MANAGED BY:
RABU
23 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Sabtu, 20 Oktober 2018 14:04
Kasus Perusakan Bus Segera Naik Tahap I
Andika Dharma Sena

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Kasus perusakan bus karyawan di Kampung Sambakungan, Gunung Tabur yang dilakukan oleh mantan kepala kampung, berinisial AJ terus berlanjut.

Kapolres Berau, AKBP Pramuja Sigit Wahono melalui Kasat Reskrim Polres Berau AKP Andika Dharma Sena memastikan pihaknya akan segera meningkatkan status perkara tersebut ke tahap I. Artinya pelimpahan berkas ke Kejaksaan Negeri Berau untuk diperiksa

“Ya kasusnya baru mau ditingkatkan. Jika berkas sudah diselesaikan, kita serahkan ke kejaksaan untuk diteliti,” ujarnya kepada Berau Post, Jumat (19/10).

Sejak mengirim Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Kejari sepekan yang lalu, penyidik terus melengkapi berkas. Ia menjamin, proses kelengkapan berkas akan dilakukan dalam waktu singkat.

Apalagi, tidak ada upaya dari kedua pihak untuk mencoba menyelesaikan permasalahan tersebut melalui jalur kekeluargaan hingga kini. “Ini juga bukan delik aduan, jadi tetap akan kami proses hukum,” katanya.

Kasus tersebut diharapkan Andika bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat. Terutama dalam menyelesaikan permasalahan selalu dengan kepala dingin atau langsung menyerahkannya kepada pihak berwajib. “Supaya tidak ada lagi masyarakat yang main hakim sendiri,” tegas Andika.

Sebelumnya, aksi perusakan yang terjadi di Kampung Sambakungan, Gunung Tabur tersebut, dipicu insiden tabrakan antara bus karyawan dengan tiga perempuan yang mengendarai sepeda motor.

Dari sembilan saksi yang telah diperiksa, enam orang di antaranya ditetapkan menjadi tersangka. “Setelah memperoleh keterangan dan mengumpulkan bukti yang cukup dan meyakinkan, enam saksi yang kami periksa ditetapkan menjadi tersangka,” ujarnya.

Namun, empat dari enam orang tersangka, masih dibawah umur. Sehingga pihaknya memberikan diversi atau pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana.

“Kami juga memberikan pendampingan (kepada empat anak yang menjadi tersangka, Red),” katanya.

Sementara, dua tersangka lainnya yakni SN dan AJ, proses pidana terus berlanjut berdasarkan hukum. “Namun tidak dilakukan penahanan. Hanya yang bersangkutan tetap wajib lapor,” tegasnya.

Kedua tersangka, tambahnya dijerat pasal 170 KUHP jo pasal 406 KUHP, karena diduga secara bersama-sama telah melakukan perusakan terhadap barang, yakni bus karyawan. (mar/rio)


BACA JUGA

Selasa, 22 Januari 2019 14:32

Kepala Pasar Akui Kecolongan

TANJUNG REDEB - Munculnya keluhan pedagang terkait keberadaan pedagang dari…

Selasa, 22 Januari 2019 14:30

Tindak Pengguna Knalpot Racing

TANJUNG REDEB – Keluhan warga terkait maraknya penggunaan knalpot racing…

Selasa, 22 Januari 2019 14:29

Pemerintah Diminta Hadir di Pesisir

TALISAYAN – Walau pemerintah sudah mengatur harga eceran tertinggi (HET)…

Selasa, 22 Januari 2019 14:28

Dermaga Teluk Sulaiman Butuh Renovasi

BIDUKBIDUK – Kondisi dermaga yang ada di Kampung Teluk Sulaiman,…

Selasa, 22 Januari 2019 14:26

Klaim Hampir Setara RS Tipe B

TANJUNG REDEB – Miliki jumlah dokter mencapai 38 orang, Rumah…

Senin, 21 Januari 2019 14:22

Polisi Endus Kejanggalan

TANJUNG REDEB – Ambruknya konstruksi Balai Pertemuan Umum (BPU) di…

Senin, 21 Januari 2019 14:20

Pelajar Jadi Sasaran

TABALAR - Guna mengantisipasi peredaran narkoba di wilayah Kecamatan Tabalar,…

Senin, 21 Januari 2019 14:19

Dinilai Rawan saat Malam

BATU PUTIH - Masyarakat di RT 1 Kampung Tembudan, Kecamatan…

Senin, 21 Januari 2019 14:18

DLHK Berharap Dukungan Provinsi

TANJUNG REDEB - Tempat Pembuang Akhir (TPA) Talisayan, kondisinya dinilai…

Senin, 21 Januari 2019 14:17

Stadion Mini Jadi Solusi

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau telah menyiapkan lahan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*