MANAGED BY:
RABU
23 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Selasa, 23 Oktober 2018 13:03
Penurunan Tanah di Bujangga Harus Diantisipasi
MENGKHAWATIRKAN: Salah satu kawasan di Bujangga tepatnya di pinggir sungai yang tanahnya mengalami penurunan.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Kondisi tanah di ruas Jalan Bujangga perlu diwaspadai. Tak hanya sisi jalan sekitaran Inhutani yang sudah mengalami penurunan, sisi lainnya di depan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Bujangga pun turut mengalami penurunan.

Kawasan yang mengalami penurunan cukup parah, di sekitaran pencucian kendaraan, tepatnya di depan Kantor Balai Pemeriksaan Tanaman dan Hewan.

Menurut warga Jalan Marsma Iswahyudi, Ari yang kerap melintasi ruas jalan itu, amblesnya tanah di pinggiran Sungai Segah tersebut diduga karena keberadaan pencucian mobil itu sendiri.

Kondisi inipun dianggapnya, cukup berbahaya karena dikhawatirkan mampu mengulangi insiden amblesnya Jalan Bujangga beberapa tahun lalu. "Setiap hari mereka cuci mobil, tanah semakin terkikis. Apalagi sekarang ada satu tempat lagi yang buka," katanya kepada Berau Post, Minggu (21/10).

Penurunan tanah ini, disebutnya juga tampak jelas dilihat dari bangunan warga yang berdiri di pinggiran sungai. "Bangunan mereka saja sudah miring semua dan makin turun," ujarnya.

Kondisi penurunan tanah ini juga turut dirasakan salah seorang warga Bujangga, bernama Deri. Ia menyebut meskipun dataran tanah yang ada belum terlalu jelas mengalami penurunan dan tidak sampai ke ruas jalan. Namun, menurutnya kondisi tersebut harus tetap diwaspadai oleh pemerintah dan segera dicarikan solusi.

"Secara sekilas memang ada penurunan, tapi tidak terlalu parah dibandingkan dengan Inhutani. Meskipun begitu ini harus menjadi perhatian," singkatnya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Kementerian Pekerjaan Umum, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XII Balikpapan, Konverman Zebua mengaku belum mengetahui adanya penurunan di sekitar ruas Jalan Bujangga tepatnya di sepanjangan tepi sungai depan SPBU Bujangga.

Terlebih penurunan tanah ini, juga diduga diakibatkan karena keberadaan pencucian kendaraan yang mengikis tanah. "Wah seharusnya bahu jalan tidak dimanfaatkan untuk tempat usaha. Nanti kami cek di lapangan dan koordinasi dengan pihak terkait. Karena memang bahu jalan tidak diperuntukkan untuk usaha, apalagi usaha seperti itu dan pembuangan airnya tidak bisa dikontrol," singkatnya. (arp/app)


BACA JUGA

Selasa, 22 Januari 2019 14:32

Kepala Pasar Akui Kecolongan

TANJUNG REDEB - Munculnya keluhan pedagang terkait keberadaan pedagang dari…

Selasa, 22 Januari 2019 14:30

Tindak Pengguna Knalpot Racing

TANJUNG REDEB – Keluhan warga terkait maraknya penggunaan knalpot racing…

Selasa, 22 Januari 2019 14:29

Pemerintah Diminta Hadir di Pesisir

TALISAYAN – Walau pemerintah sudah mengatur harga eceran tertinggi (HET)…

Selasa, 22 Januari 2019 14:28

Dermaga Teluk Sulaiman Butuh Renovasi

BIDUKBIDUK – Kondisi dermaga yang ada di Kampung Teluk Sulaiman,…

Selasa, 22 Januari 2019 14:26

Klaim Hampir Setara RS Tipe B

TANJUNG REDEB – Miliki jumlah dokter mencapai 38 orang, Rumah…

Senin, 21 Januari 2019 14:22

Polisi Endus Kejanggalan

TANJUNG REDEB – Ambruknya konstruksi Balai Pertemuan Umum (BPU) di…

Senin, 21 Januari 2019 14:20

Pelajar Jadi Sasaran

TABALAR - Guna mengantisipasi peredaran narkoba di wilayah Kecamatan Tabalar,…

Senin, 21 Januari 2019 14:19

Dinilai Rawan saat Malam

BATU PUTIH - Masyarakat di RT 1 Kampung Tembudan, Kecamatan…

Senin, 21 Januari 2019 14:18

DLHK Berharap Dukungan Provinsi

TANJUNG REDEB - Tempat Pembuang Akhir (TPA) Talisayan, kondisinya dinilai…

Senin, 21 Januari 2019 14:17

Stadion Mini Jadi Solusi

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau telah menyiapkan lahan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*