MANAGED BY:
SENIN
22 APRIL
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Senin, 22 Oktober 2018 13:37
Polisi Minta Senpi Rakitan Diserahkan
SOSIALISASI: Kapolsek Talisayan Iptu Faisal Hamid memberikan imbauan kepada masyarakat terkait bahaya penggunaan senpi beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, TALISAYAN - Masih banyaknya penggunaan senjata api (senpi) rakitan oleh masyarakat sebagai alat berburu, mendapat sorotan dari jajaran Polsek Talisayan.

Padahal kepemilikan senpi ilegal sendiri telah dilarang oleh undang-undang, dan pemilik maupun perakit atau penjualnya dapat dikenakan pidana.

Kapolsek Talisayan, Iptu Faisal Hamid mengatakan, pihaknya telah berulang kali memberikan sosialisasi kepada masyarakat yang memiliki senpi ilegal agar diserahkan kepada aparat kepolisian terdekat untuk diamankan.

“Kepemilikan senpi rakitan dengan alasan apapun, termasuk untuk berburu tidak dibenarkan. Untuk itu kami mengimbau, agar masyarakat yang masih menyimpan senpi tersebut, dengan kesadaran hati dapat menyerahkan senjatanya ke pihak berwajib,” ungkapnya kepada Berau Post, Minggu (21/10).

Ia pun berharap, masyarakat yang masih menyimpan senpi rakitan di rumahnya, segera menyerahkan secara sukarela. Faisal menerangkan, pihaknya tidak akan memberikan sanksi apapun kepada warga yang memberikan senpi rakitan kepada polisi.

Karena pada tahun sebelumnya, cukup banyak warga yang secara sukarela menyerahkan senpi rakitan kepada petugas kepolisian untuk dimusnahkan.

“Kami menyambut baik dan mengapresiasi warga yang ingin memberikan senpinya secara sukarela,” terangnya. “Namun, apabila imbauan tersebut tidak diindahkan, dan di kemudian hari didapati oleh petugas kami, maka akan diproses sesuai dengan hukum berlaku,” imbuhnya.

Bahkan pihaknya akan mengambil langkah tegas apabila ditemukan warga yang dengan sengaja menggunakan senpi rakitan. Termasuk perakit senpi rakitan pun akan diproses sesuai hukum yang berlaku. “Baik pemilik maupun pengrajin, jika tak memiliki izin, dapat dikenakan hukuman,” tegasnya.

Sebab, sejauh ini, pihaknya sudah memberikan cukup banyak waktu agar masyarakat menyerahkan senpi rakitan kepada polisi. Namun, imbauan tersebut diakuinya sudah tidak didengarkan lagi oleh warga pemilik senpi.

Dijelaskannya, kepemilikan senpi rakitan tanpa izin, dapat dikenakan pasal 1 ayat 1 Undang-undang darurat nomor 12 tahun 1965.  “Pidananya maksimal 12 tahun penjara,” tandasnya. (*/sht/rio)


BACA JUGA

Senin, 22 April 2019 13:43

Ingatkan Nelayan Tidak Gunakan Bom

TALISAYAN – Salah satu potensi Kampung Talisayan yakni sektor perikanan.…

Senin, 22 April 2019 13:41

Wabup Instruksikan Rahmadi Diperiksa Lagi

SAMBALIUNG - Prihatin dengan kondisi Rahmadi yang merupakan manusia tertinggi…

Senin, 22 April 2019 13:36

Kasus Tipikor Terhambat Pemilu

TANJUNG REDEB – Pelimpahan kasus perkara Tindak Pidana Korupsi (Tipikor)…

Senin, 22 April 2019 13:33

Berharap PLN Sediakan Listrik 24 Jam

BIDUKBIDUK – Sejumlah kampung di Kecamatan Bidukbiduk mengharapkan agar listrik…

Senin, 22 April 2019 13:31

DPUPR Petakan Wilayah

PEMERINTAH Kabupaten Berau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang…

Minggu, 21 April 2019 15:47

Kemenag Mulai Persiapkan Jemaah Haji Berau

TANJUNG REDEB – Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor…

Minggu, 21 April 2019 15:39

Asrama Mahasiswa Berau Banua Butuh Perhatian

TANJUNG REDEB – Asrama Mahasiswa Berau Banua di Makassar, Sulawesi…

Sabtu, 20 April 2019 13:54

Pemilu di Talisayan Kondusif

TALISAYAN - Dua hari setelah pencoblosan, aparat kepolisian masih sibuk…

Sabtu, 20 April 2019 13:52

Pemilik Mobil Diwajibkan Punya Garasi

TANJUNG REDEB - Dinas Perhubungan (Dishub) Berau fokus terhadap empat…

Sabtu, 20 April 2019 13:49

Abrasi Pantai Bidukbiduk Kian Parah

BIDUK-BIDUK - Beberapa titik pantai di Kampung Bidukbiduk, Kecamatan Bidukbiduk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*