MANAGED BY:
SELASA
22 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Selasa, 23 Oktober 2018 12:59
Generasi Siap Tempur dari Labanan Makmur
Oleh: Endro S Efendi

PROKAL.CO, " MAS Endro, kami ingin mengadakan pelatihan jurnalistik. Bisa kah membantu kami untuk jadi narasumbernya?” tanya Agus, wartawan salah satu harian yang bertugas di Berau. Agus kemudian menjelaskan, pelatihan jurnalistik ini merupakan gawe dari Kampung Labanan Makmur, Kecamatan Teluk Bayur Kabupaten Berau. Pesertanya para siswa SMA dari kampung tersebut.

Tentu saja saya langsung mengatakan, “bersedia.” Sebab, sepanjang karier saya sebagai wartawan hingga saat dipercaya sebagai ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim, rasa-rasanya jarang sekali ada kampung yang mau menggelar pelatihan jurnalistik. Terakhir, saya pernah menjadi narasumber pelatihan yang sama di Muara Badak, Kutai Kartanegara. Itupun level kecamatan, bukan kampung.

Begitu mengatakan bersedia, saat itu juga saya langsung menghubungi kantor PWI Pusat Jakarta. Saya meminta agar rencana sebagai penguji uji kompetensi wartawan (UKW) di Sampit, Kalimantan Tengah, digantikan oleh penguji lain. Sebagai penguji nasional, saya memang kerap diminta menguji para wartawan untuk mendapatkan sertifikat kompetensi. Namun kali ini, saya lebih bersemangat dan lebih penasaran untuk mengisi pelatihan jurnalistik di tingkat kampung. Uji kompetensi bisa ada kapan saja. Pelatihan jurnalistik di kampung, tentu peristiwa langka.

“Pagi! Pagi! Pagi!, Labanan Makmur luar biasa, yes...!!!!” teriak para peserta pelatihan jurnalistik itu, setiap kali saya mengucapkan, “selamat pagi.” Ruangan pelatihan menjadi bergemuruh. Suaranya hingga menembus dinding ruang kerja aparatur kepala kampung. Melihat semangat 30-an siswa SMA Negeri 6 Berau terutama yang berasal dari kampung tersebut, tentu saya juga ikut bergairah. Tidak rugi rasanya batal menguji di Sampit. Bertemu para siswa yang benar-benar penuh keinginan belajar, rasanya diri sendiri ikut kembali ke masa mengenakan seragam putih abu-abu.

Padahal, di ruangan itu saya paling tua. Para panitia yang terlibat adalah para jurnalis muda yang masih punya banyak stok semangat. Para guru yang mendampingi pun masih muda dan tak pernah terlihat lelah mendampingi para siswa selama 3 hari.

Jangan lupa, kampung ini juga sedang dipimpin oleh anak muda yang enerjik. Mupit Datusahlan, begitu nama kepala kampung Labanan Makmur ini. Dia lulusan pascasarjana bioteknologi dari Universitas Malaysia Pahang. Dengan prestasi dan portofolio yang mumpuni, tidak sulit baginya jika ingin berkarier di kota besar atau perusahaan bergengsi lainnya. Tapi nyatanya, dia memilih kembali ke kampung halamannya, membangun kampungnya sendiri.

Untung saja saya tidak menolak ketika diminta menjadi narasumber. Malu rasanya dengan kepala kampung kalau saya sampai tidak bersedia. Beliau yang lulusan luar negeri saja mau mengabdi di kampung, masa saya tidak mau?

Para peserta pelatihan jurnalistik ternyata kemampuannya tidak bisa dianggap remeh. Selesai diberikan teori, mereka saya minta menulis bebas. Menulis apa saja. Ternyata mereka punya talenta menulis yang luar biasa. Setiap kali diberikan tugas menulis, mereka mampu melahap semua tugas itu dengan tuntas. Sang kepala kampung pun mengaku tak mengira. Saat para peserta berlatih wawancara dengan kepala kampung, pertanyaan yang diajukan juga bukan yang ecek-ecek. “Hampir sama dengan pertanyaan wartawan asli. Mereka ternyata kritis juga,” kata kepala kampung.

Demikian juga saat mereka diberi tugas membuat vlog alias video pendek yang menceritakan kampung mereka. Meski sinar matahari sedang garang-garangnya, mereka tetap semangat ke beberapa sudut kampung untuk mengambil gambar. Hasil karya video mereka pun tak kalah dengan vlog yang beredar di belantara maya.  

Melihat semua kenyataan itu, semakin yakin rasanya jika pembangunan di kampung Labanan Makmur akan semakin moncer. Melalui pelatihan terhadap para generasi muda itu, harapannya rasa ikut memiliki dan bangga membangun kampungnya sendiri akan semakin besar. Apalagi sikap itu sudah dicontohkan oleh sang kepala kampung.

Saya membayangkan, jika semua warga kampung yang sempat menuntut ilmu di luar Berau, bahkan hingga di luar negeri mau kembali ke kampungnya masing-masing, alangkah hebatnya semua kampung di Indonesia.

Mudah-mudahan, apa yang dilakukan kepala kampung dengan kembali membangun daerahnya sendiri, akan menginspirasi warganya sendiri, terutama para generasi muda. Sehingga tidak berlebihan jika nantinya akan semakin banyak generasi siap tempur yang lahir dari Labanan Makmur. Semoga. (*/udi)

*) Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim


BACA JUGA

Kamis, 17 Januari 2019 13:13

Empat Penyebab Anak Tak Bisa Dikendalikan

BELUM lama ini, saya mendapat curahan hati dari pasangan suami…

Rabu, 16 Januari 2019 13:48

13 Ribu Masih Kurang

SAYA harus mengatur rute perjalanan hari Selasa (14/1) kemarin. Sebab,…

Selasa, 15 Januari 2019 12:51

Adipura Pelipur Lara

SAYA harus katakan spektakuler. Setelah sekian lama menunggu, akhirnya apa…

Senin, 14 Januari 2019 13:57

Pak Sulaiman yang Hebat

CATATAN  hari ini, sebetulnya peristiwa cukup lama. Masih ada sisi…

Minggu, 13 Januari 2019 14:13

Tak Sengaja Bertemu

INI bukan lagu “Tenda Biru”nya Desy Ratnasari. Tapi, ketika saya…

Sabtu, 12 Januari 2019 12:29

Mengejar Pesawat

TIAP pagi mesti melintas di Jalan Ahmad Yani. Rute tetap…

Jumat, 11 Januari 2019 13:55

Akhirnya Terjawab Juga

SAYA pernah melihat sendiri, bagaimana dengan santainya warga membuang sampah…

Kamis, 10 Januari 2019 12:50

Mundu Tekka

INGAT Mundu? Ya, bagi warga Maratua dan Derawan sangat mengenal…

Rabu, 09 Januari 2019 13:19

Merindukan Teluk Sumbang

SAYA lupa tahun berapa. Ketika pertama kali mengunjungi Teluk Sumbang,…

Selasa, 08 Januari 2019 12:40

Antara Vanessa, Rp 80 Juta dan Timbangan Mental

JAGAT media maya kembali dibuat heboh di awal 2019. Ini…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*