatikan bidang olahraga. Jangan sampai atlet yang sudah tercantum namanya tidak bisa berangkat,” tambahnya.

Mendengar keterangan tersebut, anggota DPRD Berau Warsito meminta pimpinan rapat untuk memberikan waktu selama tiga hari kepada pihak perusahaan.

Tenggat waktu itu untuk melakukan pembahasan agar bisa memberikan jawaban atas persoalan yang dihadapi kontingen Berau.

“Karena tempat tinggal (hotel) ini sangat mendesak. Nanti kasihan atlet kita tidak punya tempat tinggal,” ucapnya. “Kami sadar kesempatan untuk bisa meraih prestasi di tahun ini. Namun, untuk menggapai itu, tidak mungkin tanpa pembiayaan. Kami berharap seluruh stakeholder memberikan kontribusi. Tapi, sudah rapat tiga kali, belum juga ada hasil,” terangnya. 

Sementara Public Relations Manager PT Berau Coal Arif Hadianto yang turut hadir dalam rapat tersebut mengungkapkan komitmen perusahaannya untuk ikut membantu. Ia menerangkan, Berau Coal bersama pemerintah dan anggota TJSL lainnya, siap mendukung pengiriman atlet berlaga di Porprov VI 2018, sesuai dengan kemampuan perusahaan. “Tapi untuk bisa memberikan angka, tidak bisa hari ini (kemarin, red). Tapi kami berkomitmen untuk membantu,” tegasnya.

Waris pun sepakat agar pihak perusahaan diberikan waktu tiga hari untuk berkoordinasi. Namun, setelah itu akan dipanggil kembali untuk memberikan jawaban kepada DPRD. Ia pun akan ikut membantu membangun komunikasi dengan Bupati dan Wakil Bupati Berau agar ikut mengambil keputusan dalam persoalan ini.

“Tapi keputusan harus segera kita ambil agar tidak berlarut-larut,” tegas Waris lalu mengetukkan palu untuk menutup rapat. (rio/udi)

 

“Harus Punya Sense of Belonging”

ANGGOTA Komisi I DPRD Berau Najemuddin, jadi salah satu wakil rakyat yang bersuara paling nyaring agar pihak swasta membantu atlet Berau bisa berlaga di Porprov VI/2018.

“Pelaksanaan porprov sudah di depan mata. Pada pertemuan sebelum ini juga sudah disampaikan, harus menyiapkan hotel, membuat pakaian dan lain-lain. Tidak bisa ditunda lagi,” kata Najemuddin dengan suara lantang saat rapat dengar pendapat di gedung DPRD Berau, kemarin.

Sayangnya, dari lanjutan rapat kemarin, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, belum melihat adanya tanda-tanda komitmen perusahaan untuk ikut membantu. Ia beralasan, rapat yang harusnya bisa memberikan solusi, justru kembali membahas permasalahan sama seperti sebelumnya.

“Karena semua sudah menikmati kekayaan dan hidup di Berau. Harusnya dengan keadaan seperti ini, semua bisa berkontribusi,” pintanya.

Apalagi, Bumi Batiwakkal akan menjadi tuan rumah Porprov VII pada 2022 mendatang. Kesuksesan prestasi di Kutim nanti akan menjadi tolok ukur sebelum menyelenggarakan multievent olahraga itu. “Pesimistis tidak boleh, kita harus optimistis. Karena memang nanti 2022 jadi tuan rumah. Jangan sampai tidak ikut,” tegasnya.

Dengan berpartisipasi membantu para atlet berlaga di porprov, pihak perusahaan ucapnya juga ikut mengharumkan nama Berau. Untuk itu, dibutuhkan rasa saling memiliki agar persoalan ini dapat diselesaikan.

“Semuanya harus memiliki sense of belonging. Sehingga muncul rasa bertanggung jawab,” pungkasnya. (rio/udi) 


BACA JUGA

Selasa, 20 November 2018 12:28

Belum Ada yang Kantongi Izin

TANJUNG REDEB – Bukan hanya milik PT Nabucco, tapi seluruh…

Selasa, 20 November 2018 12:27

FMP4 Sebut KPU Tak Profesional

TANJUNG REDEB – Forum Masyarakat Peduli Penegakan Peraturan Perundang-undangan (FMP4)…

Selasa, 20 November 2018 12:24

Berau Coal dan Mitra Kerjanya Dukung Rp 1 Miliar

Pada agenda pelepasan kontingen Berau untuk mengikuti Pekan Olahraga Provinsi…

Senin, 19 November 2018 13:53

PPP Berproses, Demokrat Sudah Mengganti

TANJUNG REDEB – Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD…

Senin, 19 November 2018 13:43

Direktur PT Nabucco Jadi Pesakitan

TANJUNG REDEB – Direktur PT Nabucco Yusnandi, jadi pesakitan. Yusnandi…

Senin, 19 November 2018 13:37

Golkar Datang untuk Menyelesaikan Permasalahan Masyarakat

Partai Golongan Karya (Golkar) menggelar acara syukuran Hari Ulang Tahun…

Senin, 19 November 2018 13:33

Prihatin dengan Kondisi Jalan HARM Ayoeb

TANJUNG REDEB –Kondisi Jalan HARM Ayoeb, tepatnya di antara simpang…

Minggu, 18 November 2018 13:29

Turut Jadi Caleg, Staf Ahli Fraksi Diminta Mengundurkan Diri

TANJUNG REDEB – Belum selesai persoalan Pegawai Tidak Tetap (PTT)…

Minggu, 18 November 2018 13:26

Proyek ‘Dipaksakan’ Bappeda

TANJUNG REDEB – Penasihat Hukum tersangka Ar, Robert Wilson Berliando,…

Minggu, 18 November 2018 13:22

Peluang BPS Dipastikan Tertutup

TANJUNG REDEB - Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Bahtiar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .