MANAGED BY:
RABU
21 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Sabtu, 20 Oktober 2018 13:58
Kekurangan Dana Sisa Rp 1,3 M

Kebutuhan Kontingen Berau Mengikuti Porprov VI/2018

Agus Tantomo

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Alotnya proses pembahasan anggaran untuk memberangkatkan kontingen Berau mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI/2018 di Kutai Timur Desember nanti, membuat Wakil Bupati Berau Agus Tantomo terheran-heran.

Pasalnya menurut Agus, pembahasan anggaran di DPRD Berau yang digelar pada Kamis (18/10) lalu, menyebutkan kebutuhan anggaran untuk kontingen Berau mencapai Rp 15 miliar.
Padahal pada Senin (15/10) lalu, dalam pertemuan dengan pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Berau yang dipimpinnya, telah disepakati total anggaran yang dibutuhkan untuk seluruh atlet dan ofisial hanya Rp 8,6 miliar.
Apalagi Rp 6,3 miliar sudah dipersiapkan pemerintah dan masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Berau tahun ini.
"Jadi kekurangannya hanya Rp 2,3 miliar saja. Dan informasinya dari PT Berau Coal siap membantu senilai Rp 1 miliar. Jadi kekurangannya tersisa Rp 1,3 miliar lagi,” ujar Agus kepada Berau Post kemarin (19/10).
“Tapi kok di DPRD kebutuhannya mencapai Rp 15 miliar lagi. Ada apa ini?" sambung Agus.
Dijelaskannya, anggaran yang disepakati sebesar Rp 8,6 miliar, dinilai sudah cukup untuk memastikan keikutsertaan dan kebutuhan seluruh kontingen Berau selama di Kutai Timur.
Dengan kucuran Rp 8,6 miliar, disebutnya sudah cukup besar dibanding kebutuhan dana kontingen lain yang mengikuti Porprov 2018. Seperti informasi yang didapatkannya, kontingen Kota Bontang yang memberangkatkan sekitar 1.200 orang, hanya menganggarkan senilai Rp 4,2 miliar.
Sedangkan Kutai Barat hanya menyediakan anggaran sebesar Rp 5,2 miliar saja. "Ini bukan masalah mau atau tidaknya perusahaan (membantu), tapi berapa sih anggaran yang layak untuk itu (kebutuhan mengikuti porprov)," tegasnya.
Selain itu, Agus juga mengingatkan agar seluruh pihak yang terlibat, agar memperhatikan masalah pertanggungjawaban anggaran yang akan digunakan.
Sebab ditegaskannya, jumlah medali yang akan didapatkan tidak bisa dijadikan patokan untuk mempertanggungjawabkan anggaran.
“Kalau perolehan medali itu tanggung jawab moral kepada seluruh pihak yang ikut membantu. Jadi tidak ada kaitannya dengan pertanggungjawaban anggaran," tegas Agus.
Kemarin diberitakan, kekurangan anggaran untuk memenuhi kebutuhan kontingen Berau mengikuti Porprov VI/2018 di Kutai Timur, belum juga menemukan solusinya.
Dalam rapat dengar pendapat antara DPRD dan pengurus KONI Berau, Kamis (18/10), Wakil Ketua DPRD Berau Abdul Waris menyebut kekurangan dana untuk memboyong 717 atlet ke Kutim masih mencapai Rp 8,6 miliar.
Sayang, rapat yang dipimpinnya itu tidak dihadiri perwakilan Forum Tanggung Jawab Sosial (TJSL) Berau. Hanya beberapa perusahaan, dari 41 perusahaan yang diundang, yang mengirimkan perwakilannya pada rapat tersebut.
Dijelaskannya, total dana yang dibutuhkan kontingen Berau mencapai Rp 15 miliar. Pemkab Berau melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2018, menggelontorkan dana sebesar Rp Rp 6,4 miliar. “Masih ada kekurangan Rp 8,6 miliar. Kekurangan ini yang harus segera dicarikan solusinya,” katanya.
Pemanggilan perwakilan perusahaan pada rapat kemarin, ucap Waris, bukan untuk menagih laporan TJSL. Namun, meminta komitmen pihak swasta untuk turut membantu atlet-atlet Berau ambil bagian pada pesta olahraga terbesar di Kaltim tersebut. “Di sini kami hendak meminta komitmen pihak perusahaan untuk bisa ikut berpartisipasi,” ujarnya.
Di sisi lain, Waris juga meminta KONI Berau merincikan apa saja kebutuhan kontingen Berau yang totalnya mencapai Rp 15 miliar. Tujuannya, agar peserta rapat bisa memahami besarnya kebutuhan dana yang sebenarnya telah dirasionalisasi itu.
Anggota Komisi II DPRD Berau Edy Santosa menambahkan, pengurus KONI Berau bisa menjelaskan penggunaan anggaran yang masih kurang tersebut. “Sebab, untuk bisa mencarikan solusinya, pihak perusahaan juga perlu mengetahui peruntukan dari kekurangan dana yang mencapai Rp 8,6 miliar itu,” ujar Edy.
Mendapat kesempatan, Ketua KONI Berau Al Hamid menjelaskan kekurangan dana tersebut untuk memenuhi berbagai kebutuhan kontingen. Seperti biaya hotel selama di Kutim, pengadaan seragam, alat bertanding, konsumsi, suplemen dan dana Training Center (TC).
“Peralatan tanding sudah banyak yang rusak. Tidak mungkin dipakai lagi. Terkait untuk hotel juga perlu uang muka. Karena masih belum dibayarkan. Itu hal paling mendesak,” katanya.
Biaya tersebut lanjutnya, tidak bisa menggunakan kucuran dari APBD-P 2018. Sebab, harus menggunakan sistem lelang. Padahal, waktu pertandingan kian dekat. “Hasil koordinasi kami dengan Dispora (Dinas Pemuda dan Olahraga), poin itu harus dilelang. Makanya kami mengajukan untuk menggunakan dana TJSL,” terangnya.
Hamid berjanji, dana yang diajukan KONI, dapat dipertanggungjawabkan dengan prestasi. Apalagi berkaca pada pelaksanaan pra-porprov tahun lalu, kontingen Berau berhasil meraih posisi ketiga dari 11 kabupaten/kota yang akan berlaga di porprov.
“Kami pun berkomitmen memberi prestasi terbaik untuk Berau.
Nah, kami berharap agar pemerintah, DPRD dan forum TJSL turut memerhatikan bidang olahraga. Jangan sampai atlet yang sudah tercantum namanya tidak bisa berangkat,” tambahnya.
Mendengar keterangan tersebut, anggota DPRD Berau Warsito meminta pimpinan rapat untuk memberikan waktu selama tiga hari kepada pihak perusahaan.
Tenggat waktu itu untuk melakukan pembahasan agar bisa memberikan jawaban atas persoalan yang dihadapi kontingen Berau.
“Karena tempat tinggal (hotel) ini sangat mendesak. Nanti kasihan atlet kita tidak punya tempat tinggal,” ucapnya. “Kami sadar kesempatan untuk bisa meraih prestasi di tahun ini. Namun, untuk menggapai itu, tidak mungkin tanpa pembiayaan. Kami berharap seluruh stakeholder memberikan kontribusi. Tapi, sudah rapat tiga kali, belum juga ada hasil,” terangnya. (sam/udi)


BACA JUGA

Selasa, 20 November 2018 12:28

Belum Ada yang Kantongi Izin

TANJUNG REDEB – Bukan hanya milik PT Nabucco, tapi seluruh…

Selasa, 20 November 2018 12:27

FMP4 Sebut KPU Tak Profesional

TANJUNG REDEB – Forum Masyarakat Peduli Penegakan Peraturan Perundang-undangan (FMP4)…

Selasa, 20 November 2018 12:24

Berau Coal dan Mitra Kerjanya Dukung Rp 1 Miliar

Pada agenda pelepasan kontingen Berau untuk mengikuti Pekan Olahraga Provinsi…

Senin, 19 November 2018 13:53

PPP Berproses, Demokrat Sudah Mengganti

TANJUNG REDEB – Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD…

Senin, 19 November 2018 13:43

Direktur PT Nabucco Jadi Pesakitan

TANJUNG REDEB – Direktur PT Nabucco Yusnandi, jadi pesakitan. Yusnandi…

Senin, 19 November 2018 13:37

Golkar Datang untuk Menyelesaikan Permasalahan Masyarakat

Partai Golongan Karya (Golkar) menggelar acara syukuran Hari Ulang Tahun…

Senin, 19 November 2018 13:33

Prihatin dengan Kondisi Jalan HARM Ayoeb

TANJUNG REDEB –Kondisi Jalan HARM Ayoeb, tepatnya di antara simpang…

Minggu, 18 November 2018 13:29

Turut Jadi Caleg, Staf Ahli Fraksi Diminta Mengundurkan Diri

TANJUNG REDEB – Belum selesai persoalan Pegawai Tidak Tetap (PTT)…

Minggu, 18 November 2018 13:26

Proyek ‘Dipaksakan’ Bappeda

TANJUNG REDEB – Penasihat Hukum tersangka Ar, Robert Wilson Berliando,…

Minggu, 18 November 2018 13:22

Peluang BPS Dipastikan Tertutup

TANJUNG REDEB - Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Bahtiar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .