MANAGED BY:
SELASA
19 MARET
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Selasa, 23 Oktober 2018 12:59
Generasi Siap Tempur dari Labanan Makmur
Oleh: Endro S Efendi

PROKAL.CO, " MAS Endro, kami ingin mengadakan pelatihan jurnalistik. Bisa kah membantu kami untuk jadi narasumbernya?” tanya Agus, wartawan salah satu harian yang bertugas di Berau. Agus kemudian menjelaskan, pelatihan jurnalistik ini merupakan gawe dari Kampung Labanan Makmur, Kecamatan Teluk Bayur Kabupaten Berau. Pesertanya para siswa SMA dari kampung tersebut.

Tentu saja saya langsung mengatakan, “bersedia.” Sebab, sepanjang karier saya sebagai wartawan hingga saat dipercaya sebagai ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim, rasa-rasanya jarang sekali ada kampung yang mau menggelar pelatihan jurnalistik. Terakhir, saya pernah menjadi narasumber pelatihan yang sama di Muara Badak, Kutai Kartanegara. Itupun level kecamatan, bukan kampung.

Begitu mengatakan bersedia, saat itu juga saya langsung menghubungi kantor PWI Pusat Jakarta. Saya meminta agar rencana sebagai penguji uji kompetensi wartawan (UKW) di Sampit, Kalimantan Tengah, digantikan oleh penguji lain. Sebagai penguji nasional, saya memang kerap diminta menguji para wartawan untuk mendapatkan sertifikat kompetensi. Namun kali ini, saya lebih bersemangat dan lebih penasaran untuk mengisi pelatihan jurnalistik di tingkat kampung. Uji kompetensi bisa ada kapan saja. Pelatihan jurnalistik di kampung, tentu peristiwa langka.

“Pagi! Pagi! Pagi!, Labanan Makmur luar biasa, yes...!!!!” teriak para peserta pelatihan jurnalistik itu, setiap kali saya mengucapkan, “selamat pagi.” Ruangan pelatihan menjadi bergemuruh. Suaranya hingga menembus dinding ruang kerja aparatur kepala kampung. Melihat semangat 30-an siswa SMA Negeri 6 Berau terutama yang berasal dari kampung tersebut, tentu saya juga ikut bergairah. Tidak rugi rasanya batal menguji di Sampit. Bertemu para siswa yang benar-benar penuh keinginan belajar, rasanya diri sendiri ikut kembali ke masa mengenakan seragam putih abu-abu.

Padahal, di ruangan itu saya paling tua. Para panitia yang terlibat adalah para jurnalis muda yang masih punya banyak stok semangat. Para guru yang mendampingi pun masih muda dan tak pernah terlihat lelah mendampingi para siswa selama 3 hari.

Jangan lupa, kampung ini juga sedang dipimpin oleh anak muda yang enerjik. Mupit Datusahlan, begitu nama kepala kampung Labanan Makmur ini. Dia lulusan pascasarjana bioteknologi dari Universitas Malaysia Pahang. Dengan prestasi dan portofolio yang mumpuni, tidak sulit baginya jika ingin berkarier di kota besar atau perusahaan bergengsi lainnya. Tapi nyatanya, dia memilih kembali ke kampung halamannya, membangun kampungnya sendiri.

Untung saja saya tidak menolak ketika diminta menjadi narasumber. Malu rasanya dengan kepala kampung kalau saya sampai tidak bersedia. Beliau yang lulusan luar negeri saja mau mengabdi di kampung, masa saya tidak mau?

Para peserta pelatihan jurnalistik ternyata kemampuannya tidak bisa dianggap remeh. Selesai diberikan teori, mereka saya minta menulis bebas. Menulis apa saja. Ternyata mereka punya talenta menulis yang luar biasa. Setiap kali diberikan tugas menulis, mereka mampu melahap semua tugas itu dengan tuntas. Sang kepala kampung pun mengaku tak mengira. Saat para peserta berlatih wawancara dengan kepala kampung, pertanyaan yang diajukan juga bukan yang ecek-ecek. “Hampir sama dengan pertanyaan wartawan asli. Mereka ternyata kritis juga,” kata kepala kampung.

Demikian juga saat mereka diberi tugas membuat vlog alias video pendek yang menceritakan kampung mereka. Meski sinar matahari sedang garang-garangnya, mereka tetap semangat ke beberapa sudut kampung untuk mengambil gambar. Hasil karya video mereka pun tak kalah dengan vlog yang beredar di belantara maya.  

Melihat semua kenyataan itu, semakin yakin rasanya jika pembangunan di kampung Labanan Makmur akan semakin moncer. Melalui pelatihan terhadap para generasi muda itu, harapannya rasa ikut memiliki dan bangga membangun kampungnya sendiri akan semakin besar. Apalagi sikap itu sudah dicontohkan oleh sang kepala kampung.

Saya membayangkan, jika semua warga kampung yang sempat menuntut ilmu di luar Berau, bahkan hingga di luar negeri mau kembali ke kampungnya masing-masing, alangkah hebatnya semua kampung di Indonesia.

Mudah-mudahan, apa yang dilakukan kepala kampung dengan kembali membangun daerahnya sendiri, akan menginspirasi warganya sendiri, terutama para generasi muda. Sehingga tidak berlebihan jika nantinya akan semakin banyak generasi siap tempur yang lahir dari Labanan Makmur. Semoga. (*/udi)

*) Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim


BACA JUGA

Senin, 18 Maret 2019 14:48

Menghayal di Rammang-Rammang

WARGA desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros (Sulsel), tak pernah…

Sabtu, 16 Maret 2019 13:53

Selamat Jalan Pak Janna

KAMIS (14/3) lalu, tiba-tiba ada ucapan duka di semua Grup…

Jumat, 15 Maret 2019 14:58

Piano Usia 107 Tahun

BANYAK koleksi benda bersejarah yang ada di rumah Adji Bahrul…

Kamis, 14 Maret 2019 13:51

Jejak Kapal Taiwan

KEGIATAN penangkapan ikan secara ilegal, sudah berlangsung lama. Buktinya, dua…

Rabu, 13 Maret 2019 12:48

Koi seharga Rp 27 M

INI berlangsung di Jepang. Negara yang dikenal asalnya ikan Koi.…

Selasa, 12 Maret 2019 14:01

Petak 4x6 Meter

MEMANG ada nama jalannya. Yakni Jalan AKB Sanipah I.  Tapi,…

Senin, 11 Maret 2019 13:40

Jadi Koki Dadakan

PERNAHKAH merasakan perjalanan ke pulau wisata dalam kondisi cuaca yang…

Sabtu, 09 Maret 2019 13:41

Fenomena Dunia Pendidikan Zaman Milenial (3-Habis)

MENURUT Kemendikbud (2016 : 61) menyatakan bahwa bimbingan klasikal merupakan…

Sabtu, 09 Maret 2019 13:33

Masih Ingat Lapis Banua?

TIGA atau lima tahun lalu, tiba-tiba seperti ada berkah yang…

Jumat, 08 Maret 2019 14:12

Fenomena Dunia Pendidikan Zaman Milenial (2)

DALAM pemberian layanan bimbingan kelompok ada beberapa cara atau yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*