MANAGED BY:
RABU
23 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Senin, 22 Oktober 2018 13:37
Polisi Minta Senpi Rakitan Diserahkan
SOSIALISASI: Kapolsek Talisayan Iptu Faisal Hamid memberikan imbauan kepada masyarakat terkait bahaya penggunaan senpi beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, TALISAYAN - Masih banyaknya penggunaan senjata api (senpi) rakitan oleh masyarakat sebagai alat berburu, mendapat sorotan dari jajaran Polsek Talisayan.

Padahal kepemilikan senpi ilegal sendiri telah dilarang oleh undang-undang, dan pemilik maupun perakit atau penjualnya dapat dikenakan pidana.

Kapolsek Talisayan, Iptu Faisal Hamid mengatakan, pihaknya telah berulang kali memberikan sosialisasi kepada masyarakat yang memiliki senpi ilegal agar diserahkan kepada aparat kepolisian terdekat untuk diamankan.

“Kepemilikan senpi rakitan dengan alasan apapun, termasuk untuk berburu tidak dibenarkan. Untuk itu kami mengimbau, agar masyarakat yang masih menyimpan senpi tersebut, dengan kesadaran hati dapat menyerahkan senjatanya ke pihak berwajib,” ungkapnya kepada Berau Post, Minggu (21/10).

Ia pun berharap, masyarakat yang masih menyimpan senpi rakitan di rumahnya, segera menyerahkan secara sukarela. Faisal menerangkan, pihaknya tidak akan memberikan sanksi apapun kepada warga yang memberikan senpi rakitan kepada polisi.

Karena pada tahun sebelumnya, cukup banyak warga yang secara sukarela menyerahkan senpi rakitan kepada petugas kepolisian untuk dimusnahkan.

“Kami menyambut baik dan mengapresiasi warga yang ingin memberikan senpinya secara sukarela,” terangnya. “Namun, apabila imbauan tersebut tidak diindahkan, dan di kemudian hari didapati oleh petugas kami, maka akan diproses sesuai dengan hukum berlaku,” imbuhnya.

Bahkan pihaknya akan mengambil langkah tegas apabila ditemukan warga yang dengan sengaja menggunakan senpi rakitan. Termasuk perakit senpi rakitan pun akan diproses sesuai hukum yang berlaku. “Baik pemilik maupun pengrajin, jika tak memiliki izin, dapat dikenakan hukuman,” tegasnya.

Sebab, sejauh ini, pihaknya sudah memberikan cukup banyak waktu agar masyarakat menyerahkan senpi rakitan kepada polisi. Namun, imbauan tersebut diakuinya sudah tidak didengarkan lagi oleh warga pemilik senpi.

Dijelaskannya, kepemilikan senpi rakitan tanpa izin, dapat dikenakan pasal 1 ayat 1 Undang-undang darurat nomor 12 tahun 1965.  “Pidananya maksimal 12 tahun penjara,” tandasnya. (*/sht/rio)


BACA JUGA

Selasa, 22 Januari 2019 14:30

Tindak Pengguna Knalpot Racing

TANJUNG REDEB – Keluhan warga terkait maraknya penggunaan knalpot racing…

Selasa, 22 Januari 2019 14:29

Pemerintah Diminta Hadir di Pesisir

TALISAYAN – Walau pemerintah sudah mengatur harga eceran tertinggi (HET)…

Selasa, 22 Januari 2019 14:28

Dermaga Teluk Sulaiman Butuh Renovasi

BIDUKBIDUK – Kondisi dermaga yang ada di Kampung Teluk Sulaiman,…

Selasa, 22 Januari 2019 14:26

Klaim Hampir Setara RS Tipe B

TANJUNG REDEB – Miliki jumlah dokter mencapai 38 orang, Rumah…

Senin, 21 Januari 2019 14:22

Polisi Endus Kejanggalan

TANJUNG REDEB – Ambruknya konstruksi Balai Pertemuan Umum (BPU) di…

Senin, 21 Januari 2019 14:20

Pelajar Jadi Sasaran

TABALAR - Guna mengantisipasi peredaran narkoba di wilayah Kecamatan Tabalar,…

Senin, 21 Januari 2019 14:19

Dinilai Rawan saat Malam

BATU PUTIH - Masyarakat di RT 1 Kampung Tembudan, Kecamatan…

Senin, 21 Januari 2019 14:18

DLHK Berharap Dukungan Provinsi

TANJUNG REDEB - Tempat Pembuang Akhir (TPA) Talisayan, kondisinya dinilai…

Senin, 21 Januari 2019 14:17

Stadion Mini Jadi Solusi

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau telah menyiapkan lahan…

Sabtu, 19 Januari 2019 13:17

Supermoon, Warga Pesisir Diminta Waspada

TANJUNG REDEB – Fenomena supermoon yang akan terjadi hari ini…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*