MANAGED BY:
RABU
24 APRIL
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Selasa, 23 Oktober 2018 13:03
Penurunan Tanah di Bujangga Harus Diantisipasi
MENGKHAWATIRKAN: Salah satu kawasan di Bujangga tepatnya di pinggir sungai yang tanahnya mengalami penurunan.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Kondisi tanah di ruas Jalan Bujangga perlu diwaspadai. Tak hanya sisi jalan sekitaran Inhutani yang sudah mengalami penurunan, sisi lainnya di depan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Bujangga pun turut mengalami penurunan.

Kawasan yang mengalami penurunan cukup parah, di sekitaran pencucian kendaraan, tepatnya di depan Kantor Balai Pemeriksaan Tanaman dan Hewan.

Menurut warga Jalan Marsma Iswahyudi, Ari yang kerap melintasi ruas jalan itu, amblesnya tanah di pinggiran Sungai Segah tersebut diduga karena keberadaan pencucian mobil itu sendiri.

Kondisi inipun dianggapnya, cukup berbahaya karena dikhawatirkan mampu mengulangi insiden amblesnya Jalan Bujangga beberapa tahun lalu. "Setiap hari mereka cuci mobil, tanah semakin terkikis. Apalagi sekarang ada satu tempat lagi yang buka," katanya kepada Berau Post, Minggu (21/10).

Penurunan tanah ini, disebutnya juga tampak jelas dilihat dari bangunan warga yang berdiri di pinggiran sungai. "Bangunan mereka saja sudah miring semua dan makin turun," ujarnya.

Kondisi penurunan tanah ini juga turut dirasakan salah seorang warga Bujangga, bernama Deri. Ia menyebut meskipun dataran tanah yang ada belum terlalu jelas mengalami penurunan dan tidak sampai ke ruas jalan. Namun, menurutnya kondisi tersebut harus tetap diwaspadai oleh pemerintah dan segera dicarikan solusi.

"Secara sekilas memang ada penurunan, tapi tidak terlalu parah dibandingkan dengan Inhutani. Meskipun begitu ini harus menjadi perhatian," singkatnya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Kementerian Pekerjaan Umum, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XII Balikpapan, Konverman Zebua mengaku belum mengetahui adanya penurunan di sekitar ruas Jalan Bujangga tepatnya di sepanjangan tepi sungai depan SPBU Bujangga.

Terlebih penurunan tanah ini, juga diduga diakibatkan karena keberadaan pencucian kendaraan yang mengikis tanah. "Wah seharusnya bahu jalan tidak dimanfaatkan untuk tempat usaha. Nanti kami cek di lapangan dan koordinasi dengan pihak terkait. Karena memang bahu jalan tidak diperuntukkan untuk usaha, apalagi usaha seperti itu dan pembuangan airnya tidak bisa dikontrol," singkatnya. (arp/app)


BACA JUGA

Selasa, 23 April 2019 13:26

Kembangkan Wisata Taman Laut

BATU PUTIH - Mulai populernya objek wisata taman laut karang…

Selasa, 23 April 2019 13:25

Kotak Suara Sudah Digeser ke KPU

BIDUKBIDUK - Sejumlah kecamatan di pesisir selatan Berau, telah melakukan…

Selasa, 23 April 2019 13:23

16 SMP Serentak Gelar UNBK

TANJUNG REDEB - Sekolah Menengah Pertama (SMP) melaksanakan ujian nasional…

Selasa, 23 April 2019 13:18

Polisi Belum Terima Laporan Kehilangan

TANJUNG REDEB – Adanya informasi dan aduan yang berseliweran di…

Senin, 22 April 2019 13:43

Ingatkan Nelayan Tidak Gunakan Bom

TALISAYAN – Salah satu potensi Kampung Talisayan yakni sektor perikanan.…

Senin, 22 April 2019 13:41

Manusia Tertinggi di Berau Diminta Periksa Kesehatan

SAMBALIUNG - Prihatin dengan kondisi Rahmadi yang merupakan manusia tertinggi…

Senin, 22 April 2019 13:36

Kasus Tipikor Terhambat Pemilu

TANJUNG REDEB – Pelimpahan kasus perkara Tindak Pidana Korupsi (Tipikor)…

Senin, 22 April 2019 13:33

Berharap PLN Sediakan Listrik 24 Jam

BIDUKBIDUK – Sejumlah kampung di Kecamatan Bidukbiduk mengharapkan agar listrik…

Senin, 22 April 2019 13:31

DPUPR Petakan Wilayah

PEMERINTAH Kabupaten Berau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang…

Minggu, 21 April 2019 15:47

Kemenag Mulai Persiapkan Jemaah Haji Berau

TANJUNG REDEB – Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*